Articles
PHASE IDENTIFICATION OF SYNTHESIZED HYDROXYAPATITE IN DIFFERENT CALCINATION TEMPERATURE
Decky J. Indrani;
Bambang Soegijono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.176 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.2.4604
PHASE IDENTIFICATION OF SYNTHESIZED HYDROXYAPATITE IN DIFFERENT CALCINATION TEMPERATURE. For bone tissue engineering, hydroxyapatite scaffolds for cell growth are attracting due to their bioactivity and similarity to human bone component. The sol-gel route used in previous studies provided high crystalline hydroxyapatite and second phase occurred at higher calcination temperature. The aim of the present research was to synthesize and characterize HA prepared using the wet precipitation method in different calcinations temperature. The synthesis of hydroxyapatite was prepared using calcium and phosphorous precursor. The synthesized hydroxyapatite were then calcined at temperatures up to 900 °C. Rietveld refinement was used to examine the entire XRD patterns and FT-IR measurement was employed to observe the functional group of the synthesized HA. Results showed that HA material with the apatite structure were produced as was analyzed by XRD and Rietveld refinements. Chemical analysis indicated the existence of P-O vibrational modes from phosphate group and O-H from absorbed water confirming the formation of HA. Rietveld analysis revealed the existance of CaO phase at 300 °C, however, it was not observed at higher calcination temperature. The present study indicated that the wet precipitation method has induced the formation of HA without CaO phase at temperature above 300 °C. HA with increased crystallinity were produced in line with the raise in temperature.
ANALISIS FASA NANO PARTIKEL LiCoO2 SEBAGAI BAHAN KATODA BATERAI MAMPU ISI ULANG MENGGUNAKAN X-RAY DIFFRACTOMETER
Elman Panjaitan;
Sudaryanto Sudaryanto;
Yosef Sarwanto;
Bambang Soegijono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.987 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.3.4407
ANALISIS FASA NANO PARTIKEL LiCoO2 SEBAGAI BAHAN KATODA BATERAI MAMPU ISI ULANG MENGGUNAKAN X-RAY DIFFRACTOMETER. Telah dilakukan penelitian analisis fasa nano partikel LiCoO2 sebagai bakal bahan katoda dari baterai berbasis ion lithium yang mampu disi ulang menggunakan X-Ray Diffractometer. Nano partikel LiCoO2 dibentuk menggunakan teknik planetary milling yang diikuti sonikasi, hasil pembentukan nano partikel LiCoO2 dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan Transmission Electron Microscope (TEM), fasa nano partikel LiCoO2 dianalisis menggunakan XRD. Hasil penelitian menunjukan bahwa nano partikel LiCoO2 yang terbentuk berukuran 20 nm hingga 40 nm dan fasa nano partikel LiCoO2 adalah rhombohedral, R-3m, dengan a = b = 2,82 Å dan c = 14,08 Å, dimana LiCo membentuk simetri oktahedral, 3-3m dan CO2 membentuk simetri tetrahedral, 63m.
EFEK PERLAKUAN PANAS PADA KAWAT SUPERKONDUKTOR INTERNAL-TIN ROD RESTACK PROCESS Cu-Nb-Sn
Bintoro Siswayanti;
Bambang Soegijono;
Andika W. Pramono;
Pius Sebleku
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 4: JULI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (826.068 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.4.4389
EFEK PERLAKUAN PANAS PADA KAWAT SUPERKONDUKTOR INTERNAL-TIN ROD RESTACK PROCESS Cu-Nb-Sn. Pemanasan dalam kondisi terproteksi dari oksidasi pada suhu 450 oC selama 72 jam telah dilakukan pada kawat superkonduktor Cu-Nb-Sn produksi Luvata Waterbury Inc. yang dibuat dengan Internal-Tin Rod Restack Process (IT-RRP). Proses pendinginan dilakukan secara lambat di dalam tungku. Strukturmikro dan komposisi fasa cuplikan diamati dengan Scanning Electron Microscope (SEM) dan Energy Dispersive X-Ray Spectroscope (EDS). Identifikasi evolusi fasa mengacu kepada diagram kesetimbangan fasa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada pemanasan dengan suhu 450 oC selama 72 jam telah terbentuk intermetalik Nb3Sn, larutan padat α-Nb dan juga Nb3Sn yang superkonduktivitasnya menurun. Selain itu didapati interkoneksi filamen yang tidak diharapkan. Hal ini menyebabkan evolusi fasa Nb menjadi A15 Nb3Sn yang homogen belum optimal, sehingga diperlukan jarak antar filamen Nb yang lebih lebar pada kawat IT-RRP untuk menghindari interkoneksi filamen A15 Nb3Sn.
