Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Asesmen Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Bentuk Quizizz offline Mode Kertas tentang Keragaman pada Materi Al-Qur'an dan Hadits di SDN 13 Pasar Remaja Kota Sawahlunto Misniati, Misniati; Hidayat, Rahmad; Suharmon, Suharmon
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1106

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan teknologi dalam asesmen. Penggunaan teknologi dalam asesmen sangat diharapakan agar tercipta asesmen yang efisien dan efektif. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya agar penggunaan teknologi hadir di ruang kelas dengan tetap memperhatikan sarana dan prasarana yang kurang memadai, peraturan sekolah yang melarang siswa membawa handphone. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Asesmen PAI dan BP Bentuk Quizizz Offline Mode Kertas Pada Materi Al Quran dan Hadits Tentang Keragaman di SDN 13 Pasar Remaja yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah Research and Development (R&D) atau pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Tahap pengembangan menggunakan model ADDIE memiliki lima tahap yaitu Analisis (Analyze), Desain (Design), Pengembangan (Development), Pelaksanaan (Implementation) dan Evaluasi (Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar uji validitas dan uji praktikalitas untuk menguji produk yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dihasilkan produk berupa Asesmen PAI dan BP Bentuk Quizizz Offline Mode Kertas Pada Materi Al Quran dan Hadits Tentang Keragaman di SDN 13 Pasar Remaja. Hasil validasi produk diperoleh persentase 89,82% dikategorikan sangat valid dan hasil praktikalitas asesmen yang telah dikembangkan memperoleh persentase 96% dari pendidik dan 89,67% dari siswa. Dapat disimpulkan Asesmen PAI dan BP Bentuk Quizizz Offline Mode Kertas Pada Materi Al Quran dan Hadits Tentang Keragaman di SDN 13 Pasar Remaja sangat valid dan sangat praktis sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alat asesmen pada mata pelajaran PAI dan BP Bentuk Quizizz Offline Mode Kertas Pada Materi Al Quran dan Hadits Tentang Keragaman.
Pembentukan Karakter Siswa Melalui Internalisasi Nilai-nilai Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Dambaan Ummat Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok Nuryupa, Nuryupa; Amra, Abhanda; Suharmon, Suharmon
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.1201

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses internalisasi nilai-nilai agama Islam dalam membentuk karakter siswa di SD IT Dambaan Ummat Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok, mengetahui metode internalisasi nilai-nilai Agama Islam dalam membentuk karakter siswa  di SD IT Dambaan Ummat Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok, dan mengetahui hasil internalisasi nilai-nilai agama Islam dalam membentuk karakter siswa  di SD IT Dambaan Ummat Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, orang tua siswa, dan siswa. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubberman yang membagi analisis data menjadi tiga yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses internalisasi nilai-nilai agama Islam terdiri atas tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai, dan tahap transinternalisasi. Tahap transformasi nilai merupakan transfer pengetahuan nilai-nilai agama melalui komunikasi verbal. Tahap transaksi nilai melibatkan interaksi dua arah antara guru dan siswa, memungkinkan pertukaran nilai melalui dialog dan contoh perilaku nyata. Tahap transinternalisasi merupakan fase di mana siswa menginternalisasi nilai-nilai tersebut melalui pengalaman pribadi dan refleksi mendalam. Metode internalisasi yang diterapkan meliputi peneladanan, pembiasaan, pergaulan, penegakan aturan dan motivasi. Hasil internalisasi nilai-nilai agama Islam di SD IT Dambaan Ummat dapat membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, tawadhu’ dan patuh serta ikhlas. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai agama Islam di SD IT Dambaan Ummat dapat membentuk siswa yang berkarakter disiplin, bertanggung jawab, tawadhu’ dan patuh serta ikhlas.
Muḥâwalât Taysîr al-Naḥw ‘Inda al-Mujaddidîn Li Tashîl al-‘Arabiyah li al-Nâṭiqîna Bighairihâ Nasution, sahkholid; Suharmon, Suharmon
Jurnal Alfazuna : Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 6 No. 2 (2022): June
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alfazuna.v6i2.1897

