Claim Missing Document
Check
Articles

POLYMORPHISMS OF THE PROGESTERONE RECEPTOR GENE IN ENDOMETRIOSIS PATIENTS OF SOUTH SUMATRA, INDONESIA Muhammad Irsan Saleh; Rizki Andini Nawawi; Subandrate Subandrate
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V9I2.17508

Abstract

Polymorphisms of the progesterone receptor gene alter the expressions of two receptor isoforms involved in the regulation of progesterone's antiproliferative effect in endometriotic tissue. This study aims to identify the +331G/A polymorphism of the progesterone receptor gene in endometriosis patients in Palembang, South Sumatra. Identification of +331G/A single-nucleotide polymorphism (SNP) was conducted on 42 endometriosis patients through polymerase chain reaction (PCR) and restriction fragment length polymorphism (RFLP). In this study, twenty-six (61.9%) subjects had heterozygous mutant genotype for the +331G/A SNP. No subject with homozygous mutant genotype for the +331G/A polymorphism was identified. The frequencies of polymorphic alleles for the +331G/A polymorphism was 30.9%. In conclusion, the +331G/A progesterone receptor gene polymorphism was present in endometriosis patients in Palembang, South Sumatra. This finding may warrant further studies to determine whether this polymorphism play a role in the development of endometriosis in the Indonesian population.
Gambaran Histologi Ketebalan Jaringan Granulasi Pada Tikus Wistar Jantan dengan Luka Bakar Setelah Pemberian Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomun burmanii) Riana Sari Puspita Rasyid; Iche Andriyani Liberty; Subandrate Subandrate
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V7I1.7609

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan menjadi masalah global di masyarakat. Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Pembentukan jaringan granulasi adalah tahap yang penting dalam fase proliferasi dan penyembuhan luka.Saat ini, selain menggunakan obat modern seperti antibiotika silver sulfadiazine 1%, penelitian untuk pengobatan luka bakar menggunakan bahan-bahan herbal mulai banyak dilakukan oleh para peneliti. Salah satu bahan herbal yang digunakan untuk mengobati luka adalah Kayu Manis (Cinnamomun Burmanii).Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi baru pemanfaatan kayu manis sebagai penyembuh luka dan dapat dikembangkan sebagai terapi komplementer yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan Silver Sulfadiazine 1%  Dibandingkan Kayu Manis (Cinnamomun Burmanii)pada Proses Pembentukan Jaringan Granulasi Tikus Wistar dengan Luka Bakar Derajat II.Penelitian ini merupakan studi eksperimentalmenggunakan rancangan penelitian post test only control group designyangdilaksanakan pada bulan September-November 2018 di Laboratorium Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, di Animal HouseFakultas Kedokteran Unsri dan Laboratorium Patologi RSUP dr.Mohammad Hoesin Palembang. Sampel yang digunakan adalahtikus putih sebanyak 30 sampeldibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu I (kontrol negatif), II (diberikan salep ekstrak kayu manisdosis 10%), III (dosis 20%), IV (dosis 40%) dan V (kelompok kontrol positif diberikanSilver Sulfadiazine 1%). Data dianalisisdengan menggunakan program STATA 15 yaitu dengan uji homogenitas, uji OneWay Anovadan dilanjutkan uji post hoc multiple comparisons. 
PERBEDAAN INDEKS TROMBOSIT ANTARA PASIEN KANKER KOLOREKTAL NONMETASTASIS DAN METASTASIS DI RSMH PALEMBANG Eva Syahriana; Mediarty Mediarty; Erial Bahar; Subandrate Subandrate
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/V8I2.13432

