Claim Missing Document
Check
Articles

MODERNISME PONDOK PESANTREN SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM NON DIKOTOMIK Faisal Kamal; Mukromin Mukromin
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 2 No 2 (2019): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v2i2.1299

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) are often perceived as educational institutions that only teach religious knowledge. In fact, this is not the case. Although this view is not entirely wrong either, because, in fact, this perception arises because of the character and characteristics of Islamic boarding schools (pesantren) which have been consistent in maintaining traditionalism values. Being inappropriate, when there is a view that corners Islamic boarding school institutions as institutions that are old-fashioned and anti-change, so they are considered to hamper the progress of education in Indonesia. This article focuses on the subject of Islamic boarding schools (pesantren)as an institution that is oriented towards a balance between religious and general knowledge. The findings in this paper are, (1) boarding schools(pesantren) are excellent educational institutions. He proved his superiority, structurally, institutionally, and culturally, that Islamic boarding schools are able to elaborate integrated Islamic education models as real manifestations in practicing non-dichotomous educational principles. (2) paradigmatically, culturally, in practice, that the perception of Islamic boarding schools (pesantren) as dichotomous Islamic educational institutions is indisputable. Because, Islamic boarding school (pesantren) is the only Islamic educational institution that is successful in realizing the benefits of modernism and the wisdom of traditionalism.
KONSEP DAN APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS EDUTAIMENT DALAM MENUMBUHKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Vava Imam Agus Faisal; Mukromin Mukromin
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 3 No 1 (2020): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v3i1.1435

Abstract

The topics examined in this theme is how the concept of berbasisedutaimen learning in fostering the potential of creativity can run in either. The process of learning in early childhood is regarded as the gold. A wide variety of learning support cleaner refining its development. The development happens in children can be seen from the growth of creativity in him. Creativity is the activity of the child in learning activities to respond to that. Emergence of learning-based edutaiment is strategic step in developing creativity. Interpretation of eduataiment-based learning has synergy with the pattern of early childhood learning. Learning emphasis edutaiment gives an atmosphere of active and fun for children. Emplementasi-based learning edutaiment sacara consistent thing to do and there is nothing in order for sustainable development of developing creativity in either. Standards of competence of educators was instrumental in optimizing edutaiment-based learning. Educators appropriate competence could run the process of internalization of learning with a wide variety of teaching. Independently, creativity can grow within the children through a fun learning atmosphere. Educators give referrals and seluasnya space for the growing important role early childhood kreativas
TAHRIF AL-QUR’AN ANTARA SUNNI DAN SYIAH Mukromin Mukromin
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 15 No 1 (2015): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan al-Qur‟an di tengah-tengah umat Islam, karena berfungsi sebagai hudan (petunjuk), furqan (pembeda), sehingga menjadi tolak ukur dan pembeda antara kebenaran dan kebatilan, ditambah keinginan untuk memahami petunjuk yang terdapat didalamnya telah melahirkan beberapa metode untuk memahami al-Qur‟an. Luasnya keanekaragaman karya-karya tafsir tidak dapat dipungkiri karena telah menjadi fakta bahwa para penafsir pada umumnya mempunyai cara berfikir yang berbeda-beda, sesuai dengan latar belakang pengetahuan dan orientasi mereka dalam menafsirkan al-Qur‟an. Sejarah membuktikan perbedaan-perbedaan yang terjadi tidak hanya dalam masalah-masalah penafsiran tapi juga pada sisi-sisi lain dari ilmu-ilmu keislaman.Maka dalam hal ini akan mencoba mencari jawaban mengenai tahrif al-Qur‟an dalam pandangan kaum sunni dan syi‟ah. Dimana ulama-ulama syi`ah menilai al-Qur‟an dengan penilaian yang berbeda dari ulama sunni pada umumnya, diantara perbedaan itu karena ulama syi‟ah beranggapan bahwa sebagian ayat-ayat al-Qur‟an telah mengalami perubahan dan penyimpangan dikarenakan sebagian ayat-ayatnya ada yang asli namun ada juga yang palsu. Inilah sedikit gambaran yang menjadikan penulis memiliki ketertarikan untuk membuat penelitian perbandingan antara sunni dan syi‟ah mengenai tahrif al-Qur‟an.
RESENSI KITAB TA’LIMUL MUTA’ALIM Mukromin Mukromin
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 19 No 1 (2019): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v19i1.1601

