Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN SOSIALISASI PELAKSANAAN POSYANDU PADA MASA PANDEMI COVID 19 DAN PENERAPAN APLIKASI MOBILE POSYANDU-Q Ramalia Noratama Putri; Debi Setiawan; Deinike Wanita Marwan; Yenny Desnelita; Gustientiedina Gustientiedina; Irwan Irwan
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3: September 2021
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v1i3.894

Abstract

Untuk meningkatkan Pelayanan Kesehatan pada Keluarahan Sialang Munggu maka posyandu sri mersing memiliki beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu : 1) Minimnya minat masyarakat pada RW 18 untuk datang membawa batita dan balita ke posyandu terutatama pada ibu muda. 2) Tidak jalannya Posyandu pada masa pandemic covid-19. 3) Belum tersedianya IPTEK pada posyandu. 4) Posyandu lansia dan pengendalian PTM belum dijalankan sepenuhnya. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra maka solusi dari permasalahan tersebut yaitu: 1) sosialiasasi dengan tranformasi digital kesehatan menggunakan smartphone pada ibu muda umur 25-30. 2) pelatihan ke kader posyandu tentang tentang peraturan pelaksanaan kegiatan posyandu pada masa pandemic covid 19. 3) Implementasi aplikasi PosyanduQ Sri Mersing 4) Sosialisasi panduan pelaksanaan posyandu lansia dan cek kesehatan PTM. Metode pelakasanaan kegiatan adalah perancangan, pelatihan, dan implementasi. Setelah kegiatan dilakasanakan maka tahapan evaluasi dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada kader dan masyarakat RW 18..
ANALISIS EFEKTIFITAS GASTROPROTEKTIF EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L) TERHADAP RATTUS NORVEGICUS YANG DI INDUKSI ASAM MEFENAMAT Marwan, Deinike Wanita; Zain, Fakhrun Nisya; Munir, Ruswaldi; Eryta, Evy
Collaborative Medical Journal Vol 7 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute or chronic inflammatory diseases of the gastric mucosa caused by exogenous and endogenous factors can cause symptoms of dyspepsia, these diseases are clinically visible endoscopically and require histological confirmation. According to the World Health Organization (WHO), the incidence of gastritis cases in the world is around 1.8 – 2.1 million of the total population each year, in Southeast Asia it is around 583,635 of the total population each year. Then gastritis is also caused by an imbalance of the aggressive factors HCl, pepsin, and gastric defense factors with the defensive factor, namely mucus bicarbonate. One of the causes of this imbalance of aggressive-defensive factors is the use of NSAIDs (non-steroidal anti-inflammatory drugs). This study aims to analyze the effectiveness of administering gastroprotective red onion extract to Rattus Norvegicus induced by mefenamic acid. With a true experimental method, a post test approach with control group. This study used 30 mice which were divided into 5 groups with 2 control groups and 3 treatment groups. Induction of mefenamic acid at a dose of 23.25 mg/head/day/sonde for 10 days. Then proceed with giving red onion extract for 10 days to each group. The research results showed that sample data was p = 0.001 (p<0.05) indicating that red onion extract (Allium Cepa L) had gastroprotective effectiveness in male white rats (Rattus Norvergicus). Research regarding the effectiveness of red onion extract (Alliem cepa L) as gastroprotective against male white rats (Rattus norvegicus) needs to be carried out with other compounds or due to other causal factors.
ANALISIS EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DENGAN HIPERGLIKEMIA Marwan, Deinike Wanita; Faisal, Faisal; Mili, Shania
Collaborative Medical Journal Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v7i2.5057