Abstract

Kanker kolorektal masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Hal ini karena progresivitas kanker berkaitan dengan prognosis dan angka kematian. Salah satu faktor yang berhubungan dengan progresivitas dan metastasis pada kanker kolorektal adalah indeks trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks trombosit antara pasien kanker kolorektal nonmetastasis dan metastasis. Penelitian ini adalah penelitian analitik komparatif dengan pendekatan case-control. Subyek penelitian adalah pasien kanker kolorektal di Poliklinik Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam dan di bangsal rawat inap Penyakit Dalam RSMH Palembang mulai Januari – Juli 2020. Sampel berupa darah yang diambil dari vena mediana cubiti. Indeks trombosit (jumlah trombosit, MPV dan PDW) diperiksa menggunakan automated hematology analyzer di Laboratorium Patologi Klinik RSMH Palembang. Data dianalisis menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan kadar trombosit (484,1±185,1/µL) lebih tinggi pada kelompok kanker kolorektal dengan metastasis dibandingkan kelompok nonmetastasis (361,9±97,9/µL) dengan nilai p=0,000. Kadar MPV (8,9±0,7 fl) dan PDW (9,1±1,4%) lebih rendah pada kelompok kanker kolorektal dengan metastasis dibandingkan kelompok nonmetastasis (masing-masing 9,5±0,8 fl dan 10,6±2,2%) dengan nilai p=0,000.  Pada penelitian ini, ada perbedaan indeks trombosit antara pasien kanker kolorektal dengan metastasis dan kanker kolorektal nonmetastasis.
Identifikasi Polimorfisme Glu298Asp Gen eNOS pada Penderita Preeklampsia di Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang Fadel Fikri Suharto; Mgs. Irsan Saleh; Subandrate Subandrate
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria pada umur kehamilan lebih dari 20 minggu atau segera setelah persalinan. Insiden preeklampsia sangat dipengaruhi oleh paritas, ras, etnis, predisposisi lingkungan dan genetik. Salah satu predisposisi genetik yang berperan memicu preeklampsia adalah kelainan gen endothelial nitric oxide synthase (eNOS) yang mengatur aktivasi nitric oxide. Polimorfisme gen eNOS dapat menurunkan aktivitas nitric oxide sehingga meningkatkan kerentanan terjadinya gangguan endothelial yang berdampak kepada  kenaikan tekanan darah dan timbul proteinuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme Glu298Asp gen eNOS pada penderita preeklampsia di Rumah Sakit dr. Mohammad Hoesin Palembang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional terhadap 32 penderita preeklampsia di Rumah Sakit dr. Mohammad Hoesin Palembang. Identifikasi polimorfisme Glu298Asp gen eNOS dilakukan dengan teknik PCR-RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism) menggunakan enzim DpnII.Genotip GG (wild type) ditemukan sebanyak 20 subjek (62,5%), genotip GT (heterozigot mutan) sebanyak 11 subjek (34,3%), dan genotip TT (homozigot mutan) sebanyak 1 subjek (3,1%). Terdapat 51 (79,7%) alotip G (wild type) dan 13 (20,3%) alotip T (polimorfik) dari 32 subjek penelitian. Gambaran genotip dan alotip wild type lebih banyak ditemukan pada penderita preeklampsia di Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Kadar glutation (GSH) darah karyawan SPBU di Kota Palembang Safyudin Safyudin; Subandrate Subandrate
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan SPBU merupakan salah satu lingkungan yang tinggi oksidan seperti toluen, benzena, xylen atau hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Senyawa ini dimetabolisme oleh hati membentuk radikal bebas. Radikal bebas mengoksidasi makromolekul dalam tubuh seperti lemak, protein dan asam nukleat. Antioksidan, seperti GSH, berperan menangkap radikal bebas sehingga mencegah kerusakan sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar antioksidan GSH karyawan SPBU di Kota Palembang. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Dua SPBU dipilih secara acak.  Jumlah subjek penelitian yang didapatkan  pada penelitian ini adalah 14 orang karyawan SPBU dan 7 kontrol. Sampel berupa darah diambil setelah habis shift kerja. Rata-rata kadar GSH karyawan SPBU adalah 0,267 µg/mL dan kontrol adalah 0,305 µg/mL (p=0,178). Kadar GSH karyawan SPBU lebih rendah dibandingkan kontrol. Pada pekerja SPBU di Kota Palembang, paparan oksidan berpengaruh tidak signifikan terhadap penurunan kadar GSH darah.
Hubungan metode deparafinisasi dengan kuantitas dan kualitas ekstrak dna hasil isolasi dari sampel arsip jaringan dalam blok parafin terfiksasi formalin Ray Suga Aulia; Zen Hafy; Subandrate Subandrate
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuantitas dan kualitas hasil ekstraksi DNA dari jaringan FFPE sangat tergantung dari proses awal yang harus dilakukan pada sampel sebelum masuk kedalam tahapan ekstraksi DNA. Proses awal yang sangat menentukan keberhasilan ekstraksi DNA ini adalah proses deparafinisasi, yaitu proses penghilangan parafin jaringan dari parafin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas DNA yang diambil dari sampel arsip FFPE (Formalin-fixed paraffin-embedded tissue) dengan metode deparafinisasi menggunakan xylene dan mineral oil di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sebanyak 16 sampel arsip FFPE diambil dari Laboratorium Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Seluruh sampel kemudian  dibagi menjadi 2 bagian sama rata kemudian dilakukan proses deparafinisasi menggunakan xylene dan mineral oil. DNA yang telah diisolasi akan diuji kuantitasnya menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 260nm.  Uji kualitas akan dilakukan dengan menghitung OD Ratio 260nm:280nm. Selain itu DNA juga akan diamplifikasi lalu dilakukan visualisasi dengan sinar UV. Konsentrasi yang didapatkan kemudian diuji dengan uji Wilcoxon dan menunjukkan adanya hubungan signifikan antara metode deparafinisasi dan konsentrasi yang didapat (P=0.036). Primer beta-actin (524bp)tidak ditemukan potongan gen yang diinginkan setelah elektroforesis, kemudian diuji dengan primer Mitin (142bp) menunjukan potongan gen yang diinginkan pada saat elektroforesis dan visualisasi UV.Terdapat hubungan yang signifikan antara metode deparafinisasi FFPE dengan kuantitas dan kualitas DNA yang didapat.
Identifikasi Polimorfisme Insersi/Delesi Gen Angiotensin Converting Enzym Intron 16 Pada Pasien Preeklampsia di RS. Dr. Muhammad Hoesin Palembang Muthmainnah Arifin; Mgs Irsan Saleh; Subandrate Subandrate
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 3 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i3.2709

