p-Index From 2021 - 2026
3.096
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN PROGRAM APLIKASI MAPLE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA PERKULIAHAN ALJABAR LINEAR I Suarsana, I Made
Jurnal IKA Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i2.163

Abstract

Tujuan dilaksanakannnya penelitian ini adalah untuk (1) meningkatkan motivasi belajar  mahasiswa dalam perkuliahan aljabar linear I melalui  pemanfaatan program Maple, (2) meningkatkan prestasi belajar  mahasiswa dalam perkuliahan aljabar linear I melalui pemanfaatan program Maple, dan (3) untuk mendeskripsikan tanggapan mahasiswa terhadap pemanfaatan program Maple pada perkuliahan aljabar linear I. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus mencakup 4 tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Hasil yang diperoleh pada masing-masing siklus penelitian ini adalah sebagai berikut. Hasil yang diperoleh pada siklus I yaitu rata-rata prestasi belajar mahasiswa adalah 71 (skala 100) dengan presentase kelulusan dengan nilai A atau B sebesar 56,2% dan presentase ketidaklulusan sebesar 12,5% serta rata-rata motivasi belajar mahasiswa adalah 48 (Skala 15-75) yang berkategori tinggi. Hasil pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan terhadap siklus I baik dari segi prestasi maupun motivasi belajar. Rata-rata prestasi belajar adalah 75 dengan presentase kelulusan dengan nilai A atau B sebesar 71,9% dan presentase ketidaklulusan sebesar 3,1% serta rata-rata motivasi belajar mahasiswa adalah 50 yang berkategori tinggi. Di samping itu, hasil penyebaran angket menunjukkan bahwa tanggapan mahasiswa terhadap pemanfaatan Maple pada perkuliahan Aljabar Linear I adalah positif.   Kata-kata kunci : maple, motivasi belajar, prestasi belajar
PENERAPAN PENDEKATAN ICARE BERBANTUAN MAPLE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Suarsana, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Undiksha yang melibatkan 26 orang mahasiswa kelas A pada semester genap tahun akademik 2010/2011. Adapun tindakan yang diberikan berupa penerapan pendekatan ICARE berbantuan Maple pada perkuliahan Analisis Vektor. Tindakan yang diberikan berhasil meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dari 68,35 (kategori: sedang) pada siklus I menjadi 73,38 (kategori: tinggi) pada siklus II. Tindakan juga berhasil meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dari 72,28 (skala 100) dengan nilai A dan B sebesar 53,85% pada siklus I menjadi 73,58 dengan nilai A dan B sebesar 65,38% pada siklus II. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan tanggapan yang positif terhadap penerapan pendekatan ICARE berbantuan Maple.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI MODEL GENERATIF BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM TAHAPAN LESSON STUDY PADA MATA KULIAH ALJABAR LINIER Suryawan, I Putu Pasek; Suarsana, I Made; Gita, I Nyoman; Pujawan, I G N
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Ayu Apsari, Ratih; Suarsana, I Made; Putu Sudiarta, I Gusti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang dilakukan Sudiarta pada tahun 2007 menemukan kendala-kendala yang menyebabkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, diantaranya: (1) kesulitan guru dalam mempersiapkan masalah matematika, (2) kesulitan guru dalam menampilkan dirinya sebagai fasilitator, dan (3) kelemahan dalam mengakomodasi struktur kognitif siswa terutama yang berkaitan dengan pola pikir. Berangkat dari hal tersebut, dikembangkanlah model pembelajaran pemecahan masalah yang disebut dengan IKRAR. Model pembelajaran IKRAR terdiri atas empat tahapan yang terdiri atas Iniasiasi, Konstruksi-Rekonstruksi, Aplikasi, dan Refleksi. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan efektivitas penggunaan model IKRAR dalam meningkatkan pemecahan masalah matematika siswa. Akan tetapi, model pembelajaran IKRAR belum memaksimalkan keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi. Untuk itu, dikembangkanlah model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal yang dalam penelitian ini adalah nasihat-nasihat yang bersumber pada budaya Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Populasi penelitian ini sebanyak 442 orang siswa kelas V SD Gugus 8 Kecamatan Denpasar Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-Test Only Control Group Design. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah model pembelajaran IKRAR berorientasi kearifan lokal berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Perancangan dan Validasi Bahan Ajar Metode Numerik dengan Pendekatan Representasi Beragam Berbantuan Pascal Suarsana, I Made; Pujawan, I Gusti Ngurah
