Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERUBAHAN LUAS DAN POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN (Studi Kasus : Kecamatan Tembalang, Kecamatan Banyumanik, Kecamatan Gunungpati, Kecamatan Mijen Kota Semarang Jawa Tengah) Dian Ayu Saraswati; Sawitri Subiyanto; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.57 KB)

Abstract

ABSTRAKJumlah penduduk dan aktivitas pembangunan yang semakin meningkat menuntut ketersediaan lahan terutama lahan permukiman dan fasilitasnya juga meningkat pesat, sedangkan ketersediaan lahan terbatas. Ketidakseimbangan akan hal tersebut memungkinkan terjadinya pemusatan permukiman di daerah/ wilayah tertentu yang kemudian akan membentuk pola persebaran permukiman tertentu dan berbeda-beda, terjadinya kenaekaragaman pola persebaran permukiman sebagai wujud persebaran penduduk yang tidak merata. Sehingga dibutuhkan informasi mengenai perubahan penggunaan lahan dan pola persebaran permukiman dalam kaitannya dengan  tata guna lahan pada perencanaan kota.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dengan interpretasi penggunaan lahan pada peta Rupabumi tahun 1992 dan Citra SPOT 6 tahun 2014 yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tetangga terdekat untuk mengetahui pola persebaran permukiman.Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis didapatkan perubahan luas lahan permukiman di Kecamatan Tembalang, Banyumanik, Gunungpati dan Mijen tahun 1992 sampai tahun 2014 mengalami perubahan sebesar 1.466,837 Ha, sedangkan lahan non permukiman mengalami perubahan sebesar 2.617,194 Ha. Pola persebaran acak mengalami perubahan sebesar 167,1764 Ha, sedangkan pola persebaran mengelompok mengalami perubahan sebesar 1.326,2547 Ha. Kata Kunci : Perubahan Penggunaan Lahan, Citra SPOT 6, Pola Persebaran Permukiman, Analisis Tetangga Terdekat ABSTRACTThe increasing of population and development activities demands the availability of land, especially land settlements and facilities are also increasing rapidly whereas the availability of land are limited. The imbalance would it enable the concentrations of settlements in some areas or regions which is will form a specific and different distribution pattern settlements. The diversity of distribution patterns of settlements are happened as a form of uneven population distribution. So that required an information regarding changes in land use and the distribution pattern of settlements in relation to land use in urban planning.This study using a remote sensing technique method and geographic information system with the interpretation of land use on Topographicmap in 1992 and SPOT Image 6  year 2014 which was then analyzed using the nearest neighbor analysis to determine the distribution pattern of settlements. Based on the data processing and result analysis obtained changes in land settlement in the district of Tembalang, Banyumanik, Gunungpati, Mijen from 1992 to 2014 change in amount of 1.466,837 hectares, while non-residential land change in amount of 2.617,194 hectares. Random distribution pattern changed in amount of  167,1764 hectares, whereas the clump distribution pattern changed in amount of  1.326,2547 hectares. Keywords : Land Use Changes, SPOT 6 Imagery, The Distribution Pattern of Settlement, Nearest Neighbor Analysis *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS PENENTUAN NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi kasus: Taman Kyai Langgeng Kota Magelang) Alfonsus Bima Samudra; Yudo Prasetyo; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.908 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia adalah negara yang mempunyai banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Kota Magelang adalah salah satu kota yang menjadi tujuan bagi para wisatawan untuk melakukan kunjungan. Salah satu tempat wisata yang menjadi ujung tombak kota Magelang adalah Taman Kyai Langgeng. Dengan adanya objek wisata yang banyak maka diperlukan juga pengelolaan yang ekstra. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan pembuatan Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) untuk mengetahui nilai total ekonomi dan manfaat berdasarkan keinginan untuk membayar (willingness to pay) wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat dari Taman Kyai Langgeng.