Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) DALAM KAITANNYA DENGAN PROGRAM REVITALISASI TUNA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Sri Lestari; Anhar Solichin; Suradi Wijaya Saputra
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.835 KB) | DOI: 10.14710/marj.v4i2.8531

Abstract

Analisis potensi ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) dan evaluasi program revitalisasi tuna bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program tersebut terhadap peningkatan potensi dan pemanfaatan tuna khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi ikan Tuna Sirip Kuning melalui analisis produksi, struktur ukuran ikan, L50% dan sifat pertumbuhan ikan Tuna Sirip Kuning, mengetahui perkembangan kapal dengan alat tangkapnya, mengevaluasi program revitalisasi tuna dan merumuskan langkah-langkah pengelolaan sumberdaya perikanan Tuna Sirip Kuning di perairan Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober – 20 Desember 2014 yang berlokasi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Gunungkidul. Metode  penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan  sebanyak 4 kali dengan rincian 8 kapal/ perahu setiap sampling. Data primer diperoleh dari perhitungan ukuran panjang dan berat ikan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan yang didaratkan di PPP Sadeng. Data sekunder yang dikumpulkan  berupa data jumlah produksi dan data revitalisasi Tuna Sirip Kuning yang terdiri dari data ukuran ikan dan data harga ikan pada tahun 2010-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penangkapan Tuna Sirip Kuning cenderung growth overfishing dan terjadi penurunan ukuran hasil produksi yang ditandai dengan nilai modus tertinggi 27 cm, L50% 32 cm dan L∞ sebesar 210,53 cm menunjukkan bahwa hasil tangkapan belum layak karena berdasarkan perhitungan nilai L50% < ½ L∞ sedangkan modus tertinggi selama penelitian < L50% menyebabkan ukuran hasil tangkapan tergolong kecil. Nilai CPUE dengan trip standart kapal motor selama penelitian tinggi tetapi, ukuran ikan produksi tergolong kecil dan belum layak tangkap. Sedangkan nilai faktor kondisi sebesar 1,28. Keadaan ini menggambarkan bahwa upaya revitalisasi tuna di Kabupaten Gunungkidul selama 5 tahun terakhir belum tercapai secara maksimal. Analysis of the potential of Yellow Fin Tuna (Thunnus albacares) and tuna revitalization program evaluation was useful to determine how much influence the program to increase the potential and utilization of tuna, especially in Gunungkidul. This study was conducted to determine the potential of Yellow Fin Tuna through the analysis of productions, the size of fish’s structure, L50% and growth properties of Yellow Fin Tuna, determine the development of the boat with fishing gear, evaluate tuna revitalization program and formulate measures Tuna fisheries resource management Yellow Fin in the waters of Gunungkidul. The study was conducted on 13 October to 20 December 2014 that was located in the Port of Coastal Fisheries (PPP) Sadeng, Gunung. The method used in this study was a survey method, with a random sampling technique. The data used were primary and secondary data. The sampling was carried out 4 times with details of 8 ships / boats each sampling. Primary data were obtained from the calculation of the length and weight of Yellow Fin Tuna that catches and landed in PPP Sadeng. Secondary data were collected in the form of data on the number of production and the data of Yellow Fin Tuna revitalization consisting of the data of fish size and fish price in 2010-2014. The results showed that the condition of the cathes of Yellow Fin Tuna tend to be growth overfishing and a the size of the products were too small that marked with the highest mode of value was 27 cm, L50% was 32 cm and L∞ 210.53 cm indicate that the catch was not feasible because the calculation was based on the value of L50% < ½ L∞ while the highest mode for research was < L50% caused the size of the catch was small. CPUE values with standard boat trip during studies was high, however, the size of the fish production was small and not worth to be catching. While the value of the condition factor was 1,28. This situation illustrates that the revitalization of tuna in Gunungkidul during the last 5 years has not reached its full potential.
KEBIASAAN MAKANAN DAN LUAS RELUNG IKAN RED DEVIL (Amphilophus labiatus) DI PERAIRAN WADUK JATIBARANG, SEMARANG Afifatul Isroliyah; Anhar Solichin; Siti Rudiyanti
Jurnal Pasir Laut Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2021.35190

