Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN PETA ZONA NILAI TANAH BERBASIS WEBGIS DI KECAMATAN GAJAHMUNGKUR KOTA SEMARANG Bunga Roliesta Sari; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.996 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan properti yang pemanfaatannya terkait dengan penataan ruang wilayah. Tanah semakin lama nilainya semakin naik dari tahun ke tahun. Kenaikan harga tanah tersebut disebabkan karena pertumbuhan penduduk yang cukup cepat dibandingkan dengan ketersediaan tanah untuk kawasan permukiman. Perkembangan permukiman tersebut menyebabkan kebutuhan informasi mengenai harga tanah yang akurat dan cepat sangat dibutuhkan. Informasi dapat dibuat dalam bentuk web yang bertujuan untuk menampilkan nilai tanah yang berada dalam suatu wilayah. Dalam penelitian ini dibuat peta Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan nilai tanah dengan penilaian masal. Penelitian ini diawali dengan pembuatan batas zona tanah untuk menentukan jumlah titik sampel yang akan dicari. Kemudian membuat peta ZNT berdasarkan harga tanah pasar wajar Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Pembuatan peta ZNT tahun 2019 menggunakan ArcGIS Desktop 10.3 dengan jumlah zona 80. Kemudian pembuatan webGIS menggunakan ArcGIS Online dengan mengupload shapefile dan dokumentasi serta pengaturan kartografi peta. Pembuatan webGIS ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang harga tanah pasar wajar di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini yaitu peta ZNT berbasis webGIS dengan hasil uji usability yang menunjukkan efektivitas webGIS mendapatkan nilai kepuasan 82,1% sedangkan efisiensi mendapatkan nilai kepuasan 79%. Berdasarkan uji usability tersebut dapat disimpulkan bahwa responden sangat puas dengan webGIS yang sudah dibuat. Kata Kunci: Gajahmungkur, Harga Tanah Pasar Wajar, WebGIS, Zona Nilai Tanah (ZNT)   ABSTRACT Land is a property which utilization is related to spatial planning. The longer the land, the higher the value rises from year to year. The increase in land prices is due to the population growth which is quite fast compared to the availability of land for residential areas.  The development of these settlements causing the need for an accurate and these. Informations can be made in a web form to display the value of land within a region. In this study, a land value zone map was made based on land values with mass assessment. This research begins with the creation of land zone boundaries to determine the number of sample points to be searched. Then make a map of ZNT based on the fair market land price of Gajahmungkur District, Semarang City. The making of ZNT maps in 2019 done by ArcGIS Desktop 10.3 with the  number of zones of 80. While the making of the webGISis done using ArcGIS Online by uploading shapefiles, documentation and setting the cartographic map. WebGIS is expected to help the community in getting information about fair market land prices in Gajahmungkur District, Semarang City. The results of this study are webGIS-based ZNT maps with the usability test results that show the effectiveness of webGIS with satisfaction score of 82.1% while the efficiency aspect gets a satisfaction score of 79%. Based on the usability test it can be concluded that the respondents were very satisfied with the webGIS that had been made. Keywords: Gajahmungkur, Fair Market Land Price, WebGIS, Land Value Zone
ANALISIS FAKTOR AKSESBILITAS,FASUM DAN FASOS TERHADAP HARGA BIDANG TANAH SERTA VISUALISASI BERBASIS WEBGIS (STUDI KASUS : KELURAHAN TLOGOSARI KULON, KECAMATAN PEDURUNGAN, KOTA SEMARANG) Oktaviani Arumingtyas; Sawitri Subiyanto; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.917 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu proyek perumahan tersukses yang dibangun di kota Semarang adalah proyek bumi Tlogosari. Selama lebih dari 30 tahun,kelurahan tersebut berkembang sangat pesat. Jumlah rencana unit rumah yang dibangun adalah 9.260 unit dengan luas area perumahan 170,74 Ha atau 1,7 km2. Sekarang, kelurahan Tlogosari Kulon sendiri memiliki luas area kurang lebih 2,8 km2 dengan jumlah blok tanah kurang lebih 11.000 blok.Perkembangan ini didukung dengan peletakan dan pembangunan fasilitas umum dan sosial yang memang diarahkan untuk kawasan perumahan komersial.  