I Ketut Suatha
Laboratorium Anatomi Hewan,,Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kejadian Kuku Aladin pada Sapi Bali RAKHMAWATI, INNA; BATAN, I WAYAN; SUATHA, I KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.242 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rinjadi kuku aladin pada sapi bali jantan dan betina. Sebanyak 1000 ekor sapi bali terdiri dari 500 ekor jantan dan 500 ekor betina diamati di Pasar Hewan Beringkit, Mengwi, Badung dalam penelitian ini. Pada setiap pengamatan dicatat sapi bali yang mengalami kuku aladin dan yang normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rinjadi kuku aladin pada sapi bali jantan 8,2%, sedangkan pada betina 5,1%. Kejadian kuku aladin pada sapi bali relatif lebih besar pada jantan dibandingkan pada betina.
Morfometri Kuda (Equus Caballus) Jantan Dewasa Yang Dipelihara Di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Wibisono, Hanif Wahyu; Wandia, I Nengah; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.514 KB)

Abstract

Kuda merupakan komoditas ternak yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur. Namun, studi mengenai karakteristik kuda tersebut belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometri kuda (Equus caballus) yang dipelihara di Kabupaten Lombok Timur. Sejumlah 60 ekor kuda jantan dewasa disampling secara random dari 12 kecamatan di seluruh Kabupaten Lombok Timur. Pengukuran dilakukan terhadap panjang kepala, lebar kepala, tinggi kepala, panjang mandibula, panjang leher, panjang badan, panjang ekor, tinggi badan, lebar badan, tinggi gumba, tebal badan, dan lingkar badan. Data morfometri dianalisis secara deskriptif. Analisis komponen utama digunakan untuk menentukan variabel yang berkontribusi dominan terhadap komponen ukuran dan bentuk. Semua analisis dikerjakan menggunakan bantuan program Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata panjang kepala 45.900±2.576 cm, lebar kepala 23.730±2.476 cm, tinggi kepala 26.48±1.900 cm, panjang mandibula 27.230±1.978 cm, panjang leher 49.330±5.774 cm, panjang badan 93.420±8.988 cm, panjang ekor 36.880±4.170 cm, tinggi badan 113.700±6.162 cm, lebar badan 43.700±3.707 cm, tinggi gumba 120,480±6.912 cm, tebar badan 48.650±6.633 cm dan lingkar badan 147.980±10.770 cm. Hasil pengukuran menunjukkan variabel cukup beragam yang ditunjukkan pada angka koefesien keragaman yang kurang rendah (KK 5,420% - 13,633%). Berdasarkan Analisis Komponen Utama menunjukan faktor ukuran dipengaruhi oleh tinggi gumba, disusul oleh tinggi badan. Sementara faktor bentuk dipengaruhi oleh lebar kepala, disusul oleh tebal badan.
Morfometri Usus Besar Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Yudeska, Citra; Susari, Ni Nyoman Werdi; Suatha, I Ketut; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.631

Abstract

Kerbau lumpur (Bubalus bubalis) merupakan salah satu jenis ternak yang cukup potensial dikembangkan di Pulau Lombok dengan iklim tropis berlahan kering karena kemampuan adaptasinya yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui morfometri usus besar kerbau lumpur di Pulau Lombok, sebagai informasi, pedoman dan acuan untuk penelitian selanjutnya. Metode penelitian dengan penentuan sampel secara acak sederhana. Organ usus besar dipisahkan dan disusun agar memudahkan penentuan batas dari bagian usus. Pengukuran morfometri berupa panjang dan lebar menggunakan pita ukur dengan satuan centimeter (cm) dan pengukuran berat organ dengan timbangan menggunakan satuan kilogram (kg). Sampel yang digunakan adalah lima organ usus besar dari kerbau lumpur dengan kisaran umur 2 hingga 4 tahun di Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian panjang usus besar kerbau lumpur Lombok adalah ±550,4 cm dan berat bersih usus besar adalah ±1,26 kg. Rata-rata panjang per bagian usus besar berupa; sekum 106,4 cm, kolon 289,4 cm, dan rektum 154,6 cm. Bagian usus besar kerbau lumpur Lombok paling panjang adalah kolon, kemudian rektum dan sekum. Lebar pada tiap bagian bervariasi; lebar sekum 8,82 cm, kolon 4,42 cm, dan rektum 4,36 cm. Bagian usus paling lebar adalah sekum. Usus besar memiliki ukuran yang bervariasi dengan koefisien keragaman antara 5,4-15,04%. Koefisien keragaman panjang usus besar lebih besar dibandingkan dengan nilai koefisien keragaman lebar yang berarti ukuran panjang usus besar lebih bervariasi.
Morfometri Organ Usus Halus Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Santi, Elysabeth Vanessa Tirta; Susari, Ni Nyoman Werdi; Suatha, I Ketut; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.727

