Claim Missing Document
Check
Articles

Peramalan Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Retno Dyah Handini; Agus Suharsono; Suhartono Suhartono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.695 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.14560

Abstract

Pajak adalah sumber penerimaan dalam negeri yang potensial untuk terus digali dan dikembangkan. Salah satu pajak daerah yang memberikan kontribusi terbesar pada penerimaan pajak daerah di Provinsi Jawa Timur adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan jumlah penerimaan PKB di 38 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dibawah Dinas Pendapatan (Dipenda) Provinsi Jawa Timur menggunakan regresi nonlinier. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder dari Dipenda Jawa Timur, dengan variabel yang digunakan adalah penerimaan PKB sebagai variabel dependen serta kendaraan bermotor sebagai variabel independen. Penelitian ini menghasilkan model regresi nonlinier dengan fungsi concave sebagai model yang sesuai untuk meramalkan penerimaan PKB. Sedangkan kendaraan bermotor diramalkan dengan model tren linier dan model eksponensial sebagai input untuk peramalan PKB. Hasil peramalan penerimaan PKB di Provinsi Jawa Timur dengan model eksponensial menunjukkan hasil yang lebih baik karena model mampu mengikuti pola data aktual, yaitu sebesar 14,13% pada tahun 2015 dan 13,26% pada tahun 2016. Sehingga hasil peramalan dengan model eksponensial dianggap lebih baik daripada hasil peramalan dengan model tren linier.
Peramalan Kandungan Particulate Matter (PM10) Dalam Udara Ambien Kota Surabaya Menggunakan Double Seasonal ARIMA (DSARIMA) Bernadeta Chrisdayanti; Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.969 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10961

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang padat dan diiringi oleh banyaknya jumlah kendaraan bermotor. Alat transpostasi pribadi sangat mempermudah akomodasi, namun dapat menimbulkan polusi udara. Polusi udara dipantau berdasarkan 5 parameter, salah satunya PM10. PM10 merupakan parameter untuk menyatakan banyaknya kandungan debu dalam udara dan kandungannya paling banyak dalam udara ambien Kota Surabaya pada tahun 2014. Salah satu faktor yang mempengaruhi kandungan PM10 adalah asap kendaraan bermotor. Dampak dari tingginya kandungan PM10 akan langsung dirasakan oleh makhluk hidup. Oleh karena itu, kandungan PM10 perlu dikontrol setiap hari, bahkan setiap jam. Pengontrolan per jam dilakukan karena kandungan PM10 akan sangat tinggi pada jam 10.00 hingga 13.00, dimana nilai ISPUnya dapat melebihi batas udara dinyatakan sehat. Proses pengontrolan untuk beberapa jam dan hari berikutnya dapat dilakukan dengan menggunakan metode time series ARIMA. Metode ini dipilih karena kandungan PM10 dipengaruhi oleh waktu-waktu sebelumnya dan skala waktu yang digunakan konstan yaitu per jam. Stasiun pengamatan yang akan digunakan adalah SUF 6 dan SUF 7. Pemilihan model terbaik didasarkan pada kriteria out sample Root Mean Square Error (RMSE). Model terbaik yang dapat digunakan untuk mengontrol kandungan PM10 per jam di SUF 6 adalah ARIMA ([1,2,4, 7,8,9,10,12,16,17,18],1,0)(1,1,1)24(0,1,1)168 dan ARIMA ([1,2,4,5,7,8, 10,11,12,13,15,16,18,19,20],1,0)(1,1,1)24(0,1,1)168.
Pemodelan Terhadap Faktor-Faktor yang Memengaruhi GDP dan Inflasi di Indonesia dengan Pendekatan Persamaan Simultan Siti Annissa Rachmawati; Agus Suharsono; Imam Safawi Ahmad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16562

Abstract

Pembangunan ekonomi adalah suatu usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang sering kali diukur melalui tinggi rendahnya pendapatan penduduk tiap tahunnya atau pendapatan perkapita. dalam analisis makro pengukuran dalam perekonomian suatu negara adalah Gross Domestic Product (GDP) dan tingkat Inflasi. Termasuk Indonesia dimana perekonomiannya sangat tergantung pada moneter dan perekonomian yang selalu menghadapi permasalahan pertumbuhan ekonomi tersebut. Perubahan dalam indikator ini akan berdampak terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi. Tujuan penelitian ini menganalisis model sumultan GDP dan Inflasi dengan menggunakan metode Three Stage Least Square (3SLS). Model GDP dan inflasi terdiri dari dua persamaan struktural. Untuk persamaan GDP dipengaruhi secara signifikan oleh Inflasi, Pengeluaran Pemerintah, dan Nilai tukar. Terdapat dua kajian dalam Tugas Akhir ini. Dalam persamaan simultan untuk inflasi secara signifikan dipengaruhi oleh GDP,  Pengeluaran Pemerintah, Jumlah Uang Beredar dan tingkat suku bunga.
Klasifikasi Dynamic Financial Distress Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014 Menggunakan Regresi Logistik Biner dan Classification Analysis & Regression Tree (CART) Muniroh Muniroh; Suharsono Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.85 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16639

