Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGREGAT

Pengaruh Penambahan Limbah Karet Ban Luar Terhadap Karakteristik Marshall Pada Asphalt Treated Base (ATB) Adiman Fariyadin; Adryan Fitrayudha
AGREGAT Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i1.18594

Abstract

Persyaratan dasar dari suatu konstruksi jalan adalah menyiapkan lapisan permukaan yang rata dan kuat untuk menjamin keamanan yang tinggi untuk waktu yang lama serta pemeliharaan yang sekecil-kecilnya dalam berbagai cuaca. Limbah menjadi salah satu permasalahan serius yang di hadapi bangsa saat ini. Mulai dari limbah industri sampai limbah rumahan. Dengan adanya penambahan limbah karet ban luar sangat berpengaruh nyata terhadap sifat campuran ATB seperti Stability, Marshall Quontient, Flow dan Air Voids. Untuk campuran ATB dengan bahan aditif karet ban luar  di dapat kadar karet optimum (KKO) 3,85 %, dengan menghasilkan kualitas campuran: Nilai Marshall Stability = 1507,7 kg, Nilai Marshall Quotient = 5,21 kN/mm, Nilai Marshall Air Voids = 4,86 %, Nilai Bitumen film thickness = 8,95 mm.
Pemanfaatan Pasir Besi dan Pasir Pantai sebagai Agregat Halus pada Campuran Asphalt Concrete – Binder Course Fitrayudha, Adryan; Maolida Uci Handayani; Anwar Efendy; Ahmad Zarkasi; Aulia Muttaqin; Isfanari
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.29252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan pasir besi dan pasir pantai sebagai substitusi sebagian agregat halus pada campuran Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) serta menentukan proporsi optimum yang mampu memenuhi persyaratan kinerja menurut Spesifikasi Bina Marga 2018 Revisi 2. Pengujian laboratorium dilakukan menggunakan pasir besi dari Pantai Kerakat dan pasir pantai dari Pantai Malimbu, sedangkan agregat kasar dan abu batu diperoleh dari AMP setempat. Pengujian Marshall dilakukan dengan kadar aspal optimum sebesar 5,15% dengan parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, kelelehan, Marshall Quotient, Void in Mineral Aggregate (VMA), Void in Mix (VIM), dan Void Filled with Bitumen (VFB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa campuran tidak memenuhi kriteria VIM dan VFB, dua variasi 5% pasir besi + 5% pasir pantai dan 7,5% pasir besi + 2,5% pasir pantai menunjukkan keseimbangan interaksi antarbutir, interlock agregat yang baik, dan struktur internal yang stabil sehingga memenuhi seluruh spesifikasi yang dipersyaratkan. Secara ilmiah, pencapaian kinerja tersebut disebabkan oleh karakteristik pasir besi yang meningkatkan kerapatan struktur dan pasir pantai yang memperbaiki kemampuan kerja sehingga mencegah over compaction. Sebaliknya, campuran dengan dominasi pasir pantai menghasilkan rongga udara tinggi, sedangkan campuran dengan dominasi pasir besi menjadi terlalu rapat, keduanya menyebabkan ketidaksesuaian spesifikasi. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa proporsi terkontrol dari kedua material lokal ini dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai substitusi agregat halus dalam campuran AC-BC