Abstract

Kerbau lumpur merupakan jenis kerbau yang berada di Pulau Lombok, yang kerap dimanfaatkan daging dan tenaganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometri organ usus halus (duodenum, jejenum, ileum) pada kerbau lumpur di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pengukuran morfometri berupa panjang, lebar, serta berat organ. Sampel penelitian diambil dari lima ekor kerbau lumpur yang berusia antara 2 - 4 tahun. Organ usus halus didapat dari tempat pemotongan hewan Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Organ tersebut kemudian ditentukan batas tiap bagiannya dimulai dari duodenum yang diawali dengan akhir pilorus abomasum, berbentuk memanjang menyerupai kurva C dilanjutkan dengan jejenum dengan bentuk bergelombang yang ditandai dengan adanya arteri mesenterika dan diakhiri dengan ileum dengan bentuk lebih lurus serta tidak terdapat penggantung. Organ diukur panjang dan lebar menggunakan pita ukur bersatuan centimeter (cm), selanjunya mengukur berat menggunakan timbangan digital bersatuan gram (g). Data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengukuran total panjang usus halus kerbau lumpur di Pulau Lombok yaitu 1.084 cm dengan panjang perbagiannya (duodenum, jejenum, dan ileum) berturut-turut yaitu 109 cm; 791,4 cm; 184,4 cm dan lebar berturut-turut yaitu 2,7 cm; 3,18 cm; dan 3,24 cm dengan rata-rata berat 3,04 kg sehingga jejenum merupakan bagian usus halus terpanjang. Nilai koefisien keragaman panjang dan lebar usus halus berkisar antara 2,53%-18,85% dimana koefisien keragaman lebar lebih besar dibandingkan koefisien keragaman panjang yang menandakan ukuran lebar usus halus lebih bervariasi.
Karakteristik Anatomi dan Ukuran Tulang Pinggul (Os Coxae) Sapi Bali Natalia, Grace Kristin; Batan, I Wayan; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.375

Abstract

Pelvis tersusun oleh tiga tulang yaitu, os sacrum, os coccygeus, dan os coxae. Tulang pinggul (os coxae) dibentuk oleh os ilium, os ischium, dan os pubis. Os coxae memiliki peran dalam reproduksi dan mendukung aktivitas sapi bali seperti berjalan atau menopang tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari karakteristik anatomi dan ukuran dari os coxae sapi bali. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati dan mengukur os coxae secara langsung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah os coxae sapi bali memiliki bentuk seperti huruf U dan termasuk dalam tulang irregular (bentuk yang tidak beraturan) serta tersusun atas tiga tulang penyusun yaitu os ilium, os ischium, dan os pubis. Os coxae sapi bali memiliki panjang rata-rata os ilium 23,7±1,56 cm, os ischium 18,63±1,66 cm, dan os pubis 15,65±1,77 cm dengan luas permukaan os ilium kanan 199±32,04 cm2 dan kiri 181±15,50 cm2, os ischium kanan 172,25±49,19 cm2 dan kiri 161,50±44,52 cm2, os pubis kanan 62±14,76 cm2 dan kiri 61,50±14,73 cm2. Luas foramen obturatum kanan 33,32±5,08 cm2 dan kiri 33,26±4,69 cm2, tebal tuber coxae kanan 1,84±0,27 cm dan kiri 1,74±0,26 cm, luas acetabulum kanan dan kiri 36,86±4,83 cm2, kedalaman acetabulum kanan 3,10±0,30 cm dan kiri 3,04±0,39 cm, dan luas facies lunata kanan 21,50±4,47 cm2 dan kiri 20±5,59 cm2.
Prevalence of Ear and Eye Disorders in Kintamani Dog Ni Made Devityasih Perayadhista; I Ketut Suatha; I Ketut Puja
Veterinary Science and Medicine Journal Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.353 KB)

