Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Comparison of Tannin Fractions in Calliandra calothyrsus Leaves Utilizing Butanol-HCl4 and Protein-Precipitation Methods Subagyo, Yusuf; Sumaryadi, Mas Yedi; Ifani, Merryafinola; Widodo, Hermawan Setyo; Yusan, Rizak Tiara
Molekul Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2024.19.2.8636

Abstract

ABSTRACT. Butanol-HCl4 (Bu-HCl4) and Protein-Precipitation (P-P) are methods that proposed to determine the content of free tannins, protein-bound tannins, and fiber-bound tannins. This study aims to determine the feasibility of tannin measurements by both methods and validation of Analytical Methods (VMA) evaluates specific parameters like accuracy, precision, specificity, and linearity through lab testing. The material used was twenty C. calothyrsus leaves which collected randomly from different trees. The samples were measured by both methods in triplicates for qantification and validation. The obtained data were analyzed by descriptive and t-test to compare both methods. The analysis of VMA shows that the P-P method yields higher accuracy compared to the Bu-HCl method in percentage recovery rates. The quantification of free tannins, protein-bound tannin, tannin fiber, and total tannin by the Bu-HCl4 method versus the P-P method showed significantly higher values (p<0.01) for the Bu-HCl4 method: free tannins (13.44±0.54 vs. 7.11±0.16), protein-bound tannin (2.80±0.44 vs. 1.52±0.20), tannin fiber (5.20±0.45 vs. 1.00±0.21), and total tannin (21.50±0.88 vs. 9.59±0.36). The methode validation result of Bu-HCl4 and P-P methods in the accuracy was different, but the linearity test showed a good response. In conclusion, the tannin quantivication by the P-P and Bu-HCl4 can be applied for C. calothyrsus analysis. The total tannin content was higher if quantified by the Bu-HCl4 method compared to P-P. The accuracy of the P-P found higher than the Bu-HCl4 method. Keywords: Butanol-HCl4, leaves C. calothyrsus, protein-precipitation methods, tannin.
SOSIALISASI MEDIA EDUKATIF INTERAKTIF “BIOPORI” BERBASIS VIRTUAL REALITY BAGI PEMUDA KARANG TARUNA Naryanto, Rizqi Fitri; Delimayanti, Mera Kartika; Kriswanto, Kriswanto; Indriawan, Ari Dwi Nur; Sukoco, Imam; Subagyo, Yusuf; Eko Saputro, Wahyu Danang; Athoillah, Ahmad
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v6i1.4146

Abstract

Karang Taruna adalah salah satu organisasi pemuda yang keberadaanya terstruktur merata di seluruh Indonesia dari tingkat RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan. Pemuda penerus bangsa sangat terbiasa dengan pemanfaatan teknologi terkini di bidang TIK, salah satunya adalah teknologi Virtual Reality (VR). Pada kegiatan program pengabdian dosen kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dengan media interaktif berbasis VR kepada pemuda karang taruna tentang teknologi Biopori. Teknologi Biopori merupakan salah satu alternatif pencegah banjir yang dapat dilakukan oleh seluruh khalayak masyarakat dengan membuat lubang resapan di sekitar lingkungannya. Bencana banjir yang kerap melanda kota Semarang disebabkan salah satunya oleh resapan air yang sudah jauh berkurang jumlahnya. Oleh sebab itu, apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang dalam kurun waktu lama, akan menyebabkan banjir. Pemberian edukasi akan lebih mengena kepada anak muda khususnya pemuda karang taruna dengan memberikan sosialiasi teknologi biopori. Hasil yang telah didapatkan adalah para peserta merasa sangat antusias dengan teknologi Virtual Reality (VR) karena dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya walaupun melalui sebuah film. Selain itu, para pemuda karang taruna menjadi paham dan mengerti tentang teknologi Biopori dapat mencegah banjir. Oleh sebab itu, sosialisasi kepada masyarakat khususnya tentang teknologi biopori sangat tepat diberikan dengan teknologi VR khusunya bagi pemuda karang taruna.
The Quality Changed of Dairy Cow’s Milk Adulterated by Water: In Chemical Milk Studies Syamsi, Afduha Nurus; Subagyo, Yusuf; Safitri, Lis
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 10, No 1 (2023): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v10i1.27777