Berkembang pesatnya kelurahan Tlogosari Kulon dengan jumlah lahan yang semakin terbatas, menimbulkan peningkatan harga tanah di daerah tersebut, dan pastinya fasilitas umum (fasum) dan sosial (fasos) turut berpengaruh dalam hal ini. Namun, belum ada kepastian fasilitas apa saja di kelurahan Tlogosari Kulon yang mempengaruhi harga tanah di kawasan tersebut. Selain itu,sampai sekarang juga belum ada model matematis harga tanah berdasarkan faktor aksesbilitas, fasilitas umum dan fasilitas sosial serta visualisasinya dalam bentuk WebGIS di Tlogosari Kulon. Hal ini bisa diselesaikan dengan persamaan regresi linier berganda dimana variabel yang digunakan adalah perhitungan jarak antar centeroid  fasilitas dengan bidang tanah, dengan dua data berupa harga tanah pasar wajar dan NJOP. Hasilnya, faktor aksesbilitas,fasum dan fasos pada harga tanah pasar wajar mempengaruhi 67,1 % , sedangkan pada NJOP mempengaruhi 18,1 %. Besar kecilnya pengaruh faktor dapat dilihat dari nilai koefisien beta pada model prediksi,dimana faktor aksesbilitas yang paling berpengaruh adalah jalan arteri sekunder, sedangkan fasum pada harga tanah pasar wajar dan NJOP adalah pasar dan kantor kelurahan , serta fasos pada harga pasar wajar dan NJOP adalah mall. Sebagian besar kesesuain hasil prediksi harga pasar wajar dan NJOP berada pada katagori sangat sesuai 44% dan 75%. Visualisasi peta harga tanah dapat dilihat pada bit.ly/landpricego. Hasil uji usability mendapatkan nilai 86,2% dengan katagori  sangat baik. Kata Kunci: Harga Tanah Pasar Wajar, NJOP, Prediksi, Tlogosari Kulon, WebGIS  ABSTRACTOne of the most successful house building projects in Semarang is Tlogosari . For 30 years,Tlogosari Kulon has developed very rapidly, the total planned house that built were 9,260 units, with an area 170.74 Ha or 1.7 km2, now the area of  Tlogosari Kulon is 2.8 km2 and approximately have 11,000 plots of land. This is supported by public and social facilities that are indeed directed to commercial residential areas. The rapid development of the Tlogosari Kulon and limited amount of land has led to an increase in land prices in the area, and certainly public and social facilities are influential in this regard. However, there is no certainty of any facilities in the Tlogosari Kulon  that affect the price of land. In addition, until now there is also no mathematical model of land prices based on accessibility factors, public facilities and social facilities as well as visualization in the form of WebGIS in Tlogosari Kulon. This can be solved by multiple linear regression equations where the variable used is the calculation of the distance between the centeroid facility and the plot of land, with two data are market land prices and NJOP. It turns out that the accessibility, public and social facilities factors on the market land price affect 67.1%, while NJOP affects 18.1%. The size of the influence of the factor can be seen from the value of the beta coefficient on the prediction model where the most influential access factor is the secondary arterial road, while the facilities at  market land prices and NJOP are traditional market and sub-district Tlogosari Kulon office, and social facilities at  market land prices and NJOP is the mall. suitability of  market land price prediction results and NJOP is in the category of very appropriate 44% and 75%. Visualization of land price maps can be seen in bit.ly/landpricego. Usability test results get a value of 86.2% with a very good category. Keywords: Market Land Price, NJOP, Prediction,Tlogosari Kulon,WebGIS
ANALISIS GEOSPASIAL FAKTOR KETERSEDIAAN LAHAN KOSONG DAN POLA HARGA TANAH TERHADAP FENOMENA URBAN SPRAWL (Studi Kasus : Kabupaten Cilacap) Afifah Asis; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Cilacap memiliki banyak kegiatan industri di pusat kota misalnya pengisian LPG, Semen, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Perusahaan minyak, Pelabuhan Tanjung Intan. Adanya sektor industri yang berkembang pesat di Kabupaten Cilacap memberi dampak perkembangan pesat terhadap daerahnya. Banyak pekerja asing yang datang, perkembangan perekonomian, kebutuhan lahan yang tinggi menyebabkan terjadinya fenomena Urban Sprawl di Kabupaten Cilacap. Perkembangan merambat ke daerah pinggiran, perkembangan yang terjadi tidak teratur atau disebut dengan perkembangan kota leap frog (meloncat). Penelitian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografis, Pengindraan Jauh, serta survei lapangan untuk validasi data ketersediaan lahan kosong. Analisa hasil penelitian ini didapatkan bahwa Kecamatan Cilacap Utara memiliki data nilai jual objek pajak (NJOP) tertinggi tahun 2017 sebesar Rp 2.141.300,00 dan tahun 2019 sebesar Rp 2.223.000. Ketersediaan lahan kosong di Kabupaten Cilacap terkhusus wilayah penelitian