PENGARUH pH PADA SINTESIS KATALIS Cu-ZnO DENGAN PROSES SOL GEL UNTUK HIDROGENOLISIS GLISEROL
Dona Sulistia Kusuma;
Bambang Soegijono;
Rakhman Sarwono;
Kiky C. Sembiring
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1032.86 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4622
PENGARUH pH PADA SINTESIS KATALIS Cu-ZnO DENGAN PROSES SOL GEL UNTUK HIDROGENOLISIS GLISEROL. Pada penelitian ini dibuat katalis Cu-ZnO untuk reaksi hidrogenolisis gliserol menjadi propilen glikol dengan proses sol gel dari garam asetat. pH merupakan parameter penting pada proses sol gel pada sintesis nanokatalis Cu-ZnO. Pengaturan pH pada sol sangat berpengaruh pada morfologi dan stuktur katalis Cu-ZnO, terlihat dari karakterisasi yang dilakukan dengan X-Ray Diffractometer (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Difraktogram XRD menunjukkan kristalinitas Cu-ZnO sangat dipengaruhi oleh perlakuan pH, dimana pada pH 7 dan pH 8 struktur Cu-ZnO berbentuk kristalin sedangkan pada pH 9 terlihat amorf. Dari SEM-EDS terlihat rasio Cu dan Zn yang berbeda, dimana pada pH 7 dan pH 8, rasio Cu lebih besar dari Zn sedangkan pada pH 9, rasio Zn lebih besar dari Cu yang menunjukkan adanya interaksi yang berubah. Dikonfirmasi oleh analisis GC-MS, pada pH 7 dan pH 8 struktur Cu berada di dalam inti material dan dikelilingi oleh Zn, dan sebaliknya pada pH 9 struktur Zn berada di dalam inti dan dikelilingi oleh Cu.
PENGARUH ADITIF MgO DAN PERLAKUAN PANAS TERHADAP MATERIAL ELEKTRO KERAMIK BERBASIS BETA ALUMINA (β”-ALUMINA)
Ramlan Ramlan;
Akmal Johan;
Arsali Arsali;
Bambang Soegijono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (873.463 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4728
PENGARUH ADITIF MgO DAN PERLAKUAN PANAS TERHADAP MATERIAL ELEKTRO KERAMIK BERBASIS BETA ALUMINA (β”-ALUMINA). Telah dilakukan pembuatan β”-Alumina menggunakan metode metalurgi serbuk dengan paduan komposisi α-Alumina 83 %, Na2O 10 % dan variasi MgO masing-masing 5,5 %; 6,7%; 7,9 %; 8,9%dan 10%. Proses pencampuran dilakukan dengan menggerus selama 4 jam. Kemudian bahan paduan di bentuk pelet menggunakan hydroulic press dengan tekanan 3 ton. Sampel disinter pada suhu 1500 oC selama 5 jam. Untuk 7,9 % bahan diberikan perlakuan panas untuk 3 kali perlakuan panas pada suhu yang berbeda yaitu pada 1300 oC, 1400 oC dan 1500 oC. Karakterisasi meliputi analisis fasa dengan XRD, identifikasi fasa menggunakan perangkat lunak Match dan GSAS serta analisis struktur mikro dengan SEM. Hasil dari analisis fasa memperlihatkan telah terbentuknya β”-Alumina dan masih adanya β-Alumina pada semua variasi MgO yang digunakan. Dengan kata lain fasa β”-Alumina tidak terbentuk 100%. Variasi MgO juga memberikan densitas yang relatif tinggi begitu juga dengan fraksi berat. Pembentukan fasa β”-Alumina tidak mencapai 100 %, tetapi dengan penambahan MgO maka dapat diperoleh fasa stabil.