Abstract

The study aimed to obtain a comprehensive description of the chemical quality decrease of milk adulterated with water from different sources. Experimental research was carried out at the Dairy Production Laboratory, with the main material being milk from the Experimental Farm, Faculty of Animal Science, Unsoed. The study used a completely randomized design (CRD)-factorial. Factor A was three types of milk (no adulterated milk (NA), adulterated by farm water (AFW), and adulterated by house water (AHW)). Factor B was six times of storage (0; 4; 8; 12; 16; 20 hours). There were 18 treatments, each repeated three times. Thus, there were 54 units. Milk quality was observed at controlled room temperature, namely the average temperature of Purwokerto City (300C) in the incubator. Data were analyzed for variance and further tested for linear regression. The analysis of variance showed that the interaction between the type of adulteration and storage time had a very significant effect (P
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Susu Sapi Friesian Holstein di KPBS Pangalengan Kabupaten Bandung Sudrajat, Ajat; Rasminati, Nur; Utomo, Setyo; Subagyo, Yusuf; Khaerudin, Asep Rahmat; Christi, Raden Febrianto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.49 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.19776

Abstract

ABSTRAKPenelitian inibertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu. Metode penelitian menggunakan metode survey, pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria sapi perah yang sudah laktasi dan melakukan sampling pada 47 responden anggota KPBS Pangalengan, Bandung. Variabel yang dianalisa adalah produksi susu sebagai variabel dependen (Y), dan variabel independen (X) meliputi pakan hijauan, pakan konsentrat, masa laktasi, masa kering, umur sapi, umur pertama estrus, umur petama beranak, days open dan service per conception. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis statistik mengunakan persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu yaitu faktor X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8 dan X9 secara bersama-sama berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi susu. Kinerja produksi susu dapat dipengaruhi olehfaktor-faktor independen sebesar 60,1% sedangkan 39,9% disebabkan oleh faktor lain diluar penelitian. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempunyai pengaruh sangat kuat terhadap produksi susu adalah masa laktasi sedangkan faktor yang mempunyai pengaruh yang rendah adalah masa kering. Kata Kunci: Sapi Friesian Holstein, produksi susu, Masa Laktasi, masa kering KPBS PangalenganFactors Affecting the Production of Friesian Holstein Dairy Cow at KPBS Pangalengan, Bandung RegencyABSTRACT This study aims to analyze the factors that affect milk production. The research method uses a survey method, data collection is carried out by purposive sampling with the criteria of lactating dairy cows and sampling on 47 respondents from KPBS Pangalengan, Bandung. The variables analyzed were milk production as the dependent variable (Y), and the independent variable (X) included forage feed, concentrate feed, lactation period, dry period, age of cows, age at first estrus, age at first calving, days open and service per conception. Data analysis was carried out descriptively and statistical analysis using multiple linear regression equations. The results showed that the factors that affect milk production, namely factors X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, and X9 together had a significant effect (p<0.05) on milk production. Milk production performance can be influenced by independent factors by 60.1% while 39.9% is caused by other factors outside the study. It can be concluded that the factor that has a very strong influence on milk production is the lactation period, while the factor that has a low influence is the dry period.
PENERAPAN PROSEDUR HIGIENE PEMERAHAN UNTUK MENGINGKATKAN KUALITAS SUSU SEBAGAI IMPLEMENTASI GOOD DAIRY FARMING PRACTISE ifani, Merryafinola; Syamsi, Afduha Nurus; Subagyo, Yusuf; Widodo, Hermawan Setyo
Sinergi Abdimas Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Sinergi Abdimas Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/siabdi.v3i2.11502