seluas 13100.22 Ha atau 64.4% dari keseluruhan wilayah. Lahan kosong yang sudah dialokasikan seluas 23.9% dari keseluruhan lahan kosong yang tersedia atau seluas 3130.51 Ha. Lahan kosong yang belum dialokasikan seluas 9969.71 atau 76% dari keseluruhan luas lahan kosong yang ada. Keterkaitan terhadap fenomena Urban Sprawl yang ada di Kabupaten Cilacap ini menunjukan bahwa Kabupaten Cilacap memiliki pola perambetan perkembangan wilayah meloncat (leap frog) ditandai dengan adanya perkembangan yang sama di wilayah Kecamatan Kesugihan dan Kecamatan Kroya yang memiliki karakteristik yang berbeda. Kata Kunci : Kabupaten Cilacap, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Lahan Kosong, Urban Sprawl, leap frog. 
APLIKASI FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D CANDI GEDONGSONGO Akhmad Didik Prastyo; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.466 KB)

Abstract

Close range photogrammetry is a one of photogrammetry applications. It can be used for the object measurement that is less than 100 meters. It also usualy used in 3D modeling of buildings, vehicles or bridges. In this final task, close range photogrammetry method was used for 3D modeling of 1st temple in Gedong Songo Temple using non-metric digital camera. Initially, the camera must through of calibration process to determine the camera internal parameters. The process of calibration and data processing in this final task are using PhotoModeler Scanner v.6 software. Phase of buildings modeling contain of marking and referencing, calculating and 3D modeling, transformation of 3D coordinate and visualization of 3D models. The final results in this research is 3D model of 1st Temple in Gedong Songo Temple. Testing of the results in 3D modelling processing was done by comparing the 3D model coordinates refernced to Electronic Total Station measurement and comparison with the distance of the measuring tape. The average value of the ratio of the coordinate error is 0.087 meters and the average distance error of comparison with the measuring tape is 0.099 meters.   Keyword: Close range photogrammetry, Building Modeling, Temple, Non-Metric Digital Camera, PhotoModeler Scanner V.6.
ANALISIS POTENSI PENINGKATAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK AKIBAT PENGARUH PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SIG (Studi Kasus : Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka) Farid Burhanudin Yusup; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.9 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini Indonesia sedang dalam tahap pembangunan yang cukup besar mulai dari pembangunan fasilitas umum, jalan, dan lainnya. Pengaruh dari pembangunan ini dirasa cukup besar dampaknya bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang berada pada kawasan pembangunan. Salah satu contohnya yaitu pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di kawasan Majalengka yaitu Kecamatan Kertajati dampaknya yaitu naiknya harga nilai tanah yang cukup signifikan yang megakibatkan harga tanah di sekitar kawasan pembangunan melonjak. Oleh sebab itu diperlukan informasi nilai tanah yang dipresentasikan dalam bentuk peta Zona Nilai Tanah guna dijadikan sebagai pertimbangan dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan yaitu nilai jual objek pajak (NJOP).Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penilaian masal caranya dengan melakukan wawancara menggunakan formulir SPT. 112 –A dari Badan Pertanahan Nasional. Data yang digunakan adalah 503 sampel dan dokumen data NJOP bumi Kecamatan Kertajati tahun 2016. Metode pengolahan data yang digunakan adalah regresi linier berganda, menghitung pengaruh aksesibilitas dan faktor lokasi terhadap sampel harga tanah. Serta menghitung peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan dengan cara membandingkan antara NIR tahun 2016 dengan NJOP dari DPPKAD tahun 2016.Perubahan harga tanah yang terjadi di Kecamatan Kertajati pada saat pembangunan BIJB terjadi peningkatan yang signifikan dengan peningkatan yang tertinggi berada pada zona 23 yaitu sebesar 280% dan terendah pada zona 11 dan 63 sebesar 45%. Sedangkan berdasarkan perbandingan harga antara NJOP dengan harga tanah dari zona nilai tanah (ZNT) hasil survei ketika pembangunan BIJB serta perhitungan pajak bumi dan bangunan (PBB) atas bumi (tanah) menunjukkan adanya peningkatan PBB atas bumi (tanah) di Kecamatan Kertajati rata-rata berkisar  89%, dengan nilai tertinggi berada pada Kelurahan Mekarmulya sebesar 99% dan terendah berada pada Kelurahan Kertajati sebesar 50%.
