Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN IBU BALITA MELALUI EDUKASI SCREENING SPEECH DELAY DAN LATE TALKER Anom Dwi Prakoso; Lyliana Endang Setianingsih; Yeni Suyatna
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/94jpn710

Abstract

Speech delay dan late talker merupakan permasalahan tumbuh kembang balita yang membutuhkan perhatian serius, terutama di era digital dengan tingginya paparan screen time dan berkurangnya interaksi verbal antara orang tua dan anak. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan pencegahan keterlambatan bicara melalui stimulasi dan interaksi sehari-hari. Namun, keterbatasan pengetahuan ibu terkait tahapan perkembangan bicara dan strategi pencegahan masih menjadi kendala utama di tingkat komunitas mayarakat industri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kepada ibu balita di wilayah industri terkait screening dan pencegahan speech delay serta late talker. Kegiatan menggunakan desain one group pre-test–post-test dengan melibatkan 27 ibu balita. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan media visual yang menekankan milestone perkembangan bicara, faktor risiko, serta strategi stimulasi bahasa berbasis keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur pengetahuan, sikap, dan kesiapan perilaku ibu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Rerata skor pre-test sebesar 38,81 (SD = 3,76) meningkat menjadi 43,11 (SD = 1,12) pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (W = 16,0; p = 0,0002). Edukasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapan ibu balita dalam melakukan screening serta pencegahan speech delay dan late talker. Program ini berpotensi menjadi model intervensi promotif–preventif yang dapat direplikasi di tingkat komunitas industri dan layanan kesehatan primer.
Pengaruh intervensi pangan lokal dan konseling gizi terhadap stunting pada balita Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi; Anom Dwi Prakoso
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.2177

Abstract

Background: Handling of stunting can be done through comprehensive intervention and not only done with one intervention method, namely by providing local food according to the contents of my plate and nutritional education for mothers of toddlers through individual counseling methods.Objectives: The purpose of this study was to analyze the differences in Body Weight, Height, and maternal knowledge before and after local food intervention and nutritional counseling were carried out on stunted toddlers in Bekasi Regency.Method: Experimental research method, pre-experimental research design with one group pretest-posttest design model, conducted in Pasir Gombong Village, North Cikarang District, Bekasi. The research was conducted from August - September 2024. The subjects of the study were 15 stunted toddlers taken based on purposive sampling techniques according to inclusion and exclusion criteria and data processing using the Wilcoxon test. The interventions provided were nutritional counseling in two meetings, and feeding for 14 days. The data collected in the form of maternal nutritional knowledge and toddler characteristics were conducted through questionnaire interviews. Weight data was measured using a digital scale and toddler height was measured using a stature meter.Results: The average weight increased after the intervention by 0.1 kg, but was not significantly different (p = 0.148). The average height increased after the intervention by 0.2 cm and was significantly different (p = 0.027). Then the mother's knowledge increased by 7.7 points and was significantly different (p = 0.011).Conclusion: There are differences in weight, height, and knowledge of mothers of toddlers before and after local food intervention and nutrition education with the nutrition counseling method for stunted toddlers in Bekasi Regency.