Abstract

The Andhini Lestari and Andhini Rahayu Livestock Groups are groups of smallholder breeders whose maintenance is still carried out conventionally. Poor milking sanitation and hygiene management is still a problem for this group of farms. Farmers conventionally carry out milking with a very low level of hygiene. Milking hygiene needs to be considered because it will affect udder health. Udder health affects the quality and quantity of milk produced. Unhealthy milking hygiene will cause the udder to suffer from mastitis which is very detrimental to the farmer. So, to maintain good milk quality, farmers must follow milking hygiene procedures as an implementation of Good Dairy Farming Practices. A series of activities that will be carried out are training in making disinfectant solutions and dipping teas, making milking SOPs, applying Good Dairy Farming Practices. The aim of carrying out this PKM is to form cadres of breeders in the Andhini Lestari and Andhini Rahayu groups, Karangtengah Village, Cilongok District, Banyumas and breeders in the surrounding areas; Maintaining good milk quality at the smallholder level through implementing good milking hygiene; And prevents the occurrence of mastitis in dairy cows.
ANALISIS EFISIENSI BIAYA DAN KEUNTUNGAN USAHA SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO (STUDI KASUS 4 PERUSAHAAN DI KECAMATAN KALIGESING) Wihandoyo, Dika; Wakhidati, Yusmi Nur; Subagyo, Yusuf
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.482 KB) | DOI: 10.20884/1.angon.2022.4.1.p7-14

Abstract

Background. This study aims to calculate revenue, total costs, profits and efficiency analysis seen from the R/C Ratio of the Etawa crossbreed goat milk business on a small scale and large scale business in Kaligesing sub-district, and to see whether there is an effect of the relationship between efficiency analysis and large scale business. small business scale by using the Independent Sample t test. Materials and methods. The sampling method of respondents used a purposive sampling method (deliberately), namely the area that has a commercial Etawa crossbreed goat milk business. Collecting data using the Survey Method, namely conducting interviews with the help of questionnaires and direct field observations. Results. The results of the previous survey found that there were dairy companies, namely Cipta Mandir, Wiranto Farm, Kaisa Farm and Goat-Milk. The results of the research on the acceptance of the 2 business scales on average, namely the small business scale of IDR 63,525,000 / period and the large business scale of IDR 193,950,000 / period. The total cost on a small scale business is IDR 47,335,000 / period and a large business scale of IDR 140,260,000 / period. The profit on a small scale business is IDR 16,190,000 / period and a large business scale of IDR 53,690,000 / period. The results of the analysis of the R/C ratio of the Etawa crossbreed goat milk business on a small and large scale on average are 1.34 and 1.38. The results of the t-test or difference analysis show that there is no difference in profits and R/C ratio between small and large scale businesses.
Analisis Logistik Pakan dan Prospek Pengembangan Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Tasikmalaya Bahari, Intan Kembang; Suryapratama, Wardhana; Setianto, Novie Andri; Subagyo, Yusuf; Munasik
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.27.1.51-68.2025

Abstract

Jumlah sapi perah di Kabupaten Tasikmalaya masih sedikit jika dibandingkan daerah lain yang sudah menjadi sentra pengembangan sapi perah. Prospek pengembangan ternak sapi perah memerlukan kesiapan penyediaan pakan yang memadai untuk mendukung penambahan populasi ternak sapi perah. Tujuan penelitian: 1) Menganalisis tipologi peternakan dan logistik pakan; 2) Menganalisis prospek pengembangan pada peternakan sapi perah. Penelitian dimulai dari bulan Juni – Juli 2023 melalui metode survei menggunakan analisis deskriptif pada tipologi peternakan dan logistik pakan, serta strategi pengembangan (analisis SWOT). Kabupaten Tasikmalaya prospektif untuk pengembangan sapi perah menurut hasil penelitian dengan mempertimbangkan terlebih dahulu aspek logistik pakannya untuk dapat mendukung upaya peningkatan populasi ternak sapi perah. Hasil analisis prospek pengembangan sapi perah, Kabupaten Tasikmalaya berada pada Kuadran I. Strategi pengembangan sapi perah yang paling sesuai yaitu strategi agresif (growth oriented strategy) dengan prospek utama pada kemajuan usaha melalui kekuatan dan peluang yang dimiliki. Strategi yang disarankan yaitu: 1) Peningkatan pada sarana untuk logistik pakan, 2) Integrasi sapi perah dengan pertanian (padi, jagung), 3) Introduksi teknologi pengolahan pakan, 4) Memaksimalkan penggunaan lahan untuk penanaman hijauan berkualitas, dan 5) Mengoptimalkan peran koperasi dalam menyediakan pakan yang dibutuhkan. Saran penelitian yaitu pertimbangan kajian logistik pakan dan hasil analisis prospek pengembangan ternak untuk pengembangan sapi perah.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA BAHAN KERING TANPA LEMAK DAN TOTAL PADATAN PADA BERAT JENIS SUSU KAMBING SAPERA Cahyani, Linda Arum; Widodo, Hermawan Setyo; Ifani, Merryafinola; Subagyo, Yusuf
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v13i1.44076