Abstract

Waduk Jatibarang dimanfaatkan sebagai daerah pengendali banjir, daerah pariwisata dan konservasi ikan air tawar. Jenis ikan yang terdapat di Waduk Jatibarang antara lain ikan Nila, Grass Carp, Gabus, Bader/Tawes, Bandeng, dan Red Devil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan ikan Red Devil (Amphilophus labiatus), sehingga dapat dijadikan rujukan pengelolaan di Waduk Jatibarang agar populasi ikan tetap terjaga kelestarianya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel ikan Red Devil (Amphilophus labiatus) di perairan Waduk Jatibarang dengan menggunakan alat tangkap Buttom Gillnet, Surface Gillnet, dan alat tangkap pancing. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Juli dan bulan November 2020. Perairan Waduk Jatibarang memiliki total  kelimpahan plankton sebesar 4360 ind/L dengan kelimpahan terbanyak pada kelas Chlorophyceae dengan nilai kelimpahan sebesar 1780 ind/L dan persentase 40,83%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chlorophycea merupakan makanan utama bagi ikan Red Devil dimana nilai IP adalah 65,01%, sedangkan kelas Cyanopyceae dan Bacillariophyceae adalah makanan pelengkap, dan kelas Coscinodiscophyceae, Dinophyceae, Euglenoidea, Fragilariophyceae, Mediophyceae, Zygnematophyceae, serta Zooplankton merupakan makanan tambahan. Berdasarkan hasil indeks pilihan makanan diketahui bahwa ikan Red Devil memilih makanan dari kelas Chlorophycea,  Coscinodiscophyceae, Cyanopyceae, dan Zygnematophyceae. Luas relung ikan tawes adalah 2.038 dengan Pi terbesar berasal dari plankton Chlorophyceae sebesar 0,061 sedangkan Pi terkecil dari kelas Mediophyceae yang bernilai 0.
Valuasi Ekonomi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Pariwisata Waduk Kedung Ombo Subwilayah Kabupaten Boyolali Andani, Yustutik; A'in, Churun; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.28282

Abstract

Waduk Kedung Ombo (WKO) merupakan waduk yang berada di perbatasan tiga wilayah kabupaten yaitu Grobogan, Boyolali dan Sragen. WKO memberikan manfaat cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam aspek perikanan dan pariwisata, oleh karena itu diperlukan penilaian ekonomi untuk menentukan seberapa besar potensi yang dihasilkan dari pemanfataan waduk tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2020 di WKO Subwilayah Kabupaten Boyolali dengan 139 responden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai ekonomi dari aspek pemanfaatan sumberdaya perikanan dan pariwisata WKO subwilayah Kabupaten Boyolali. Penentuan responden perikanan tangkap dan pariwisata menggunakan metode accidental sampling/ convenience sampling, pembudidaya KJA menggunakan metode snow ball, usaha wisata menggunakan dua metode yaitu metode sensus dan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu Market Price Method untuk perikanan tangkap dan budidaya KJA. Metode Travel Cost Method (TCM) untuk pariwisata dan metode Surplus Produsen untuk kegiatan usaha wisata. Nilai ekonomi sumberdaya perikanan sebesar Rp121.556.437.950,00/tahun (perikanan tangkap Rp14.505.391.950,00 dan budidaya KJA Rp107.051.046.000,00). Nilai tersebut menunjukan bahwa perairan WKO subur dan tersedia pakan alami yang cukup sehingga sumberdaya perikanannya besar dan nilai ekonomi pariwisata sebesar Rp13.098.225.248,00/tahun, usaha perahu Rp325.842.000,00/tahun dan usaha kuliner Rp396.738.000,00/tahun. Nilai tersebut menunjukan bahwa pengelolaan pariwisata di WKO tepat, pelayanan dan fasilitas memadai sehingga mampu menambah nilai ekonomi untuk masyarakat.
Aspek Reproduksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) di Perairan Waduk Jatibarang Kabupaten Semarang Adi, Faiz Prasetya; Widyorini, Niniek; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.31648

