Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUTAN MANGROVE DI YENANAS, PULAU BATANTA, KABUPATEN RAJA AMPAT, PROPINSI PAPUA BARAT Suhardjono, Suhardjono
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 10, No 1 (2014): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v10i1.338

Abstract

A reseach on mangrove vegetation has been conducted in Yenanas, Batanta Island, Raja Ampat Distric, PapuaBarat Province. The results showed that the diversity of mangrove in Kalitoko was relatively high. About 78 speciesof mangrove (61 genera and 42 families) has been recorded among them, 27 species were classified as rare speciesbased on IUCN list with status VU and CR. The result of vegetation analysis analysis of six transect which cover8,200 m2 of mangrove forest in this location recorded 10 species of mangrove plants with level density was 834-1,244 individual/ha and its basal area was 35.38-123.53 m2/ha. For the sapling the density was 440-1,714individual/ha and its basal area 1.48-4.93 m2/ha. While the seedling density up to 86,364-222,500 individual/ha.Key word : Mangrove Forest, Yenanas, Batanta Island, Raja Ampat Distric, Papua Barat Province
Calibration of surface runoff parameters with the hydrologic tank model using recursive digital filter and master recession curve Suryoputro, Nugroho; Suhardjono, Suhardjono; Soetopo, Widandi; Suhartanto, Ery
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2019.00202.6

Abstract

There are two basic methods to calibrate the hydrological model: (1) the trial and error procedure; (2) the automatic calibration. The problem in the calibration method is the determination of the initial value of the parameters. This poses a problem for beginner model users. This paper presents the calibration results of surface runoff parameters in the hydrological tank model using recursive digital filter method and the master recession curve. The results indicate that the Recursive Digital Filter as a surface runoff separation method can be used for the initial approach to calibrate the tank model parameters
Perekrutan Karyawan Berbasis PSO dengan Menggunakan Metode Algoritma C45 Studi Kasus PT. Mutual Plus Priyono, Priyono; Faisal, Muhammad; Suryadhitia, Rachmat; Suhardjono, Suhardjono
Jurnal Teknik Informatika Vol 4 No 2 (2018): JTI Periode Agustus 2018
Publisher : LPPM STMIK ANTAR BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51998/jti.v4i2.263