ANALISIS HASIL DIGITALISASI SURAT UKUR PADA SISTEM GEO KKP DI KANTOR PERTANAHAN KOTA SEMARANG (Studi Kasus : Kel. Karangroto Dan Kel. Genuksari, Kec. Genuk) Irfan Baharudin; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.446 KB)

Abstract

ABSTRAK Sebagai satu-satunya instansi pemerintah yang bergerak di bidang pertanahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) memiliki peran penting untuk menjamin adanya kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia atas tanah yang dimilikinya. Segala permasalahan seperti sertifikat ganda, tanah ditelantarkan pemiliknya, pembebasan lahan, sengketa tanah dan sebagainya harus diselesaikan oleh BPN.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas data surat ukur (SU) baik spasial maupun tekstualnya yang sudah terdigitalisasi ke web GeoKKP. Selain itu juga mengetahui perbandingan pengerjaan digitalisasi SU pada Kelurahan Karangroto dan Kelurahan Genuksari. Data yang diperlukan pada penelitian ini yaitu hasil digitalisasi SU Kelurahan Genuksari dan Kelurahan Karangroto, batas administrasi kelurahan se-Kota Semarang, citra satelit resolusi tinggi Kota Semarang, dan data fisik SU tahun. Metode penelitian ini dengan membandingkan data fisik SU dengan data hasil digitalisasinya, dan dilakukan validasi ke lapangan dengan mengukur bidang menggunakan RTK serta mengukur titik GCP untuk rektifikasi.Hasil dari penelitian ini untuk kualitas pemetaan bidang, terjadi pergeseran pada titik berat tiap bidang yang divalidasi dengan rata-rata pergeseran untuk nilai X sebesar 1,920 m dan nilai Y sebesar 2,716 m. Sedangkan untuk RMS citra base map untuk pekerjaan GeoKKP didapat hasil sebesar 0,543 piksel. Sedangkan untuk perbandingan hasil digitalisasi SU secara keseluruhan Kelurahan Genuksari masih lebih baik dibanding Kelurahan Karangroto dalam hal kesesuaian luas, lokasi pada citra, Nomor Induk Bidang, hak atas tanah dan tahun penerbitan SU dengan data fisik SU.  Persentase kesesuaian data pada Kelurahan Genuksari mencapai 77 %, sedangkan  pada Kelurahan Karangroto hanya 53 %. Meskipun begitu, pada masing-masing kelurahan diperlukan perbaikan data agar lebih sesuai dengan data fisik SU.