Abstract

Kambing Sapera mampu memproduksi susu cukup tinggi dan mengandung kadar lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi. Kadar lemak susu berkorelasi negatif dengan berat jenis, tetapi berkorelasi positif dengan total padatan, sehingga digunakan parameter berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan untuk menentukan kualitas dan harga susu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan pada susu Kambing Sapera serta hubungan antar peubah tersebut. Materi penelitian yang digunakan berjumlah 30 sampel susu yang terdiri 15 dari masing-masing Siliwangi Farm dan Gaza Farm. Hasil penelitian menunjukkan berat jenis memiliki rata-rata, maksimal, dan minimal berturut-turut 1,028g/ml; 1,030g/ml; 1,024g/ml. Bahan kering tanpa lemak memiliki rata-rata, maksimal, dan minimal berturut-turut 7,992%; 8,635%; 7,17%. Total padatan memiliki rata-rata, maksimal, dan minimal berturut-turut 12,572%; 14,640%; 11,165%. Hasil Uji-T menunjukkan bahwa kadar berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan antara kedua farm tersebut berbeda tidak nyata (P>0,05). Terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan pengaruh yang lebih besar antara berat jenis dan bahan kering tanpa lemak dimana nilai R2 = 0,8005 dan R = 0,895 dengan persamaan y = 0,0032x + 1,0023. Indikator kualitas susu dapat ditentukan berdasarkan berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan pada susu. Kata Kunci : bahan kering tanpa lemak, berat jenis, susu kambing sapera, total padatan
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA BAHAN KERING TANPA LEMAK DAN TOTAL PADATAN PADA BERAT JENIS SUSU KAMBING SAPERA Cahyani, Linda Arum; Widodo, Hermawan Setyo; Ifani, Merryafinola; Subagyo, Yusuf
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jitp.v13i1.44076

Abstract

Kambing Sapera mampu memproduksi susu cukup tinggi dan mengandung kadar lemak yang lebih tinggi daripada susu sapi. Kadar lemak susu berkorelasi negatif dengan berat jenis, tetapi berkorelasi positif dengan total padatan, sehingga digunakan parameter berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan untuk menentukan kualitas dan harga susu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan pada susu Kambing Sapera serta hubungan antara bahan kering tanpa lemak dan total padatan dengan berat jenis susu. Materi penelitian yang digunakan berjumlah 30 sampel susu yang terdiri 15 dari masing-masing Siliwangi Farm dan Gaza Farm. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata berat jenis, bahan kering tanpa lemak dan total padatan secara keseluruhan berturut-turut sebesar 1,028±0,001 g/ml, 7,992±0,349%, dan 12,572± 0,888%. Hasil Uji-T menunjukkan bahwa kadar berat jenis, bahan kering tanpa lemak, dan total padatan antara kedua Farm tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05). Terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan pengaruh yang lebih besar antara berat jenis dan bahan kering tanpa lemak dimana nilai R2=0,8005 dan r=0,895 dengan persamaan Y = 0,0032X + 1,0023. Hasil analisis menunjukkan bahwa berat jenis memiliki perbandingan pengaruh yang lebih besar terhadap bahan kering tanpa lemak daripada total padatan.
Pengkajian Penerapan Good Dairy Farming Practise (GDFP) pada Peternakan Kambing Peranakan Etawa di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Ifani, Merryafinola; Sihati, Listian Krist; Subagyo, Yusuf
Jurnal Peternakan Vol 22, No 2 (2025): September 2025
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v22i2.35741