Abstract

This observational study was undertaken to evaluate the prevalence of ear and eye disorders in Kintamanidog. All data were gathered from registers of veterinary clinic located at Denpasar, Badung, and Gianyar.Various aspects concerning ear and eye disorders were collected by questionnaires. The total of Kintamanidog recorded from 2009 until 2013was 477 dogs. The result of this study showed that the prevalence ofexophthalmos (protrusion of the eye ball) and glaucoma were rare (0%), the cataract was occurred in onedog (0.2%), otitis was occurred in two dogs (0.4%), and conjunctivitis was occurred in three dogs (0.6%).All Kintamani dogs with ear and eye disorders were the male and thier ages were more than 12 months. Inconclusion, this study indicates  that the Kintamani dog has a lower problem of ear and eye disorders. In thefuture, this low prevalence of the problem hopefully can be maintained or even decreased by giving goodbreeding management.
Coconut Water Based Extender Effects on Motility,Viability, and DNA Integrity of Chilled Kintamani Dog Semen I Wayan Nico Fajar Gunawan; I Made Kardena; I Ketut Suatha; I Ketut Puja
Veterinary Science and Medicine Journal Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.837 KB)

Abstract

This research was conducted to investigate coconut water based extenders as an alternative extender for chilled Kintamani dog semen. Semen were collected from five dogs using manual stimulation and evaluated microscopically. Sperm were stored at 50C and divided into two aliquots which were extended with either coconut water based extender and sodium citrate extender in the ratio 1:2, 1:3 and 1:4. Sperm motility, viability and DNA integrity immediately and periodically (0,3 and 6 hour) were evaluated. Result showed that the effect of diluent on sperm motility and integrity of the Kintamani dog exerted a highly significant (p<0.01), whereas it had no effect on the percentage of dead sperm (p> 0.05). These results indicate that coconut water extender give good results in maintaining the motility, viability and DNA integrityof Kintamani dog sperm. It is concluded that coconut water suitable for extender of Kintamani dog.
VASEKTOMI DAN PEMOTONGAN TARING MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI LOKASI WISATA ULUWATU Wandia. I N; I K Suatha; I G. Soma; S. K. Widyastuti; A. L. Tenden Rompis
Buletin Udayana Mengabdi Vol 10 No 1 (2011): Volume 10 No.1 – April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.716 KB)

Abstract

Population growth and aggressiveness are important factors on macaque populations in which their habitats are used as tourist destinations. Controlling those two factors may decrease the negative impact of population both to its surrounding environment and to the internal circumstance of population. This Community Service was packed as a vasectomy and canine cutting services on the adult male of long tailed macaques occupying a tourist destination of Uluwatu, Badung Regency. Vasectomy is a surgical division of all or part of vas deferens to induce sterility. Surgical resection of part of vas deferens used a bilateral slicing method. Additional medical treatments were also performed according to cases encountered in field. During this performance, one selected adult male was vasectomy-surged and four adult males subjected to canine cutting. An operation of removing rubber encircling the neck of a juvenile macaque was done successfully. Moreover, uprooting snare tied the left leg (near tarsal region) of sub adult male was also performed successfully. A week later, Uluwatu manajement reported that all individuals formerly subjected to medical treatments were in good health and their wounds went to be healing completely.
VAKSINASI, EDUKASI DAN ELIMINASI ANJING LIAR SEBAGAI USAHA PERCEPATAN PENANGGULANGAN PENYAKIT RABIES DI BALI Kerta Besung. INK; NK. Suwiti; IK. Suatha; P. Suastika; IW. Piraksa; NL. Eka Setiasih
Buletin Udayana Mengabdi Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.442 KB)

