Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Warna Kulit dan Stratifikasi Sosial: Perjuangan Representasi di Ruang Media Sosial TikTok Ifa, Ken; Sudrajat, Arief; Tedjomurti, Febriandita
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 14 No. 2 (2025): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v14i2.81746

Abstract

Di tengah masyarakat Indonesia kontemporer, standar kecantikan masih cenderung memihak pada kulit terang, memperkuat hierarki estetika yang berakar pada praktik colorism. Penelitian ini menyoroti bagaimana TikTok mulai menggeser narasi tersebut melalui representasi perempuan berkulit sawo matang. Meskipun warna kulit ini mencerminkan mayoritas populasi tropis Indonesia, ia masih kerap terpinggirkan dalam konstruksi kecantikan arus utama. Dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teori stratifikasi sosial Max Weber, studi ini mengeksplorasi peran TikTok sebagai ruang digital yang memungkinkan perlawanan simbolik terhadap dominasi warna kulit tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan sawo matang memanfaatkan TikTok untuk membangun narasi tandingan dan mengekspresikan penerimaan diri, terutama melalui tagar seperti #day1merusakstandarkecantikanindonesia. Media sosial berfungsi sebagai alat kultural untuk mendekonstruksi bias estetika dan memperluas wacana publik mengenai identitas dan keberagaman kecantikan. In contemporary Indonesian society, beauty standards continue to privilege light skin, reinforcing longstanding hierarchies rooted in colorism. This study investigates how TikTok is reshaping those norms by spotlighting the experiences of medium-brown-skinned (sawo matang) women. Although their skin tone reflects the majority of Indonesia’s population, it remains underrepresented or undervalued in mainstream aesthetics. Through a qualitative approach and guided by Max Weber’s theory of social stratification, this research explores TikTok’s role in contesting color-based social hierarchies. The findings indicate that women with sawo matang skin tone utilize TikTok not only to express self-acceptance but also to construct counter-narratives that challenge dominant beauty ideals. Hashtags such as #day1merusakstandarkecantikanindonesia serve as digital tools for disrupting aesthetic bias. Ultimately, the study highlights how digital platforms provide space for symbolic resistance and broaden public discourse around beauty, identity, and diversity.
Perubahan Makna Ruang Publik di Kawasan Wisata Kota Lama Surabaya Nuraini, Dewinta; Arief Sudrajat; Eufrasia Kartika Hanindraputri; Khalid Syaifullah
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i2.10449

Abstract

Transformasi ruang publik di kawasan wisata heritage kerap menekankan estetika dan ekonomi, namun seringkali mengabaikan makna sosial ruang bagi masyarakat lokal. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai bagaimana ruang yang dulunya bersifat inklusif dan komunal kini berubah menjadi ruang konsumsi yang terkontrol. Di Kota Lama Surabaya, proses revitalisasi menunjukkan gejala eksklusi simbolik dan fisik terhadap warga lokal, namun kajian terkait pengalaman dan makna ruang dari sudut pandang masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat lokal memaknai perubahan ruang publik pasca-revitalisasi, serta bagaimana mereka menegosiasikan ruang dengan narasi dominan pariwisata. Permasalahan utama yang diangkat adalah pergeseranmakna ruang dari fungsi sosial menjadi simbol representatif wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena memungkinkan eksplorasi mendalam atas pengalaman subjektif warga, praktik sosial, dan relasi kuasa yang membentuk ruang. Landasan teori yang digunakan adalah teori produksi sosial ruang dari Henri Lefebvre, yang memandang ruang sebagai produk dari interaksi sosial dan kekuasaan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis wacana kritis. Hasil menunjukkan bahwa revitalisasi menghasilkan keterasingan warga dari ruang yang dulunya milik bersama, meskipun ada bentuk resistensi dan adaptasi komunitas. Penelitian ini terbatas pada lokasi dan aktor tertentu, sehingga studi selanjutnya disarankan memperluas konteks geografis dan mengkaji pengalaman kelompok rentan. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya partisipasi warga dalam perencanaan ruang publik agar revitalisasi tidak menimbulkan eksklusi, melainkan memperkuat makna kolektif dan keberlanjutan sosial.
TRANSFORMASI BATIK SEMBOGEM MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN PENGEMBANGAN MOTIF BERBASIS FOLKLORE Sudrajat, Arief; Sari, Handini Novita; Misbahuddin, Agus Ridwan
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i2.963

