Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP TEORI MODEL KEPERAWATAN MADELEINE M LEININGER MODEL KONSEPTUAL KULTUR KEPERAWATAN PADA ASUHAN KEPRAWATAN ULKUS CRURIS DEXTRA DI RUANGAN RAWAT INAP Suharjo, Suharjo; Irna Nursanti
ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : CV. ADIBA ADISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the application of nursing care to Mrs. S with dextra cruris ulcers, referring to the nursing model and theory of Madeleine M. Leininger's concept. The case study method was used with a nursing approach based on Leininger's theory. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation studies using an assessment format according to the theory. The results of the assessment identified factors such as technology, social, cultural values, policies, economics, and education that influence nursing care. Two nursing problems were found, namely Ineffective Health Maintenance and ineffective breathing patterns. Interventions were based on the Standardized Individualized Nursing Steps (SLKI) and Standardized Individualized Nursing Interactions (SIKI). After three days of nursing care, both problems were partially resolved. The conclusion of the study emphasizes the importance of nurses in providing quality nursing care with the Madeleine M. Leininger approach. It is hoped that this will improve overall nursing services.
The Influence of Students' Attribute on Earthquake Understanding in Klaten Regency Dewi, Ratih Puspita; Musiyam, Muhammad; Widiyatmoko, Wahyu; Wibowo, Yunus Aris; Suharjo, Suharjo; Miftakhunisa, Yunita; Khoirunnisa, Hakimah
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.57361

Abstract

An earthquake is a type of natural disaster that cannot be predicted in terms of time or scale. Klaten Regency is one of the earthquake-prone areas of Indonesia. The occurrence of earthquakes in Klaten Regency has indeed surprised many parties. Implementing disaster mitigation measures is crucial in areas prone to disasters. Disaster mitigation education has been implemented in schools through intracurricular and extracurricular activities. This study aims to analyze (1) the student's understanding of earthquakes at the elementary, middle, and high school levels in Klaten Regency and (2) the impact of student attributes on an understanding of earthquakes. Students' Students comprise age and gender. This is a quantitative study with a correlational research approach. The study was 173 students from junior high school. Techniques for collecting data include questionnaires and documentation. Data analysis techniques employ descriptive statistics; furthermore, the tests used to answer the hypothesis are the Mann-Whitney test, kruskall Wallis, and Spearman rank. The Mann-Whitney test. According to the study results, (1) students' students' of earthquakes was 22% high, 75% moderate, and 3% low, and (2) The test results pointed out that student characteristics had no significant impact on students' student's knowledge.Keywords: Earthquake; Disaster; Students; Understanding of Disaster
PELATIHAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI REVERSE OSMOSIS UNTUK AIR MINUM DI KAMPUNG TUA TELUK MATA IKAN Malik Made, Abdul; Suharjo, Suharjo; Siddiq, Ridha; Liston, Sony; Putra, Rapiansyah; Zikri, Zikri
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v3i2.2090

Abstract

Ketersediaan air bersih di wilayah pesisir Indonesia masih menjadi tantangan serius akibat intrusi air laut yang menyebabkan air tanah bersifat payau. Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, merupakan salah satu daerah yang terdampak, di mana air sumur masyarakat memiliki kadar salinitas tinggi (3.500–5.000 ppm) sehingga tidak layak dikonsumsi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan dan perawatan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai solusi pengolahan air payau menjadi air minum. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan masyarakat, dengan tahapan observasi, perencanaan, pelatihan teknis, praktik langsung, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan teknis masyarakat, dengan rata-rata pemahaman naik sebesar 78%. Peserta mampu merakit sistem RO 500 GPD secara mandiri, melakukan perawatan preventif, serta mengukur kualitas air melalui parameter TDS dan pH. Selain memenuhi kebutuhan air bersih, program ini juga memunculkan inisiatif masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro berbasis pengelolaan air minum. Kesimpulannya, pelatihan RO berbasis praktik dan pendampingan intensif efektif meningkatkan literasi teknologi masyarakat sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi. Disarankan adanya pelatihan lanjutan terkait troubleshooting dan manajemen sistem, serta pembentukan kelompok kerja untuk menjaga keberlanjutan program.
Determinants of Interprofessional Collaboration Among Nurses: The Role of Demographics, Work Experience, and Workplace Culture Suharjo, Suharjo; Fadhillah, Harif; Widiastuti, Eni
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i1.943