Abstract

Rabies is an old zoonotic disease coused by lyssavirus of Rhabdovirus family, affecting warm-blooded animal including human. This community service is required to give information about the rabies diseases, vaccination and elimination of stray dogs. This activities was cooperated with Department of Animal Husbandry in Denpasar, Badung, Gianyar and Tabanan regency. The method used in this activities were to give information about the rabies diseases, to give vaccination and elimination of stray dogs. The number of dog vaccinated is: 172, eliminated : 81, and the activity was attended by 348 people, all of them were interested in this program. This activity should be continued, because when the rabies disease outbursts, it is very difficult to eradicate.
VASEKTOMI DAN PEMOTONGAN TARING PADA MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI KAWASAN WISATA PURA BATU PAGEH, DESA UNGASAN BADUNG I Nengah Wandia; I Gede Soma; I Ketut Suatha; I GA. Arta Putra; Sri Kayati Widyastuti; Aida Louise Tenden Rompis
Buletin Udayana Mengabdi Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.06 KB)

Abstract

Population growth and aggressiveness are important factors on macaque populations that their habitats are used as tourist destinations. Controlling those two factors may decrease the negative impact of the macaque population both to the environment and the internal circumstance of the population. This Community Service was packed as a vasectomy and canine cutting services on the adult male of long tailed macaques occupying a tourist destination of Pura Batu Pageh, Ungasan Village, Badung Regency. Vasectomy is a surgical division of all or part of vas deferens to induce sterility. Surgical resection of part of vas deferens used a midline slicing method. In this program, one selectively adult male was successfully vasectomized and the four canines were also cut successfully. Later inspection showed that there was no any problem with the individual that formerly subjected to medical treatments and even the wounds went to be healing completely.
Co-Authors Abdul Azis Nasution Adinda Adinda Adryani Ris Agung, Mochamad Bale Aida Lousie Tenden Rompis Alda dasril lumban gaol Amalia, Ainun Rizki Arief Boediono BASYOFI DWIWANDANA Betharia Criselda Fanggidae Bibiana W Lay Calvin Iffandi Calvin Iffandi Debora Selfia Br Manurung Dewi, Ni Made Anindya Kumala Elpira Sukaratha, Elpira Febio Tomasini Marciano Meus Gde Angga Caka Primanditha, Gde Angga Caka Gunawan, I Wayan Nico Fajar Harry Yoga Nugraha HARTANINGSIH - Hartaningsih . Herbert . Herbert . I Gede Bim Shiddi Prama Putra I Gede Soma I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Bagus Surya Dharma, I Gusti Ngurah Bagus I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana I Ketut Puja I Made Edi Suryawan I Made Edy Susanta I Made Kardena I Made Sukada I Made Yoga Windu Pradana i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Sampurna I Wayan Batan I Wayan Suardana I. H. U Utama imam sobari Imam Sobari INNA RAKHMAWATI Ita Djuwita IW. Piraksa Ketut Adnyane Mudite Kusumaning Arumsari Wimbavitrati Lestari, Ayu Paramita Luh Gde Sri Surya Heryani Marcy Lapik, Siereh Eugene Meilendry Angelina Sigiro Minda Nealma Muh Imam Subiarsyah Natalia, Grace Kristin Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Made Devityasih Perayadhista Ni Nyoman Janipa Saptayanti Ni Nyoman Werdi Susari Ni Putu Dewi Setia Sari Ni Wayan Listyawati Palgunadi Ni Wayan Listyawati Palgunadi Nining Handayani Nining Handhayani NURUL FAIZAH Nurul Faiziah Nurul Faiziah P. Sampurna P. Suastika Praing, Umbu Yabu Anggung Putu Sampura Rasdi yanah Rasdiyanah . Rasdiyanah . Santi, Elysabeth Vanessa Tirta Sembiring, Ade Vindha Mebrina br Sri Kayati Widyastuti Sri Milfa Sri Milfa Supar - Umi Reston Wahono Esti Prasetyaningtyas Wahono Esti PrasetyoningtyaserB Wibisono, Hanif Wahyu Winardi, Rian Yudeska, Citra Yulia Khalifatun Nissa Yunita Lestyorini Yunita Lestyorini