Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh intervensi pangan lokal dan konseling gizi terhadap stunting pada balita Nurpratama, Widya Lestari; Asmi, Nur Fauzia; Prakoso, Anom Dwi
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.2177

Abstract

Background: Handling of stunting can be done through comprehensive intervention and not only done with one intervention method, namely by providing local food according to the contents of my plate and nutritional education for mothers of toddlers through individual counseling methods.Objectives: The purpose of this study was to analyze the differences in Body Weight, Height, and maternal knowledge before and after local food intervention and nutritional counseling were carried out on stunted toddlers in Bekasi Regency.Method: Experimental research method, pre-experimental research design with one group pretest-posttest design model, conducted in Pasir Gombong Village, North Cikarang District, Bekasi. The research was conducted from August - September 2024. The subjects of the study were 15 stunted toddlers taken based on purposive sampling techniques according to inclusion and exclusion criteria and data processing using the Wilcoxon test. The interventions provided were nutritional counseling in two meetings, and feeding for 14 days. The data collected in the form of maternal nutritional knowledge and toddler characteristics were conducted through questionnaire interviews. Weight data was measured using a digital scale and toddler height was measured using a stature meter.Results: The average weight increased after the intervention by 0.1 kg, but was not significantly different (p = 0.148). The average height increased after the intervention by 0.2 cm and was significantly different (p = 0.027). Then the mother's knowledge increased by 7.7 points and was significantly different (p = 0.011).Conclusion: There are differences in weight, height, and knowledge of mothers of toddlers before and after local food intervention and nutrition education with the nutrition counseling method for stunted toddlers in Bekasi Regency.
Pelatihan Keamanan Digital SIMRS untuk Pencegahan Kebocoran Data Pasien di RS Sentra Medika Cikarang Anom Dwi Prakoso
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1843

Abstract

Transformasi digital melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan, namun juga menimbulkan risiko kebocoran data pasien apabila tidak didukung oleh tata kelola keamanan yang memadai. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis Elektronik mewajibkan fasilitas kesehatan menjamin keamanan data pasien. Identifikasi awal di RS Sentra Medika Cikarang menunjukkan adanya kerentanan, seperti penggunaan password lemah, belum diterapkannya multi-factor authentication, rendahnya kewaspadaan terhadap phishing, serta keterbatasan pemahaman regulasi keamanan data. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi regulasi dan keterampilan keamanan SIMRS melalui sosialisasi regulasi, workshop teknis, dan simulasi insiden kebocoran data. Sebanyak 43 peserta mengikuti pelatihan dengan desain one-group pre–post intervention dan dievaluasi menggunakan pre–post-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 48,49 menjadi 88,19 (peningkatan 81,87%). Uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001). Selain peningkatan kognitif, peserta menunjukkan perubahan perilaku berupa penerapan password kuat, penggunaan multi-factor authentication, serta kemampuan mengenali dan merespons phishing. Program ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi SDM dan mendorong penguatan budaya keamanan informasi di rumah sakit.
ANALISIS MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK PRATAMA GRAHA BINA HUSADA: STUDI KASUS KUALITATIF Enrike Agnatasya Wulandari; Rifika Dzahran Nurcahwani; Elis Shelvia Cristiani Telaumbanua; Hazisah; Anom Dwi Prakoso
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/bwt2n276

Abstract

Pelayanan kesehatan primer memegang peran penting dalam menjamin akses, mutu, dan keselamatan pasien. Klinik Pratama sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dituntut memiliki sistem manajemen pelayanan yang efektif untuk mendukung mutu layanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pelayanan kesehatan di Klinik Pratama Graha Bina Husada meliputi alur pelayanan, tata kelola sumber daya manusia, implementasi mutu pelayanan, serta pengalaman pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada 14–21 Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan tenaga kesehatan dan manajemen, telaah dokumen, serta survei kepuasan terhadap 15 pasien. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengacu pada regulasi Kementerian Kesehatan dan standar akreditasi klinik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur pelayanan telah terstruktur sesuai standar operasional prosedur dan didukung oleh sistem informasi klinik. Tata kelola sumber daya manusia secara umum telah sesuai regulasi, namun ditemukan ketidakkonsistenan dalam pelaksanaan pembagian tugas dan koordinasi antara fungsi manajerial dan profesi medis. Implementasi indikator mutu pelayanan telah berjalan, meskipun masih menghadapi tantangan adaptasi terhadap regulasi BPJS Kesehatan. Pengalaman pasien menunjukkan tingkat kepuasan yang baik terhadap prosedur, kompetensi petugas, dan fasilitas, meskipun waktu tunggu masih menjadi kendala. Disimpulkan bahwa manajemen pelayanan klinik telah berjalan cukup baik, namun diperlukan penguatan koordinasi interprofesional, kejelasan peran, dan peningkatan kompetensi SDM untuk mendukung perbaikan mutu berkelanjutan.