Abstract

Background: Interprofessional Collaboration (IPC) enhances the quality and safety of healthcare by integrating the expertise of multiple health professionals; however, its implementation in hospital settings is often hindered by barriers such as ineffective communication, unclear professional roles, hierarchical dominance, and unsupportive workplace culture. Objective: This study aimed to analyze the relationship between demographic characteristics, work experience, and workplace culture and the implementation of IPC among nurses. Methods: A cross-sectional quantitative study design was employed to examine the association between demographic factors, work experience, and work culture with IPC implementation among nurses at a general hospital in Banten Province, Indonesia. Eighty nurses were recruited using stratified random sampling. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using descriptive and inferential statistics with SPSS version 27.0. Results: IPC implementation was significantly associated with age (p = 0.048), education level (p = 0.047), work experience (p < 0.001), and work culture (p < 0.001). Work culture emerged as the most influential factor, with an odds ratio (OR) of 7.429 (95% CI: 2.703–20.419). Conclusion: Both individual demographic factors and organizational context influence nurses’ IPC implementation, with workplace culture being the most influential factor, highlighting the need to foster a collaborative work environment through interprofessional communication training, inclusive decision-making, and supportive institutional policies.
PELATIHAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI REVERSE OSMOSIS UNTUK AIR MINUM DI KAMPUNG TUA TELUK MATA IKAN Malik Made, Abdul; Suharjo, Suharjo; Siddiq, Ridha; Liston, Sony; Putra, Rapiansyah; Zikri, Zikri
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v3i2.2108

Abstract

Ketersediaan air bersih di wilayah pesisir Indonesia masih menjadi tantangan serius akibat intrusi air laut yang menyebabkan air tanah bersifat payau. Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, merupakan salah satu daerah yang terdampak, di mana air sumur masyarakat memiliki kadar salinitas tinggi (3.500–5.000 ppm) sehingga tidak layak dikonsumsi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan dan perawatan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai solusi pengolahan air payau menjadi air minum. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan masyarakat, dengan tahapan observasi, perencanaan, pelatihan teknis, praktik langsung, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan teknis masyarakat, dengan rata-rata pemahaman naik sebesar 78%. Peserta mampu merakit sistem RO 500 GPD secara mandiri, melakukan perawatan preventif, serta mengukur kualitas air melalui parameter TDS dan pH. Selain memenuhi kebutuhan air bersih, program ini juga memunculkan inisiatif masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro berbasis pengelolaan air minum. Kesimpulannya, pelatihan RO berbasis praktik dan pendampingan intensif efektif meningkatkan literasi teknologi masyarakat sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi. Disarankan adanya pelatihan lanjutan terkait troubleshooting dan manajemen sistem, serta pembentukan kelompok kerja untuk menjaga keberlanjutan program.
Pendampingan Perguruan Tinggi Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Untuk Merencanakan Pengembangan Karir Berkelanjutan Friadi, John; Panusunan, Panusunan; Suharjo, Suharjo; Effendi, Nur; Suroto, Suroto
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9412

Abstract

Era globalisasi dan perkembangan teknologi serta perubahan didunia industri menjadi langkah strategi untuk siswa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,  merencanakan pengembangan karir yang lebih sukses dimasa depan dan berkelanjutan. Masih ditemukan kurangnya informasi program-program di perguruan tinggi dan rendahnya kepercayaan diri siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui kolaborasi yang melibatkan partisipasi aktif dosen, mahasiswa dan siswa dalam memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang program-program diperguruan tinggi, motivasi meningkatkan kepercayaan siswa dan perencanaan pengembangan karir. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan dimulai dari persiapan, survey, pelaksan kegiatan, evaluasi kegiatan dan diakhiri dengan pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap program-program yang ada diperguruan tinggi sebesar 87%, peningkatan kepercayaan diri siswa untuk melanjutkan studi dan rencana pengembangan karir sebesar 85% serta memberikan manfaat dengan adanya kegiatan ini sebesar 89%.  Kegiatan ini membuktikan bahwa kemitraan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Batam dan sekolah menengah kejuruan yaitu SMKN 3 Kota Batam berperan penting dalam meningkatkan pemahaman siswa, kepercayaan diri dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan dapat terus dikembangkan menjadi model berkelanjutan.