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Travel Cost Method (TCM) untuk mendapatkan nilai kegunaan (UV) dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk mendapatkan nilai bukan kegunaan (NUV). Data yang digunakan adalah 70 responden untuk TCM dan 70 responden untuk CVM yang dilakukan dengan menyebar kuisioner dengan metode sampel aksidential dimana siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan menghitung nilai total ekonomi menggunakan perangkat lunak maple 17. Serta dilakukan juga pengujian asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, multikolinieritas dan autokorelasi), validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 17.Hasil uji asumsi klasik dari penelitian ini menunjukkan semua data berdistribusi normal, tidak mengalami heteroskedastisitas, tidak memiliki multikolinieritas dan terbebas dari autokorelasi. Sedangkan hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan hasil valid dan reliable pada model yang digunakan. Hasil dari perhitungan nilai total ekonomi didapatkan nilai total kegunaan sebesar Rp. 695.572.615.400, nilai total bukan kegunaan sebesar Rp. 16.095.842.250. Sehingga diperoleh nilai total ekonomi Taman Kyai Langgeng sebesar Rp. 711.668.457.650. Nilai total ekonomi menghasilkan peta zona nilai ekonomi kawasan, yang dapat digunakan untuk evaluasi nilai kawasan Taman Kyai Langgeng.Kata Kunci: Contingent Valuation Method, Regresi Linear Berganda, Travel Cost Method, Zona Nilai Ekonomi KawasanABSTRACTIndonesia is a country that has a lot of amazing place for tourist destination.  One of them in Magelang, Central Java named Taman Kyai Langgeng. As a tourist destination is need to managed it better. Based on it, it’s need to reseach  Zone of Economic Value to the Area (ZNEK).  We use this to know the total economic value and benefit  based on willingnes to pay by visitor and benefit to people around these place.The method used in the reseach are Travel Cost  Method (TCM) that purpose to get Usability Value(UV) and Contigent Valuation Method (CVM) that purpose to get Non-Usability Value (NUV). The data used 140 respondents, 70 to TCM and 70 respondents  to CVM by distributing  questionnaires with an accidental sample method whereby anyone who meets the researcher and deems appropriate as a data source. Data procesing method used is Multiple Linear Regression Analysis and calculate the total economic value using Maple 17 software. And also doing clasical  assumption testing (ie. Normality, heteroscedasticity, multicolinearity and autocorrelation) validity and reliability using SPSS 17.The result of the reseach using clasical assumption testing indicated that all data are normal distribution, no heteroscedasticity , have no multicolinearity and independent of autocorelation. The result using validity and reliability test are valid and reliable. And the result of calculation of total economic value are Rp. 714.668.457.650 that consist of  Usabiliy Value(UV) Rp. 695.572.615.400, Non-Usability Value(NUV) rp. 16.095.842.250. Total economic value produces a zone of economic value map, that can be used to evaluate the value.Keywords:  Contingent Valuation Method, Multiple Linear Regression, Travel Cost Method, Zone Of The Economic Value Of The Area
ANALISIS MODEL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DI KOTA SALATIGA Iva Kusniawati; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.216 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan perkotaan yang pesat dapat dilihat dari peningkatan jumlah penduduk dan mobilitas penduduk, sehingga kebutuhan akan lahan terbangun juga semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan dan memprediksi perubahan penggunaan lahan di masa yang akan datang dengan mengintegrasikan model cellular automata dan artificial neural network serta menguji tingkat validitas dari model prediksi. Variabel yang digunakan sebagai faktor pendorong terjadinya perubahan lahan adalah jarak ke pemukiman, jarak ke jalan, dan jarak ke sungai, serta data kepadatan penduduk. Penelitian ini menitik beratkan pada penggunaan lahan industri, pemukiman, dan lahan pertanian. Data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain peta penggunaan lahan tahun 2008 dan 2013 dari penelitian terdahulu, peta penggunaan lahan tahun 2018 hasil digitasi dan validasi lapangan. Data jaringan jalan, data jaringan drainase, dan data kepadatan penduduk digunakan sebagai data untuk faktor pendorong pemodelan. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan penggunaan lahan tahun 2008−2018 didominasi oleh perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Lahan pertanian mengalami penurunan sebesar 211,51 ha, pemukiman mengalami peningkatan sebesar 96,39 ha, dan industri mengalami peningkatan sebesar 77,51 ha. Validasi pemodelan menggunakan dua metode, yaitu kappa dan analisis spasial yang menghitung perbedaan titik centroid dan analisis perbedaan luas. Hasil validasi pemodelan memiliki Indeks Kappa sebesar 0,972, nilai RMS sebesar 3,234 m, dan 96% luas antara peta prediksi dengan peta hasil digitasi dikatakan sesuai, sehingga pemodelan ini tergolong mempunyai kemiripan yang sangat baik terhadap kondisi eksisting penggunaan lahan tahun 2018.   