Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PENGETAHUAN VAKSIN DAN PENCEGAHAN COVID PADA KADER POSYANDU DI RW XIII KELURAHAN BERINGIN KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG Wahyuningsih, Wahyuningsih; Sukesi, Niken
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i2.75

Abstract

Vaksin adalah sejenis produk biologis yang mengandung unsur antigen berupa virus atau mikroorganisme yang sudah mati atau sudah dilemahkan dan juga berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksid atau protein rekombinan, yang sudah ditambahkan dengan zat lainnya. Vaksin berguna untuk membentuk kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.. Tujuan pengabdian ini untuk peningkatan pengetahuan tentang vaksin dan cara pencegahan covid.Metode pengabdian ini menggunakan surve awal, Tim PKM melakukan pendampingan terhadap kader di kelurahan beringin. Tim PKM melakukan evaluasi hasil dari kegiatan pelatihan kader. Hasil dari pengabdian Sebelum dilakukan penyuluhan tentang Pengetahuan  vaksin dan pencegahan covid dari 10 kader,  4 kader yang belum mengerti atau paham  tentang Pengetahuan vaksin  dan pencegahan covid 19, Setelah dilakukan  penyuluhan pengetahuan tentang vaksin dan pencegahan covid 19,kader yang mengetahui menjadi 9 kader atau 90 % yang sudah paham atau mengerti tentang pengetahuan vaksin dan pencegahan covid 19 dan 1 kader atau (10%) yang masih bingung tentang vaksin dan pencegahan covid 19 ,rata – rata pendidikan kader diberingin RW 13 adalah sekolah menengah pertama, Banyak juga penelitian lain membahas dan memperkuat pernyataan tersebut yaitu adanya peningkatan pengetahuan sehingga masyarakat dapat menjalankan peraturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Depresi Dan Kecemasan Pada Ibu Post Partum Di Semarang Adhani, Azzahro Diniar; Sukesi, Niken
Journal of Health Education and Literacy Vol 8 No 1 (2025): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v8i1.5572

Abstract

Selama fase pascapersalinan, ibu sering berjuang dengan masalah psikologis termasuk depresi dan kecemasan, yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan anaknya. Perawatan komplementer dalam bentuk relaksasi otot progresif, atau PMR, adalah salah satu upaya non-farmakologis untuk mengurangi kecemasan dan depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana relaksasi otot progresif memengaruhi kecemasan dan kesedihan ibu pascapersalinan di dua puskesmas dan beberapa rumah sakit di Kota Semarang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, desain penelitian mencakup pengaturan pra-pasang, lihat-lihat. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih 50 responden untuk sampel penelitian. Kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk kecemasan dan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk depresi adalah alat yang digunakan. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data. Setelah Teknik relaksasi otot progresif hasilnya menunjukkan penurunan kecemasan dan depresi yang signifikan (p = 0,000, p < 0,05). Tujuh puluh enam persen melaporkan bahwa kecemasan mereka telah menurun hingga tingkat yang rendah, sementara sembilan puluh enam persen melaporkan bahwa keputusan mereka telah berkurang. Oleh karna itu, dapat dikatakan bahwa relaksasi otot progresif membantu ibu pascapersalinan merasa lebih tenang dan cemas berkurang. Di fasilitas medis, terapi ini disarankan sebagai intervensi keperawatan tambahan untuk meningkatkan kesehatan psikologis ibu pasca persalinan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Depresi Postpartum Oktavia Ramadhani Saputri; Niken Sukesi
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i1.8893

Abstract

Postpartum depression is a mood disorder that occurs in mothers after childbirth, with symptoms that can appear from pregnancy until 4 weeks postpartum. This condition negatively impacts the psychological health of the mother and the development of the baby. This study aims to analyze factors associated with the risk of postpartum depression. The method used was quantitative with an analytical survey design through a cross-sectional approach. Data collection was carried out using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire consisting of 10 questions. The results of the validity test showed a calculated r value of > 0.3610 and the reliability test obtained a Cronbach's alpha value of 0.67. The study sample consisted of 42 respondents selected using a total sampling technique, with inclusion criteria of mothers aged ≥18 years, in the period <6 weeks postpartum, and willing to be respondents. Data analysis used the chi-square test. The results showed that all variables had a significant relationship with the risk of postpartum depression (p < 0.05). These variables include age (p=0.040), education (p=0.018), occupation (p=0.011), history of depression (p=0.024), complications (p=0.017), economic status (p=0.048), parity (p=0.016), type of delivery (p=0.006), husband's support (p=0.000), and family support (p=0.028). Therefore, it can be concluded that demographic, obstetric, and social support factors play an important role in the risk of postpartum depression. These results are expected to form the basis for prevention efforts and early intervention to improve postpartum maternal mental health.
Hubungan Efikasi Menyusui dengan Depresi Postpartum Bulan Syitazahra; Niken Sukesi
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i1.8894