Abstract

Preeklampsia adalah penyakit kehamilan dengan gejala hipertensi dan proteinuria yang timbul pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Preeklampsia terkait dengan polimorfisme insersi/delesi (I/D) gen angiotensin converting enzym (ACE) intron 16. Polimorfisme ini dapat meningkatkan aktivitas ACE yang mengakibatkan gagalnya remodelling arteri spiralis sehingga terjadi preeklampsia. Namun, penelitian ini belum pernah dilakukan sebelumnya pada pasien preeklampsia di RSMH Palembang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme insersi/delesi gen ACE intron 16 pada penderita preeklampsia di RSMH Palembang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan sampel sebanyak 32 orang pasien preeklampsia. Identifikasi polimorfisme insersi/delesi (I/D) gen ACE intron 16 dilakukan dengan teknik PCR amplifikasi yang ditentukan dengan menggunakan primer spesifik. Primer tersebut menggunakan teknik mutagenesis situs terarah yang mengintroduksi mutasi titik ke suatu situs tertentu.Genotipe mutan homozigot (DD) sebanyak 0%, genotipe mutan heterozigot (ID) sebanyak 40,6%, dan genotipe wild type (II) sebanyak 59,4%. Jumlah alel I dan D gen ACE yang ditemukan masing-masing sebanyak 79,7% dan 20,3% pada pasien preeklampsia di RSMH Palembang.Genotipe wild type lebih banyak ditemukan pada pasien preeklampsia di RSMH Palembang (59,4%).
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN ERYTHEMA NODOSUM LEPROSUM (ENL) DI RSUP DR MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Anggraini Tiara Septiyana Gunawan; Fifa Argentina; Subandrate Subandrate
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i2.8531

Abstract

Erythema Nodosum Leprosum (ENL) adalah komplikasi kusta berupa reaksi hipersensitivitas tipe III dengan peradangan akut karena respon berlebihan tubuh terhadap M. leprae. Diagnosis kasus lebih awal, penanganan yang tepat terhadap reaksi kusta dan identifikasi pasien kusta yang memiliki risiko terjadinya komplikasi adalah sebuah tahapan untuk mencegah kecacatan yang disebabkan oleh kusta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hubungan faktor risiko dengan kejadian Erythema Nodosum Leprosum  (ENL) pada pasien kusta di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian adalah rekam medik pasien kusta di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2015- Desember 2017 yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Selanjutnya, dianalisis secara bivariat dan multivariat untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh. Penelitian ini menggunakan 123 rekam medik pasien kusta yang memenuhi kriteria inklusi dengan 43 pasien (35%) kusta mengalami reaksi kusta tipe ENL. Faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya reaksi pada pasien kusta tipe ENL adalah indeks bakteri ?2+ (p=0,000) dan lama pengobatan ?1 tahun (p=0,032).
PENDAMPINGAN KETERAMPILAN MASYARAKAT DETEKSI DINI PENYAKIT HIPERTENSI Subandrate .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v5i2.5654