Kata Kunci: ANN dan CA, Kota Salatiga, Perubahan Penggunaan Lahan, SIG ABSTRACT Rapid urban development can be seen from the increase in population and population mobility, so that the need for built-up land is also increasing. This study aims to determine changes in land use and predict future land use changes by integrating cellular automata and artificial neural network models and testing the validity of predictive models. The variables used as driving factors for land changes are distance to settlements, distance to roads, and distance to rivers, as well as population density data. This research focuses on the use of industrial land, settlement, and agricultural land. Data used in this study include land use maps for 2008 and 2013 from previous studies, land use maps for 2018 resulting from digitization and field validation. Road network data, drainage network data, and population density data are used as data for modeling driving factors. The results of this study indicate that changes in land use in 2008-2018 are dominated by changes in land use from agricultural land to non-agricultural land. Agricultural land decreased by 211.51 ha, settlement increased by 96.39 ha, and industry increased by 77.51 ha. Model validation uses two methods, namely kappa and spatial analysis which compute centroid point differences and area difference analysis. The results of modeling validation have a Kappa Index of 0.972, an RMS value of 3.234 m, and 96% of the area between the prediction map and the digitization map are said to be appropriate, so that this model is classified as having very good similarities to the existing conditions of land use in 2018.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Lutfia Pangestika; Sawitri Subiyanto; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.075 KB)

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan akses informasi akan pelayanan kesehatan merupakan hak bagi setiap masyarakat sekaligus kewajiban bagi Negara untuk menyediakannya sesuai amanat UU kesehatan tahun 2009. Hal inilah yang menuntut informasi fasilitas kesehatan juga harus bisa diakses dengan mudah. RIFASKES (Riset Fasilitas Kesehatan) merupakan salah satu program Kementrian Kesehatan RI melalui Balitbang Kemenkes untuk memantau fasilitas kesehatan milik pemerintah diantaranya puskesmas dan rumah sakit. Pemantauan meliputi kondisi bangunan puskesmas, jenis dan kategori tingkat pelayanan, jumlah tenaga kesehatan serta kelengkapan alat kesehatan. Pemantauan ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran dan fungsi fasilitas kesehatan pemerintah untuk kesehatan masyarakat, namun terkendala dalam mendapatkan data yang selama ini dilakukan secara konvensional.Pada penelitian ini dibuat sistem informasi geografis berbasiskan web untuk mengetahui persebaran tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit agar mampu menyediakan informasi bagi masyarakat. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data spasial (koordinat x y) menggunakan GPS handheld dan data non spasial. Penelitian ini dikembangkan menggunakan basis data MySQL dan peta menggunakan Google Maps API.Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi SIG berbasis web yang menampilkan lokasi layanan kesehatan beserta tenaga kesehatan dan fasilitas dari layanan kesehatan. Web tersebut dapat diakses pada situs www.gistenagakesehatankotasemarang.com.  
PEMETAAN POTENSI BENCANA ALIRAN LAVA GUNUNG SINABUNG MENGGUNAKAN CITRA ASTER GDEM Polin Mouna Togatorop; Sawitri Subiyanto; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.49 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan jumlah penyebaran gunung api yang sangat banyak dan tersebar pada jalur ring of fire dansalah satunya adalah gunung Sinabung. Banyak gunung api di Indonesia, Gunung Sinabung ini sangat menarik karena pada sekitar tahun 1600an pasif tidak meletus.Kemudian aktif dan meletus pada tahun 2010 dan hingga sekarang tahun 2016 masih tetap erupsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses mitigasi bencana gunung api dengan memetakan aliran lava serta menentukan kawasan rawan bencana erupsi gunung api. Sehingga didapat kawasan dengan tingkat kerentanan yang paling tinggi sampai rendah berdasarkan parameter kepadatan penduduk, jarak dari sumber letusan, dan tutupanlahan.                