Abstract

The postpartum period is a critical transitional phase during which women are vulnerable to psychological disturbances, particularly postpartum depression. Psychological distress may undermine maternal confidence, including the perceived ability to breastfeed effectively. This study aimed to examine the relationship between breastfeeding self-efficacy and postpartum depression among postpartum mothers. A quantitative cross-sectional design was employed involving 45 respondents selected through total sampling. Depressive symptoms were assessed using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), while breastfeeding self-efficacy was measured using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSE-SF). Data were analyzed using Spearman’s Rank correlation test with a significance level of 0.05. The results demonstrated a statistically significant and strong negative correlation between breastfeeding self-efficacy and postpartum depression (r = –0.616; p < 0.05). Mothers with higher depressive symptoms tended to report lower levels of breastfeeding self-efficacy. These findings highlight the importance of integrating mental health screening and breastfeeding support into postpartum care to strengthen maternal confidence and improve breastfeeding outcomes.  
Faktor yang Mempengaruhi Bendungan ASI pada Ibu Nifas di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang Siti Nafara Kamelia; Niken Sukesi
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i1.4061

Abstract

Breast milk damming is the result of inadequate emptying and delayed milk ejection, which blocks the glands and causes the milk to get dammed. Breast milk dam events are brought on by a build-up of breast milk and inadequate milk ejection, which obstructs the milk ducts and produces breast enlargement. The purpose of this study is to examine the variables that affect postpartum women's breast milk dams. This study's methodology combines a cross-sectional approach with analytical survey research to get quantitative results. Respondents were given a questionnaire form to complete in order to collect data. The research sample used a total sampling of 37 respondent. Total sampling was used to determine sampling. Data were analyzed using Chi-square test with the help of Fisher’s exact test and Likelihood ratio. The results of the research in this study showed that all variables influenced breast milk dam by obtaining a p value <0.05. Bivariate analysis on breastfeeding position found P = 0.012 which means there is an effect of breastfeeding position on breast milk dam. In breast care, the value of p=0.001 was obtained which has an influence on breast milk dam. While the frequency of breastfeeding has an effect on breast milk dam with a value of p=0.000. And in knowledge with a value of p=0.009 which means it has an influence on breast milk dams. It was concluded that there was an influence of breastfeeding position, breast care, breastfeeding frequency, and knowledge on breast milk dams. The most influential factor on breast milk dam is the breast care variable.
Psychosocial, demographic, and clinical predictors of postpartum depression among mothers: a cross-sectional study Niken Sukesi; Oktavia Ramadhani Saputri; Dwi Indah Iswanti; Nordianna Seman; Dwi Retnaningsih; Rozaq I Nugraha
Pediomaternal Nursing Journal Vol. 12 No. 1 (2026): VOLUME 12 NO 1 MARCH 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pmnj.v12i1.77160

Abstract

Introduction: Postpartum depression (PPD) is a major public health issue with lasting effects on maternal well-being and child development. However, limited empirical evidence exists on the psychosocial, demographic, and clinical determinants of PPD among urban populations in Southeast Asia. This study aimed to identify psychosocial, demographic, and clinical predictors of postpartum depression among mothers residing in Semarang, Indonesia.Methods: A cross-sectional study was conducted among 168 postpartum women aged ≥17 years who had delivered a live infant and provided informed consent. Data were collected using validated tools, including the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to assess depressive symptoms. Independent variables included maternal age, education, employment, parity, mode and place of delivery, medical history, obstetric complications, socioeconomic status, anxiety level, and perceived spousal and family support. Chi-square tests and binary logistic regression were used to determine significant predictors.Results: The prevalence of mothers at risk of PPD was 50%. Logistic regression analysis showed that low education (OR = 7.18; 95% CI: 1.05–48.96; P-value = .044), moderate anxiety (OR = 5.52; 95% CI: 1.14–26.74; P-value = .034), limited spousal support (OR = .34; 95% CI: 0.15–0.80; P-value = .013), and lack of family support (OR = 6.15; 95% CI: 1.93–19.62; P-value = .002) were significant predictors of PPD.Conclusion: Psychosocial factors, particularly anxiety and insufficient social support, are key predictors of postpartum depression. Routine psychosocial screening and strengthened family-centered interventions are essential to reduce the risk and long-term impact of PPD.Keywords: depression postpartum; edinburgh postpartum depression scale; risk factors
Penerapan terapi thought stopping dalam menurunkan ansietas pada ibu post sectio caesarea Desi Suistiwijaya; Lowei Asyera Narwastiti; Sukron Makmun; Wurshinta Widyaningrum; Niken Sukesi
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 2 (2026): July: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i2.140

