Claim Missing Document
Check
Articles

Building patient loyalty in the use of telemedicine applications Andriani, Oktavia; Soelasih, Yasintha
Jurnal Mantik Vol. 9 No. 1 (2025): May: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v8i5.6340

Abstract

This study aims to analyze the influence of brand image and e-service quality on patient loyalty through patient satisfaction and trust in telemedicine applications. The research utilized a quantitative approach with data collected through online questionnaires distributed to patients in Jakarta who have used telemedicine services. The sample consisted of 202 respondents, and the data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) via SMART PLS. The results reveal that both brand image and e-service quality significantly impact patient satisfaction, which in turn influences patient trust and loyalty. Additionally, the study confirms that patient trust mediates the relationship between patient satisfaction and loyalty. These findings emphasize the importance of improving service quality and maintaining a positive brand image to enhance patient loyalty in telemedicine platforms. The study suggests that healthcare organizations should focus on optimizing e-service quality, strengthening brand reputation, and ensuring patient satisfaction to foster long-term loyalty in the growing telemedicine sector
The INFLUENCE OF SERVICE QUALITY AND OPPORTUNISM ON PATIENT LOYALTY MEDIATED BY TRUST Efendi; Soelasih, Yasintha; Lembana, Devi Angrahini Anni
Journal of Business Studies and Management Review Vol. 8 No. 2 (2025): JBSMR, Vol 8 No.2 June 2025
Publisher : Management Department, Faculty of Economics and Business, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jbsmr.v8i2.42674

Abstract

The research looked at the effect of service quality and opportunism on patient loyalty mediated by trust. Sampling was done by probability sampling. The number of samples drawn is 443 from 2 hospitals in Jakarta and Karawaci, Indonesia. The results show that service quality influences customer loyalty directly and indirectly through mediating customer trust, while opportunism either directly or indirectly mediated customer trust does not affect customer loyalty. The study contributed to the theory by confirming a shorter path of service quality – trust – loyalty in healthcare service.
People’s Behavior towards the Celebration of the Eucharist in the Catholic Church Yohanes Driyanto; Yasintha Soelasih
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol. 16 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v16i1.275

Abstract

Food is a must for human being. It is analog with the Eucharist for the Catholics. Based on the belief, therefore, this research is intended to see the attitude of the people and the teachings obtained in the celebration of Eucharist in shaping individual behavior. There are two characteristics of attitudes, positive and negative. The positives encourage the faithful to have fuller awareness and more active participation in the celebration. The negatives create in the heart and mind of them a kind of reluctance and compulsion in having it. To support the results of this research, it was conducted with qualitative and quantitative methods respectively. The first was done by focus group discussion (FGD) and the second by 222 respondents giving their answers to the questionnaire online. Smart-PLS tools were used as research instruments and to address the problems studied. There are seven hypotheses formed by the problems and the results accepted are only one: a positive attitude towards the Eucharist influences individual behavior in the Eucharist.  The attitude encourages the Catholics to get more involved in the celebration. This research contributes to the formation of the Catholics in having the celebration of the Eucharist in Catholic Church.
Pelatihan Hidroponik kepada Warga di Kampung Tempe Ciomas, Desa Ciomas Rahayu Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga Wulandari, Yasinta Ratna Esti; Hartanti, Anastasia Tatik; Soelasih, Yasintha; Chow, Aozora Valentinus; Theja, Serafina; Johan, Philip Dave
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v8i2.6065

Abstract

Hydroponics can be an additional learning tool for the community to achieve sustainable development goals. With the community service activities for the residents of Kampung Tempe Ciomas carried out by a team of lecturers from the Faculty of Biotechnology and Faculty of Economics and Business together with students, residents can gain additional knowledge and skills in planting hydroponically, where the harvest can then be used for consumption or as a production result with profitable aspect. The training was carried out offline, including the theory and practice of hydroponic techniques which are expected to maximize the use of existing hydroponic facilities. The monitoring results were carried out after planting for 45 days using lettuce and bok choy plants with parameters of plant height, number of leaves, root length, and wet weight of the plant. From the harvested results, Group 2 obtained the highest wet weight for lettuce at 141.14 grams, while Group 3 obtained the highest wet weight for bok choy at 143 grams. The evaluation and questionnaire for the activity were conducted using Microsoft Forms. The evaluation showed positive results in assessing the residents knowledge and understanding of hydroponic practices, the quality of tools and materials, as well as their interest in continuing hydroponic practices. Overall, the workshop activities can be considered to have gone quite well and adequately.
PROGRAM PELATIHAN MANAJEMEN BINAAN YAYASAN GUGAH NURANI INDONESIA Soelasih, Yasintha; Winstinindah Sandroto, Christine; Sumani, Sumani; Madyakusumawati, Synthia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.783-787

