Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Studi Perencanaan Kolam Retensi di Perumahan Grand Arfa Wulandira Serang Banten Fhoenna, Wahyu Fatihah; Suhardjono, Suhardjono; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.11

Abstract

Perumahan Grand Arfa Wulandira merupakan perumahan yang akan dibangun berlokasi di Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Perumahan ini sering terjadi banjir walaupun sudah ada cekungan yang dapat menampung banjirnya. Dengan demikian diperlukan perencanaan kolam retensi dengan pompa sebagai outlet-nya yang dapat menampung banjir serta membuang kelebihan airnya dengan pompa. Kolam retensi ini direncanakan tidak hanya menampung banjir, namun juga direncanakan sebagai pasar apung (floating market). Dalam perencanaan kolam retensi, terdapat beberapa aspek yang perlu dikaji, yakni aspek hidrologi, dimensi serta anggaran biaya. Aspek hidrologi perlu dikaji untuk mengetahui besar volume yang perlu dibangun untuk mengatasi banjir yang nantinya akan dijadikan sebagai dimensi kolam retensi sehingga dapat diketahui besar anggaran biaya yang diperlukan untuk membangun kolam retensi tersebut. Dari hasil analisis, debit banjir yang terjadi pada Perumahan Grand Arfa Wulandira sebesar 0,997 m3/detik dengan luas cekungan yang tersedia sebesar 11231,12 m2. Kedalaman yang dibutuhkan untuk mengatasi banjir serta dijadikan pasar apung adalah sebesar 1,02 m dengan volume kolam retensi yang dibutuhkan sebesar 11.453,55 m3. Debit pompa outlet yang digunakan sebesar 0,611 m3/detik, kemudian didapat besaran anggaran biaya total pembangunan kolam retensi sebesar Rp824.728.000,00 sudah termasuk PPN.
NAIVE BAYES AND PARTICLE SWARM OPTIMIZATION IN EARLY DETECTION OF CHRONIC KIDNEY DISEASE Nurdin, Hafis; Suhardjono, Suhardjono; Wuryanto, Anus; Yuliandari, Dewi; Sugiarto, Hari
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 5 No. 3 (2024): JUTIF Volume 5, Number 3, June 2024
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2024.5.3.1750

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a global health problem that requires early detection to reduce the risk of complications and disease progression. The Naïve Bayes (NB) algorithm has been proven effective in detecting CKD but its accuracy still varies. The problem with previous research is that it has not fully optimized existing algorithms in terms of accuracy and efficiency. This research aims to develop a more accurate and efficient early detection method for CKD using the NB algorithm and Particle Swarm Optimization (PSO). The NB method is known for its speed and ease of implementation, with global search capabilities and PSO for parameter optimization. Dataset from the UCI repository, which includes data pre-processing, NB implementation, performance evaluation, and enhancement with PSO. The results of NB+PSO show a significant increase in accuracy of 95.75% from 95.00% and Area Under Curve (AUC) value of 0.910% from 0.802% compared to the use of NB alone. The conclusion of this study is that the combination of NB+PSO increases effectiveness in early detection of CKD. This research opens up opportunities for further development in the medical field, especially in improving the diagnostic accuracy of other diseases.
Penyajian Iringan Wayang Othok Obrol Lakon Prasetya Adipati Karno oleh Ki Subandi dalam Pakeliran Gaya Kedu Selokromo Utari, Puput Sri; Suhardjono, Suhardjono; Sutrisni, Sutrisni
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10722