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing UMKM Batik Sembogem di Magetan melalui integrasi teknologi tepat guna dan penguatan nilai budaya lokal. Permasalahan utama mitra meliputi proses produksi yang tidak efisien, ketergantungan pada bahan kimia, keterbatasan variasi produk, serta belum optimalnya pemasaran digital. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, rancang bangun teknologi (mesin peder dan website), pelatihan teknis, penerapan inovasi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil pre- dan post- test menunjukkan peningkatan signifikan: penggunaan mesin peder (62,3 ke 86,7), pewarnaan alami (58,9 ke 84,1), diversifikasi produk (61,1 ke 88,5), pengembangan motif folklore (59,4 ke 82,6), dan pengelolaan website (55,7 ke 80,2). Program menghasilkan diversifikasi produk batik berupa kaos dan tas dengan motif berbasis cerita rakyat serta website sebagai kanal pemasaran daring. Dokumentasi narasi budaya juga telah disiapkan untuk pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan budaya dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan UMKM batik. Keberlanjutan program didukung oleh pelatihan manajerial, digitalisasi usaha, serta rencana kolaborasi lintas sektor.
ANALISIS FENOMENA RELIGI, KOMERSIAL, DAN EDUKASI DI WISATA RELIGI GUS DUR: SEBUAH PERSPEKTIF SOSIOLOGI PARIWISATA Dwi Yana, Mira; Sudrajat, Arief
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 5 No 1 (2024): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v5i1.1239

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena religi, komersial, dan edukasi yang ada di wisata religi Gus Dur dalam perspektif Sosiologi Pariwisata. Wisata religi telah menjadi bagian penting dari industri pariwisata Indonesia, dengan banyaknya destinasi yang menarik wisatawan domestik dan internasional. Salah satu tempat wisata religi yang paling terkenal adalah Makam Gus Dur, tempat ziarah umat Islam Indonesia. Wisata religi Gus Dur merupakan sebuah fenomena menarik yang patut diteliti. Fenomena ini menggabungkan aspek religius, komersial, dan edukasi dalam satu tempat wisata. Penelitian ini tertarik untuk menjelajahi bagaimana interaksi antara ketiga aspek ini mempengaruhi pengalaman wisatawan serta implikasinya terhadap dinamika sosial, ekonomi dan budaya di lokasi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat setempat terhadap pengaruh wisata religi Gus Dur terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya mereka. Peneliti akan melaksanakan penelitian di berbagai lokasi di wisata religi, seperti di area makam Gus Dur, museum, taman, dan tempat ibadah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diantaranya bentuk-bentuk fenomena religi, komersial dan edukasi yang terdapat di wisata religi gus Dur serta dampak positif dan negatif.
The Role of Bali's Traditional Subak Farming System in the Preservation of Natural and Cultural Resources Ardana, Putu Doddy Heka; Suparwata, Dewa Oka; Sudrajat, Arief; Chatun, Sri; Harsono, Iwan
West Science Nature and Technology Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v2i04.754

Abstract

The Subak traditional farming system in Bali embodies a harmonious relationship between humans, nature, and spirituality, epitomizing the Balinese philosophy of "Tri Hita Karana." This qualitative study explores the role of the Subak system in the preservation of natural and cultural resources in Bali. Through interviews with Subak farmers, water temple priests, and other stakeholders, as well as participant observation and document analysis, the study examines the ecological functions, cultural significance, and challenges facing the Subak system. The findings reveal that the Subak system plays a vital role in maintaining ecological balance, biodiversity, and soil health in Bali's landscapes. Furthermore, the Subak system holds profound cultural significance, serving as a spiritual anchor, fostering community cohesion, and preserving cultural heritage. However, the Subak system faces numerous challenges, including urbanization, water scarcity, and demographic shifts, which threaten its sustainability and resilience. Addressing these challenges requires concerted efforts to protect Subak landscapes, promote traditional farming practices, and empower local communities. By recognizing the holistic value of the Subak system, stakeholders can work together to ensure the preservation of Bali's natural and cultural heritage for future generations.
DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PADA ANAK TUNANETRA Suaidah, Umul; Sudrajat, Arief
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal yang membuat anak tunanetra memiliki karakter yang baik adalah berkat adanya dukungan dari orang tua sejak tahap awal mereka lahir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, subjek pada penelitian ini adalah orang tua mahasiswa yang memiliki disabilitas tunanetra dan informasi tambahan berasal dari anak tunanetra yang bersangkutan itu sendiri. Orang tua penyandang tunanetra masih tidak menyangka jika anak nya dapat beradaptasi hingga sampai bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah peran orang tua memberi motivasi dan dorongan pada pendidikan anak tunanetra sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter pada anak
The Symbolic Meaning of Food in the Manggulan Nyambung Tuwuh Manten Tradition in Betak Village Khamimiya, Aza Rifda; Sudrajat, Arief
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 25 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v25.n2.p271-282.2023

