Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Strategi Kebudayaan Kesenian Jaranan di tengah Modernisasi: Potret Jaranan Okta Putri Kencono Kota Surabaya Oktavia, Nur Laili; Sudrajat, Arief
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v9i2.37087

Abstract

Jaranan as the traditional heritage of the people of East Java, Surabaya faces great challenges due to urbanization and globalization. The Jaranan Okta Putri Kencono group, although new, managed to survive in the midst of social changes and competition with other art groups. This study examines the cultural strategies applied by this group to adapt to modernization. This research reveals how technological and social adaptations are applied in maintaining the existence of traditional arts amid declining interest in modern entertainment. This qualitative research examines Okta Putri Kencono cultural strategy in adapting to modernization in Surabaya. The study was conducted in Lakarsantri and Wiyung, Surabaya which were chosen because of their relevance to the group's origins and appearance. We triangulated between observation, interview, and documentation as our data collection methods. Interview was conducted with various members of the Okta Putri Kencono group, consisting of consists of the founder, leader, and bopo; bopo senior; and sound system administrator.The study show that three phases faced by Jaranan Okta Putri Kencono group are mythical phase, ontological phase, and functionalist phase. In the mystical phase, Jaranan still maintains spiritual rituals such as offerings as a tribute to ancestors. The ontological phase is characterized by the reinterpretation of traditional values to answer the challenges of modern society, including adaptation to performance elements without leaving traditional identities. Meanwhile, the functionalist phase adapts to modernization, Okta Putri Kencono integrates modern elements, such as audiovisual technology, updated story themes, and collaborations with young artists and creative communities. In essence, the Jaranan Okta Putri Kencono group has successfully navigated the challenges of modernity while preserving its rich cultural heritage. By adapting to changing times, the group ensures the continued vitality of the Jaranan tradition for future generations.
Strategic Digital Integration: Unravelling the Impact of Social Media, Data Analytics, and Branding on Sustainable Marketing Strategies and Consumer Engagement in the Tourism Industry in Bali Province Sudrajat, Arief
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 5 No. 1 (2024): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v5i1.495

Abstract

This study examines the complex dynamics of digital integration in Bali's travel and tourist sector, with a particular emphasis on the effects of branding, social media, and data analytics on customer engagement and sustainable marketing tactics. 355 different enterprises in the province responded to a quantitative analysis that was carried out. The structural model analysis validated all of the proposed hypotheses, while the measurement model assessment confirmed the constructs' validity and reliability. The findings highlight the beneficial connections between consumer involvement, branding tactics, data analytics adoption, social media integration, and sustainable marketing techniques. The study's conclusions can be trusted because the model fit indices show a respectable fit. This research highlights the strategic significance of digital integration for sustainability and customer connections, providing useful insights for companies trying to navigate Bali's tourism sector in the digital era.
Pengaruh Keluarga Broken Home terhadap Perilaku Delinkuen Anak: Analisis Fenomenologi Alfianah, Sinta Rahma; Sudrajat, Arief
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i5.6084

Abstract

Keluarga merupakan lembaga utama dalam memberikan segala aspek kehidupan pada anak. Oleh karena itu, permasalahan di dalam suatu keluarga akan berdampak pada pembentukan karakter anak. Dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keluarga broken home terhadap terbentuknya perilaku delinkuen pada anak. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, serta dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga broken home mendorong pembentukan perilaku delinkuen pada anak akibat kurangnya pengawasan dan keteladanan dari orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu keretakan keluarga memegang peran penting dalam pembentukan karakter negatif pada anak.
Motif Pengunjung Sendang Tirto Kamandanu Kediri dalam Perspektif Pilgrimage Tourism Febrianti, Kezya Agitha; Arief Sudrajat
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v6i2.9305