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penyajian Iringan Wayang Othok Obrol Lakon Prasetya Adipati Karno oleh Ki Subandi dalam Pakeliran Gaya Kedu Selokromo”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur garap dalam karawitan iringan Wayang Othok Obrol. Fokus pembahasan penelitian meliputi bentuk dan fungsi gending, struktur adegan dan sajian gending, serta garap penyajian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yang dilakukan dengan cara studi pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wayang Othok Obrol merupakan bentuk pertunjukan wayang kulit yang termasuk dalam jenis pakeliran padat. Pertunjukan Wayang Othok Obrol lakon Prasetya Adipati Karno terbagi menjadi tiga (3) bentuk adegan yang terdiri dari jejer, adegan, dan strat. Iringan yang digunakan memiliki bentuk gending yang berbeda dengan bentuk gending pada umumnya. Hal tersebut terlihat dari tabuhan kolotomik yang terdiri dari ketuk, kenong, dan kempul. Iringan Wayang Othok Obrol terdiri dari gending khusus dan lagu glenukan. Gending khusus merupakan gending yang sudah dibakukan untuk mengiringi pertunjukannya. Gending tersebut terdiri dari Ayak obrol, Srepeg obrol, gending Kasatriyan dan Sampak titir. Adapun Glenukan merupakan bentuk iringan yang berfungsi sebagai pembentuk suasana adegan dalam pertunjukan Wayang Othok Obrol.Presentation of the Wayang Othok Obrol Accompaniment of the Prasetya Adipati Karno play by Ki Subandi in the Kedu Selokromo Style PakeliranThis study is entitled "Presentation of the Othok Obrol Wayang Accompaniment of the Prasetya Adipati Karno Play by Ki Subandi in the Kedu Selokromo Style Pakeliran". The purpose of this research is to describe the form and structure of the work on the musical accompaniment of Wayang Othok Obrol. The focus of the research discussion includes the form and function of the piece, the structure of the scene and presentation of the piece, as well as the work on the presentation. The research method used in this research is descriptive analysis method, which is carried out by means of literature studies, interviews, observation, and documentation. Wayang Othok Obrol is a form of wayang kulit performance which is included in the solid type of puppetry. The performance of the Wayang Othok Obrol play by Prasetya Adipati Karno is divided into three (3) forms of scenes consisting of sequences, scenes and strat. The accompaniment used has a form that is different from the form of music in general. This can be seen from the colotomic wasp which consists of tap, kenong, and kempul. The accompaniment of the Wayang Othok Obrol consists of special renditions and glenukan songs. Special gending is a gending that has been standardized to accompany the performance. The pieces consist of Ayak obrol, Srepeg obrol, Kasatriyan and Sampak titir songs. The Glenukan is a form of accompaniment that functions as a setting for the atmosphere of the scene in the Wayang Othok Obrol performance.
Hop: Interpretasi Suwuk Dalam Komposisi Karawitan wisesa, Wiku; Jatilinuar, Setya Rahdiyatmi Kurnia; Suhardjono, Suhardjono
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10727