ANALISIS IDENTIFIKASI FASE TUMBUH PADI UNTUK ESTIMASI PRODUKSI PADI DENGAN ALGORITMA EVI DAN NDRE MULTITEMPORAL PADA CITRA SENTINEL-2 DI KABUPATEN DEMAK Nida Shabrina; Abdi Sukmono; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten penghasil produktivitas padi terbesar di Jawa Tengah. Tahun 2009 Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penghasil produktivitas padi terbesar di Indonesia.  Informasi prediksi produksi padi dapat dilakukan sebagai upaya pendukung untuk pemerintah dalam melaksanakan program ketahanan pangan. Ketahanan pangan bertujuan agar Indonesia dapat kembali swasembada pangan. Peningkatan produksi padi harus diiringi dengan peningkatan hasil dan perluasan area sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi fase tumbuh padi yang dapat digunakan untuk mengestimasi produksi padi menggunakan citra satelit Sentinel-2. Algoritma yang digunakan dalam penentuan fase tumbuh padi adalah algoritma EVI (Enhanced vegetation Index) dan algoritma NDRE (Normalized Difference Red-Edge Index). Model peramalan statistika ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average ) digunakan untuk menentukan estimasi produksi padi. Hasil penelitian berupa analisis algoritma terbaik dalam penentuan fase tumbuh padi yaitu algoritma NDRE yang lebih baik dibanding dengan algoritma EVI dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6095 sehingga memiliki nilai keterpengaruhan sebesar 60,95% dengan model persamaan y = -0,0131 x2 + 0,1484 x + 0,0758. Hasil estimasi produksi padi Kabupaten Demak tahun 2020 pada fase 1 yaitu 780.832,062 kwintal, fase 2 yaitu 134.158,68 kwintal, fase 3 yaitu 67.007,979, fase 4 yaitu 30.042,981 kwintal, fase 5 yaitu 51.665.364 kwintal, fase 6 yaitu 677.001,807 kwintal, fase 7 yaitu 311.704,848 kwintal, fase 8 yaitu 620.269,812 kwintal, fase 9 yaitu 833.853,285 kwintal, dan fase 10 yaitu 753.001,272 kwintal. Kata Kunci: EVI, Fase Tumbuh Padi, NDRE, Produksi Padi, Sentinel-2. ABSTRACTDemak Regency is one of the largest paddy producing districts in Central Java. In 2009 Central Java became the province with the largest paddy productivity producer in Indonesia. Information on rice production predictions can be used as a support effort for the government in implementing food security programs. Food security aims so that Indonesia can return to food self-sufficiency. Increased rice production must be accompanied by increased yields and expansion of rice fields. This study aims to determine the distribution of rice growth phases which can be used to estimate rice production using Sentinel-2 satellite imagery. The algorithms used in determining the phase of rice growth are the EVI (Enhanced Vegetation Index) algorithm and the NDRE (Normalized Difference Red-Edge Index) algorithm. As well as to determine the estimated rice production used the ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) statistical forecasting model. The results of the research are the best algorithm analysis in determining the phase of rice growth, namely the NDRE algorithm which is better than the EVI algorithm with a coefficient of determination (R2) of 0,6095 so that it has an influence value of 60,95% with the equation model y = -0,0131 x2 + 0,1484 x + 0,0758 . The results of the estimated rice production for Demak Regency in 2020 in phase 1 are 780.832,062 quintals, phase 2 is 134.158,68 quintals, phase 3 is 67.007,979, phase 4 is 30.042,981 quintals, phase 5 is 51.665,364 quintals, phase 6 is 677.001,807 quintals, phase 7 is 311.704,848 quintals , phase 8 is 620.269,812 quintals, phase 9 is 833.853,285 quintals, and phase 10 is 753.001,272 quintals. 
ANALISIS POTENSI PENINGKATAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) BERDASARKAN PETA ZONA NILAI TANAH (ZNT) (Studi Kasus : Kec. Sidomukti, Kota Salatiga) Riana Kristiani Priskila Putri; Sawitri Subiyanto; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.848 KB)

Abstract