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit dengan angka kejadian (angka prevalensi) yang cukup tinggi. Hipertensi ikut berperan dalam kematian ribuan orang lain karena penyakit ikutannya yang berbahanya seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, kebutaan, dan gagal ginjal. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Pemeriksaan tekanan darah yang rutin merupakan kunci dalam deteksi dini penyakit tersebut. Masyarakat harus mampu melakukan pemeriksaan tersebut dengan teknik dan alat yang sederhana. Penggunaan tensimeter digital merupakan salah satu solusi untuk mempermudah penyaringan dan deteksi dini penyakit tersebut oleh masyarakat dan untuk masyarakat.Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa penyuluhan tentang tanda dan gejala penyakit Hipertensi serta pengaturan diet bagi setiap masyarakat yang memiliki risiko untuk terjadinya hipertensi dan bagi masyarakat yang menderita hipertensi. Selain itu juga dilakukan penyuluhan tentang penggunaan tensimeter digital untuk memeriksa tekanan darah kepada masyarakat Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI. Sementara pelatihan dan peragaan cara menggunakan tensimeter diberikan kepada kader kesehatan dengan tujuan agar terbentuk kader yang mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah bagi warga masyarakat yang dicurigai menderita hipertensi atau telah menderita penyakit hipertensi sehingga diagnosis dini penyakit hipertensi dapat ditegakkan. Para kader kesehatan juga diajarkan cara mengedukasi pola hidup dan pasien hipertensi secara baik dan benar.Warga masyarakat sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Adanya dukungan dari Kepala Desa dan kader kesehatan membuat kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan baik. Seluruh kader yang dilatih telah mampu menggunakan tensimeter digital. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pemeriksaan tekanan darah oleh para kader kesehatan kepada masyarakat secara langsung. Dengan diserahkannya alat tersebut kepada masing-masing kader kesehatan tiap dusun, diharapkan terbentuk posko-posko kesehatan untuk deteksi penyakit hipertensi di masing-masing dusun. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan topik-topik penyakit yang berbeda juga pengabdian berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sehingga selain mendapatkan pengetahuan yang baru juga dapat menikmati langsung pelayanan kesehatan.
PENDAMPINGAN KETERAMPILAN CARA MENDAPATKAN, MENGGUNAKAN, MENYIMPAN, DAN MEMBUANG OBAT (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT Sadakata Sinulingga; Safyudin -; Fatmawati -; Subandrate -; Kusumo Hariyadi; Rini Yana
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.915 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.119-124.2019