Abstract

Pada suatu urutan atau struktur penyajian gending dalam karawitan jawa terdapat istilah yaitu suwuk. Suwuk merupakan bagian terakhir pada struktur penyajian gending yang berfungsi untuk menghentikan lagu atau gending. Selain itu juga merupakan kode atau aksen yang disepakati untuk menghentikan lagu. Suwuk ini memiliki pola kendhangan yang menonjol yang merupakan pola kendhangan yang berbeda dari kendhangan gendingnya, pola tersebut seperti kode yang diberikan oleh ricikan pamurba irama kepada ricikan lain sebagai tanda untuk berhenti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah practice as research trough performance (Praktik sebagai Penelitian melalui Pertunjukan), yang terdiri dari pra garap (observasi, studi Pustaka, wawancara, diskografi, analisis sumber terkait), garap (instrumentasi, tafsir garap, ekplorasi, penotasian, tahap latihan, presentasi musikal), dan pasca garap. Karya ini menggunakan medium tradisi dan idiom baru. Tujuan karya ini adalah menafsirkan dan mengembangkan kendhangan suwuk ladrang, ketawang, lancaran dan bubaran dalam karya komposisi karawitan. Karya komposisi “Hop” merupakan karya komposisi karawitan yang mengambil subtansi dasar karawitan tradisi sebagai ide dasar penciptaan komposisi karawitan. Karya ini menginterpretasi dan mengembangakan kendhangan suwuk sebagai tema penciptaan dengan mengolah unsur musikal seperti melodi, ritme, dan dinamika.HOP: INTERPRETATION OF SUWUK IN KARAWITAN COMPOSITION In a sequence or structure for the presentation of gending in Javanese karawitan, there is a term, namely suwuk. Suwuk is the last part of the musical presentation structure which functions to stop the song or piece. Besides that, it is also the agreed code or accent to stop the song. This suwuk has a prominent kendhangan pattern which is a different kendhangan pattern from the kendhangan gending, this pattern is like the code given by ricikan pamurba rhythm to other rickan as a sign to stop. The method used in this study is practice as research through performance (Practice as Research through Performance), which consists of pre-work (observation, literature study, interviews, discography, analysis of related sources), work on (instrumentation, interpretation, exploration, notation , rehearsal stages, musical presentations), and post-work. This work uses the medium of tradition and new idioms. The purpose of this work is to interpret and develop the kendhangan suwuk ladrang, ketawang, smoothness and dissolution in musical composition works. The compositional work "Hop" is a musical composition work that takes the basic substance of traditional karawitan as the basic idea for the creation of musical compositions. This work interprets and develops kendhangan suwuk as a theme of creation by processing musical elements such as melody, rhythm and dynamics.
Garap Gender Barung Gending Gendreh Kemasan Laras Slendro Pathet Sanga Kendhangan Mawur Prasanaya, Farid Azzani; Teguh, Teguh; Suhardjono, Suhardjono
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10691

Abstract

Melihat fenomena pertunjukan karawitan saat ini, gending-gending dengan tingkatan gending ageng jarang tersajikan. Hal terebut menjadi motivasi penulis terkait pemilihan Gending Gendreh Kemasan sebagai materi dalam Tugas Akhir ini. Adapun tujuan, salah satunya yaitu untuk menjaga eksistensi gending tersebut agar lestari.Gending Gendreh Kemasan adalah salah satu gending ageng yang terdapat pada Karawitan Jawa gaya Yogyakarta, berlaras slendro pathet sanga kendhangan mawur. Gending Gendreh Kemasan berbentuk kethuk 4 arang dhawah kethuk 8. Gending Gendreh Kemasan terdiri dari beberapa bagian, di antaranya yaitu buka, lamba, dados, pangkat dhawah, dan dhawah.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, wawancara, dan diskografi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui garap gender barung pada Gending Gendreh Kemasan. Adapun manfaat, yaitu hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah referansi dan perbendaharaan garap.Hasil penelitian yaitu garap gender barung pada Gending Gendreh Kemasan dapat menggunakan perbendaharaan garapnya yang berupa cengkok umum, cengkok khusus, cengkok gantungan, dan cengkok tuturan. Terdapat 13 macam cengkok genderan yang dapat diterapkan, di antaranya yaitu kuthuk kuning gembyang, kuthuk kuning kempyung, dualolo ageng, dualolo alit, tumurun ageng, tumurun alit, rambatan, ora butuh, kacaryan, ayo kuning, puthut gelut, gantungan gembyang, dan gantungan kempyung. Garap gender dalam gending tersebut tergolong rumit karena terdapat garap cengkok genderan campuran antara pathet sanga dan manyura. Working on Gender Barung Gending Gendreh Kemasan Laras Slendro Pathet Sanga Kendhangan Mawur Seeing the current phenomenon of karawitan performances, gendings with the ageng level of gending are rarely presented. This is the author's motivation regarding the selection of Gending Gendreh Kemasan as material in this Final Project. As for the goal, one of them is to maintain the existence of the piece so that it is sustainable.Gending Gendreh Kemasan is one of the ageng gending found in Javanese Karawitan Yogyakarta style, with slendro pathet sanga kendhangan mawur. Gending Gendreh Kemasan in the form of kethuk 4 kerep dhawah kethuk 8. Gending Gendreh Kemasan consists of several parts, including buka, lamba, dados, rank dhawah, and dhawah.This research method uses a qualitative approach. Data collection techniques were carried out by means of literature studies, interviews, and discography. The purpose of this study is to find out the work on gender barung in Gending Gendreh Kemasan. As for the benefits, namely the results of this study are expected to add to the references and working treasury.The results of the research are that working on gender barung in Gending Gendreh Kemasan can use the treasury of the works in the form of general cengkok, special cengkok, gantungan cengkok, and tuturan cengkok. There are 13 types of cengkok genderan that can be used, including kuthuk kuning gembyang, kuthuk kuning kempyung, dualolo ageng, dualolo alit, tumurun ageng, tumurun alit, tumurun alit, rambatan, ora butuh, kacaryan, ayo kuning, puthut gelut, gantungan gembyang, and gantungan kempyung. Working on the barung gender in this piece is quite complicated because there are mixed gender twists between pathet sanga and manyura.
Sinergi Akademisi dan Petani: Implementasi Teknologi Diesel Dual Fuel (DDF) Untuk Pertanian Ramah Lingkungan Di Desa Wanar Effendi, Mohammad Khoirul; Suryo, Is Bunyamin; Izzudin, Maulana Yusuf; Batan, I Made Londen; Suhardjono, Suhardjono; Sampurno, Sampurno; Wahjudi, Arif
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.9075