ABSTRAKNilai Jual Objek Pajak (NJOP) selama ini digunakan sebagai dasar dalam pengenaan PBB. Proses penentuan NJOP haruslah sesuai dengan ketentuan nilai pasar wajar (NPW), jadi pemerintah tidak salah jika berharap bahwa NJOP adalah sama dengan nilai pasar. Tetapi kenyataannya NJOP seringkali tidak sesuai dengan NPW, hal ini mendasari semakin berkembangnya sistem penilaian harga pasar menggunakan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT). Peta ZNT adalah peta yang menggambarkan suatu zona geografis yang terdiri atas sekelompok objek pajak yang mempunyai satu Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) yang dibatasi oleh batas penguasaan atau pemilikan objek pajak dalam satu wilayah administrasi desa atau kelurahan. Pembuatan peta ZNT memerlukan data berupa harga tanah yang berdasarkan nilai pasar sebagai informasi tekstualnya.  Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan harga tanah berdasarkan NJOP dan berdasarkan harga pasar sehingga dapat diketahui peningkatan harga tanah yang bisa didapatkan. Metode penilaian yang digunakan adalah penilaian masal, dengan pendekatan perbandingan penjualan, dimana faktor penentu nilai tanah hanya dibatasi pada faktor lokasi dan aksesibilitas. Dari hasil penelitian ini diperoleh jumlah Zona Nilai Tanah sebanyak 58 zona. Peningkatan NJOP berdasarkan harga pasar yang tertinggi mencapai 1.563%, dimana nilai tanah berdasarkan data NJOP sebesar Rp. 64.000, sedangkan nilai tanah berdasarkan harga transaksi sebesar Rp. 1.064.000, sehingga kenaikannya mencapai Rp. 1.000.000. Sedangkan peningkatan harga yang terendah adalah 57%, dimana nilai tanah berdasarkan data NJOP sebesar Rp. 464.000, sedangkan nilai tanah berdasarkan harga transaksi sebesar Rp. 729.000, sehingga kenaikannya mencapai Rp. 265.000. Tinggi rendahnya peningkatan ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lokasi dan akses jalan.Kata Kunci : Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR), Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Zona Nilai Tanah (ZNT)ABSTRACTTax Object Sales Value (NJOP) has been used as a basis for the imposition of tax on land and building. NJOP determination process must be suitable with the provisions of the fair market value (NPW), so the government consider that NJOP is equal to the market value. But the fact is NJOP often incompatible with NPW, it underlies the development of a scoring system using the market value of the Land Value Zone (ZNT) Map. ZNT map is a map that describes a geographical zone made up of a group of objects that have a single tax Indicative Value Average (NIR) which is bounded by the limits of ownership or control rights of tax object in the administrative area of the village or villages. Making of ZNT map requires data such as land values which are based on market value as textual information. This study aimed to compare the value of land based on NJOP and based on market value so increasing land value can be obtained. The assessment methods used are mass appraisal with the sales comparison approach, where the deciding factor is only limited to the value of the land on the location and accessibility factors. The results of this study show the amount of land value zone as much as 58 zones. NJOP increased based on the highest market value reached 1.563%.  It is caused by the value of land based on NJOP data Rp. 64.000 while the value of the land based on the transaction value Rp. 1.064.000, so the increase reached Rp. 1.000.000. While the lowest value increase is 57%. The land value based on NJOP data Rp. 464.000, while the value of the land based on the transaction value Rp. 729.000, so the increase reached Rp. 265.000. The level of this increase is influenced by location and access road factors.Keywords: Indicative Value Average (NIR), Land Value Zone (ZNT) Map, Tax Object Sales Value (NJOP)   *) Penulis, Penangungjawab
PEMETAAN ZONA NILAI TANAH UNTUK MENENTUKAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Heranda Ibnu Adhi; Sawitri Subiyanto; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.804 KB)

Abstract

ABSTRAKZNT dimaknai sebagai area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama, yang batasanya bersifat imajiner atau pun nyata sesuai penggunaan tanah. Tanah tersebut mempunyai perbedaan nilai antara yang satu dengan yang lainnya berdasarkan analisis perbandingan harga pasar dan biaya. Mengingat ZNT berbasis nilai pasar, ZNT dapat dimanfaatkan untuk penentuan tarif dalam pelayanan pertanahan, referensi masyarakat dalam transaksi, penentuan ganti rugi, inventori nilai aset publik maupun aset masyarakat, monitoring nilai tanah dan pasar tanah, dan referensi penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk PBB, agar lebih adil dan transparan. Dalam  penelitian  dibentuk  peta  ZNT  berdasarkan  nilai  tanah  dengan  penilaian  massal menggunakan pendekatan perbandingan penjualan (sales comparative) yang di overlay dengan peta administrasi kecamatan Candisari, kota Semarang dan peta blok PBB tahun 2012 dan dibandingkan dengan nilai tanah berdasarkan NJOP. Data harga tanah yang