Abstract

Financial distress adalah suatu konsep luas yang terdiri dari beberapa situasi dimana suatu perusahaan menghadapi masalah kesulitan keuangan. Apabila kondisi financial distress ini diketahui, diharapkan dapat dilakukan tindakan untuk memperbaiki situasi tersebut sehingga perusahaan tidak akan masuk pada tahap kesulitan yang lebih berat seperti kebangkrutan ataupun likuidasi. Untuk itu dilakukan klasifikasi dynamic financial distress dengan menggunakan metode rgresi logistik biner dan CART. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang diduga berpengaruh signifikan terhadap financial distress, serta untuk mengetahui model klasifikasi financial distress. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik biner, terdapat dua variabel prediktor yang berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress perusahaan manufaktur yaitu variabel rasio likuiditas (X1) dan rasio aktivitas (X5), dengan ketepatan klasifikasi sebesar 84,8%. Metode CART menghasilkan pohon klasifikasi maksimum sama dengan pohon klasifikasi optimum, dengan simpul utamanya adalah variabel rasio solvabilitas (X4). Dengan nilai ketepatan klasifikasi sebesar 96,3%. Perbandingan kedua metode menghasilkan bahwa metode CART memiliki nilai ketepatan klasifikasi yang lebih besar 11,5% dari metode regresi logistik biner.
Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sektor Perbankan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Menggunakan Metode Structural Equation Modelling-Partial Least Square Fiqih Nur Aminah; Agus Suharsono; Imam Safawi Ahmad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.859 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16923

Abstract

Bagi perusahaan yang telah go public, pasar modal merupakan sarana peningkatan nilai perusahaan. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi nilai perusahaan. Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan laporan keuangan secara berkala menggunakan rasio keuangan. Pada Mei 2015, empat perusahaan perbankan Indonesia masuk ke dalam Forbes yaitu BRI (Bank Rakyat Indonesia), Bank Mandiri, BCA (Bank Central Asia) dan BNI (Bank Negara Indonesia). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sektor perbankan memiliki kinerja cukup baik dan diindikasikan memiliki nilai perusahaan yang tinggi. Nilai perusahaan tersebut dihitung melalui Price Book Value (PBV). Bank Indonesia merupakan Bank Sentral Indonesia membagi lima bagian rasio keuangan untuk sektor perbankan yaitu rasio permodalan, rasio aktiva produktif, rasio rentabilitas, rasio likuiditas dan rasio kepatuhan. Kelima rasio tersebut tidak dapat diukur secara langsung, sehingga pengukurannya menggunakan indikator. Sehingga dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan terhadap nilai perusahaan. Metode yang digunakan adalah SEM-PLS. Hasil pengujian model struktural menunjukkan bahwa rasio aktiva produktif dan rasio rentabilitas mempengaruhi nilai perusahaan.
Estimasi Value at Risk dalam Investasi Saham Subsektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia dengan Pendekatan Extreme Value Theory Salisa Minchatur Rohmah; Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.859 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24983

Abstract

Investasi di pasar modal merupakan salah satu cara alternatif untuk meningkatkan aset sebesar-besarnya di masa mendatang dengan risiko tertentu. Salah satu aset financial yang banyak diminati adalah investasi dalam bentuk saham. Pengukuran risiko merupakan hal yang sangat penting berkaitan dengan investasi dana yang cukup besar. Dalam berinvestasi, investor diharapkan mampu mengestimasi tingkat risiko sebelum melakukan investasi. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk menghitung tingkat risiko pada bidang keuangan. Metode yang digunakan dalam menghitung risiko yaitu metode Value at Risk (VaR). Namun pada kenyataannya, data terkait bidang keuangan sering kali mengandung nilai-nilai ekstrem, sehingga diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan metode Extreme Value Theory (EVT). Pada penelitian ini, perhitungan tingkat risiko dilakukan dengan dua pendekatan EVT yaitu Block Maxima (BM) dan Peaks Over Threshold (POT).  Diperoleh hasil tingkat risiko yang dihasilkan oleh metode BM lebih besar dibanding tingkat risiko dari POT. Namun hasil backtesting menyatakan bahwa metode POT lebih akurat dibanding metode BM.
Analisis Kecenderungan Zona Nilai Tanah di Wilayah Surabaya Menggunakan Multiple Correspondence Analysis Desy Ariyanti; Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.496 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25046