Pemetaan aliran lava ini menggunakan citra ASTER GDEM kemudian diolah menggunakan ArcGIS dengan toolsanalisis hidrologi. Aliran lava merupakan pola aliran air yang didapat sesuai dengan sifat kegunungapian gunung Sinabung.Kemudian aliran lava ini dibuffering untuk analisis potensi dan tingkat kerentanan pada kawasan Sinabung.                Hasil dari penelitian ini yaitu berupa kawasan rawan bencana disekitar kawasan gunung Sinabung yang terlanda aliran lava terdiri dari 45 Desa yang tersebar di 5 Kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kawasan tersebut terbagi dalam tiga zona bahaya , yaitu KRB III (tinggi) dengan luas wilayah 80,012 Km2, KRB II (sedang) dengan luas wilayah 73,092 Km2, KRB I (rendah) dengan luas wilayah 83,695 Km2. Dari 5 kecamatan ini juga terdapat kawasan dengan tingkat kerentanan masing – masing yaitu pada tingkat kerentanan sangat rendah 3206,934 ha, rendah 2856,671 ha, sedang 4727,821 ha, tinggi 3015,143 ha, dan sangat tinggi 1678,429 ha.Kata Kunci: Gunung Sinabung, Kawasan Rawan Bencana, Risiko, Kerentanan, dan Lava ABSTRACT                 Indonesia is a country with the deployment of volcanoes spreading in the ring of fire line and one of them is Sinabung Volcano. Though there many volcanoes exist in Indonesia, Sinabung volcano is one of the very interesting volcanoes as since early 1600’s it was passive and did not nevererupt. It has suddenly actived and erupted in 2010 and it is still erupting even now. This research aims to make a mitigation process of disasters by mapping the lava flows and determining the areas with the prone-eruption volcanoes. Thus, it can be obtained the areas with the highest to the lowest vulnerability levelbased on the parameters of population density, distance from the source of the eruption and land cover.This lava flows mapping uses ASTER GDEMimage which is then processed using the hydrologic analysis tools of ArcGIS. The lava flows are the pattern of water flows obtained by suitabling with the volcanologist of the Sinabung volcano. Then, this lava flows are buffered to know a potential analysis and the vulnerability level of Sinabung Volcano.The research shows that a prone-eruption area is around the area that was devastated by the Sinabung volcano lava  flows consist of 45 villages that are divided into 5 sub-districts in Karo, North Sumatra. The region is divided into three prone zones, that is KRB III (high), KRB II (medium), and KRB I (low) with the areas are about 80,012km2, 73,092 km2 and 83.695 km2, respectively. In 5 districts of the areas also include the vulnerability level, that is a very low, low, medium, high and very high with the areas are about 3206,934 ha, 2856,671 ha, 4727,821 ha, 3015,143 ha and 1678,429 ha, respectively.Keywords: Sinabung Volcano, Disater-Prone Areas, Risky, Vulnerability, and Lava *) Penulis Penanggung Jawab
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN NILAI JUAL TANAH TERHADAP ZONA NILAI TANAH Anastasia Astuti; Sawitri Subiyanto; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.68 KB)

Abstract

ABSTRAKKecamatan Banyumanik merupakan salah satu dari 16 Kecamatan yang berada di wilayah Pemerintah Kota Semarang. Kecamatan Banyumanik termasuk dalam pembagian wilayah yang memiliki fungsi sebagai perencanaan pemukiman. Hal ini mengakibatkan tingginya permintaan dan penawaran lahan di wilayah Banyumanik. Pengaruh dari tingginya permintaan dan penawaran lahan tersebut adalah terjadinya perubahan harga tanah di wilayah Kecamatan Banyumanik. Untuk itu diperlukan adanya penelitian untuk menganalisis terjadinya perubahan nilai jual tanah.Pada awalnya penelitian ini dilakukan dengan pembuatan zona awal dengan menggunakan peta administrasi Kecamatan Banyumanik dan citra Ouickbird. Selanjutnya dilakukan pembuatan peta Zona Nilai Tanah tahun 2011 dan 2013 dengan menggunakan peta zona awal dan data transaksi hasil survei lapangan. Langkah selanjutnya pembuatan peta perubahan harga tanah, yang diperoleh dari hasil overlay  peta ZNT  tahun 2011 dan peta ZNT tahun 2013. Kemudian dilakukan analisis terhadap perubahan nilai jual tanah yang terjadi.Hasil penelitian menunjukkan dalam rentang waktu tahun 2011 sampai denga tahun 2013 terjadi perubahan harga tanah. Perubahan harga tanah terbesar di zona 69 yaitu sebesar Rp. 5.242.097,00 per meter persegi. Zona 69 merupakan wilayah pemukiman padat, sedangkan perubahan harga terkecil terjadi pada zona 82 yaitu sebesar Rp57.657,00 per meter persegi. Zona 82 merupakan wilayah pertanian yang tandus.Terjadinya perubahan harga lahan dipengaruhi faktor nilai jual lahan yang berbeda di setiap zona nilai tanah. Zona 69 yang memiliki tingkat perubahan harga tertinggi, hal tersebut bisa terjadi karena zona 69 merupakan kawasan pemukiman yang letaknya strategis, dan memiliki aksesbilitas yang mudah.Pada zona 82 memiliki tingkat perubahan harga tanah yang paling rendah, hal terebut karena faktor nilai jual lahan yang tidak mendukung nilai ekonomis tanah pada wilayah tersebut.Kata kunci :Zona Nilai Tanah, Perubahan Harga Tanah, Faktor Nilai Jual Lahan.                                             