Abstract

Koperasi juga hingga saat ini terus berkembang dan menjadi andalan masyarakat untuk memutar roda perekonomian. Hal ini tercermin dari data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) tahun 2020 yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2019. Pada tahun 2019, jumlah koperasi aktif sebanyak 123.048 unit dengan volume usaha Rp154 triliun dan jumlah anggota sekitar 22 juta orang. Sedangkan pada Desember 2020, jumlah koperasi aktif sebanyak 127.124 unit dengan volume usaha Rp174 triliun dan jumlah anggota sekitar 25 juta orang. Namun demikian, koperasi pada masa pandemi ini juga mengalami berbagai kendala untuk menjalankan usahanya. Sebagian besar koperasi mengalami pengembalian pinjaman yang terganggu, omzet menurun, penarikan simpanan, penundaan Rapat Anggota Tahunan, dan kendala lainnya. Pengembangan koperasi pun memiliki tantangan sendiri, sehingga perlu dilakukan upaya penguatan peran koperasi. Terkait dengan pengelolaan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM koperasi, penggunaan teknologi dan sistem informasi baik dalam manajemen koperasi maupun dalam menjalankan usahanya, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan serta kemitraan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi adalah melalui modernisasi koperasi. Demikian juga pengurus koperasi perlu mendapat pelatihan mengenai manajemen koperasi yang baik. Mereka harus mengenali bagaimana melakukan proses pemasaran yang baik. Berkaitan dengan hal diatas, Yayasan Gugah Nurani  Indoensai dapat bekerjasama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dalam meningkatkan kinerja koperasi dan kelompok usaha di wilayah dampingan Batavia CDP.
PENINGKATAN WAWASAN SEKSI KELUARGA DALAM PENDAMPINGAN KELUARGA Driyanto, Yohanes; Soelasih, Yasintha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1597-1607

Abstract

Perkawinan sebaiknya tidak dapat diceraikan. Karena itu setiap rumah tangga harus mempertimbangkan perkawinan mereka dengan hati-hati. Gereja selalu mendukung kebaikan perkawinan melalui seksi keluarga. Tujuannya adalah membantu keluarga-keluarga mengupayakan status kehidupan mereka dipelihara dalam semangat dan dikembangkan ke arah kesempurnaan. Komunikasi merupakan salah satu yang perlu diperhatikan dalam keutuhan rumah tangga. Dalam kehidupan rumah tangga perlu adanya pendampingan sehingga dapat memperkuat kehidupan mereka. Karena itu dibutuhkan seksi keluarga. Seksi itu terdiri dari orang-orang Awam yang dengan senang hati melibatkan diri dalam pelayanan bagi keluarga-keluarga. Untuk memungkinkan mereka memenuhi tugasnya dengan tepat, Dekanat Utara (beberapa paroki yang secara koordinatif disatukan) mengadakan pembinaan tahap demi tahap bagi calon atau anggota baru. Kepada mereka dilakukan asesmen mengenai pemahaman mereka mengenai perkawinan untuk menentukan kelayakan mereka untuk pelayanan.  Kenyataan bahwa usia perkawinan mereka antara 7 sampai 48 tahun menunjukkan bahwa mereka memenuhi syarat untuk pelayanan tersebut. Kebanyakan dari mereka memahami perkawinan dan dengan sukarela ingin bergabung dalam seksi itu.  Hanya dua patisipan yang tidak menyukai seksi ini.
PROFESIONALISME GURU DENGAN SEMANGAT MGR. GEISE DALAM MENDIDIK SISWA GEN-Z Driyanto, Yohanes; Soelasih, Yasintha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.755-761

Abstract

Nilai filosofis dalam suatu organisasi adalah sangat penting. Hal ini akan memberikan arah dan menentukan organisasi dalam mengejar perbaikan dan perkembangannya. Pada kenyataannya, sumber daya manusia yang terlibat tidak selalu mengerti nilai-nilai itu dengan baik. Karena itu, adalah keharusan mengajarkan nilai terutama kepada sumber daya manusia organisasi. Yayasan Mardi Yuana menjadikan pengajaran nilai itu sebagai perhatiannya. Pendirinya, Mgr. Geise, telah meletakkan nilai-nilai yang mendasar bagi organisasinya. Untuk mengajarkan nilai itu kepada setiap orang yang terlibat, khususnya para guru, kegiatan atau pelatihan organisasi dilakukan. Tujuannya adalah perubahan perspektif yang cocok dengan pemikiran dan angan-angan pendiri. Pada gilirannya, para guru akan memberikan pembelajaran yang paling baik untuk para murid, yang termasuk generasi-Z. Hal ini sekaligus merupakan sumbangan kepada pemerintah yang mengajar para murid mengenai hidup bernegara.  Profesionalisme pendidik terjadi di sini dalam pembelajaran yang membuat murid-murid merdeka, bertanggungjawab, dan mencintai dalam kebenaran. Dengan demikian, karakteristik Yayasan mardi Yuana tapak demi tapak dipancarkan dalam keorganisasian
PELATIHAN ETOS KERJA DAN KERJA SAMA TIM DALAM DUNIA KERJA Sandroto, Christine Winstinindah; Soelasih, Yasintha; Sumani, Sumani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2249-2254