Abstract

Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk yang terus menigkat setiap tahunnya. Sedangkan ketersediaan lahan di Surabaya tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk. Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan lahan tanah sebagai tempat tinggal akan meningkat sehingga harga tanah akan semakin tinggi. BPN sebagai lembaga pemerintah yang bertugas di bidang pertanahan menetapkan Zona Nilai Tanah (ZNT) sebagai acuan dalam penentuan harga tanah di wilayah Kota Surabaya. Penentuan ZNT didasarkan pada harga pasar tanah di wilayah tertentu. Selain itu harga tanah juga dipengaruhi oleh wilayah dan tersedianya fasilitas umum. Untuk mengetahui kecenderungan variabel ZNT, banyaknya fasilitas umum dan pembagian wilayah di Kota Surabaya dilakukan penelitian dengan menggunakan analisis kecenderungan dua / lebih variabel kategori dengan menggunakan Multiple Correspondence Analysis (MCA). Dalam analisis ini didapatkan bahwa ZNT memiliki hubungan saling ketergantungan dengan fasilitas umum dan pembagian wilayah. Dalam analisis ini didapatkan bahwa ZNT memiliki kedekatan  dengan fasilitas umum dan pembagian wilayah. Hasil MCA menunjukkan terbentuk kelompok-kelompok yang memiliki tingkat kecenderungan yang tinggi yaitu wilayah Surabaya Barat berada di ZNT3 dengan banyaknya fasilitas umum lebih dari 15 unit. Wilayah Surabaya Timur memiliki kecenderungan pada ZNT 2. Sedangkan Surabaya Selatan cenderung pada ZNT 4 dengan jumlah fasilitan umum antara 3 hingga 15 unit.
Pengendalian Kualitas Bulb Lampu Pijar Tipe PS 47 di PT. Sinar Angkasa Rungkut Menggunakan Diagram Kendali Multivariat Dina Fitriasari; Agus Suharsono; Ni Luh Putu Satyaning Pradnya Paramita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.843 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33150

Abstract

PT. Sinar Angkasa Rungkut adalah salah satu produsen lampu terkemuka di Indonesia yang memproduksi lampu lisktrik merek Chiyoda. Lampu pijar tipe PS 47 merupakan salah satu jenis lampu pijar yang masih diproduksi hampir setiap hari sampai saat ini dengan tingkat penjualannya yang cukup tinggi. Salah satu ukuran kualitas lampu pijar tipe PS 47 adalah pada bola lampu (bulb). Kualitas lampu di perusahaan ini hanya ditentukan berdsarkan variabel kualitas bulb yang telah sesuai dengan spesifikasi tanpa adanya pengendalian kualitas secara statistik. Pada penelitian ini digunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Variance (MEWMV) dengan pengamatan individual untuk mendeteksi perubahan variabilitas proses. Sementara itu, monitoring rata-rata proses produksi dilakukan dengan menggunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA). Variabel kualitas bulb yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata tebal leher minimum dan rata diameter luar leher. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa variabilitas proses telah terkendali secara statistik dengan menggunakan pembobot optimum= 0,7 dan = 0,9. Sementara itu untuk rata-rata proses belum terkendali secara statistik dengan menggunakan nilai pembobot optimum  λ = 0,9. Variabel utama penyebab pengamatan yang berada diluar batas kendali pada rata-rata proses adalah rata tebal leher minimum. Kapabilitas proses menggunakan indeks MPpk menunjukkan bahwa proses telah kapabel. Nilai MPpk sebesar 1,14 menunjukkan bahwa presisi dan akurasi proses telah baik.
Pengendalian Kualitas Proses Penetasan Telur Ayam di PT X Unit Hatchery Malang Menggunakan Peta Kendali Multiatribut Intan Nurul Amalia; Agus Suharsono; Ni Luh Putu Satyaning Pradnya Paramita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.229 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33152

Abstract

PT X melakukan pengendalian kualitas mulai dari pembibitan DOC hingga proses akhir secara ketat namun selama ini perusahaan belum melakukan pengendalian kualitas lebih jauh menggunakan metode statistik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis pengendalian kualitas statistik terhadap proses penetasan telur ayam menggunakan peta kendali p multiatribut karena tiga jenis kecacatan telur yang terjadi, yaitu abnormal, retak, dan pecah saling berkorelasi satu sama lain sehingga pengendalian kualitasnya dilakukan secara simultan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandang 1 dan 3 merupakan kandang yang paling bermasalah sehingga monitoring kualitas difokuskan pada telur yang berasal dari kedua kandang tersebut. Peta kendali p multiatribut fase I menunjukkan bahwa proses penetasan telur yang berasal dari kedua kandang tersebut belum terkendali secara statistik. Setelah diperoleh peta kendali fase I yang sudah in control, ternyata batas kendali yang diperoleh menunjukkan pergeseran proses yang semakin buruk pada fase II. Artinya, kecacatan telur yang terjadi pada fase II mengalami peningkatan dari periode sebelumnya. Dari hasil identifikasi diketahui bahwa abnormalitas merupakan jenis cacat yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kecacatan telur yang mengakibatkan proses penetasan telur ayam tidak terkendali secara statistik.
Pengendalian Kualitas Produk Air Minum Dalam Kemasan A3 Fresh O2 di CV. Karunia Jaya Menggunakan Diagram Kendali Improved Generalized Variance dan T2 Hotelling Vidya Sukma Fitriyawan; Agus Suharsono; Haryono Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.073 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33153