ABSTRACTBanyumanik district is one of sixteenth districts located in Semarang. Banyumanik district is included in the teritorial division which has function as settlement planning. Therefore, it causes the high demand and supply for land in Banyumanik areas. The effect of the high demand and supply is the changes of land price in Banyumanik district. Thus, it is required a research to analyze the changes of sale value of land. First, the research is done by making an initial zone using the administration map of Banyumanik district and Ouickbird image. The second step is making zone map of sale value in 2011 and 2013 using the initial zone and transactional data from the result of field survey. Then, the next step is making map of the changes of land price, which is obtained from the result of overlaying ZNT map in 2011 and ZNT map in 2013. Data are processed using ArcGIS 10.1 software. Finally, it will analyze the changes of sale value of land.The result of this research shows that there is the changes of land price within 2011 to 2013. The biggest changes of land price are in zone 69 most Rp. 5,242,097.00 per square meter, which are settlement areas. While the lowest changes of land price are occured in zone 82 is equal Rp57.657,00 per square meter, which are barren agricultural areas. The changes of land price are influenced by sale value of land factor which are different for every land value zone. Zone 69 which has the highest rate of price change, it can happen because of the zone 69 is strategically located residential area, and has easy accessibility.In zone 82 has a rate of change of the price of land is low, it stretcher because of the sale value of the land that does not support the economic value of land in the region. Keywords : land value zone, changes of land price, sale value of land factor.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH PADA DAERAH GENANGAN BANJIR ROB DI KECAMATAN PEKALONGAN UTARA TAHUN 2014-2018 Ade Naufalita; Sawitri Subiyanto; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.325 KB)

Abstract

Kecamatan Pekalongan Utara terletak di bagian utara Kota Pekalongan yang berbatasan langsung dengan laut jawa. Kecamatan Pekalongan Utara memiliki luas wilayah 691,721 Ha, yang terbagi ke dalam 7 Kelurahan. Kecamatan Pekalongan Utara termasuk wilayah dengan area permukiman cukup padat dan memiliki permasalahan banjir rob sudah mulai parah. Akibat adanya genangan banjir rob mengakibatkan penurunan fungsi lahan yang berada pada daerah genangan maupun di sekitar genangan. Penurunan fungsi lahan selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan nilai tanah akibat perubahan penggunaan lahan pada lokasi tersebut, baik naik hingga nilai tanah turun. Penelitian membahas mengenai perubahan nilai tanah akibat perubahan penggunaan lahan pada daerah genangan banjir rob. Analisis dilakukan dengan pembuatan zona nilai tanah tahun 2018 yang kemudian di overlay dengan peta ZNT tahun 2014 sehingga didapat perubahan ZNT tahun 2014-2018. Peta perubahan ZNT ini kemudian di overlay dengan peta perubahan penggunaan lahan dan peta genangan banjir rob, sehingga dapat di analisis kaitan perubahan nilai tanah akibat perubahan penggunaan lahan pada daerah genangan banjir rob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 klasifikasi perubahan penggunaan lahan pada daerah genangan banjir rob yaitu, perubahan penggunaan lahan tambak ke rawa, lahan kosong ke rawa dan lahan kosong ke permukiman dengan total luas 843.153 m2. Perubahan penggunaan lahan terbesar adalah perubahan tambak ke rawa dengan luas 544.342 m2. Kenaikan terbesar nilai tanah yang diakibatkan perubahan penggunaan lahan pada daerah genangan banjir rob dengan besar peningkatan 145,81% yang terletak pada daerah di selatan Jalan Raya Jeruk Sari dan berada pada perbatasan antara Kota Pekalongan dengan Kabupaten Pekalongan, yang mengalami perubahan penggunaan lahan tambak ke rawa, sedangkan penurunan zona nilai tanah terbesar adalah -42,22% yang terletak pada daerah berada pada Jalan Kunti Utara seberang SDN Kandang Panjang 10,  yang mengalami perubahan penggunaan lahan kosong ke rawa. Perubahan ZNT pada daerah genangan banjir rob hasil penelitian ini kurang di pengaruhi oleh perubahan penggunaan lahan dan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti aksesibilitas hingga adanya fasilitas umum disekitar.