Abstract

This study explains the symbolic meaning of the existence of food in the Manggulan nyambung tuwuh manten tradition. The method used is qualitative as an approach and symbolic interaction theory as an analytical knife to describe human interaction with the meaning of symbols that exist on an object. The data used are primary data through observation, in-depth interviews with traditional leaders, and documentation. Then the data is supported by secondary data from literature studies. The data obtained was then analyzed through three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research is located in Betak Village, Kalidawir District, Tulungagung Regency. The results of this study are the types and meanings of food, namely ambengan, keleman, gedang setangkep, strong buceng, sega golong, kembang setaman, jenang abang and jenang sengkala and sego punar. The meaning of the existence of these foods is as an expression of gratitude and freedom from danger for people who have needs. The Betak Village community in carrying out the Manggulan tradition has undergone changes so that the sacredness of this tradition is reduced. This can happen because of the influence of modernization
Stratifikasi Sosial Dalam Game Online Mobile Legends : Studi Pada Warkop Telo Desa Gununggangsir Kabupaten Pasuruan Jasmiarto, Dicky; Sudrajat, Arief; Tedjomurti, Febriandita
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena stratifikasi sosial di kalangan pemain game Mobile Legends yang ada di Warkop Telo, Desa Gununggangsir Pasuruan. Metode penelitian kualitatif dan teori stratifikasi sosial Marx Weber penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan skin dan kemampuan bermain terhadap struktur hierarki sosial dalam komunitas pemain. Data didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang memungkinkan peneliti untuk mempelajari interksi sosial serta dinamika yang terjadi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemain tidak hanya berlomba - lomba untuk meningkatkan level permainan, tetapi juga untuk memperoleh pengakuan status di dalam komuitas. Keterampilan dan kemampuan finansial untuk membeli skin menjadi salah satu indikator utama dalam stratifikasi sosial yang dapat menyebabkan perasaan alineasi utama dalam stratifikasi sosial bagi pemain yang tidak mampu. Penelitian ini mengungkapkan adanya tekanan sosial untuk meraih prestise nantinya dapat menciptakan interaksi yang bersifat lebih kompetitif daripada bekerjasama.
The Transformation of Topêng Dhâlâng Top Dance Movements in The Sumenep Style Puspawarna Dance Form Rahayu, Eko Wahyuni; Sudrajat, Arief; Handaningrum, Warih; Sasanadjati, Jajuk Dwi
Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Vol. 8 No. 02 (2024): Social Academic
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/metafora.v8n02.p51-60

Abstract

Sumenep style Puspawarna Dance, is one of the relatively new forms of choreography based on Madurese ethnic dance, which was created in 2021 by a team of lecturers from Surabaya State University (UNESA). The Sumenep style Puspawarna Dance, in the form of a women's group dance, supported by five dancers, has the theme of offerings, which depicts the girls performing offerings as an expression of gratitude, a request for welfare, and salvation (reject reinforcements). This article aims to reveal about the construction of the Sumenep style Puspawarna Dance form as a result of the transformation of dance movement patterns in Madura topêng dhâlâng performances. The process of movement transformation in the Sumenep Style Puspawarna Dance is carried out through the adoption of several basic movement patterns of male dance in topêng dhâlâng, then adapted or changed to suit the concept of dance forms and themes through distortion and stylization techniques. The results of movement transformation in Puspawarna Dance can enrich the diversity of patterns and movement techniques of Madurese style princess dance, especially Sumenep style. In addition, the results of the transformation of the Sumenep style Puspawarna Dance movement can strengthen the characteristics of the Madurese ethnic princess dance style.
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AI UNTUK GURU PENDIDIKAN PANCASILA DI SMPN KABUPATEN MOJOKERTO: INISIATIF PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Listyaningsih; Nasution; Ita Mardiani Zain; Arief Sudrajat; Prasetya, Sukma; Dinar Rizky Listyaputri; Lidya Lestari Sitohang
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i2.294

Abstract

Rapid technological developments have had a significant impact on the learning process, particularly in integrating Artificial Intelligence (AI) into teaching practices. This study aimed to provide training to Pancasila Education teachers at Mojokerto State Junior High School on the creation of AI-based learning media. The goal was to empower teachers to effectively utilize AI tools to develop interactive and innovative learning content. The program, implemented by a team from Surabaya State University (UNESA), included theoretical and practical sessions focusing on AI platforms such as Canva AI, ChatGPT, and Bing Image Creator. The training aimed to improve teachers' competency in the digital transformation of Pancasila Education, while considering learner privacy and security. Feedback from participants indicated significant improvements in their skills and motivation to implement AI in the classroom, highlighting the importance of this type of training in fostering a more inclusive and innovative educational environment. The social impact of this training is seen in the increased ability of teachers to provide learning experiences that are more relevant to the needs of students in the 21st century, while supporting more inclusive learning, preparing students to face global challenges and future technologies.