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang keutaman-keutamaan ilmu, bagian-bagiannya dan cara yang seharusnya untuk menghasilkan ilmu itu. Karena mencari ilmu itu ibadah maka, niat tholabul ‘ilmi yang faridhotun itu tidak boleh ditinggalkan. Tentu saja yang dilakukan pencari ilmu (tholib) agar mendapatkan pahala disamping dimaksudkan pula untuk memicu dan memacu semangat pencarian, menangkal pembiasaan malas tidak semangat, menjaga konsistensi, mendorong dan menuntun keberhasilan dan serta tujuan ritualistik yang lain. Dari sinilah seharusnya kandungan kitab Ta’lim al-Muta’alim didekati sehingga tuduhan kurang menyenangkan atas kitab tersebut bisa dihindari. Secara umum kitab ini berisikan tiga belas pasal yang singkat-singkat.Dari ke tiga belas fasal atau bab pembahasan di atas, dapat kita lihat bahwa dari segi metode belajar yang dimuat Zarnuji dalam kitabnya itu meliputi dua kategori. Pertama, metode bersifat etik. Kedua, metode yang bersifat strategi. Metode yang bersifat etik antara lain mencakup niat dalam belajar, sedangkan metode yang bersifat teknik strategi meliputi cara memilih pelajaran, memilih guru, memilih teman dan langkah-langkah dalam belajar. Apabila dianalisa maka akan kelihatan dengan jelas Az-Zarnuji mengutamakan metode yang bersifat etik, karena dalam pembahasannya beliau cenderung mengutamakan masalah-masalah yang bernuansa pesan moral
Falsafah Pendidikan Islam dalam Syair Puji-Pujian Jawa Rukune Wong Urip Robingun Suyud El Syam; Mukromin Mukromin
Student Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): Juni : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v1i3.293

Abstract

This article aims to examine the philosophy of Islamic education in the Javanese hymn rukune wong urip, by focusing philosophical studies on the contemplation of the essence of Javanese society and then dissecting it regarding the focus of Islamic education, which has not been found specifically in previous research. Research is the result of findings from a qualitative type of literature research, with a philosophical approach to be able to draw conclusions through inductive analysis. The research concludes: that the Javanese hymn rukune wong urip is a philosophical embodiment of the nature of human being created by God in the world. Through deep contemplation to bring awareness to fulfill the obligations of a servant to his God. Implications for research to examine how the seven principles of awareness of life are more specific, further studies are needed. Research is expected to contribute to the philosophy of Islamic education.
Implementasi Pembelajaran Ilmu Tajwid Dengan Metode Iqra’ di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah Kalibeber Mojotengah Wonosobo Mariatul Qiftia; mukromin mukromin; zhul fahmi hasani
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 1 No 2 (2021): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v1i2.2722