ANALISIS GEOSPASIAL KORELASI PENURUNAN MUKA TANAH TERHADAP HARGA TANAH DI WILAYAH KECAMATAN SEMARANG UTARA Muhammad Amar Makruf; Sawitri Subiyanto; Moehammad Awwaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.999 KB)

Abstract

ABSTRAKNilai tanah merupakan suatu kondisi ketersediaan dan kebutuhan tanah (supply and demand) di dalam kekuatan pasar tanah. Nilai biasanya diwujudkan dengan nilai jual pasar dalam situasi yang kompetitif antara penjual dan pembeli. Sedangkan Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan area yang menggambarkan nilai tanah yang relatif sama. Zona Nilai Tanah di Kecamatan Semarang Utara sendiri berbeda dengan daerah lain yang dipengaruhi oleh faktor penentu nilai dan harga tanah, tapi berkaitan dengan daerah banjir dan turunnya permukaan tanah. Penurunan muka tanah (PMT) merupakan permasalahan yang umum terjadi di kota – kota besar. Penurunan tanah merupakan hal yang serius terutama apabila penurunan tanah terjadi di daerah pesisir pantai. Kondisi tersebut karena daerah pesisir sangat rentan terhadap tekanan lingkungan, baik yang berasal dari daratan maupun dari lautan (Yuwono dkk., 2013). Dalam penelitian dibentuk peta Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan nilai tanah dengan penilaian massal menggunakan pendekatan perbandingan harga pasar yang dioverlay dengan Peta Jaringan Jalan, Peta Administrasi Kecamatan Semarang Utara dan dibandingkan Peta Penurunan Muka Tanah. Dalam penentuan uji korelasi menggunakan koreasi Pearson untuk menntukan tingkat nilai korelasi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 98 Zona Nilai Tanah terdampak penurunan muka tanah di Kecamatan Semarang Utara. Sedangkan dari analisis perubahan nilai tanah kaitannya dengan penurunan muka tanah, pada tahun 2013 dengan nilai terendah Rp 100.000 pada Kelurahan Tanjung Mas dan nilai tertinggi sebesar Rp 11.183.000 yang berada pada Kelurahan Dadapsari, kemudian pada tahun 2019 mengalami perubahan harga tanah dengan nilai terendah sebesar Rp 378.000 yang berada Kelurahan Bandarharjo dan nilai tertinggi sebesar Rp 19.056.000 yang berada di Kelurahan Dadapsari.. Sedangkan hasil uji korelasi menunjukkan bahwa pengaruh penurunan tanah cukup berpengaruh dalam penentuan harga tanah. Kata Kunci : Kecamatan Semarang Utara, Korelasi, Nilai Tanah, PMT, ZNT ABSTRACTLand value is a condition of the availability and demand of land (supply and demand) in the strength of the land market. Value is usually realized by market selling value in a competitive situation between seller and buyer. Whereas the Land Value Zone (ZNT) is an area that represents relatively similar land values. The Land Value Zone in the North Semarang District itself is different from other regions which are influenced by determinants of land values and prices, but are related to areas of flooding and land subsidence. Land subsidence (PMT) is a common problem in big cities. Land subsidence is serious, especially if land subsidence occurs in coastal areas. This condition is because the coastal areas are very vulnerable to environmental pressures, both originating from land and from the ocean (Yuwono et al., 2013). In this study, a Land Value Zone (ZNT) map was formed based on land values with mass valuation using a market price comparison approach that was overlapped with a Road Network Map, Administrative Map of North Semarang Subdistrict and compared to a Land Acceleration Map. In determining the correlation test using Pearson's chore to determine the level of correlation value. The results showed that there were 98 Land Value Zones affected by subsidence in North Semarang District. Whereas from the analysis of changes in land value in relation to land subsidence, in 2013 with the lowest value of Rp 100,000 in Tanjung Mas and the highest value of Rp 11.183.000 in Dadapsari, then in 2019 there was a change in land prices with the lowest value of Rp. 378,000 in Bandarharjo Village and the highest value of Rp. 19,056,000 in Dadapsari Village. While the correlation test results show that the effect of land subsidence is quite influential in determining land value.
ANALISIS PENGARUH BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG (KJA) DAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI PERAIRAN WADUK JATILUHUR MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH Nugra Putra Pembayun; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKWaduk Jatiluhur sebagai sumber baku air minum untuk daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta dikhawatirkan telah mengalami penurunan kualitas air. Perubahan tutupan lahan sekitar area waduk Jatiluhur serta peningkatan jumlah budidaya keramba jaring apung di indikasi menjadi penyebab penurunan kualitas air di waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. Salah satu parameter fisik kualitas air adalah Total Suspended Solid, sementara itu peningkatan TSS mengindikasikan penurunan kualitas air. Banyak metode untuk melakukan studi mengenai