Abstract

Waduk Jatibarang merupakan waduk yang berada di Semarang, Waduk Jatibarang terletak di kecamatan Gunung Pati yang meliputi Kelurahan Jatirejo dan Kandri, serta kecamatan Mijen yang meliputi Kelurahan Jatibarang dan Kedungpane. Ikan Nila dan Ikan Tawes merupakan ikan ekonomis penting yang memiliki harga cukup tinggi. Informasi mengenai Ikan Nila dan Ikan Tawes di Waduk Jatibarang masih terbatas sehingga diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai aspek biologi untuk mempertahankan kelimpahan stoknya di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi Ikan Nila dan Ikan Tawes diantaranya meliputi struktur ukuran, nisbah kelamin, TKG, IKG, dan Fekunditas. Penelitian dilakukan secara survei dengan pengambilan sampel acak sistematis (systematic random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Oktober 2020 dengan selang waktu pengambilan 2 kali di Waduk Jatibarang Semarang menggunakan alat tangkap surface gillnet dan pancing, jumlah yang didapatkan 60 ekor Ikan Nila dan 18 ekor Ikan Tawes. Pada penelitian ini yang diamati aspek biologinya. Panjang total Ikan Nila yang diperoleh antara 9,5 - 34,9 cm dan Ikan Tawes berkisar 11,2 - 18,9 cm. Nisbah kelamin Ikan Nila menunjukkan perbandingan 2 : 1, sedangkan Ikan Tawes menunjukkan perbandingan 17 : 1. Tingkat Kematangan Gonad Ikan Nila dikelompokkan menggunakan buku kunci Tingkat Kematangan Gonad (TKG), pada Ikan Tawes didapatkan Tingkat Kematangan Gonad hingga Perkembangan II. Hasil rata-rata IKG Ikan Nila Jantan sebesar 0,19%, sedangkan Ikan Nila Betina 1,09%. Pada Ikan Tawes Jantan didapatkan rata-rata IKG sebesar 0,96%, sedangkan Ikan Tawes Betina sebesar 4,79%. Fekunditas ikan Nila diperoleh berkisar antara 28 – 27.326 butir/individu.
Status Perikanan Ikan Tuna Mata Besar (Thunnus obesus) Yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap Zahra, Sarah Az; Ghofar, Abdul; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v9i2.27419

Abstract

Ikan Tuna Mata Besar merupakan ikan pelagis besar yang memiliki nilai ekonomis penting di bidang ekspor. Tingginya kebutuhan terhadap Tuna Mata Besar mengakibatkan peningkatan intensitas penangkapan yang dilakukan hampir di seluruh perairan Indonesia, termasuk di perairan selatan Jawa yang didaratkan di PPS Cilacap. Hal ini dikhawatirkan akan mengancam kelestarian sumberdaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan CPUE, nilai Maximum SuistainableYield (MSY), mengetahui potensi perikanan melalui struktur ukuran dan nilai Lc50% dan status tingkat pemanfaatan Tuna Mata Besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 – Januari 2020. Metode yang digunakan adalah metode acak sederhana, dimana sampel yang diambil berdasarkan kelompok ukuran. Data primer yang dikumpulkan yaitu data panjang ikan, daerah penangkapan, serta produksi dan trip dengan pengambilan data sebanyak dua dalam satu bulan. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan yaitu data produksi dan trip penangkapan tahun 2010-2019. Hasil penelitian diperoleh ukuran ikan berkisar 45-175 cmFL dengan nilai Lc50% sebesar 121,5 cmFL dimana tergolong sudah layak tangkap. Perkembangan CPUE standar sepuluh tahun terakhir cenderung meningkat dengan nilai MSY 1921,64 ton dan F optimum 946 trip. Tingkat pemanfaatan setiap tahunnya berbeda, tahun 2019 menjadi data teraktual untuk saat ini dengan kegiatan tingkat pemanfaatan 69%, namun dengan hasil tangkapan melebihi potensi lestari. Kondisi ini diduga adanya upaya penangkapan overproductive dimana dapat terjadi karena teknologi penangkapan yang semakin modern, besar kapal dan daerah penangkapan yang semakin luas. Status perikanan kegiatan tingkat pemanfaatan Tuna Mata Besar saat ini sudah termasuk dalam kondisi overfishing.
DINAMIKA POPULASI IKAN LAYUR (Trichiurus sp.) YANG DIDARATKAN DI TPI TANGGUL MALANG, KENDAL Sakina, Kurnia; Saputra, Suradi Wijaya; Sabdaningsih, Aninditia; Solichin, Anhar
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.44315