Abstract

Penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran ilmu tajwid dengan metode Iqra’ di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah, untuk mengetahui pembelajaran ilmu tajwid dengan metode Iqra’ di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah, dan untuk mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat pembelajaran ilmu tajwid dengan metode Iqra’ di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah. Jenis penelitian yang peneliti gunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek awal di dalam penelitian ini adalah santri baru Blok F Putri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah yang berjumlah 20 orang. Adapun teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil didalam penelitian menunjukkan implementasi pembelajaran ilmu tajwid dengan metode Iqra’ di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah menerapkan dua sistem pembelajaran, yaitu: klasikal dan individual. Kemudian teknik evaluasi pembelajaran ini dengan menggunakan dua cara yaitu evaluasi harian dan evaluasi kenaikan jilid. Adapun faktor Pendukung implementasi pembelajaran ilmu tajwid dengan metode Iqra’ di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah adalah adanya ustadzah yang sudah memiliki syahadah, pembelajaran yang bertahap, dan fasilitas yang memadai. Sedangkan faktor penghambat implementasi pembelajaran ilmu tajwid ini yaitu didalam penggunaan waktu yang terlalu singkat, ada kegiatan lain yang menjadikan pembelajaran diliburkan, dan kurangnya pemahamanorang tua mengenai pembelajaran ilmu tajwid.
KONSEP MENDIDIK ANAK CINTA AL-QUR’AN SEJAK DINI (KAJIAN SURAH AL-A’RAAF AYAT 204-206) Isna Naila Laza; Muchotob Hamzah; Mukromin Mukromin
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 2 No 1 (2022): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v2i1.3370

Abstract

Pada Era Digital (multi tasking) dimana perkembangan teknologi yang semakin canggih anak-anak lebih gemar dalam mengaplikasikan ke internet, maka disitulah peran pendidik sangat diperlukan untuk mengarahkan anak ke kegiatan yang positif. Tujuan Penulisan skripsi ini untuk: Mengetahui Konsep Mendidik Anak Cinta Al-Qur’an Sejak Dini yang sesuai dengan Q.S Al-A’raaf Ayat 204-206.Penelitian ini termasuk kualitatif yang menggunakan metode kepustakaan yakni suatu penelitian dimana menjadikan beberapa literatur sebagai objek penelitian. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, wacana dari bebrapa referensi. Sedangkan analisis datanya menggunakan metode tahlily dan metode maudhu’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Kewajiban pendidik (orang tua, guru, masyarkat) untuk memberikan pendidikan kepada anak untuk membantu proses perkembangan anak lebih optimal. 2. Secara umum penafsiran mufassir terhadap Q.S Al-A’raaf ayat 204-206 wajib mendengarkan dan memperhatikan sewaktu Al-Qur’an dibacakan dan selalu Zikir (mengingat) Allah di lakukan dengan kerendahan hati, keikhlasan, dan dengan suara lembut. 3. Pentingnya mengajarkan anak untuk menumbuhkan cinta Al-Qur’anterhadap anak usia dini karena bentuk cinta manusia kepada Allah yaitu dengan berinteraksi dengan Al-Qur’an
PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH SISWA MA I’ANATUL QUR’AN SELOKROMO WONOSOBO A’ifatuzzahro A’ifatuzzahro; Mukromin Mukromin; Ali Imron
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 2 No 2 (2022): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v2i2.4158

Abstract

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk: (1)Untuk mengetahui peran guru akidah akhlak dalam meningkatkan akhlakul karimah siswa, (2)Untuk mengetahui akhlak siswa di Ma I’anatul Qur’an, dan (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat peran guru akidah akhlak dalam meningkatkan akhlakul karimah siswa MA I’anatul Qur’an Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Untuk mengumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk uji keabsahan datanya penulis menggunakan analisis dan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, analisis data, tahap penarikan kesimpulan dan verivikasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang penulis lakukan di MA I’anatul Qur’an Wonosobo, peran guru akidah akhlak dalam proses belajar belajar berjalan dengan baik. Terbukti banyak siswa yang sudah memahami materi yang diajarkan dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun belum keseluruhan. Akhlak yang lebih ditekankan di sekolah ini antara lain akhlak sopan santun kepada guru, toleransi pada sesama, sabar, tanggung jawab, sabar dan lain sebagainya.
PENERAPAN METODE TILAWATI DI TPQ AL ITTIHAD MUNGGANG BAWAH MOJOTENGAH WONOSOBO UNTUK MENINGKATKAN BACA AL-QUR'AN TAHUN 2022 futichatur rohmah; Mukromin Mukromin; Faisal Kamal
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol 3 No 1 (2023): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v3i1.4178