Abstract

Situs Sendang Tirto Kamandanu memiliki mata air yang konon memiliki khasiat magis danspiritual. Sendang ini merupakan tempat mandi dan menyucikan diri Raja Jayabaya sebelummelakukan pertapaan dan moksa. Tempat ini menjadi petilasan keramat yang dihormatimasyarakat dan menjadi tempat ziarah bagi masyarakat di Indonesia, khususnya Jawa Timur.Riset ini dilaksanakan untuk melihat motif dari pengunjung yang mendatangi situs SendangTirto Kamandanu dalam perspektif ziarah (pilgrimage). Pilgrimage tourism atau wisata ziarahmerupakan jenis wisata yang didorong oleh motif religius dan spiritual. Fokus penelitian iniadalah pada pengunjung Sendang Tirto Kamandanu yang berlokasi di Desa Menang,Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Pendekatan pada penelitian ini adalah deskriptifkualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan, wawancara, pengarsipanserta pengumpulan data sekunder dari jurnal, artikel yang terkait dan media massa yang validatau terpercaya. Analisis data yang dipergunakan oleh peneliti adalah menggunakanpendekatan fenomenologi dan perspektif pilgrimage tourism untuk menelaah motifpengunjung yang berwisata di Sendang Tirto Kamandanu. Kesimpulan dari riset ini adalahSendang Tirto Kamandanu memiliki daya tarik spiritual dan edukasi bagi masyarakat.Kepercayaan masyarakat terhadap airnya yang berkhasiat dan kesakralan tempat inimendorong mereka untuk berkunjung dengan berbagai motif, seperti mencari kesembuhan,kesuksesan, atau ketenangan batin. Di sisi lain, Sendang Tirto Kamandanu juga menjadimedia edukasi sejarah Kediri bagi generasi muda dan menawarkan wisata alam yang asri
Warna Kulit dan Stratifikasi Sosial: Perjuangan Representasi di Ruang Media Sosial TikTok Ifa, Ken; Sudrajat, Arief; Tedjomurti, Febriandita
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 14 No. 2 (2025): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v14i2.81746

Abstract

Di tengah masyarakat Indonesia kontemporer, standar kecantikan masih cenderung memihak pada kulit terang, memperkuat hierarki estetika yang berakar pada praktik colorism. Penelitian ini menyoroti bagaimana TikTok mulai menggeser narasi tersebut melalui representasi perempuan berkulit sawo matang. Meskipun warna kulit ini mencerminkan mayoritas populasi tropis Indonesia, ia masih kerap terpinggirkan dalam konstruksi kecantikan arus utama. Dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teori stratifikasi sosial Max Weber, studi ini mengeksplorasi peran TikTok sebagai ruang digital yang memungkinkan perlawanan simbolik terhadap dominasi warna kulit tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan sawo matang memanfaatkan TikTok untuk membangun narasi tandingan dan mengekspresikan penerimaan diri, terutama melalui tagar seperti #day1merusakstandarkecantikanindonesia. Media sosial berfungsi sebagai alat kultural untuk mendekonstruksi bias estetika dan memperluas wacana publik mengenai identitas dan keberagaman kecantikan. In contemporary Indonesian society, beauty standards continue to privilege light skin, reinforcing longstanding hierarchies rooted in colorism. This study investigates how TikTok is reshaping those norms by spotlighting the experiences of medium-brown-skinned (sawo matang) women. Although their skin tone reflects the majority of Indonesia’s population, it remains underrepresented or undervalued in mainstream aesthetics. Through a qualitative approach and guided by Max Weber’s theory of social stratification, this research explores TikTok’s role in contesting color-based social hierarchies. The findings indicate that women with sawo matang skin tone utilize TikTok not only to express self-acceptance but also to construct counter-narratives that challenge dominant beauty ideals. Hashtags such as #day1merusakstandarkecantikanindonesia serve as digital tools for disrupting aesthetic bias. Ultimately, the study highlights how digital platforms provide space for symbolic resistance and broaden public discourse around beauty, identity, and diversity.
Perubahan Makna Ruang Publik di Kawasan Wisata Kota Lama Surabaya Nuraini, Dewinta; Arief Sudrajat; Eufrasia Kartika Hanindraputri; Khalid Syaifullah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i2.10449