Abstract

Latar Belakang: Hiperglikemia adalah suatu kondisi medik berupa peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Hiperglikemia merupakan salah satu tanda khas penyakit diabetes mellitus (DM). Pada tahun 2012 diabetes adalah penyebab langsung dari 1,5 juta kematian secara global. Dimana hiperglikemia menduduki peringkat ke dua sebagai faktor resiko tertinggi penyebab kematian. Hiperglikemia yang tidak segera ditangani akan menetap dan dapat menyebabkan terjadinya penyakit kronik yaitu diabetes melitus Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan bahwa 60% penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena penyakit tidak menular. Bawang merah memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, antioksidan dan kuersetin bermanfaat untuk Kesehatan dan dapat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan kadar gula darah. Bawang merah berpotensi dalam penghambatan metabolisme gula pada tubuh manusia, Oleh karenanya bawang merah bisa di manfaatkan sebagai bahan pangan anti–hiperglikemia. Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang merah terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus dengan hiperglikemia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post-test control group dan menggunakan sampel sebanyak 30 ekor tikus yang akan dibagi menjadi 5 kelompok secara acak dengan tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus meliputi kelompok perlakuan I, II, III yang diberi ekstrak bawang merah dengan dosis 400 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB. Dengan kelompok kontrol positif diberikan acarbose dan kelompok kontrol negatif. Pengamatan dilakukan selama 14 hari, analisis data dilakukan dengan uji Anova One Way dan dilanjutkan dengan Post Hoct Test metodeBonferroni. Hasil: penurunan kadar glukosa darah terlihat signifikan pada kelompok perlakuan III dengan dosis ekstrak bawang merah 800Kg/BB, dengan rerata penurunan sebesar 103.17±9.23 mg/dl dengan pemberian ekstrak bawang merah selama 14 hari. Kesimpulan: Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum L) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus hiperglikemia dengan penurunan bermakna pada pemberian ekstrak bawang merah 800 mg/kgBB selama dua minggu.
Effect of Eurycoma longifolia Jack Root Extract on Sperm pH and Morphology in Nicotine-Exposed Rats Irenesia, Bimby; Afri Yati, Umaimah; Utami, Riski Dwi; Marwan, Deinike Wanita
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 5, No 1 (2025): January–April 2025
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v5i1.30157

Abstract

Infertility is the inability of couples of childbearing age (PUS) to conceive offspring. Male infertility can be caused by several trigger factors, one of which is smoking. One of the ingredients contained in cigarettes is nicotine which can cause free radicals. As a result of free radicals, there is damage to spermatozoa DNA. The sterol and isoprenoid content in pasak bumi can prevent infertility in men. both of these ingredients are necessary for the synthesis of steroid hormones. Steroid hormones play a critical role in spermatozoa development. The objective of this study to determine the effect of administering pasak bumi root extract on the pH and sperm morphology of male Wistar rats exposed to nicotine. This research is experimental with a posttest-only control design. The research was carried out for 51 days and the analysis used was the one way anova test. In the results of the spermatozoa pH examination, there was no influence in the treatment group or control group, whereas in the morphology examination there was an influence or difference at doses of 50, 100, and 200 100 mg/kgBW with (p-value 0.05). Pasak bumi root extract (Eurycoma longifolia Jack) on the morphology of spermatozoa in male Wistar rats exposed to nicotine. In research, the pH of pasak bumi root extract (Eurycoma longifolia Jack) had no effect on the pH of spermatozoa exposed to nicotine.
Analysis of The Effectiveness Combination Allium Ascalonicum L. And Zingiber Officinale Var. Rubrum Extracts On Uric Acid Levels In Hyperuricemic Rattus Norvegicus Marwan, Deinike Wanita; Irenesia, Bimby; Eryta, Evy; Sartika, Wiwi; Aflah, Randhy
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v13i1.41457