Abstract

Di Era Industri 4.0 saat ini, terjadi banyak perkembangan dan perubahan yang begitu pesat dalam berbagai hal di masyarakat, mulai dari bidang infrastruktur, sosial budaya, teknologi, dan lain-lain yang semuanya itu akan memberikan pengaruh pada tuntutan perusahaan paa kebutuhan sumber daya manusia. Kondisi ini tentunya berdampak pada tuntutan peningkatan kualitas siswa-siswi   yang merupakan calon-calon angkatan kerja yang akan bersaing tidak hanya dengan tenaga kerja di Indonesia tetapi juga dengan tenaga kerja negara lain. Para siswa khususnya siswa yang bersekolah tingkat atas tidak cukup memiliki keterampilan intelektual secara akademik, tetapi juga mereka harus memiliki keterampilan non-akademik yang biasa disebut dengan soft skill. Pada masa sekarang sistem pendidikan sekolah formal kurang menitikberatkan soft skill karena pelajar lebih dituntut untuk memiliki kepintaran intelektual. Itu mengapa penting untuk memberikan pelatihan tambahan bagi pelajar supaya mereka bisa memiliki keterampilan yang diperlukan, antara lain kemampuan berbicara di depan umum, komunikatif, kolaboratif, dan keterampilan berpikir kritis. Salah satu soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja adalah etos kerja dan kerjasama tim. Keduanya adalah kemampuan yang saling berkaitan dan sangat membantu jika seseorang memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, Yayasan Bulir Padi bekerjasama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya melaksanakan kegiatan pelatihan Pengenalan Soft Skill; Etos Kerja dan Kerjasama Tim dalam Dunia Kerja bagi anak bina Yayasan Bulir Padi dengan tujuan mempersiapkan mereka untuk mampu mengakses dan bersaing di dunia kerja.
PELATIHAN PERSIAPAN ORANG TUA MURID SD KATOLIK NUSA MELATI JAKARTA TIMUR DALAM MENGHADAPI SEKOLAH ONLINE DI ERA NEW NORMAL Budi Nugroho, Yohanes Arianto; Laksmidewi, Dwinita; Soelasih, Yasintha; Sumani, Sumani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.840-846

Abstract

Kasus positif COVID-19 di Indonesia pertama kali dideteksi pada tanggal 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang. Pada tanggal 9 April, pandemi sudah menyebar ke 34 provinsi dengan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai provinsi paling terpapar virus corona di Indonesia. Sampai tanggal 23 Januari 2021, Indonesia telah melaporkan 977.474 kasus positif menempati peringkat pertama terbanyak di Asia Tenggara. Selama masa pandemi ini, Kemendikbud menerapkan belajar dari rumah, di akhir Maret 2020. Pembelajaran daring, serta merta menyadarkan kita akan potensi luar biasa internet yang belum dimanfaatkan sepenuhnya dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Tanpa batas ruang dan waktu, kegiatan pendidikan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Terlebih lagi, di era dimana belum ada kepastian kapan pandemi ini akan berakhir, sehingga pembelajaran daring adalah kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun, dibalik setiap sisi positif suatu hal, pastilah tersimpan sisi negatif, atau setidaknya kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Oleh karena itu, Orang tua perlu diberikan pelatihan mengenai bagaimana cara orang tua ikut berpartisipasi dalam pendidikan karakter siswa usia SD, supaya bisa mendidik siswa menjadi generasi muda yang pintar dan memiliki karakter yang kuat. Dalam rangka memberi pelatihan bagi orang tua untuk mempersiapkan mereka dalam menghadapi sekolah daring di era new normal, maka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya bekerja sama dengan SD Katolik Nusa Melati Jakarta Timur untuk memberikan pelatihan bagi orang tua siswa SD. 
PELATIHAN PEMIKIRAN KREATIF UNTUK ANAK SMA Yasintha Soelasih; Sumani Sumani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1577-1582

Abstract

Saat ini, lingkungan yang bergejolak dan tidak pasti dalam masyarakat, infrastruktur, sosial budaya, teknologi, dan lainnya akan berdampak pada persyaratan sumber daya manusia yang dibutuhkan. Kondisi ini tentunya memiliki pengaruh pada peningkatan kualitas pelajar yang merupakan calon tenaga kerja yang akan berkompetisi bukan hanya dengan tenaga kerja di Indonesia tetapi juga tenaga kerja internasional. Para  pelajar sekolah tingkat menengah atas  tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik tetapi juga membutuhkan kompetensi non-akademik yang biasa disebut dengan soft skill. Salah satu soft skill yang dibutuhkan sekarang ini adalah kemampuan untuk berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif adalah keahlian untuk berpikir kreatif  sehingga bisa menghasilkan karya yang unik yang menunjukkan perbedaan dengan hasil karya yang diciptakan orang lain. Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu elemen penting dimiliki terutama oleh para pekerja yang berhubungan dengan orang lain. Kemampuan berpikir kreatif juga dibutuhkan terutama di dalam dunia pekerjaan maupun saat menempuh pendidikan. Salah satu visi dari Bulir Padi Foundarion adalah menyiapkan anak bina untuk menjadi pekerja yang kompeten. Oleh karena itu, Bulir Padi Foundarion menggandeng Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya untuk mengadakan pelatihan Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif  bagi Anak Bina Bulir Padi Foundation.