Abstract

Penelitian ini tentunya bertujuan (1) Untuk mengetahui pembelajaran baca Al-Qur’an dengan Metode Tilawati di TPQ Al Ittihad Munggang Bawah Mojotengah Wonosobo (2) Untuk mengetahui upaya meningkatkan baca Al-Qur’an dengan Metode Tilawati di TPQ Al Ittihad Munggang Bawah Mojotengah Wonosobo (3) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan Metode Tilawati di TPQ Al Ittihad Munggang Bawah Mojotengah Wonosobo. Penelitian ini tentunya menggunakan jenis penelitian lapangan dengan metode kualitatif deskriptif dimana dalam mendapatkan data yang mendalam, peneliti melakukan pengambilan samperl sumber data dilakukan secara purposive. Dimana santri yang diambil datanya berjumlah 10 santri dimana mereka dalam pembelajaran baca Al-Qur’an dengan Metode Tilawati dengan pendekatan klasikal dan baca simak individual dengan menggunakan lagu atau nada rost sehingga membaca Al-Qur’an bisa secara tartil. Adapun hasil penelitian menjelaskan :(1) Metode Tilawati menekankan cara berhenti dan memulai membaca Al-Qur’an dengan baik secara harokat dan kesempurnaan ayatnya dengan benar dengan menekankan makhorijul huruf, sifaul huruf, hukum tajwid, panjang pendeknya dalam melafadzkan ucapan dalam tiap Al-Qur’an dimana menata kelas diatur dengan mebentuk denah duduk melingkar seperti huruf “U” dimana Usatadz atau Ustadzah didepan tengan. (2) Penelitian berhasil mengambil sampel dari 10 santri dari jumalah keseluruhan 40 santri dari 4 kelas dan masing-masing kelas terdapat 10 santri. Teknik sampling purposive dengan mengambil 1 kelas yang dianggap paling mengetahui dan dianggap paling unggul serta memiliki kemampuan baca Al-Qur’an yang baik dengan menggunakan Metode Tilawati dengan rata-rata sudah lulus dalam bidang dan standar penilaian dengan standar kelulusan nilai minimal 70. (3) Dalam baca Al-Qur’an Metode Tilawati terdapat faktor pendukung dimana Ustadz atau Ustadzah sudah bersyahadah Metode Tilawati, adanya minat dan bakat dari santri serta dorongan dari pihak lain dengan fasilitas memadai. Dan faktor penghambatnya antara lain yaitu ada beberapa santri yang sudah haid sehingga kemampuan santri berbeda ditambah kurangnya waktu pelaksanaan dalam baca Al-Qur’an.
Implementasi Kurikulum Merdeka Dan Ketersediaan Sumber Belajar Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri 2 Wonosobo Setya Dwi Aryati; Mukromin Mukromin; Faisal Kamal
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 2 No. 3 (2024): Juni: Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v2i3.1106

Abstract

To collect data in the field, the thesis uses a qualitative descriptive field study methodology. An observation approach, interviews with various sources including the deputy head of curriculum, Aqidah akhlaq teacher, and MTs Negeri 2 Wonosobo students were used as data collection strategies. Documentation in the form of pictures of the interview process, school profiles and learning activities is also used. Research findings show that although the introduction of an autonomous curriculum and provision of resources for learning about moral beliefs at MTs Negeri 2 Wonosobo has gone quite well, there is still room for improvement because various stakeholders are still getting used to the new curriculum. arrangement. Naturally, the teacher has prepared himself and the lesson is carried out before it begins, and the materials for gaining moral conviction are available. Infrastructure, facilities and the presence of teachers who always strive to become better qualified are variables that support the implementation of moral learning based on an independent curriculum. Meanwhile, the obstacle is that teachers' understanding of the independent curriculum policy is still lacking because of course it requires preparation time during the curriculum transition period. Additionally, there is a lack of understanding of how schools and teachers can update and enhance new content in independent curricula and how to build strong teams for project modules.