Abstract

Transformasi ruang publik di kawasan wisata heritage kerap menekankan estetika dan ekonomi, namun seringkali mengabaikan makna sosial ruang bagi masyarakat lokal. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai bagaimana ruang yang dulunya bersifat inklusif dan komunal kini berubah menjadi ruang konsumsi yang terkontrol. Di Kota Lama Surabaya, proses revitalisasi menunjukkan gejala eksklusi simbolik dan fisik terhadap warga lokal, namun kajian terkait pengalaman dan makna ruang dari sudut pandang masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat lokal memaknai perubahan ruang publik pasca-revitalisasi, serta bagaimana mereka menegosiasikan ruang dengan narasi dominan pariwisata. Permasalahan utama yang diangkat adalah pergeseranmakna ruang dari fungsi sosial menjadi simbol representatif wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena memungkinkan eksplorasi mendalam atas pengalaman subjektif warga, praktik sosial, dan relasi kuasa yang membentuk ruang. Landasan teori yang digunakan adalah teori produksi sosial ruang dari Henri Lefebvre, yang memandang ruang sebagai produk dari interaksi sosial dan kekuasaan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis wacana kritis. Hasil menunjukkan bahwa revitalisasi menghasilkan keterasingan warga dari ruang yang dulunya milik bersama, meskipun ada bentuk resistensi dan adaptasi komunitas. Penelitian ini terbatas pada lokasi dan aktor tertentu, sehingga studi selanjutnya disarankan memperluas konteks geografis dan mengkaji pengalaman kelompok rentan. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya partisipasi warga dalam perencanaan ruang publik agar revitalisasi tidak menimbulkan eksklusi, melainkan memperkuat makna kolektif dan keberlanjutan sosial.
TRANSFORMASI BATIK SEMBOGEM MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN PENGEMBANGAN MOTIF BERBASIS FOLKLORE Sudrajat, Arief; Sari, Handini Novita; Misbahuddin, Agus Ridwan
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i2.963

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing UMKM Batik Sembogem di Magetan melalui integrasi teknologi tepat guna dan penguatan nilai budaya lokal. Permasalahan utama mitra meliputi proses produksi yang tidak efisien, ketergantungan pada bahan kimia, keterbatasan variasi produk, serta belum optimalnya pemasaran digital. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, rancang bangun teknologi (mesin peder dan website), pelatihan teknis, penerapan inovasi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil pre- dan post- test menunjukkan peningkatan signifikan: penggunaan mesin peder (62,3 ke 86,7), pewarnaan alami (58,9 ke 84,1), diversifikasi produk (61,1 ke 88,5), pengembangan motif folklore (59,4 ke 82,6), dan pengelolaan website (55,7 ke 80,2). Program menghasilkan diversifikasi produk batik berupa kaos dan tas dengan motif berbasis cerita rakyat serta website sebagai kanal pemasaran daring. Dokumentasi narasi budaya juga telah disiapkan untuk pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan budaya dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan UMKM batik. Keberlanjutan program didukung oleh pelatihan manajerial, digitalisasi usaha, serta rencana kolaborasi lintas sektor.
ANALISIS FENOMENA RELIGI, KOMERSIAL, DAN EDUKASI DI WISATA RELIGI GUS DUR: SEBUAH PERSPEKTIF SOSIOLOGI PARIWISATA Dwi Yana, Mira; Sudrajat, Arief
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 5 No 1 (2024): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v5i1.1239

