Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Geomine

Karakterisasi Kandungan Mineral dan Sifat Kerentanan Magnetik Pasir Besi Pantai Galesong Takalar Sulawesi Selatan Suriyanto Bakri; Alfian Nawir; Miftah Farid; Muhammad Idris Juradi; Firdaus F; Muhamad Hardin Wakila; Emi Prasetyawati Umar; Arif Nurwaskito; Abdul Salam Munir; Hasbi Bakri; Alam Budiman Thamsi
Jurnal Geomine Vol 9, No 3 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i3.1115

Abstract

Pasir besi adalah endapan pasir yang mengandung partikel besi yang terdapat di sepanjang pantai terbentuk karena proses penghancuran oleh cuaca, air dan gelombang terhadap batuan asal. Keterdapatan pasir besi di Pantai Galesong Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan cukup menjanjikan untuk dimanfaatkan namun belum pernah dilakukan karakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral dan kerentanan magnetik pasir besi Pantai Galesong. Metode yang digunakan menggunakan analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk jenis dan kadar mineralnya dan pada penentuan kerentanan magnetik yaitu dengan menggunakan alat Magnetic Susceptibility Meter. Hasil penelitian menunjukkan pasir besi daerah penelitian tersusun dari mineral kalsium magnesium, kuarsa, hornblende, biotit, siderite, magnetit dan hematit dengan kadar Fe2O3 sampel SB-1 dan sampel SB-2 masing-masing yaitu 19,89% dan 17,32% dengan kerentanan magnetik antara 68,51 x 10-5 m3kg-1 – 151,06 x 10-5 m3kg-1.
Analisis Pengaruh Waktu Pengadukan Terhadap Penetralan Asam Menggunakan Batugamping Dengan MetodE ABCC Firman Firman; Dewy Kumala Tehuayo; Nurliah Jafar; Habiebie Anwar; Suriyanto Bakri; Abdul Salam Munir; Harwan Harwan; Sitti Riatmi Nurhawaisyah; Firman Nullah Yusuf
Jurnal Geomine Vol 9, No 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i1.900

Abstract

Air asam tambang adalah air yang terbentuk akibat dari kegiatan penambangan dengan pH rendah (pH 6) sebagai dampak dibukanya suatu potensi keasaman batuan, sehingga menimbulkan permasalahan terhadap kualitas air dan tanah, dimana pembentukannya dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu air, oksigen, dan batuan yang mengandung mineral-mineral sulfida. Metode acid buffering characteristc curve (ABCC) melibatkan titrasi lambat sampel dengan asam sambil terus memantau pH. Material yang digunakan dalam proses pengolahan air asam tambang adalah bahan yang memiliki alkalinitas seperti batugamping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pengadukan pada proses penetralan asam. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan variabel waktu pengadukan 1, 3 dan 5 menit didapatkan pH awal untuk waktu 1 menit (pH awal 8,45, pH akhir 6,01), waktu pengadukan 3 menit (pH awal 8,51, pH ahir 6,23) dan waktu pengadukan 5 menit (pH awal 8,68, pH ahir 6,71). Dari hasil pengujian kualitas tersebut dapat diketahui bahwa variabel waktu dapat mempengaruhi proses penetralan asam. Semakin lama waktu pengadukan maka waktu (kecepatan) reaksi antara batugamping dengan air asam tambang akan semakin lama sehingga kualitas air yang dihasilkan akan semakin baik pula (pH semakin tinggi).
Analisis Pemanfaatan Briket Tempurung Kenari Sebagai bahan Bakar Nur Asmiani; Alfian Nawir; Muhammad Ainul Az; Suriyanto Bakri; Agus A Budiman; Firman Nullah Yusuf
Jurnal Geomine Vol 10, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i4.1143