Abstract

Laju perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian di Indonesia mengalami kenaikan signifikan dari 3.7 % di tahun 2021, menjadi 5.08% di tahun 2024. Beberapa faktor yang menyebabkan menurunya kontribusi sektor pertanian ini antara lain: produktivitas yang rendah karena kurangnya penggunan alat mesin pertanian (alsintan) yang lebih modern, keterbatasan akses modal dan kredit, dan masih kurang meratanya distribusi solar bersubsidi untuk mengoperasikan alsintan. Solar bersubsidi ini sangat penting untuk petani karena jika mesin pertanian berhenti beroperasi, maka akan menurunkan produksi pertanian. Salah satu solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi kelangkaan solar bersubsidi di sektor pertanian adalah dengan menggunakan teknologi Diesel Dual Fuel (DDF). Penggunaan DDF pada mesin diesel ini memungkinkan mesin diesel tersebut bisa menggunakan dua jenis bahan bakar (cair dan gas) secara bersamaan. Keuntungan penggunaan mesin diesel dual fuel pada mesin pertanian ini adalah sebagai berikut: untuk menurunkan biaya operasional kendaraan karena harga bahan bakar gas lebih murah, menjaga performa mesin diesel tetap optimal, menurunkan emisi gas buang kendaraan diesel saat dioperasionalkan (misal CO2, NOx dan partikel karbon).
New Technology in Automated Vehicles to Improve Passenger Safety Suhardjono, Suhardjono; Priyono, Priyono; Sri Iswiyanti, Agus; Parulian, Dudi; Syah Putra, Arman; Aisyah, Nurul
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 3 (2021): June 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i3.96

Abstract

The background of this research is by prioritizing how to improve the safety of passengers on a vehicle with increased security so that if an accident occurs, the passenger does not suffer any injury. If necessary, it is not scratched on the body. With this research, it is necessary to increase security in order to provide maximum protection. for passengers and motorists. The method used in this study using the literature review method based on research that has been done previously so that it can be the basis for this research. With the literature review, the research will be able to find new research problems so that this research can be the latest research in order to serve as the basis for future research. In this study, we will find out how to protect passengers on a vehicle with ways that passengers can do so that the security side can be improved. Therefore, the use of security in a vehicle is very important so that it can help drivers and passengers in driving. In this study will produce a proposed system that can be used as a basis as a guide in order to protect passengers and motorists and can improve the safety side of driving.