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan untuk menjawab permasalahan pada perkuliahan metode numerik berupa rendahnya kemampuan pemahaman konseptual dan keterampilan prosedural matematis mahasiswa. Melalui penelitian ini akan dikembangkan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar dengan pendekatan representasi beragam yang dilengkapi dengan program komputer menggunakan bahasa pascal. Penelitian dilakukan melalui empat tahap, mengadopsi desain penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, and disseminate). Kualitas perangkat yang dihasilkan ditentukan berdasarkan validasi ahli. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid. Agar perangkat memenuhi kriteri layak, maka penelitian perlu dilanjutkan sehingga terpenuhi pula kriteria praktis dan efektif melalui uji coba terbatas dan luas.Kata kunci: representasi beragam, metode numerik, pemahaman konseptual, keterampilan prosedural
IBM Laboratorium Matematika bagi SD Gugus III Kecamatan Kubu: Upaya Menciptakan Pembelajaran Matematika SD yang Eksploratif dan Menyenangkan Suarsana, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terinspirasi dari permasalahan yang dihadapi SD-SD di Gugus III Kecamatan Kubu berkaitan dengan pembelajaran matematika yaitu berupa 1) hasil belajar matematika siswa masih belum optimal, 2) adanya phobia matematika di kalangan siswa, 3) pembelajaran matematika di kelas sangat miskin, cenderung text books oriented, serta 4) minimnya jumlah alat peraga/media matematika yang tersedia, padahal siswa SD masih berada pada tahap berpikir operasional konkrit. Solusi yang disepakati untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pengembangan Math Corner sebagai sebuah lab matematika mini yang berada di ruang kelas. Hasil dari pelaksanaan pengabdian yaitu 1) telah dikembangkan Math Corner sebagai laboratorium matematika mini di ruang kelas, 2) guru-guru pada sekolah mitra telah memiliki mampu mendesain pembelajaran yang menekankan pada aktivitas matematika dan 3) siswa telah terbiasa melakukan aktivitas matematika secara mandiri pada Math CornerKata kunci: math corner, aktivitas matematika, eksploratif, menyenangkanAbstractThis social service activities was inspired by the problems faced by elementary schools in Gugus III Kecamatan Kubu with regard to the mathematics learning in the form 1) the student achievement in learning mathematics are not optimal, 2) there was a phobia of mathematics in among students 3) mathematics learning in the classroom is very poor, tend to be text books oriented, rarely using manipulatives / medias and less emphasis on mathematics activities / processes, and 4) lack of number of manipulatives / math medias available in schools, although elementary students still at the thinking stage of concrete operations. The solution was choosed to solve the problems was developing Math Corner as a mathematics mini laboratorium located at the side of classroom. The results are: 1) has been developed Math Corner as a mini laboratory placed at classroom corner, 2) teachers in partner schools have have able to design learning that emphasizes the mathematics activity and the last result is 3) students have been accustomed to do mathematics activity independently in Math Corner.Keywords : math corner, mathematics activity, explorative, fun
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 PEKUTATAN ., Ni Putu Diah Pita Loka; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.; ., Dr. I Made Sugiarta, M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMPN 2 Pekutatan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Scramble lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Pekutatan sebanyak 140 siswa dan tersebar kedalam 5 kelas yang memiliki kemampuan akademik yang setara. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik cluster random sampling dan sebanyak 2 kelas terpilih sebagai sampel yang terdiri atas 28 siswa. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian “Posttest Only Control Group Design”. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel serta diuji dengan Uji-t untuk Sampel Independen. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa thitung = 3,83 > ttabel = 1,67 sehingga H0 ditolak, artinya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMPN 2 Pekutatan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Scramble lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Scramble berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VII SMPN 2 Pekutatan.Kata Kunci : model pembelajaran scramble, kemampuan pemecahan masalah matematika This study was aimed to determine whether there was the mathematical problem solving ability of VII grade students in SMPN 2 Singaraja that was learned with Scramble model more than students that was learned with conventional learning model. The population of this study was all VII grade students in SMPN 2 Pekutatan which was amount to 140 students students and spread into 5 classes that have equal academic ability. The sample