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Good Dairy Farming Practise (GDFP) peternakan kambing Peranakan Etawa (PE) di kecamatan Gumelar, kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan secara survei terhadap empat desa yang dipilih dengan purposive sampling karena memiliki peternak kambing PE terbanyak, yaitu desa Gumelar (kelompok tani Pegumas), desa Cihonje (kelompok tani Tunas Mukti), desa Paningkaban (kelompok tani Satoguno) dan desa Cilangkap (kelompok tani Bondo Mertani). Pengumpulan data dilakukan berdasarkan wawancara yang terstruktur dan observasi pada 40 peternak yang terpilih sebagai sampel responden, terhadap 7 aspek GDFP, yaitu: a) pembibitan dan reproduksi; b) kesehatan ternak; c) higienitas pemerahan; d) nutrisi (pakan dan air); e) pengolahan; f) kandang dan peralatan dan g) kesejahteraan ternak. Masing–masing aspek mempunyai 3–8 pertanyaan dan skornya adalah 1–4 (sangat buruk-sangat baik). Data berupa hasil kajian berupa skor selanjutnya akan di uji menggunakan uji t untuk membandingkan tata laksana di keempat desa. Hasil penelitian menghasilkan rataan nilai semua aspek GDFP peternakan kambing PE di keempat desa di kecamatan Gumelar memiliki rata-rata skor berada dalam rentang 2,01–3,01. Dapat disimpulkan bahwa GDFP peternakan kambing PE di keempat desa di kecamatan Gumelar tergolong cukup baik dan tidak ada perbedaan yang signifikan (P>0,05) dari hasil kajian dalam tata laksana di keempat desa. Meskipun penerapan GDFP di keempat desa tergolong cukup baik, diperlukan peningkatan pada aspek tertentu seperti pengelolaan dan higienitas pemerahan.Kata kunci: Good Dairy Farming Practices (GDFP), skoring, kambing PE, tatalaksana peternakanStudy of the Implementation of Good Dairy Farming Practices (GDFP) on Etawa Crossbreed Goat Farms in Gumelar District, Banyumas RegencyABSTRACT. This study aims to examine the implementation of Good Dairy Farming Practice (GDFP) for PE goat farming in Gumelar sub-district, Banyumas regency. This study was conducted by surveying four villages selected by purposive sampling because they have the most PE goat farmers, namely Gumelar village (Pegumas farmer group), Cihonje village (Tunas Mukti farmer group), Paningkaban village (Satoguno farmer group) and Cilangkap village (Bondo Mertani farmer group). Data collection was conducted based on structured interviews and observations of 40 farmers selected as respondent samples, on 7 aspects of GDFP, namely: a) breeding and reproduction, b) livestock health, c) milking hygiene, d) nutrition (feed and water), e) processing, f) pens and equipment, g) livestock welfare. Each aspect has 3-8 questions and the score is 1-4 (very bad - very good). Data in the form of study results in the form of scores will then be tested using the T test to compare governance in the four villages. The results of the study produced an average value of all aspects of the GDFP of PE goat farming in the four villages in Gumelar sub-district with an average score in the range of 2.01–3.01. It can be concluded that the GDFP of PE goat farming in the four villages in Gumelar sub-district is quite good and there is no significant difference (P>0.05) from the results of the study in governance in the four villages. Although the implementation of GDFP in the four villages is quite good, improvements are needed in certain aspects such as management and milking hygiene.