Abstract

Ikan Layur (Trichiurus sp.) merupakan ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis penting sebagai komoditas perikanan. Adanya kegiatan penangkapan ikan Layur secara terus-menurus dapat mengakibatkan terjadinya penurunan stok ikan layur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju mortalitas, pertumbuhan dan tingkat pemanfaatan ikan Layur. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April, Mei dan Agustus 2021 dan dilakukan satu kali pada tiap bulannya di TPI Tanggul Malang Kendal. Metode yang digunakan yaitu Survey. Sampel ikan diambil menggunakan metode sistematik random sampling. Data yang diambil yaitu data panjang dan bobot ikan Layur. Hasil penelitian diperoleh sampel sebanyak 157 ekor, dengan kisaran panjang 80-685 mmTL dan bobot berkisar 5,2-197 gram. Ukuran pertama kali tertangkap (Lc50%) sebesar 450 mmTL. Hasil perhitungan hubungan panjang bobot menunjukkan ikan bersifat allometric negative, dengan persamaan W = 0,0085L2,947. Analisa pertumbuhan diperoleh L∞ sebesar 450 mmTL, koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,70, t0 = - 0,094 tahun, dengan puncak rekrutmen terjadi pada bulan Agustus. Mortalitas total (Z) sekitar 2,75/tahun, mortalitas alami (M) sebesar 0,58/tahun dan mortalitas penangkapan (F) sebesar 2,17/tahun. Tingkat pemanfaatan (E) sebesar 0,79 yang menunjukkan tingkat pemanfaatan sudah di atas optimum.
Penentuan Status Mutu Air Sungai Pekalongan Menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP) dan CCME Kusumaningtyas, Nurul Fadhilah; Haeruddin, Haeruddin; Solichin, Anhar
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.48814

Abstract

Sungai Pekalongan merupakan salah satu sungai di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Sebagian besar masyarakat di Pekalongan bermata pencaharian sebagai pengusaha batik, baik yang home industry atau perusahan besar. Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan dapat menimbulkan pencemaran air karena limbah tersebut dibuang secara langsung ke Sungai Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peubah yang menyebabkan pencemaran di Sungai Pekalongan serta menentukan dan membandingkan status mutu air Sungai Pekalongan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan metode Canadian Council of Minister of the Environment (CCME). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Penentuan titik lokasi sampling menggunakan metode Purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan seminggu sekali dalam 1 bulan pada pagi hari hingga siang hari. Variabel yang diukur in situ yaitu suhu, pH, dan DO sedangkan variabel yang diukur ex situ yaitu TSS, BOD, COD, dan Cr6+. Hasil pengukuran kualitas air variabel suhu 28,1 ̊C, TSS 23,33 mg/L, pH 6,23, DO 3,89 mg/L, BOD 2,2 mg/L, COD 26,58 mg/L, dan Cr6+ 0,02 mg/L. Hasil pengukuran kemudian dibandingan dengan baku mutu kelas II sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penentuan status mutu air menggunakan metode IP pada stasiun I memenuhi baku mutu sedangkan stasiun II dan 3 tercemar. Penentuan status mutu air menggunakan metode CCME memiliki nilai 71,05 yang tergolong dalam kriteria cukup
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN JUVENIL IKAN DI KAWASAN PERAIRAN PANTAI MANGKANG WETAN, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG Delahoya, Christian; Solichin, Anhar; Muskananfola, Max Rudolf
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.54117