Abstract

BackgroundHyperuricemia is an increase in uric acid levels caused by increased uric acid metabolism (overproduction), decreased uric acid excretion through urine (underexcretion), or a combination of both. In Indonesia, the average age of occurrence is younger compared to Western countries, with approximately 32% of hyperuricemia cases occurring under the age of 34. The long-term and excessive use of medication can lead to toxic side effects. Previous studies have indicated that certain plants have effects in lowering uric acid levels, such as shallots (Allium ascalonicum L.) and red ginger (Zingiber officinale var. rubrum). Objective :To analyze the effectiveness of the combined extract of Allium ascalonicum L. and Zingiber officinale var. rubrum in reducing uric acid levels in male white rats induced with potassium oxonate. Method : An experimental study using a Pre-Post Test Control Group Design with a combination of shallot and red ginger extracts. The samples were divided into five groups. Result : Based on the One-Way ANOVA test conducted before and after the treatment, a p-value of <0.05 was obtained, indicating that the combination of shallot and red ginger extracts was effective in reducing uric acid levels in hyperuricemic rats. The combination of 450 mg red ginger extract and 150 mg shallot extract showed the most effective and significant reduction in uric acid levels. Conclusion : The combination of shallot and red ginger extracts is effective in reducing uric acid levels in hyperuricemic rats. Keywords : hyperuricemia, red ginger, shallots, uric acid levels
Efektivitas Ekstrak Spirulina platensis sebagai Antiinflamasi terhadap Jumlah Neutrofil dan Makrofag pada Luka yang Diinfeksi Staphylococcus aureus pada Tikus Wistar Misfa, Olvaria; Utami, Riski Dwi; Irenesia, Bimby; Marwan, Deinike Wanita
Nommensen Journal of Medicine Vol 8 No 1 (2022): Nommensen Journal of Medicine: Edisi Agustus
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/njm.v8i1.735

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Kandungan senyawa aktif dari Spirulina sp. memiliki aktivitas antiinflamasi dan antibakteri. Penggunaan senyawa tersebut berperan dalam proses inflamasi pada luka yang terinfeksi. Tujuan: Menganalisis efektifitas pemberian ekstrak Spirulina platensis terhadap jumlah neutrofil dan makrofag pada luka insisi tikus wistar yang diinfeksikan S. aureus. Metode: Penelitian ini menggunakan randomized post test only control group design. Dua puluh empat ekor tikus wistar jantan diinsisi kulitnya dan diinfeksikan S.aureus dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok yang diberi ekstrak S.platensis dosis 500 mg/kgBB/hari, dosis 750 mg/kgBB/hari, kelompok kontrol negatif diberi larutan salin serta kelompok kontrol positif dengan pemberian amoksisilin 150 mg/kgBB peroral. Jumlah neutrofil dan makrofag dihitung pada pemeriksaan histopatologis dari jaringan luka pada hari ke-14 yang mencakup 5 lapang pandang. Analisis data dilakukan dengan uji one way ANOVA dan dilanjutkan dengan Post Hoc Test LSD. Hasil: Rerata jumlah neutrofil hari ke-14 pada kelompok dosis 500 mg/kgBB/hari, 750 mg/kgBB/hari, kontrol positif dan kontrol negatif adalah 17,83; 12,17; 5,17; dan 8,83 dengan p < 0,001. Jumlah makrofag hari ke-14 pada kelompok dosis 500 mg/kgBB/hari, 750 mg/kgBB/hari, kontrol positif dan kontrol negatif adalah 7,17; 10,83; 16,83; 15,83 dengan p < 0,002. Uji Post Hoc menemukan jumlah neutrofil pada kelompok dosis 500 mg/kgBB/hari secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Sementara, uji Post Hoc untuk jumlah makrofag menemukan perbedaan signifikan hanya pada kelompok dosis 500 mg/kgBB/hari terhadap kelompok kontrol positif dan kontrol negatif. Simpulan: Pemberian ekstrak Spirulina platensis dosis 500mg/kgBB/hari secara signifikan meningkatan jumlah neutrofil dan menurunkan jumlah makrofag pada luka insisi tikus wistar yang diinfeksikan Staphylococcus aureus . Kata kunci: luka, makrofag, neutrofil, Spirulina platensis ABSTRACT Background: The active compound of Spirulina sp. has anti-inflammatory and antibacterial property. The use of these contents plays a role in the inflammatory process in infected wounds. Objective: To analyse the effectiveness of Spirulina platensis extract on the number of neutrophils and macrophages in the incision wound of Wistar rats infected by S. aureus. Methods: This study used a randomized posttest-only control group design. Twenty-four male Wistar rats had their skin incised and infected with S. aureus were divided into 4 groups. The group was given with the extract of S. platensis at a dose of 500 mg/kgBW/day (1), a dose of 750 mg/kgBW/day (2), the negative control group was given saline solution(3), and the positive control group was given amoxicillin 150 mg/kg body weight orally (4). The number of neutrophils and macrophages was counted on histopathological examination of the wound tissue on day 14 which included 5 visual fields. Data analysis was carried out by one way ANOVA test and followed by LSD Post Hoc Test . This study used a randomized posttest-only control group design. Twenty-four male wistar rats were divided into 4 groups, the groups were given S. platensis extract 500 mg/kgBW/day and 750 mg/kgBW/day, the positive control group was given amoxicillin 150 mg/kgBW orally and the negative control group was given saline solution. The skin of the mice was incised and infected with S. aureus. Histopathological examination of wound tissue was performed on day 14 to assess the number of neutrophils and macrophages. Data analysis was carried out with the oneway ANOVA test. Results: The mean numbers of neutrophils on the 14th day in the group of a dose of 500 mg/kgBW/day, 750 mg/kgBW/day, positive control, and negative control were 17.83; 12.17; 5.17; and 8.83 with p < 0.001, respectively. The numbers of macrophages on the 14th day in the group of a dose of 500 mg/kgBW/day, 750 mg/kgBW/day, positive control, and negative control were 7.17; 10.83; 16.83; 15.83 with p < 0.002, respectively. The Post Hoc test exhibited that the neutrophil count in the group of 500 mg/kgBW/day was significantly higher than the other groups. Meanwhile, the Post Hoc test for the number of macrophages found a significant difference, only in the group of a dose of 500 mg/kgBW/day against the positive and negative control groups. Conclusion: There was a significant decrease in the number of macrophages in the group of wistar rats that were incised and infected with Staphylococcus aureus and given Spirulina platensis extract at a dose of 500mg/kgBW/day. Keywords: wound, macrophages, neutrophils, Spirulina platensis
Edukasi dan Pemberian Face Massage For Anti Aging Untuk Memberikan Pemahaman Bagi Siswa Tentang Fisioterapi Integument Serta Membantu Pengarahan Pada Minat Dan Bakat Setelah Lulus SMA Ismaningsih, Ismaningsih; Zein, Renni Hidayati; Marlita, Lora; Marwan, Deinike Wanita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.896