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena religi, komersial, dan edukasi yang ada di wisata religi Gus Dur dalam perspektif Sosiologi Pariwisata. Wisata religi telah menjadi bagian penting dari industri pariwisata Indonesia, dengan banyaknya destinasi yang menarik wisatawan domestik dan internasional. Salah satu tempat wisata religi yang paling terkenal adalah Makam Gus Dur, tempat ziarah umat Islam Indonesia. Wisata religi Gus Dur merupakan sebuah fenomena menarik yang patut diteliti. Fenomena ini menggabungkan aspek religius, komersial, dan edukasi dalam satu tempat wisata. Penelitian ini tertarik untuk menjelajahi bagaimana interaksi antara ketiga aspek ini mempengaruhi pengalaman wisatawan serta implikasinya terhadap dinamika sosial, ekonomi dan budaya di lokasi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat setempat terhadap pengaruh wisata religi Gus Dur terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya mereka. Peneliti akan melaksanakan penelitian di berbagai lokasi di wisata religi, seperti di area makam Gus Dur, museum, taman, dan tempat ibadah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diantaranya bentuk-bentuk fenomena religi, komersial dan edukasi yang terdapat di wisata religi gus Dur serta dampak positif dan negatif.
Analisis Modernisasi Budaya K-Pop Terhadap Kehidupan Sosial Mahasiswa Kota Surabaya Shafwa, Ailsa Fitri; Sudrajat, Arief
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i4.5999

Abstract

AbstrakBudaya korea pada saat ini sedang populer dikalangan remaja, lebih khusus dalam kalangan mahasiswa. Budaya korea pertama kali masuk di Indonesia sejak tahun 2000 an yang awalnya merupakan drama korea yang sukses digemari penonton Indonesia. Ditambah dengan adanya teknologi yang memadai pada saat ini menyebabkan kemudahan suatu individu untuk memperoleh informasi mengenai kabar dunia K-pop yang ada. Semakin mudahnya mahasiswa untuk mengakses informasi dari dunia luar ini membuatnya menjadi fanatik terhadap budaya korea, khususnya dengan idola mereka yang dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kehidupan sosialnya. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh budaya K-pop terhadap kehidupan sosial mahasiswa di Surabaya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kajian literatur yang berasal dari buku, artikel maupun skripsi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya budaya K-pop akibat modernisasi tidak sepenuhnya membuat mahasiswa enggan untuk bersosialisasi dengan dunia luar. AbstractKorean culture is currently popular among teenagers, more specifically among students. Korean culture entered Indonesia for the first time since the 2000s, which was originally a Korean drama that was successfully loved by Indonesian audiences. Coupled with the existence of adequate technology at this time, it is easy for an individual to obtain information about existing K-pop world news. The easier it is for students to access information from the outside world, this makes them fanatical about Korean culture, especially their idols, which they fear can have an adverse impact on their social life. The purpose of this research was to find out how far the influence of K-pop culture has on the social life of students in Surabaya. The method used in this study is a qualitative research method, with data collection through observation, interviews, and literature review from books, articles and theses. The results of the study show that the existence of K-pop culture as a result of modernization does not completely make students reluctant to socialize with the outside world.
The Role of Bali's Traditional Subak Farming System in the Preservation of Natural and Cultural Resources Ardana, Putu Doddy Heka; Suparwata, Dewa Oka; Sudrajat, Arief; Chatun, Sri; Harsono, Iwan
West Science Nature and Technology Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v2i04.754

Abstract

The Subak traditional farming system in Bali embodies a harmonious relationship between humans, nature, and spirituality, epitomizing the Balinese philosophy of "Tri Hita Karana." This qualitative study explores the role of the Subak system in the preservation of natural and cultural resources in Bali. Through interviews with Subak farmers, water temple priests, and other stakeholders, as well as participant observation and document analysis, the study examines the ecological functions, cultural significance, and challenges facing the Subak system. The findings reveal that the Subak system plays a vital role in maintaining ecological balance, biodiversity, and soil health in Bali's landscapes. Furthermore, the Subak system holds profound cultural significance, serving as a spiritual anchor, fostering community cohesion, and preserving cultural heritage. However, the Subak system faces numerous challenges, including urbanization, water scarcity, and demographic shifts, which threaten its sustainability and resilience. Addressing these challenges requires concerted efforts to protect Subak landscapes, promote traditional farming practices, and empower local communities. By recognizing the holistic value of the Subak system, stakeholders can work together to ensure the preservation of Bali's natural and cultural heritage for future generations.