Abstract

Walnuts is one of the bio-masses whose quantity is quite abundant but its use has not been optimized. One of them is the walnut shell as one of the fuel replacement solutions which is increasingly thinning. This study aims to produce walnut shell briquettes that have economic value and are able to replace or equal to coal briquettes. The briquettes are grouped in 3 samples. Sample I with a composition of 100% walnut shell, sample II with a composition of 50%: 50% between shell walnuts with coal while sample III with a composition of 100% coal. Furthermore, for samples with walnut shell compositions, sample I and sample II are divided into 3 sizes, namely mesh 28, mesh 65 and mesh 80. In the first sample is a benchmark for samples II and III that will be seen by each composition they have like nilia calories, ash content, total sulfur flying content and water content. The process of making briquettes with 250 gr walnut shell composition, 50 gr tapioca flour and 100 ml water. From the results of this study, the authors get the results that canary shell briquettes are able to compete and replace coal briquettes can be seen in the grain size of 65 walnut shell briquettes.
Effect of Leaching Time on Dissolution of Gold Metal (Au) in Gold Ore Deposits by Hydrometallurgical Process Nurliah Jafar; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Firdaus F; Muhammad Idris Juradi; Andi Artiningsih; Mubdiana Arifin; Suriyanto Bakri
Jurnal Geomine Vol 10, No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i2.1144

Abstract

One of Indonesia’s potential gold ore deposits is found in the Bolaang Mongondow area of North Sulawesi Province. This research is one of the initial studies conducted to determine the metal content of gold in ore deposits based on the results of Au extraction using aqua regia. It is known that several operating parameters determine the success rate of the leaching process. One of these parameters is the leaching time. The leaching time ranges used in the study were 5, 10, 20, 60, and 120 minutes. Based on the variation of the leaching time applied to the leaching process, it will also be known how much mass of dissolved Au metal is. The leached filtrate obtained was then analyzed for its concentration using AAS (Atomic Absorption Spectrometry) instrument. The AAS data were then processed using x and y curves to obtain the optimum leaching time, and the mass of dissolved Au metal was obtained using the equation. The results showed that the optimal time for the hydrometallurgical process in gold ore deposits was 120 minutes with an Au concentration of 1.67 mg/L.   
Analisis Penggunaan Balldeck pada Kegiatan Peledakan untuk Meminimalisir Flyrock Arif Nurwaskito; Rahmat Agam Putra; Abdul Salam Munir; Habibie Anwar; Firman Nullah Yusuf; Muhammad Idris Juradi; Suriyanto Bakri; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Citra Aulia Khalik; Nur Asmiani; Mubdiana Arifin; Jamal Rauf Husain
Jurnal Geomine Vol 10, No 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i3.1462

Abstract

Kegiatan peledakan akan menimbulkan dampak yang berisiko bagi lingkungan sekitar, salah satunya flyrock (batu terbang) hasil ledakan. Lemparan fragmen batuan yang melewati radius aman dapat merusak peralatan, mengakibatkan cidera, dan kehilangan nyawa pada manusia. Oleh karena itu digunakan balldeck sebagai instrumen tambahan untuk meminimalisir flyrock. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran geometri peledakan yang digunakan, mengetahui cara meminimalisir flyrock pada saat peledakan, dan mengetahui cara perhitungan hasil lemparan maksimal flyrock secara teoritis dengan penggunaan balldeck. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data berupa geometri peledakan, data jarak lemparan maksimum flyrock  sebelum dan setelah menggunakan balldeck. Hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata volume geometri peledakan yaitu 46.231,94 BCM, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock sebelum menggunakan balldeck 149,1 m, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck 58,7 m, dan hasil rata-rata jarak lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck berdasarkan teori Richard and Moore, yaitu 80,43 m (Face Burst) dan 59,54 m (Cratering ). Adapun faktor yang meminimalisir flyrock yaitu kedalaman lubang tidak dangkal, kolom stemming tidak pendek, dan juga penggunaan balldeck di dalam lubang bor. 
Analisis Karakteristik Geokimia Batuan Potensi Pembentuk Air Asam Tambang Daerah Tanjung Kabupaten Bone Firman Nullah Yusuf; Andi Fahdli Heriansyah; Arif Nurwaskito; Suriyanto Bakri; Mubdiana Arifin
Jurnal Geomine Vol 11, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v11i1.1705