kualitas fisik air, salah satunya dengan menggunakan kombinasi metode perhitungan algoritma TSS pada citra satelit.Pada penelitian ini analisis menggunakan citra satelit Landsat 5 dan 8 secara multitemporal pada tahun 2000, 2004, 2007, 2013 dan 2015. Untuk melakukan pendugaan TSS di waduk Jatiluhur menggunakan algoritma TSS dari Syarif Budhiman, Parwati serta Woerd dan Pasterkamp yang kemudian dibandingkan dengan uji regresi sederhana dengan kadar TSS di lapangan. Untuk analisis klasifikasi tutupan lahan dan identifikasi Keramba Jaring Apung (KJA) menggunakan metode klasifikasi terbimbing secara multitemporal. Klasifikasi tutupan lahan terbagi menjadi 6 kelas yaitu perairan, pemukiman, vegetasi, hutan, sawah dan lahan kosong.Hasil uji algoritma menghasilkan algoritma TSS dari Syarif Budhiman menghasilkan TSS penduga dengan nilai error yang paling kecil dengan nilai koefisien regresi sebesar 81% dan RMSe sebesar 3.31 mg/l dari data validasi lapangan. Pemodelan TSS pada citra landsat secara multitemporal menghasilkan kadar TSS pada kurun waktu tahun 2000-2015 meningkat. Hasil analisis pengaruh perubahan tutupan lahan dan kegiatan keramba jaring apung terhadap kadar TSS dengan regresi linier berganda menunjukan indikasi kuat pengaruh perubahan tutupan lahan dan KJA terhadap kenaikan TSS dengan koefisien determinasi 98% dan persentase faktor pengaruh perubahan pemukiman sebesar 70%, KJA 14%, vegetasi 11%, dan sawah 3% terhadap kadar TSS waduk.Kata kunci: KJA, Klasifikasi Terbimbing, Total Suspended Solid, Tutupan Lahan, WadukABSTRACTJatiluhur reservoir as the main source of drinking water for West Java and Jakarta region is feared to have a water quality degradation. The changes of land cover area around, as well as the increasing number of fish cages are indicated as the causes of water quality degradation in Jatiluhur Reservoir. One of the physical parameters of water quality is Total Suspended Solid (TSS), while the increasing number of TSS indicates the water quality degradation. There  are some methods to analyse the physical quality of water, one of them is using TSS algorithms calculation.Analysis in this study used Landsat 5 and 8 satellite imagery multitemporal in 2000,2004,2007,2013 and 2015. The determination of TSS in Jatiluhur used TSS algorithms of Syarif Budiman, Parwati, Woerd and Parterkamp which were then compared by simple regression test with TSS levels insitu. Analysis for the land cover classification and fish cages identification used supervised classification method multitemporal. The land cover  classification was divided into six classes, namely water, settlement, vegetation, forest, rice field, and bare land.The algorithm test of Syarif Budiman resulted TSS estimator with smallest error value  which contained 81% regression coeficient and 3,31 mg/l RMSe from the field validation data. The TSS modelling of landsat image multitemporal showed the increasing of TSS level in 2000 to 2015. Analysis result of the effect of land cover area and floating fish cages activities change on TSS level with multiple linear regression showed a strong indication on the increasing number of TSS level with 98% determitation coeficient and presentation of the effect of changing in settlement area was 70%, KJA was 14%, vegetation area was 11% and rice field was 3% to TSS level in Jatiluhur Reservoir.Keywords: Land use, Net Fish Cages, Reservoir, Supervised Classification, Total Suspended Solid *) Penulis, penanggungjawab
PEMBUATAN PETA WISATA DIGITAL 3 DIMENSI OBYEK WISATA BROWN CANYON SECARA INTERAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN WAHANA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) Kemala Medika Putri; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.01 KB)

Abstract

ABSTRAK Peta merupakan sesuatu yang penting bagi perkembangan pariwisata. Dengan adanya peta, para wisatawan akan mudah untuk mengunjungi objek wisata. Proyek bekas galian tambang pasir yang yang terletak di Desa Rowosari, Tembalang menjadi terkenal karena kesamaan penampakannya dengan Grand Canyon Arizona, United States. Kehadiran peta wisata digital 3 dimensi yang dilengkapi dengan informasi spasial dari objek sangat penting untuk membantu wisatawan ke tempat tersebut dengan mudah. Salah satu metode pemetaan yang dapat digunakan yaitu fotogrametri menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Penulis menggunakan DJI Phantom 3 Professional dalam penggambilan foto udara dan menggolah data foto udara menggunakan Agisoft Photoscan dan Drone Deploy. GPS handheld juga digunakan untuk mengambil informasi data spasial yang berupa point of interest di lapangan. Metode ini sangat efektif dalam akuisisi data dan juga efisien dari segi waktu dan biaya operasional. Pada akhir penelitian ini, hasil pengukuran dan pembuatan peta digital 3 dimensi akan diinputkan pada web GIS Brown Canyon dan beberapa atribut informasi tentang lokasi tersebut. Kata Kunci : Aerial photography, Geographic Information