Abstract

Kebutuhan air minum di Indonesia saat ini terus meningkat. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa setiap penyelenggara air minum wajib menjamin air minum yang diproduksinya aman bagi kesehatan. Saat ini, masyarakat lebih memilih untuk mengkonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) karena dianggap lebih hemat dan praktis. CV. Karunia Jaya merupakan salah satu perusahaan penghasil AMDK. Perusahaan harus senantiasa menjaga kualitas produknya agar memperoleh kepercayaan konsumen, maka pengendalian kualitas sangat diperlukan. Melalui pengendalian kualitas produk terhadap variabel pH dan Total Dissolved Solid (TDS), menggunakan diagram kendali univariat Individual dan Moving Range diketahui bahwa variabilitas dan rata-rata proses belum terkendali dengan beberapa penyebab, salah satunya adalah kondisi bahan baku yang beragam. Setelah dilakukan perbaikan dan evaluasi menggunakan diagram kendali Improved Generalized Variance dan T2 Hotelling, diketahui bahwa variabilitas dan rata proses telah terkendali secara statistik. Kapabilitas proses secara multivariat menunjukkan bahwa proses belum kapabel karena akurasi proses produksi yang rendah sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai dari target perusahaan. Meskupun demikian, produk yang dihaasilkan telah memenuhi syarat yang ditetapakan oleh Badan Standardisasi Nasional sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
Co-Authors Abul Haris Suryo Negoro Ade Dwi Anggraeni Ahsan, Muhammad Amriani, Tenry Nur Andarista, Dhea Vanny Andi Tenri Ampa Andi Tenri Ampa Andria Prima Ditago Ani Satul Ru’yati Badriyah Anwar Anwar Aprilia Ardiriani Aryo Wibisono Astiti, Luh Gede Dewi Sari Astrid Wiswandani Bambang Widjanarko Otok Bernadeta Chrisdayanti Boedijono, Boedijono Clara Agustin Stephani Desy Ariyanti Diaz Fitra Aksioma Dina Fitriasari Dina Suryawati Dwitiya Khansa N Elly Pusporini Fiqih Nur Aminah Firdaus, Alfareza Galvani, Selly Ganis Ardhaning Saputri Harun Al Azies Haryono Haryono Haryono Haryono Haryono Haryono Haryono Haryono Hidayatul Khusna Ilham Maharsa P Imaduddin Wafi Imam Safawi Ahmad, Imam Safawi Indaryani, Ariefina Sri Inka Ramadhani Putri Intan Nurul Amalia Jerry Dwi Trijoyo Purnomo Khoiru Liummah Ayu Nastiti Linda Wulansari Taryanto Lutfi Nur Aini Marieta Monica Marieta Monica Mohammad Hafidz Al Habib Monica, Marieta Muflih Rori Putra Harahap muhammad mashuri Mulyantari, Adhelya Dwi Muniroh Muniroh Nafilah Faradiba Nanik Prasetyoningsih Ni Luh Putu Satyaning Pradnya Paramita Nisar Nisar Nur Aida Ikrima Nur Iriawan Prabhawati, Adhiningsih pramesti, wara Prasetyoningsih , Nanik Purhadi Purhadi Purnamasari, Mita Rahmawati Erma Standsyah Retno Dyah Handini Retno Puspitaningrum Rina Wahyuningsih, Rina Rizky Nanda Ghifari Rohman, Hermanto Rossy Budhi Pratiwi Salisa Minchatur Rohmah Salsabila, Malikal Balqis Sari, Vianney Dwi Puspita Selfi Budi Helpiastuti Siti Annissa Rachmawati Siti Azizah Sonia Faradilla Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhermi, Novri Sunyoto Usman utomo, chandra eko wahyudi Vidya Sukma Fitriyawan Wibawati Wibawati Wibawati Wibawati Wibawati Wikaning Tri Dadari Yongky Choirul Anam Zahrina Luthfi Raudina Zarrin Hubaisy