Abstract

Juvenil ikan termasuk fase kehidupan awal dari pertumbuhan ikan. Pada fase ini perkembangan organ tubuh belum terbentuk secara sempurna. Distribusi dan kelimpahan juvenil ikan bergantung pada kondisi perairan. Perairan Pantai Mangkang Wetan merupakan perairan yang terhubung langsung ke laut dan dipengaruhi oleh aktivitas daratan serta memiliki ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan juvenil ikan serta hubungannya dengan pasang surut di kawasan Perairan Pantai Mangkang Wetan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Juvenil ikan yang berhasil teridentifikasi terdiri dari 14 famili, yang terdiri dari famili Carangidae, Engraulidae, Kuhliidae, Mugilidae, Gobiidae, Leiognathidae, Terapontidae, Platycephalidae, Chanidae, Triacanthidae, Scianidae, Sphyranidae, Sillaginidae, dan Siganidae. Juvenil ikan Mugilidae tertangkap paling banyak dari total pengambilan sampel yaitu 597 individu, sedangkan juvenil ikan yang tertangkap paling sedikit dari total pengambilan sampel adalah Terapontidae, Triacanthidae, dan Sillaginidae yaitu  masing-masing 1 individu. Rata-rata kelimpahan juvenil ikan pada saat pasang adalah 145 ind/375m3,sedangkan rata-rata kelimpahan juvenil ikan pada saat surut adalah 221 ind/375m3. Pasang surut berpengaruh terhadap kelimpahan juvenile ikan.
KEMATANGAN GONAD DAN RASIO POTENSI PEMIJAHAN IKAN KIPER (Scatophagus argus) YANG DIDARATKAN DI TPI TANGGUL MALANG, KENDAL Huda, Anisa Arifatul; Solichin, Anhar; Sabdaningsih, Aninditia; Saputra, Suradi Wijaya
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.44359

Abstract

Ikan Kiper (Scatophagus argus) merupakan salah satu ikan demersal yang bernilai ekonomis. Sedikitnya informasi mengenai kematangan gonad dan rasio potensi pemijahan ikan Kiper belum didapatkan, karena merupakan hasil tangkapan sampingan yang hasil tangakapannya tidak banyak. Penelitian ini bertujuan mengkaji kematangan gonad dan rasio potensi pemijahan yang mencakup beberapa informasi berupa nisbah kelamin, struktur ukuran, LC50%, TKG, IKG, Lm50%, parameter pertumbuhan, laju mortalitas dan rasio potensi memijah. Penelitian ini dilakukan pada bulan April, Mei dan Agustus 2021 dengan pengambilan sampel sebulan sekali di TPI Tanggul Malang, Kendal. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Data yang diperoleh yaitu data panjang, bobot dan gonad ikan. Hasil penelitian diperoleh sampel sebanyak 163 ekor dengan perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina sebesar 3,1:1, kisaran panjang 82 - 165 mmTL. Nilai Lc50% 119,5 mmTL, lebih kecil dibanding Lm50% 151 mmTL dan Lm95% 162,5 mmTL. Analisis TKG untuk ikan jantan dan betina yang belum matang gonad 93% dan 60,7%, sedangkan yang sudah matang gonad 6,8% dan 39,3%. Nilai IKG jantan berkisar antar 0,10% - 7,84%, untuk IKG betina berkisar 0,25% - 20,81%. Nilai K 1,03 mm/tahun dan L∞ 181,6 mm. Mortalitas total (Z) sebesar 3,42/tahun, F 2,12/tahun, dan M 1,12/tahun. Rasio potensi pemijahan sebesar 2%. Berdasarkan hasil penelitian ikan Kiper termasuk dalam kategori over exploited.
Beberapa Aspek Biologi Ikan Red Devil (Amphilophus labiatus) di Waduk Jatibarang, Semarang Sakti, Akbar Parasukma; Solichin, Anhar; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31709