Abstract

Mining materials can be in the form of material (over-burden) and potentially contain sulfide minerals, the research location is a former iron ore mining, it is known that iron ore is an acid mine drainage forming material. This characterization test of acid mine drainage forming samples can be used as a consideration in environmental management design to minimize unwanted environmental impacts. This study aims to analyze the mineralogical content of rocks, the potential of rocks as acid mine drainage formers, and determine management methods if the potential for acid mine drainage is indicated. The samples used were 5 rock samples in the pit and disposal, using petrography, mineragraphy, and XRD mineralogy analysis to determine the mineral composition contained, and kinetic testing to determine the reaction rate of acid mine drainage formation. The results of the analysis obtained the composition of metal minerals contained in samples 4 and 5, namely pyrite, hematite, magnetite, and geotite. Whereas in samples 1, 2, and 3 not enough metal minerals were detected. The results of the kinetic test analysis produce accurate data for samples 4 and 5 which have low or acidic pH values 6. So it can be concluded that the potential for the formation of acid mine drainage is found in samples in the disposal, namely iron ore with a low pH value 6 (acidic), methods that can be used in the process of preventing and controlling acid mine drainage can be done passively by using NAF material to stockpile polluted PAF material.
Co-Authors Abdul Salam Munir Abdullah, Muh. Agung Adrianto Budiman, Agus Agus A Budiman Alam Budiman Thamsi Aldi Suryadi Alfian Nawir Alfian Nawir Alimuddin . Andi Artiningsih Andi Fahdli Heriansyah Angga Mulia, Muhammad Ilham Anshariah Anshariah Ardana, Muhammad Fabio Ardana, Rifal Arham Arif Nurwaskito Arif Nurwaskito Arif Nurwaskito Arifin, Mubdiana Arman, Muh Aulia, Rizky Nurul Baehaqi Bakri, Hasbi Bakri, Hasbi Basmuddin, Abdul Azis Budiman, Agus Ardianto Chalik, Citra Aulian Citra Aulia Khalik Citra Aulian Chalik Dewy Kumala Tehuayo Dian Safitri Edy Sanwani F. Firdaus Fadli Heriansyah, Andi Febrianty, Vanda Firdaus Firdaus F Firman Firman Firman Nullah Yusuf Fitria, Ade Nurul Furkani, Dian Gaffar, Abd Habibie Anwar Habiebie Anwar Harwan Harwan Harwan, Harwan Hasbi Bakri Idris Juradi, Muhammad Iksan, Muh. Imam Riswandi Jamal Rauf Husain Jefri, J Kurnia Ningsi Majid, Rafdi Abdul Miftah Farid Mochammad Imron Awalludin Mohammad Iqbal Muh Arman Muhammad Ainul Az Muhammad Anas Muhammad Aswadi Muhammad Fajrul Muhammad Rifki Nisardi Muhdi, Irawan Mundiana, Arifin Mursit, Mursalat Nawir, Alfian Nur Asmiani Nurhalima Nurhawaisyah, Sitti Ratmi Nurhawaisyah, Sitti Ratmi Nurliah Jafar Nurliah Jafar, Nurliah Nurmalasari Nurmalasari Nurmalasari Nurwaskito, Arif oktaviani oktaviani oktaviani Prasetyawati Umar, Emi Prayitna, Yusri Rahmat Agam Putra Ratmi Nurhawaisyah, Sitti Sitti Ratmi Nurhawaisyah Sitti Riatmi Nurhawaisyah Sri Widodo Suaedi Syam, Nur Ilahi Syamsul Bakhri Syukrika Putri Takur, Takur Utami, Hesti Wakila, Muhammad Hardin Zalsabila, Zalwa Zulfadli Zulfadli Zulkarnaen, Dina