Abstract

Saat ini, akses masyarakat terhadap obat-obatan semakin mudah. Namun, hal tersebut tidak disertai dengan pemahaman yang benar terhadap obat-obatan. Akibatnya, hal tersebut menimbulkan berbagai masalah terkait obat seperti penggunasalahan dan pembuangan obat secara sembarangan. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberi pengetahuan dan keterampilan yang benar tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat (DAGUSIBU). Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pendampingan dengan kegiatan utama penyuluhan dan demonstrasi tentang DAGUSIBU terhadap masyarakat di Kelurahan Keputeraan, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Kegiatan diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari masyarakat dan kader kesehatan. Analisis keberhasilan kegiatan dilakukan dengan melakukan evaluasi sebelum dan sesudah penyuluhan. Dari kegiatan tersebut dapat diketahui bahwa hampir seluruh peserta tidak mengetahui tentang DAGUSIBU. Setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi, sebagian beserta dapat memamahi dengan baik dan memiliki keterampilan sederhana dalam DAGUSIBU. Dari hasil tersebut, diharapkan masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan ini telah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam DAGUSIBU sehingga perlu diupayakan kegiatan yang berkesinambungan guna mencegah penggunasalahan obat dalam masyarakat. Kata kunci: DAGUSIBU, Obat, Pendampingan, Penyuluhan ABSTRACT Today, people's access to medicines is getting easier. However, this is not accompanied by a correct understanding of medicines. As a result, it raises various drug-related problems such as medicines abuse and indiscriminate disposal. Therefore, people need to be given the right knowledge and skills on how to get, use, store and dispose of medicines (DAGUSIBU). This community service activity is in the form of assistance with the main activities of counseling and demonstration about DAGUSIBU to the community in Keputeraan Village, Lubuklinggau City, South Sumatra. About 34 participants consisting of community members and health cadres attended the activity. Analysis of the success of activities carried out by evaluating before and after counseling. From these activities, it can be seen that almost no participants knew about DAGUSIBU. After being given counseling and demonstration, some of them along with be able to understand well and have simple skills in DAGUSIBU. From these results, it is expected that the community can apply it in everyday life. Community service activities in the form of counseling have been able to improve the knowledge and skills of the community in DAGUSIBU so that it needs to be pursued in a sustainable activity to prevent the use of drug problems in the community. Keywords: Assistance, Counseling, DAGUSIBU, Medicines
Co-Authors Adiyatma Putra Mahardika Adma, Annes Claudia Ahmad, Zen Aldri Frinaldi Alexander Theo Yuda Salean Anggraini Tiara Septiyana Gunawan Aninditia, Fahira Aninditia, Fahira Annes C. Adma Aprilia Putri Arifin, Mutmainah Arrafi, Muhammad Hafizh Athiah, Medina Aulia Firdha Tariza Ayeshah A Rosdah Az Zahra, Fatihah Bebbi Arisya Kesumaputri Danang Bagus Untoro Dazakiah Dazakiah Dita Tri Ramadianti Dwi Indira Setyorini Dwi Indira Setyorini Dwirini Retno Gunarti Dzakiyah, Dzakiyah Dzakiyah, Dzakiyah Eka Febri Zulissetiana Eka Handayani Oktharina Ella Amalia Ella Amalia, Ella Ellla Amalia Erial Bahar Erial Bahar Eva Syahriana Eva Syahriana Evlin Kohar Ezra Hans Soputra Fadel Fikri Suharto Fadel Fikri Suharto Fahira Aninditia Fahira Aninditia Faisal, Mia EPA Fatihah Az Zahra Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fifa Argentina Firdaus, Mutia Muthmainnah Galuh Anggraini Hariyadi, Kusumo Hayati, Lusiya Hayati, Lusiya Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hestiningsih, Tyas Hutabarat, Yosafat Beltsazar Iche Andriyani Liberty Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Intan Rahma Dewi Irfannuddin Irfannuddin Irfannudin Irfannudin Irsan Saleh Izzah, Puspita Nurul Kohar, Evlin Kohar, Evlin Kusumo Hariyadi Kusumo Hariyadi Kusumo Hariyadi Kusumo Haryadi Liniyanti D. Oswari Liniyanti D. Oswari Lusia Hayati M Fakhri Altiyan M Fitra Romadhon M. Dias A. Monanda M. Hafizh Arrafi M. Hafizh Arrafi M. Nadhif Prasetyo M. Nadhif Prasetyo Mariana Mariana Mario Saputra Masayu Farah Diba Masayu Farah Diba Mediarty Mediarty Mediarty Mediarty Medina Athiah Medina Athiah Medina Athiah Medina Athiah Medina Athiah Melina Indah Sari Mgs Irsan Saleh Mgs. Irsan Saleh Mgs. Irsan Saleh Mia EPA Faisal Mia Esta Poetri Afdal Faisal, Mia Esta Poetri Afdal MOHAMAD SADIKIN Mohamad Sadikin Mohamad Sadikin Monanda, M Dias Athallah Monanda, M. Dias Athallah Muhammad Irsan Saleh Muniaty Sulam Ng Muthmainnah Arifin Mutiara Budi Azhar Naomi W Tioline Natasha, Amanda Ng, Muniaty Sulam Nita Parisa Nudhar, Lathifah Nur Azizah Nurul Windi Anggraini Nurul Windi Anggraini, Nurul Windi Oktalisa, Wenni Oktharina, Eka Handayani Oswari, Liniyanti Oswari, Liniyanti D Permono, Trijoso Putriana Fuji Safitri Raafqi Ranasasmita Rasyid, Riana Sari Puspita Ray Suga Aulia Ray Suga Aulia Sentani Riana Sari Puspita Rasyid Rini Yana Rini Yana Rini Yana Rizki Andini Nawawi Romadhon, M Fitra Sabathania, Hana Daini Sadakata Sinulingga Sadakata Sinulingga Sadakata Sinulingga Sadakata Sinulingga Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Safyudin Saleh, Mgs. M. Irsan Salni Salni Salni Salni Salni Salni Salni Santosa, Dorothy Eunike Setyorini, Dwi Indira Soputra, Ezra Hans Soputra, Ezra Hans Sri Hartini Harianja Sri Nita Sri Nita Sri Nita, Sri SRI RAHAYU Sri Wahyuni Suly Auline Rusminan Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Tri Suciati Trijoso Permono Trijoso Permono Triwani Triwani Untoro, Danang Bagus Untoro, Danang Bagus Yana, Rini Yudianita Kesuma, Yudianita Zen Hafy