SIFAT DINAMIK MEKANIKAL VULKANISAT KARET ALAM-ORGANOCLAY
Muhammad Irfan Faturrohman;
Bambang Soegijono;
Emil Budianto;
Koji Yoneda
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22302/ppk.jpk.v31i1.132
Sifat dinamik dan swelling vulkanisat karet alam (NR) yang mengandung bahan pengisi organoclay dengan basal spasi yang berbeda telah dipelajari. Vulkanisat NR/organoclay dibuat dengan menggunakan metode pelelehan kompon di dalam gilingan terbuka. Sifat dinamik diukur dengan menggunakan Dynamic Mechanical Thermal Analyzer (DMTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan organoclay dengan basal spasi lebih besar (15A) menghasilkan struktur interkalasi/eksfoliasi di dalam matrik karet alam sehingga sifat dinamik mekanikal dan swelling menjadi lebih baik. Storage modulus di bawah Tg dan di atas Tg meningkat dengan peningkatan basal spasi organoclay. Adanya organoclay juga menyebabkan penurunan tan d dan Tg vulkanisat, terutama organoclay 15A. Organoclay 15A di dalam vulkanisat karet alam dapat menurunkan nilai swelling dan koefisien difusi, sorptivitas serta permeabilitas. Derajat ikatan silang dari NR/organoclay 15A sedikit lebih besar dan memperbaiki sifat elastis vulkanisat. Diterima : 7 Januari 2013; Disetujui : 24 April 2013How to Cite : Faturrohman, M., Soegijono, B., Budianto, E., & Yoneda, K. (2013). Sifat Dinamik Mekanikal Vulkanisat Karet Alam-Organoclay. Jurnal Penelitian Karet, 31(1), 45-53. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/132
PENGARUH ORGANOBENTONIT DAN ASAM STEARAT TERHADAP KARAKTERISTIK PEMATANGAN DAN SIFAT MEKANIK VULKANISAT KARET ALAM
Arief Ramadhan;
Bambang Soegijono;
Muhammad Irfan Faturrohman
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22302/ppk.jpk.v32i1.150
Organobentonit telah berhasil disintesis dari bentonit alam dengan penambahan surfaktan. Organobentonit ini digunakan sebagai alternatif bahan pengisi pada kompon karet alam. Seluruh kompon dibuat dengan menggunakan metode pelelehan kompon di dalam gilingan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa torsi maksimum (Smax), torsi minimum (Smin), dan perbedaan torsi (Smax-Smin) pada kompon karet alam dengan bahan pengisi organobentonit (NR/OB) lebih tinggi daripada kompon karet alam tanpa bahan pengisi (NR) dan kompon karet alam dengan bahan pengisi bentonit (NR/B), yang menunjukkan bahwa derajat ikatan silang antara molekul karet dengan bahan pemvulkanisasi (belerang) semakin banyak terbentuk pada NR/OB. Pemakaian organobentonit dan asam stearat pada kompon karet alam mempercepat waktu kematangan optimum (t90) dan waktu pematangan dini (ts2). Sifat mekanik pada vulkanisat NR/OB juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan sifat mekanik pada vulkanisat NR dan NR/B. Pemakaian asam stearat pada organobentonit secara eksitu (NR/S-OB) lebih meningkatkan sifat mekanik vulkanisat karet alam dibandingkan secara insitu (NR/OB) dan memiliki beberapa karakteristik sifat mekanik vulkanisat karet alam yang lebih baik daripada vulkanisat karet alam yang berbahan pengisi carbon black (NR/CB). Diterima : 20 November 2013; Direvisi : 5 Desember 2013; Disetujui : 23 Januari 2014 How to Cite : Ramadhan, A., Soegijono, B., & Faturrohman, M. I. (2014). Pengaruh organobentonit dan asam stearat terhadap karakteristik pematangan dan sifat mekanik vulkanisat karet alam. Jurnal Penelitian Karet, 32(1), 45-55. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/150
Partial Discharge of Polyurethane/ Organoclay Composite Coated on Aluminum Conductor Overhead Lines
Bambang Soegijono;
Ova Kurniawan;
Hamdan Akbar Notonegoro;
Arief Syarifuddin Fitrianto
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume VI, Nomor 2, October 2020
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36055/fwl.v1i1.9233
Aluminum conductor have been used worldwide as the primary conductive materials for high voltage electrical transmission lines. The partial discharge behavior of the aluminum conductor have been obeserved during operation due to the transmission line's performance to serve electricity. The partial discharge of aluminum alloy coated by polyurethane/organoclay (PClay) composite material was studied. PClay composites were prepared by adding organoclay with different content in polyurethane as a matrix then coated on an aluminum conductor sample. A partial discharge test was conducted to obtain the behavior of partial discharge versus voltage. It was found that an escalation of organoclay content in the polyurethane reduce partial discharge appears.