Abstract

Ikan red devil (Amphilophus labiatus) merupakan salah satu ikan yang terdapat di Waduk Jatibarang. Pengkajian aspek biologi ikan ini masih belum dilakukan di Waduk Jatibarang. Pengelolaan terhadap ikan red devil (Amphilophus labiatus) di Waduk Jatibarang penting untuk dilakukan. Penelitian bertujuan mengetahui beberapa aspek biologi melalui struktur ukuran, hubungan panjang berat, faktor kondisi, panjang pertama kali ikan tertangkap, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, dan indeks kematangan gonad. Penelitian dilaksanakan di Waduk Jatibarang pada tanggal Juli sampaiOktober. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Berdasarkan penelitian didapatkan 33 ekor ikan red devil. Panjang ikan berkisar antara 9,2-21,7 cm dan beratnya berkisar antara 14-191 gram. Ukuran pertama kali tertangkap red devil (Amphilophus labiatus) berada pada ukuran 12,6 cm. Hasil hubungan panjang berat diperoleh persamaan W = 0,017657527cm3,070673869. Ukuran ikan yang tertangkap termasuk layak tangkap. Nilai faktor kondisi sebesar 2,565. Rasio kelamin ikan red devil (Amphilophus labiatus) jantan dan betina 1 : 0,57. Tingkat kematangan gonad hasil didominasi oleh TKG I (belum matang). Nilai IKG dibawah 20%. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan isometrik, bentuk tubuh agak pipih, rasio kelamin tidak seimbang. Tingkat kematangan gonad didominasi belum matang gonad dengan nilai indeks kematangan gonad menunjukkan ikan red devil dapat memijah lebih dari satu kali setiap tahun.
Co-Authors A'in, Churun Abdul Ghofar Abdul Ghofar Abdul Ghofar, Abdul Adi, Faiz Prasetya Afifatul Isroliyah Afina Nursa Dewi, Afina Nursa Agustiari, Arinta Maulidina Agustin, Arninda Dwi aliffyana, firanika Amalia Nur Istigfarin, Amalia Nur Andani, Yustutik Angga Yan Prayudha Aninditia Sabdaningsih Anjayanti, Lulu Anthonius Hot Arios Arif Rahman Asrika Yupina Sembiring Astari, Findiani Dwi Ayu Okta Widjayana, Ayu Okta A’in, Churun Bambang Argo Wibowo Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Churun Ain Delahoya, Christian DIAH AYUNINGRUM Dian Wijayanto Dimas Rahmat Ramadhian, Dimas Rahmat Dimas Surya Mahendra Wijayanto Djoko Suprapto Ethan Yapanani Farida, Latiful Febyansyah Nur Abdullah, Febyansyah Nur Gustilah, Lillah Haeruddin Haeruddin Hanggoro, Adnan Lintang Hanifah, Diah Helfiana Tiuriska Perangin-angin Huda, Anisa Arifatul Iin Ika Wahyuni Kartika Widya Iswara Katon, Muhammad Rajes Kharisma Ayu Zeina Halisah Kurnia, Rahanti Kusumaningtyas, Nurul Fadhilah Laksana, Mahalani Jati Leni Barokah, Leni Marbun, April Yani Marwulandari, Riyani Maulana Dhimas Kuncoro Max Rudolf Muskananfola Merantika Puspaningdiah Monica, Soraya Chandra Nadhifa, Ratna Fitri Niniek Widyorini Nisak, Yuyun Khoirun Norma Afiati Novrizal Soni Riswandha, Novrizal Soni Nugraha, Muhammad Rizky nurul latifah Nurul Mukhlish Bakhtiar Oktavianto Eko Jati Pramesti Budi Widyaningrum Pratik Primas Akbar Pujiono Wahyu Purnomo Putri Nur Arifah, Putri Nur Qonitah, Afifah Ririn Vianita Ristina, Mafi Rosa Anggraeni, Rosa Sakina, Kurnia Sakti, Akbar Parasukma Sarah Az Zahra Sari, Katrina Dwika Sari, Verina Setiani, Heny Siti Rudiyanti Siti Yuliani Rochmatin Sofiana Sofiana, Sofiana Sri Lestari Subiyanto - Sulistiawan, Rudi Suradi Wijaya Saputra Suradi Wijaya Saputra Sutrisno Anggoro Syiva Nur Anggraeni, Syiva Nur Taufani, Wiwiet Teguh Tyas, Diani Estining Viyoga, Handika Wahyu Wahyu Kurniawan Wahyu Rizkiyana Wicaksono, Anangga Rifqi Wiwiet Teguh Taufani Yasintia Aryanov Soekiswo Yuliani, Tina Anggun Yulianti, Aida Tri Ziana, Silvia Mei Zuleca, Maulidina Ziva