Abstract

This service aims to provide education about face massage as an anti-aging technique to high school students, as well as introducing the basics of integument physiotherapy. This activity is expected to increase students' understanding of the benefits and techniques of facial massage as well as the field of physiotherapy, which is a branch of health science that focuses on skin and soft tissue care. Apart from that, this program also plays a role in helping students identify their interests and talents, as well as providing career guidance after graduating from high school, especially in the health and beauty fields. The methods used include counseling, demonstrations of facial massage practice, and interactive discussions. The results of the activity showed an increase in students' understanding of integument physiotherapy and a significant interest in careers in the health and beauty sector.ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai face massage sebagai teknik anti-aging kepada siswa SMA, sekaligus memperkenalkan dasar- dasar fisioterapi integument. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang manfaat dan teknik face massage serta bidang fisioterapi, yang merupakan cabang ilmu kesehatan yang berfokus pada perawatan kulit dan jaringan lunak. Selain itu, program ini juga berperan dalam membantu siswa mengidentifikasi minat dan bakat mereka, serta memberikan pengarahan karir setelah lulus SMA, khususnya dalam bidang kesehatan dan kecantikan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi praktik face massage, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang fisioterapi integument dan adanya minat yang signifikan terhadap karir di bidang kesehatan dan kecantikan.
Pemanfaatan Terapi Komplementer Sebagai Upaya Penanganan Kesehatan Reproduksi Dan Edukasi Seks Pada Remaja Putri Sartika, Wiwi; Yusmaharani, Yusmaharani; Nasution, Azlaini Yus; Marwan, Deinike Wanita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.890