System, Photogrammetry, UAV  ABSTRACT Maps are essential in supporting tourism. It facilitates tourists to get to the tourist objects without difficulty. One of the arising tourist objects in Semarang that attracts many people is Brown Canyon. The old abandoned sand mine project located in Worosari, Tembalang got its popular name for its similar landscape as the Arizona Grand Canyon in the United States. Therefore, it is necessary to make an interactive three-dimensional map complete with the spatial information of the object to help people getting there effortlessly. One of the mapping methods that can be used is Photogrammetry with UAV (Unmanned Aerial Vehicle). This method is effective in data acquisition as well as efficient in terms of time and operational cost. Subsequently, a handheld GPS is utilized to include the necessary spatial information at several points of interest on site. Certainly, effectiveness and efficiency of the Photogrammetry method are not the only two concerns. Output quality must also be taken into consideration. In the end of the research, measuring results will be put into a GIS web (Geographic Information System) on the map area of Brown Canyon and some feature information about the location. Keywords: Aerial photography, Geographic Information System, Photogrammetry, UAV
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Ade Naufalita Aditya Dharmawan Afifah Asis Agatha Dimitri V. D. Kusumo Ahmad Firdous Syifa Ahmad Syauqani Ajeng Dwi Maturinsih Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo Akhmad Didik Prastyo Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq Alfonsus Bima Samudra Anastasia Astuti Andhono Yekti Andre Hidayat Andri Suprayogi Anggit Swarna Bumi Annisa Usolikhah Antonius Grizalde Simamora Anugrah, Riandhi Ardhian Setiawan Saputra ARDI SETYO PRATOMO Ardiansyah Ardiansyah Ari Setiani Arief Laila Nugraha Arif Witoko Arrizqa Laili Fitriana Arsyad Nur Ariwahid Arwan Putra Wijaya Ashari, Taufiq Ichsan Astriana Dewi Aulia Darmaputri Savitri Bagas Arif Widyagdo Bagus Yuli Arianto Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bashit, Nurhadi Bayu Pradana Benita Roseana Benning Hafidah Kadina Bunga Roliesta Sari Charisma Parasandi Alfarizi Cindy Puspita Sari DANI PURBA Dedigun Bintang Fajeri Delima Canny Valentine Simarmata Desita Khrisna Putri, Dian Ayu Saraswati Diana Masmaulidia Diana Nukita Dinda Anisa Anggraini Dwi Rini Septiani Dwi Setyo Wicaksono, Dwi Setyo Faiz Islam Farid Burhanudin Yusup Fauzi Janu A Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Aji Ratnawati Fryda Arlina Mahardika Galih Putro Pamungkas GETMA LAVEMIA Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Hani'ah . Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Hayu Rianasari Heranda Ibnu Adhi Herjuno Gularso Hisni Theresia Br Sinuraya Humaira Qanita Husen Ibnu Said Ihsan Pakaya Irfan Baharudin Istighfary Abirama Cininta Iva Kusniawati JACKIE SUPRAWITO NABABAN Jerson Otniel Purba Jetri Livia Rindika Kandiawan, Ulfa Fathul Kanti Ismawati Kemala Medika Putri Khoirul Isnaini Aulia Kukuh Ibnu Zaman Kurniawan Putra Widya Wardana L. M. Sabri Laisa Usrini Lasmi - Rahayu Leur P. Maranatha Sitorus LM. Sabri Lusiana Dewi Fatmalasari Lutfia Pangestika Lydia Fadilla Maharany Shandra Ayu Hapsary Maharditya Yoga Pramudyono Mashita Rahati Mavita Nabata Dzakiya Meilina Fika Mayangsari Merpati Dewo Kusumaningrat Mia Aulina Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Mohammad Idris Mufid Damar Pidekso Mufti Yudiya M. Muhammad Amar Makruf Muhammad Ardhi Ahadi, Muhammad Ardhi Muhammad Fitrianto Muhammad Haris Febriansya Muhammad Nida Hakim El Wafa Muhammad Ulya Nadia Anggraeni Yuristasari Naftalie Dinda Rianty Nahar Dito Utama Giardi Nathania, Jessica Nida Shabrina Nisrina Niwar Hisanah Novian Nur Aziz Novita Amelia Nugra Putra Pembayun NUGRAHANI, MEIGA Nur Aziz Putra Aditama Nurfika Maulina Larasati Nurhadi Bashit Oktaviani Arumingtyas Pinastika Nurandani Polin Mouna Togatorop Pratama Irfan Hidayat Purwi Fitroh Hidayati Putri Ardianti Kinasih R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahmah, Azizah Nur Rajagukguk, Trevi Austin Ramlansius Tumanggor, Ramlansius Riana Kristiani Priskila Putri Rico Waskito Putro Rifky Satrio Utomo Riski Kadriansari Rismauly Yunita Tampubolon Rista Omega Septiofani Rizki Budi Kusumawardani Rizky Arga Himawan Rizky Silvandie Rudi Cahyono Putro Sarmedis Anrico Situmorang Saul Ambarita SELLI ANGELITA BR SITEPU Selli Angelita Sitepu Sitepu, Selli Angelita Siti Khoeriyah Sondang Artania Sidauruk Stella Purnomo Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Sutomo Kahar Suwirdah Pebriyanah Swandi Sihombing Syarifa Naula Husna Tika Christy Novianty Trevi Austin Rajagukguk Tri Rahmawati Winda Kusuma Tristika Putri Utama Giardi, Nahar Dito Valent, Caesara Geacesita Viradhea Gita R. L. Wahyu Eko Saputro Wahyu Satya Nugraha Wahyuddin, Yasser Wenang Triwibowo, Wenang Wisnu Hanggoro Yasser Wahyuddin Yose Rinaldy N Yudo Prasetyo