Pengaruh Cetakan Pasir Daur Ulang Berpengikat Waterglass Terhadap Permukaan Logam Hasil Pengecoran
Moch Iqbal Zaelana Muttahar;
Hamdan Akbar Notonegoro;
Greida Frista;
Bambang Soegijono;
Hasanudin Gufron Fachrudin;
Ferry Budhi Susetyo;
Nazarudin Koto
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume IV Nomor 1, April 2018
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (986.771 KB)
|
DOI: 10.36055/fwl.v1i1.3334
Penggunaan cetakan pasir dalam proses produksi industri pengecoran logam menghasilkan limbah pasir yang kian melimpah dan berdampak negatif bagi lingkungan. Salah satu upaya untuk mengatasi persoalan tersebut adalah mendaur ulang limbah pasir untuk dimanfaatkan kembali sebagai cetakan. Salah satunya adalah jenis limbah pasir dengan pengikat waterglass yang memiliki sifat keras dan tak mudah hancur dari Balai Besar Logam dan Mesin BPPI KEMENPRIN, Bandung. Untuk itu dalam penelitian ini diselidiki pengaruh penggunaan pasir cetak daur ulang berpengikat waterglass terhadap produk logam hasil pengecoran. Ditemukan bahwa pasir hasil daur ulang mengikat air lebih banyak dibandingkan pasir baru. Untuk itu variasi waterglass sebanyak 7% dan 10% (Vol. %) ditambahkan sebagai pengikat dalam membuat cetakan menggunakan pasir daur ulang tersebut. Dari kedua variasi tersebut nampak bahwa penambahan waterglass menurunkan nilai permeabilitas pasir cetak hasil daur ulang dan menaikkan nilai kuat tekannya. Nilai kekasaran permukaan logam hasil cetakan pun menjadi lebih tinggi dengan penambahan tersebut. Kandungan air dalam pasir daur ulang telah menyebabkan cacat permukaan pada logam hasil cetakan. Untuk itu kandungan air tersebut perlu hilangkan sebelum pasir daur ulang digunakan sebagai cetakan.
The Copper Influence into Physical and Mechanical Properties of the Al-5Si Alloy
Isom Mudzakir, MSi.;
Suhariyanto Suhariyanto;
Renanto Putra Wijaya;
Hamdan Akbar Notonegoro;
Bambang Soegijono
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume 7, Issue 2, October 2021
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36055/fwl.v0i0.12566
The microstructure and the hardness due to addition of copper of the Al-Si-Zn-Mg-Cu Alloy have been investigated. The copper has been varied from 0 wt.%– 4.9 wt.% in order to see how the microstructure and the hardness of the alloy change. The Heat treatment at temperature 510 oC during 5 hours and then cooling to ambient temperature, have done to foster the dissolution of copper in the crystal and then precipitate during cooling. The results show that the alloying element form a phase distributed in the matrix of the alloy. Increasing the content of the copper makes the form of the second phase smaller and at the matrix show fine particle distributed mostly entire of the surface. The hardness of the alloy increase as the copper content increase. The increase in hardness might come from the fine particle distributed in the matrix. The onset, endset and melting temperature tend to decrease as the copper content increase.