Abstract

Understanding and awareness of reproductive health and rights among adolescents is still low, and some of these understandings are even incorrect. This is because society and families are still reluctant to discuss reproductive issues openly within the family and community. Discussion of reproductive health from the perspective of traditional, cultural and religious values which consider adolescent reproductive health issues as taboo is actually more popular compared to understanding the importance of knowing and properly discussing adolescent reproductive health issues. Accurate and correct knowledge of adolescents about reproductive health issues is very important to support efforts to improve the reproductive health status of adolescents and control birth rates through regulating the marriage age rate. This service to the community is providing education and counseling related to reproductive health and sex education for adolescent girls by complementary approach at Pekanabru Muhammadiyah High School so that young women know how to handle reproductive health problems using a complementary approach. In this community service, Stage I Preparation is handling Reproductive Health and sex education, Stage II Implementation is delivering material about handling Reproductive Health and sex education.  From the results of the presentation of material and questions and answers from 84 young women, there were still many who did not understand reproductive health. Conclusion: There is still a lack of information related to reproductive health which affects the knowledge of young women.ABSTRAKPemahaman dan kesadaran tentang hak dan kesehatan reproduksi pada remaja masih rendah, bahkan beberapa diantaranya pemahaman tersebut tidak tepat. Hal ini dikarenakan masyarakat dan keluarga masih enggan untuk membicarakan masalah reproduksi secara terbuka dalam keluarga dan masyarakat. Pembahasan kesehatan reproduksi dari sudut nilai-nilai adat, budaya, dan agama yang menganggap masalah kesehatan reproduksi remaja sebagai hal yang tabu justru lebih popular dibanding dengan pemahaman pentingnya untuk mengetahui dan mendiskusikan secara benar tentang masalah kesehatan reproduksi remaja. Pengetahuan remaja yang secara tepat dan benar tentang masalah kesehatan reproduksi sangat penting untuk mendukung upaya meningkatkan status kesehatan reproduksi remaja dan pengendalian angka kelahiran melalui pengaturan angka usia kawin. pengabdian kepada masyarakat ini adalah Memberikan Edukasi dan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi dan edukasi seks pada remaja puteri dengan pendekatan komplementer di SMA Muhammadiyah Pekanabaru sehingga remaja puteri mengetahui bagaimana cara penanganan jika mengalami permasalahan kesehatan Reproduksi dengan pendekatan komplementer. Dalam pengabdian masyarakat ini Tahap I Persiapan yaitu penanganan Kesehatan Reproduksi dan edukasi seks, Tahapan II Pelaksanaan yaitu penyampaian materi tentang penanganan Kesehatan Reproduksi dan edukasi seks.  Dari hasil penyampaian materi dan tanya jawab dari 84 remaja puteri masih banyak yang kurang memahami tentang kesehatan reproduksi. Kesimpulan : Masih kurangnya informasi terkait kesehatan reproduksi sehingga mempengaruhi pengetahuan remaja puteri.
Peningkatan Pengetahuan Bahaya dan Dampak Bullying Kepada Remaja SMP Negeri 39 Pekanbaru Marwan, Deinike Wanita
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.534

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu masa yang akan dialami setiap individu dalam kehidupannya, dimana dalam periode ini akan mengalami banyak perubahan didalam diri. Akibat perubahan yang dialami, bisa terbentuk perilaku yang tidak baik seperti kekerasan. Kekerasan tidak hanya terjadi pada diri sendiri tetapi juga kepada orang lain. Salah satu bentuk kekerasan yang sering muncul pada remaja yaitu bullying. Bullying paling sering dilaporkan terjadi di sekolah. Bullying dapat membawa dampak buruk yang berat pada korban termasuk gangguan belajar, gangguan mental, gangguan fisik, dan masalah kesehatan lain. Selain itu, bullying juga berkontribusi besar terhadap jumlah kasus bunuh diri pada remaja. Tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan tentang bullying bagi siswa SMP Negeri 39 Pekanbaru. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan cara penyuluhan dan edukasi, dirancang dalam bentuk pemaparan materi dengan power point, diskusi dan Tanya jawab serta aksi nyata secara simbolik dengan melakukan cap telapak tangan pada spanduk “STOP BULLYING”.