dihitung adalah data harga tanah murni dengan nilai bangunan yang sudah dikeluarkan dan penyesuaian sesuai karakteristik kondisi sosial ekonomi daerah.Hasil penelitian didapatkan 60 Zona Nilai Tanah dari data NJOP dan data berdasarkan Survey Transaksi Harga Tanah. Kata Kunci :Zona Nilai Tanah (ZNT), Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). ABSTRACTLand value zone is defined as an area that describes the relative same value of land, The limit is either imaginary or real according to the land use. It also has a different value between one and another based on the comparison analysis of the market price and the cost.Considering land value zone based on the market value, land value zone can be utilized for the tariff determination in service land , reference for the community in  transactions, compensation, inventory for public assets or community assets value, monitoring the value and market of land, and as reference for the NJOP's determination for PBB , to make it more fair and transparent.On the research land value zone is mapped by land's value in mass assessment using salescomperative approach which is overlaid with administration map of Candisari subdistric, Semarangand map of field in 2013 which is being compared with the land's value based on tax object salesvalue (NJOP). Land price data calculated is the original land price data to the value of building that have been issued and it is also beingadjusted with the characteristic of the household economy in theresearch area.The result on the research shows that there are 60 land value zone from tax object salesvalue (NJOP) and also from the land value transaction survey. Keyword : Land Value Zone, Tax Object Sales Value, Tax on Aquistion of Land and Building     *) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS PERBANDINGAN POTENSI ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN BERDASARKAN TOTAL NILAI EKONOMI DENGAN MEMANFAATKAN NILAI KEBERADAAN DAN NILAI GUNA LANGSUNG ( STUDI KASUS : PANTAI WIDURI DAN PANTAI BLENDUNG KABUPATEN PEMALANG) Kanti Ismawati; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.391 KB)

Abstract

ABSTRAKKawasan wisata merupakan aset yang tidak ada nilai pasar sehingga perlu perhitungan dengan metode pendekatan. Penelitian ini perlu dilakukan untuk membantu penentuan pengembangan suatu kawasan. Pada penelitian ini penghitungan zona nilai ekonomi kawasan menggunakan metode Contingent Valuationt Method (CVM) dan Travel Cost Method (TCM). Data yang digunakan dalam perhitungan sebanyak 130 responden untuk TCM Pantai Widuri, 120 responden untuk TCM Pantai Blendung dan 120 responden untuk CVM Pantai Widuri, 110 responden CVM untuk Pantai Blendung. Data responden TCM adalah pengunjung wisata yang ada di kedua kawasan pantai, sedangkan responden data CVM adalah orang-orang yang memanfaatkan pantai kawasan penelitian seperti pedagang dan pekerja di sekitar kawasan pantai. Teknik pengambilan sample dengan metode Non Probability Sampling artinya setiap anggota populasi mempunyai peluang terpilih tidak sama. Analisis data yang di lakukan dengan memanfaatkan nilai keberadaan dan nilai guna langsung. Data yang sudah terkumpul dilakukan uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas), validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 20 untuk mengetahui tipe data yang digunakan. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan menggunakan software excel dan software Maple 17. Hasil penelitian adalah total nilai ekonomi Pantai Widuri Rp. 33.655.483.296, total nilai ekonomi Pantai Blendung Rp. 1.869.729.929. Potensi wisatai dipengaruhi oleh jarak, jumlah pengunjung wisata dan jumlah penduduk kabupaten/kota. Interaksi spasial tertinggi ada pada Pantai Widuri dan Kabupaten Pemalang yang menunjukan potensi Pantai Widuri lebih besar dibanding Pantai Blendung. Kunci : CVM, Pantai Blendung, Pantai Widuri, TCM, ZNEK. ABSTRACTTourist area is an asset that has no market value so it needs to be calculated using the approach method. This research needs to be done to help determine the development of an area. In this research calculation of  zone economic value using the Contingent Valuationt Method (CVM) and Travel Cost Method (TCM).  