of this study was obtained by random sampling technique and as many as 2 classes were selected as a sample consisting of 28 students. One class as experiment class and one class as control class. This study was a quasi-experimental research that used "Posttest Only Control Group Design" as the research design. Students’ mathematics problem solving ability data were obtained through valid and reliable test essay which was tested with Independent-Samples T Test . Based on the analysis result, it is seen that tcount = 3.83 > tcritical values = 1.67 so that the H0 is rejected, meaning, there is mathematical problem solving ability of VII grade students in SMPN 2 Pekutatan that was learned with scramble model more than students that was learned with conventional learning model. So it can be concluded that the model of learning Scramble positively affect the ability of problem solving mathematics students Class VII SMPN 2 Pekutatan. keyword : scramble model, mathematical problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TALKING STICK BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP NEGERI 6 SINGARAJA Wulandari, Ida Ayu Dewi; Pujawan, I gusti Ngurah; Suarsana, I Made
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan Mind Mapping lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII Non Unggulan Semester Genap SMP Negeri 6 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017 dengan jumlah 293 siswa yang terdistribusi ke dalam 10 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Kemudian dari 2 kelas sampel diundi lagi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data kemampuan komunikasi matematika siswa diperoleh menggunakan tes dengan bentuk uraian. Skor rata-rata kemampuan komunikasi matematika kelas eksperimen yaitu 65,57 sedangkan skor rata-rata kemampuan komunikasi matematika kelas kontrol yaitu 58,53. Data dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor pada taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwalebih dari , sehinggaditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan Mind Mapping lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata kunci: Talking Stick, Mind Mapping, Kemampuan Komunikasi Matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP NEGERI 3 SUKASADA TAHUN AJARAN 2015/2016 ., I Made Ari Purwadi; ., UNDIKSHA; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Probing Prompting lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang tersebar dalam 4 kelas. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling, sehingga terpilih kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep matematika dengan soal uraian berjumlah 7 butir. Selanjutnya data pemahaman konsep siswa dianalisis menggunakan uji-t. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung > t tabel (2,274 > 1,685). Akibatnya H0 ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Probing Prompting lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Probing Prompting lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang tersebar dalam 4 kelas. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling, sehingga terpilih kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep matematika dengan soal uraian berjumlah 7 butir. Selanjutnya data pemahaman konsep siswa dianalisis menggunakan uji-t. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung > t tabel (2,274 > 1,685). Akibatnya H0 ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Probing Prompting lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Probing Prompting, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep matematika This study was aimed to know whether the students’ conceptual understanding of mathematics who learned with probing prompting learning model is better than the students who learned with conventional learning. The research design used in this research was the post-test only control design. The population in this research were all students of Class VIII SMP Negeri 3 Sukasada in academic year 2015/2016. Sample was chosen by using random sampling technique, so the students of VIII C class has been chosen as the experimental class and VIII A class has been chosen as the control class. The data of students’ conceptual understanding of mathematics were collected though conceptual understanding mathematics test that consist of seven items. Then the data was analysed by using one-tail t test. The result of post-test showing that t_observed>t_(critical value) (2,274 > 1,685). So that H_0 was rejecting and Ha was accepting. Therefore, it conclude that the students’ conceptual understanding of mathematics who learned with probing prompting learning model is better than the students who learned with conventional learning.keyword : Probing Prompting, conventional learning, students’ conceptual understanding of mathematics.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE BERBANTUAN MEDIA ANIMASI POWTOONTERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2016/2017 Suardi, I made Yudi; Suarsana, I Made; Pujawan, I Gusti Ngurah