Abstract

Abstract—In recruiting qualified employees and in accordance with the qualifications required by PT.Mutual Plus company there are 9 categories in the selection of recruitment of employees are the completeness of the File, Age, Marriage Status, Education, Department, Certificate, Experience and Test TPA and Escaped or not prospective employees. The identification of the problem raised is a large measure of accuracy on the Algortima C4.5 method with PSO optimization (Particle Swarm Optimization) to select employee acceptance. Of the 9 predictor variables, the selection of attributes is selected so that the 9 attributes are selected. Experimental results show that the PSO-based C 4.5 (Particle Swarm Optimization) algorithm has an accuracy of 95.52%, AUC of 0.965. Experimental results show that employee acceptance selection at Mutual Plus company using C 4.5 based PSO has high accuracy. Intisari— Dalam merekut karyawan-karyaan yang berkualitas dan sesuai dengan kualifikasi yang di butuhkan perusahaan PT.Mutual Plus terdapat 9 kategori dalam seleksi perekrutan karyawan diantaranya adalah Kelengkapan Berkas, Umur, Status Pernikahan, Pendidikan, Jurusan, Sertifikat, Pengalaman dan Test TPA serta Lolos atau tidaknya calon karyawan. Identifikasi masalah yang diangkat merupakan ukuran besar akurasi pada metode Algortima C4.5 dengan optimasi PSO (Particle Swarm Optimization) untuk menyeleksi penerimaan karyawan. Dari 9 variabel prediktor dilakukan seleksi atribut sehingga menghasikan terpilihnya 9 atribut yang digunakan. Hasil eksperiment menunjukkan bahwa algoritma C 4.5 berbasis PSO (Particle Swarm Optimization) memiliki tingkat akurasi sebesar 95,52% , AUC sebesar 0,965. Hasil eksperimen menunjukkan seleksi penerimaan karyawan pada perusahaan Mutual Plus menggunakan metode algoritma C 4.5 berbasis PSO memiliki akurasi yang tinggi. Kata Kunci— Algoritma C 4.5, Berbasis PSO (Particle Swarm Optimization), Seleksi karyawan
Correlation of Fibroblast Growth Factor-23 Levels with Hand Grip Strength in Twice Weekly Hemodialysis Patients Lydia, Aida; Gaol, Donnie Lumban; Suhardjono, Suhardjono; Abdullah, Murdani
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benarkah Dialiser Proses Ulang Memicu Inflamasi? Suhardjono, Suhardjono
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skor Malnutrisi-Inflamasi, C-Reactive Protein dan Soluble Tumor Necrosis Factor Receptor-1 pada pasien Hemodialisis yang mengalami Aterosklerosis Sarwono, J.; Suhardjono, Suhardjono; Siregar, Parlindungan; Suwarto, Suhendro
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan. Hemodialisis (HD) berkaitan erat dengan proses inflamasi yang persisten, inflamasi ini berhubungan dengan terjadinya kontak darah dengan membran dialisis, cairan dialisat, akses vaskuler dan infeksi. Peningkatan sitokin pro-inflamasi berperan penting terhadap terjadinya aterosklerosis selain faktor tradisional Framingham. Inflamasi juga berakibat anoreksia dan kondisi hiperkatabolik yang menyebabkan malnutrisi. Keadaan ini disebut sebagai Sindrom Malnutrisi-Inflamasi-Aterosklerosis. Karakteristik HD di Indonesia berbeda dengan negara maju, perbedaan tersebut terkait penggunaan dialyzer pakai ulang dan tipe low-flux, belum menggunakan dialisat ultrapure dan dosis HD yang tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat beda rerata antara jumlah Skor-MI, hsCRP dan sTNFR-1 pada pasien HD yang mengalami aterosklerosis Metode. Desain studi potong lintang pada pasien HD yang dalam keadaan stabil yang sudah menjalani HD antara 3 bulan sampai 5 tahun di RSUP Fatmawati. Jumlah subyek 60 orang yang dikumpulkan dalam kurun waktu Desember 2013 sampai dengan Februari 2014. Pengambilan darah untuk memeriksa kadar hsCRP, albumin, TIBC dan sTNFR-1, selain itu menentukan status nutrisi dengan menggunakan skor malnutrisi-inflamasi dan pemeriksaan USG doppler arteri Karotis untuk menentukan penebalan intima-media(CIMT). Analisis statistik dengan uji T dan uji Mann-Whitney. Hasil. Penelitian ini menunjukkan Skor-MI pada kelompok yang CIMT positif (aterosklerosis ) memiliki nilai median lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang non aterosklerosis demikian juga dengan kadar sTNFR-1, akan tetapi tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Sedangkan kadar hsCRP didapatkan nilai median yang lebih rendah pada kelompok dengan CIMT yang positif tetapi tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Simpulan.Tidak terdapat beda rerata antara Skor-MI, hsCRP dan sTNFR-1 dengan CIMT atau terjadinya aterosklerosis pada pasien HD.
Faktor-faktor yang Berkorelasi dengan Status Nutrisi pada Pasien Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) Yulianti, Mira; Suhardjono, Suhardjono; Kresnawan, Triyani; Harimurti, Kuntjoro
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Perubahan status nutrisi dikaitkan dengan tingginya mortalitas pada kelompok pasien penyakit ginjal tahap akhir (PGTA). Berbagai penelitian menunjukkan tingginya prevalensi malnutrisi pada pasien dialisis kronik, namun hingga saat ini, penelitian lebih banyak dilakukan pada pasien yang menjalani hemodialisis. Dengan latar belakang berkembangnya CAPD di Indonesia, perlu diteliti faktor-faktor yang berkaitan dengan kesintasan pasien CAPD untuk menekan tingginya morbiditas dan mortalitas pada kelompok pasien tersebut, salah satunya adalah faktor nutrisi. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang pada kelompok pasien PGTA yang menjalani CAPD yang kontrol ke RSCM dan RS Satelit. Dilakukan pengumpulan data denga wawancara, pemeriksaan fisik, penjelasan mengenai metode pencatatan makanan dengan food record oleh dietisian dengan menggunakan alat bantu food model. Pada saat kontrol berikutnya pasien diminta untuk mengembalikan food record dan menjalani pemeriksaan darah (hsCRP dan AGD vena). Hasil: Sebanyak 33 (75%) subjek penelitian memiliki status nutrisi baik dan 11 (25%) pasien memiliki status nutrisi kurang. Pada analisis bivariat penelitian ini didapatkan korelasi (r=0,433 ; p=0,003) antara hsCRP dan status nutrisi. Simpulan: Faktor yang berkorelasi dengan status nutrisi pada pasien CAPD adalah inflamasi.
Multi-Objective Prediction of Drilling EMS-45 with Finite Element, Backpropagation Neural Network, and Metaheuristic Model Effendi, Mohammad Khoirul; Pramono, Agus Sigit; Suhardjono, Suhardjono; Sampurno, Sampurno; Harnany, Dinny; Pratiwi, Fungky Dyan
JMES The International Journal of Mechanical Engineering and Sciences Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25807471.v8i1.19269