Abstract

Purpose- This study aims to present information about: 1). The problem of learning nahwu, and 2). The efforts of the Islamic scholars in simplifying the nahwu material to be more easily learned, especially for beginners and non-Arabic speakers.  Design/Methodology/Approach- This paper is a conceptual analysis using descriptive analysis methods. The data were obtained through library research.  Findings- It can be concluded that the main factor making nahwu material difficult to be learned is the philosophical and layered analysis of i'rab , while this practical analysis is considered not to make a lot of positive contributions in understanding a text, especially for being fluent in speaking Arabic.  Research  Limitation/Implications- Therefore, the solution is not to learn the theory âmil; theory of  illat tsawâni and tsawâlits; theory of qiyâs, and the theory of al-tamârîn al-muftaridhah particularly for novice students of non-Arabic speakers.  Keywords: Non-Arabic speakers, i’rab, âmil; ‘illat tsawâni, tsawâlits; qiyâs, al-tamârîn al-muftaridhah.
Ta’allum al-Lughah al-Àrabiyyah fi Dhau’ al-Biah li Tahfiz at-Thullab a’la al-Tahaddus biha fi al-Maáhid al-Islamiyyah Sumatra al-Gharbiyyah Suharmon, Suharmon; Salam, Muhammad Yusuf; Hasaniyah, Nur
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 6 No. 1 May (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v6i1.3748

Abstract

This study aims to describe the environment-based students’ motivation to learn Arabic in Islamic Boarding schools in West Sumatra. Motivation is seen from its intrinsic and extrinsic aspects. This research employed qualitative approach with data collection techniques carried out by observation, interviews, documentation, and questionnaires. Data analysis techniques were carried out by triangulation of observational data, document analysis, documentation, and descriptive statistic. The findings indicate that Islamic boarding schools in West Sumatra were employing environment-based Arabic learning and it was evident that the approach improves students’ speaking skills and generates motivation to them. Intrinsic motivation encourages student to speak arabic, which is indicated by the  desire to discuss arabic languange materials and is categorized as “ very well ”.“ student learning desire”was also raised on the aspek “seriousness of doing learning tasks” which is showing at the “very well”category, and on the aspect of “students’ desire to progress” showed the “good” category.  In short, the environmental approach sheds light on learning Arabic as it improves students’ engagement in speaking Arabic.
TATHWÎR AL-NAMÛDZAJ AL-TA’LÎMÎ LI MAHÂRAH AL-KALÂM FI DHAU AL-FURÛQ AL-FARDHIYAH FÎ AL-JÂMI’AH AL-ISLÂMIYAH AL-HUKÛMIYAH Suharmon, Suharmon; Ainin, Mohammad; Lubis, Torkis
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v6i2.10032

Abstract

This research aims to develop Individual Differences-Based Speaking Skills Learning Model in Arabic Language Education Program of Institute for Islamic studies Batusangkar. The Research questions to answer are how to design, how is praticality and than effectiveness of the model. The Research and Development Method appload Dick and Carry Development Model. The results of this research are as follows: 1) The design of the learning model is based on three student groups; 2) In terms of practicality, 87% of the students are able and to solvie problems in the process of learning Arabic, 67% of the students are confident to be able to speak Arabic; 3) In terms of effectiveness, the use of this learning model has an effect on improving  the  student’s learning outcomes, This is indicated by  the “ t “ test result 2,036 ˂ 7,110 ˃ 2,036. The research concludes that the model is feasible, practical, and effective in improving, the student’s speaking skills.
The Process of Absorbing Arabic Sounds into the Sounds of the Minangkabau language: Phonological Study | ʿamaliyyat imtiṣāṣ al-ʾaṣwāt al-ʿarabiyyah fī ʾaṣwāt al-lughah al-mīnānjakābūiyyah: dirāsah fūnūlūjiyyah suharmon, suharmon
AL-TA'RIB : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/altarib.v12i1.7945

Abstract

This research explores the absorption of Arabic into the Minangkabau language, known as Minangization, focusing on the changes in vowel and consonant sounds. Using the agih method, which analyzes language through substitution, the study detects shifts in Arabic words within the Minangkabau language. Data analysisemploys translational equivalent techniques using both primary and secondary data. The findings reveal that most Minangkabau vocabulary derived from Arabic is absorbed through four patterns: dissimilation (similar sounds becoming less similar), diphthongization (single vowel sounds becoming diphthongs), anaptic (insertion of additional sounds), and zeroization, which includes apheresis (removal of phonemes at the beginning of a word), syncope (removal of phonemes in the middle), and apocope (removal of phonemes at the end). These findings facilitate Minangkabau students' study of both their native language and the Quran.