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Question Student Have berbantuan media animasi Powtoon lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 semester genap yang terdistribusi ke dalam 15 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X TN A sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X TN B sebagai kelas kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh menggunakan tes dengan bentuk uraian. Tes normalitas dan homogenitas varians menunjukkan skor berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 21,277 dan rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa pada kelas kontrol adalah 17,875. Data dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor pada taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 3,5684 lebih dari ttabel = 1,9965, sehingga H0 ditolak. Sehingga, dapat diambil simpulan bahwa pemahaman konsep matematika siswa kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Question Student Have berbantuan media animasi Powtoon lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata kunci: model pembelajaran Question Student Have (QSH), media animasi Powtoon, pemahaman konsep matematika
Co-Authors ., Gusti Ngurah Yogi Maha Putra ., I Dewa Gede Wahyu Gitariana ., I Made Ari Purwadi ., Made Dwi Aryani ., Ni Luh Lita Frisdiana ., Ni Luh Made Dwijayanti ., Ni Luh Tia Rahmawati ., Ni Made Dewi Septiantari ., Ni Putu Diah Pita Loka ., Putu Intan Rossitha ., Putu Rini Handayani ., Putu Wisma Artha Diputra ., Surya Pujawan A. A. Gede Addriana Bulu Baan Ahadiyah Noer Hapsari . Ahzan, Zulkaidah Nur Arsita, Kadek Rika Asep Bayu Dani Nandiyanto Ayu Wikasari Cahyady, Fendy Anggara Dadang Juandi Damayanti, Ni Komang Ari Darhim Darhim Dewa Ayu Krisna Apriyanti Dewi, Kadek Anggi Indah Dwita Dewi, Ni Wayan Ina Suksma Dewi, Putu Kartika Didi Suryadi Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr.I Wayan Sadra,M.Ed . Dwiantara, I Kadek Dyah Maharani Pande Putu Dzulfikar, Ahmad Elah Nurlaelah Fendy Anggara Cahyady Feny Agustina Dewi Fitrianiayuningsih, Niputu Bela Gde Rama Isimunuartha Gede Pande Suarcita Gede Suweken Gusti Ayu Mahayukti Gusti Ngurah Yogi Maha Putra . Hidayat, Toni I Dewa Gede Purwa Diastra . I Dewa Gede Purwa Diastra ., I Dewa Gede Purwa Diastra I Dewa Gede Wahyu Gitariana . I Dewa Ketut Sastrawidana I G N Pujawan I Gst Agung Putu Wijaya I Gusti Ngurah Kade Angga Juliartawan I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Putu Suharta I Kadek Yasa Sumalasia I Komang Adi Agus Juana Putra I Made Ardana I Made Ari Purwadi . I Made Candiasa I Made Dion Permana I made Yudi Suardi I Nyoman Gita I PUTU PASEK SURYAWAN I Wayan Amperawan I Wayan Edy Ari Suandana I Wayan Puja Astawa Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Dewi Wulandari Idham PA, Naurah Fakhirah Irianto Irianto Irianto Kadek Anggi Indah Dwita Dewi Kadek Pasek Budarsini Ketut Rendrayana M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Adi Cahya Dewi . Made Adi Cahya Dewi ., Made Adi Cahya Dewi Made Andi Laksana . Made Dwi Aryani . Made Juniantari Made Juniantari, Made Made Niken Novianti Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita . Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita ., Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita Mertasari, Ni Made Muh. Isnanto, Muh. N. N. A. Partini Ni Kadek Ari Dama Yanti . Ni Kadek Ari Dama Yanti ., Ni Kadek Ari Dama Yanti Ni Kadek Dwi Utami Utami Ni Kadek Sri Damayanti Ni Komang Ari Damayanti Ni Luh Lita Frisdiana . Ni Luh Made Dwijayanti . Ni Luh Putu Swandewi Ni Luh Tia Rahmawati . Ni Made Dewi Septiantari . Ni Made Sri Mertasari Ni Nengah Ari Partini . Ni Nengah Ari Partini ., Ni Nengah Ari Partini Ni Nyoman Parwati Ni Putu Diah Pita Loka . Ni Putu Juliantari Ni Putu Santhi Widiasih Ni Wayan Ayu Kesumawati Ni Wayan Ayu Kesumawati Ni Wayan Ina Suksma Dewi Niputu Bela Fitrianiayuningsih Nurjanah Pacis, Estrella R. Partini, N. N. A. Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Pujawan, I G N Putra, I Komang Adi Agus Juana Putra, I Made Dwiyana Putri Fitriasari, Putri Putu Gede Widhy Adnyana Putu Intan Rossitha . Putu Rini Handayani . Putu Supawidhiasih, Ni Putu Supawidhiasih, Ni Putu Wisma Artha Diputra . Rahmawati, Tia Ratih Ayu Apsari Rediasa, I Nyoman Rediasa, I Nyoman Riski Tiar Ananda Rohmat Romadhan Sariyasa . Satya Adi Wiryanata, I Komang Satyananda, I Made Suandana, I Wayan Edy Ari Suarcita, Gede Pande Suardi, I made Yudi Subair, Muh. Surya Pujawan A. A. Gede . Swandewi, Ni Luh Putu Tatang Herman, Tatang Tia Rahmawati UNDIKSHA . Utami, Eka Sulistya Widiasih, Ni Putu Santhi Wulandari, Ida Ayu Dewi Yundari, Yundari