Abstract

Making holes with the minimum thrust force and torque using a drilling machine is challenging for researchers because of the difficulties in setting input parameter such as the type of drill tool, point of angle, and feeding speed. Therefore, the trial-and-error method to predict optimum input parameters through experiment can be replaced with the Back Propagation Neural Network (BPNN) and metaheuristic method (i.e., genetic algorithm (GA) and Simulated Annealing (SA)) method to reduce costs and time. BPNN can be used to represent the input-output correlation precisely. However, obtaining a model with minimum Mean Squared Error (MSE) requires much data for training, testing, and validation. Since the obtained data from experiments requires expensive costs, combining data from experimental and simulation using ANSYS should considered to reduce the experimental costs. This study was then conducted to answer the research problem using an EMS 45 tool steel as the workpiece, with the three input parameters: type of drill tools (HSS M2 and HSS M35), the points of angle (118 and 134 degrees) and feeding speed rates (0.07 and 0.1 mm/s). The 32 data from experimental and modeling were used to model the correlation between the input and output parameters of the drilling process using BPNN. The BPNN’s network-model with minimum MSE is then used as the objective function to determine the input parameters to obtain the smallest value of thrust force and torque using the hybrid method using GA and SA.   
Implementasi Metode Rad Pada Sistem Informasi Reservasi Workspace Berbasis Website Suharjanti, Suharjanti; Aji, Achmad Maezar Bayu; Kholifah, Desiana Nur; Suhardjono, Suhardjono; Fibriany, Firstianty Wahyuhening; Fahmi, Muhammad
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 8 No 2 (2024): JISICOM (July-December 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisicom.v8i2.1689

Abstract

Salah satu masalah utama dalam sistem informasi penyewaan ruang kerja adalah ketergantungan pada proses manual dalam mengelola penyewaan ruang kerja. Efisiensi waktu menjadi kendala yang cukup signifikan karena proses manual membutuhkan waktu yang lebih lama, terutama dalam pencarian data dan pembaruan informasi. Hal ini mengakibatkan berkurangnya produktivitas, keterlambatan layanan, dan menurunnya kepuasan pelanggan. Masalah akurasi data juga sering muncul karena kesalahan pencatatan dan ketidakmampuan untuk memperbarui informasi secara real-time. Perusahaan yang menawarkan jasa penyewaan ruang kerja menghadapi masalah dengan antrian pelanggan untuk penyewaan ruang kerja. Dengan lebih dari 100 pelanggan, antrian terbentuk karena jumlah pelanggan melebihi kapasitas yang tersedia. Proses reservasi tidak efisien karena membutuhkan kehadiran pelanggan sering kali dilakukan secara lansung tanpa konfirmasi. Untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan membantu dalam pengolahan data penjualan, perusahaan membutuhkan sistem informasi berbasis web. Pendekatan pengembangan menggunakan model Rapid Application Development (RAD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan lebih unggul dibandingkan dengan sistem yang sedang berjalan, menawarkan efisiensi dan efektivitas yang lebih baik dalam pengolahan informasi dan pengelolaan data penjualan jasa penyewaan ruang kerja.
Implementasi Metode Rad Pada Sistem Informasi Reservasi Workspace Berbasis Website Suharjanti, Suharjanti; Aji, Achmad Maezar Bayu; Kholifah, Desiana Nur; Suhardjono, Suhardjono; Fibriany, Firstianty Wahyuhening; Fahmi, Muhammad
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 8 No 2 (2024): JISICOM (July-December 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisicom.v8i2.1689

Abstract

Salah satu masalah utama dalam sistem informasi penyewaan ruang kerja adalah ketergantungan pada proses manual dalam mengelola penyewaan ruang kerja. Efisiensi waktu menjadi kendala yang cukup signifikan karena proses manual membutuhkan waktu yang lebih lama, terutama dalam pencarian data dan pembaruan informasi. Hal ini mengakibatkan berkurangnya produktivitas, keterlambatan layanan, dan menurunnya kepuasan pelanggan. Masalah akurasi data juga sering muncul karena kesalahan pencatatan dan ketidakmampuan untuk memperbarui informasi secara real-time. Perusahaan yang menawarkan jasa penyewaan ruang kerja menghadapi masalah dengan antrian pelanggan untuk penyewaan ruang kerja. Dengan lebih dari 100 pelanggan, antrian terbentuk karena jumlah pelanggan melebihi kapasitas yang tersedia. Proses reservasi tidak efisien karena membutuhkan kehadiran pelanggan sering kali dilakukan secara lansung tanpa konfirmasi. Untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan membantu dalam pengolahan data penjualan, perusahaan membutuhkan sistem informasi berbasis web. Pendekatan pengembangan menggunakan model Rapid Application Development (RAD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan lebih unggul dibandingkan dengan sistem yang sedang berjalan, menawarkan efisiensi dan efektivitas yang lebih baik dalam pengolahan informasi dan pengelolaan data penjualan jasa penyewaan ruang kerja.