calculation tcm 130 respondents for Widuri Beach, 120 respondents for Blendung Beach and cvm 120 respondents for Widuri Beach, 110 CVM respondents for Blendung Beach. TCM respondent are visitors in areas,  CVM respondents are people who use the area beaches such as traders and workers around the area. The sampling technique is the Non Probability Sampling method, meaning the opportunity for each member of the selected population is not the same. analysis by utilizing the existence value and direct value. The collected data is tested by classical assumptions (normality, autocorrelation, heteroscedasticity, and multicollinearity), validity and reliability using SPSS 20 to find out type data. processing method used multiple linear regression analysis and calculation using Maple 17. The results of the study total economic value of Widuri Beach Rp. 33,655,483,296,  total economic value of Blendung Beach Rp. 1,869,729,929. Tourism potential is influenced by distance, number of tourist visitors and the number of residents of the district / city. The highest spatial interactions in Widuri Beach and Pemalang District. Keywords: Blendung Beach, CVM, TCM, Widuri Beach, ZNEK.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Ade Naufalita Aditya Dharmawan Afifah Asis Agatha Dimitri V. D. Kusumo Ahmad Firdous Syifa Ahmad Syauqani Ajeng Dwi Maturinsih Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo Akhmad Didik Prastyo Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq Alfonsus Bima Samudra Anastasia Astuti Andhono Yekti Andre Hidayat Andri Suprayogi Anggit Swarna Bumi Annisa Usolikhah Antonius Grizalde Simamora Anugrah, Riandhi Ardhian Setiawan Saputra ARDI SETYO PRATOMO Ardiansyah Ardiansyah Ari Setiani Arief Laila Nugraha Arif Witoko Arrizqa Laili Fitriana Arsyad Nur Ariwahid Arwan Putra Wijaya Ashari, Taufiq Ichsan Astriana Dewi Aulia Darmaputri Savitri Bagas Arif Widyagdo Bagus Yuli Arianto Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bashit, Nurhadi Bayu Pradana Benita Roseana Benning Hafidah Kadina Bunga Roliesta Sari Charisma Parasandi Alfarizi Cindy Puspita Sari DANI PURBA Dedigun Bintang Fajeri Delima Canny Valentine Simarmata Desita Khrisna Putri, Dian Ayu Saraswati Diana Masmaulidia Diana Nukita Dinda Anisa Anggraini Dwi Rini Septiani Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Faiz Islam Farid Burhanudin Yusup Fauzi Janu A Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Aji Ratnawati Fryda Arlina Mahardika Galih Putro Pamungkas GETMA LAVEMIA Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Hani'ah . Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hayu Rianasari Heranda Ibnu Adhi Herjuno Gularso Hisni Theresia Br Sinuraya Humaira Qanita Husen Ibnu Said Ihsan Pakaya Irfan Baharudin Istighfary Abirama Cininta Iva Kusniawati JACKIE SUPRAWITO NABABAN Jerson Otniel Purba Jetri Livia Rindika Kandiawan, Ulfa Fathul Kanti Ismawati Kemala Medika Putri Khoirul Isnaini Aulia Kukuh Ibnu Zaman Kurniawan Putra Widya Wardana L. M. Sabri Laisa Usrini Lasmi - Rahayu Leur P. Maranatha Sitorus LM. Sabri Lusiana Dewi Fatmalasari Lutfia Pangestika Lydia Fadilla Maharany Shandra Ayu Hapsary Maharditya Yoga Pramudyono Mashita Rahati Mavita Nabata Dzakiya Meilina Fika Mayangsari Merpati Dewo Kusumaningrat Mia Aulina Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Idris Mufid Damar Pidekso Mufti Yudiya M. Muhammad Amar Makruf Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Fitrianto Muhammad Haris Febriansya Muhammad Nida Hakim El Wafa Muhammad Ulya Nadia Anggraeni Yuristasari Naftalie Dinda Rianty Nahar Dito Utama Giardi Nathania, Jessica Nida Shabrina Nisrina Niwar Hisanah Novian Nur Aziz Novita Amelia Nugra Putra Pembayun NUGRAHANI, MEIGA Nur Aziz Putra Aditama Nurfika Maulina Larasati Nurhadi Bashit Oktaviani Arumingtyas Pinastika Nurandani Polin Mouna Togatorop Pratama Irfan Hidayat Purwi Fitroh Hidayati Putri Ardianti Kinasih R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahmah, Azizah Nur Rajagukguk, Trevi Austin Ramlansius Tumanggor, Ramlansius Riana Kristiani Priskila Putri Rico Waskito Putro Rifky Satrio Utomo Riski Kadriansari Rismauly Yunita Tampubolon Rista Omega Septiofani Rizki Budi Kusumawardani Rizky Arga Himawan Rizky Silvandie Rudi Cahyono Putro Sarmedis Anrico Situmorang Saul Ambarita SELLI ANGELITA BR SITEPU Selli Angelita Sitepu Sitepu, Selli Angelita Siti Khoeriyah Sondang Artania Sidauruk Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Suwirdah Pebriyanah Swandi Sihombing Syarifa Naula Husna Tika Christy Novianty Trevi Austin Rajagukguk Tri Rahmawati Winda Kusuma Tristika Putri Utama Giardi, Nahar Dito Valent, Caesara Geacesita Viradhea Gita R. L. Wahyu Eko Saputro Wahyu Satya Nugraha Wahyuddin, Yasser Wenang Triwibowo, Wenang Wisnu Hanggoro Yasser Wahyuddin Yose Rinaldy N Yudo Prasetyo