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas pada ibu pasca Sectio Caesarea merupakan periode transisi yang penting dan menuntut adaptasi fisik serta psikologis yang signifikan. Ansietas merupakan masalah psikologis yang sering dialami oleh ibu post Sectio Caesarea, yang dipicu oleh nyeri pasca operasi, keterbatasan mobilisasi, kekhawatiran terhadap kondisi bayi, serta penyesuaian peran sebagai ibu. Ansietas yang tidak tertangani dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kesejahteraan ibu. Tujuan: mengevaluasi efektivitas terapi thought stopping dalam menurunkan tingkat ansietas pada ibu post Sectio Caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel terdiri dari empat ibu primigravida post Sectio Caesarea yang mengalami ansietas, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di Ruang St. Anna RSU Budi Rahayu pada tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari melalui pengkajian keperawatan komprehensif, wawancara mendalam, observasi langsung, pemeriksaan fisik, serta telaah dokumentasi keperawatan. Tingkat ansietas diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) sebelum dan sesudah intervensi. Terapi thought stopping diterapkan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan setelah intervensi. Hasil: adanya penurunan ansietas pada seluruh pasien, yang ditandai dengan berkurangnya kekhawatiran berlebihan, meningkatnya kemampuan mengendalikan pikiran negatif, kondisi emosional yang lebih tenang, serta meningkatnya kesiapan ibu dalam melakukan mobilisasi dini dan perawatan diri. Simpulan: Terapi thought stopping terbukti efektif dalam menurunkan ansietas dan mendukung adaptasi psikologis pada ibu post Sectio Caesarea. Peneliti merekomendasikan agar terapi thought stopping diintegrasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis rutin dalam asuhan keperawatan ibu nifas guna meningkatkan kesejahteraan psikologis dan mempercepat proses pemulihan.
Penerapan Latihan Rom Aktif Terhadap Activity Daily Living (ADL) Dan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di RSUD Dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Samalina Johana Ravensca Selwur; Niken Sukesi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Non-hemorrhagic stroke is one of the leading causes of disability worldwide, resulting in muscle weakness and physical mobility impairment, which reduces patients' ability to perform Activities of Daily Living (ADL) independently. Active Range of Motion (ROM) exercise is a nonpharmacological nursing intervention that can be applied to improve muscle strength and ADL ability in non-hemorrhagic stroke patients. Objective: To determine the application of active Range of Motion (ROM) exercise on the improvement of muscle strength and Activities of Daily Living (ADL) ability in non-hemorrhagic stroke patients at Dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Hospital. Method: This study used a descriptive case study design involving 5 non-hemorrhagic stroke patients with muscle weakness and physical mobility impairment at Dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo Hospital. Active ROM exercise was given once daily for approximately 30 minutes over 3 consecutive days according to the Standard Operating Procedure (SOP). Data were collected through structured clinical observation, using the Manual Muscle Testing (MMT) scale for muscle strength and the Barthel Index for Activities of Daily Living (ADL). Results: Before active ROM exercise was given, all respondents experienced muscle weakness with MMT scale 2-3 and a moderate to severe dependency category based on the Barthel Index. After 3 consecutive days of active ROM exercise, 4 of 5 respondents (80%) showed an increase in muscle strength scale and Barthel Index score, with a change in dependency category from severe to moderate or from moderate to mild, while 1 respondent (20%) did not show a significant improvement in muscle strength. Conclusion: Active ROM exercise has been proven to be applicable as an effective nonpharmacological nursing intervention in improving muscle strength and Activities of Daily Living (ADL) ability in most non-hemorrhagic stroke patients, although the magnitude of improvement achieved is individual and influenced by age, comorbidities, and the severity of the stroke.
Hubungan tingkat nyeri dengan ansietas ibu post sectio caesarea Rafika Nova Ndari; Niken Sukesi
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.220

Abstract

Latar Belakang: Persalinan dengan metode Sectio Caesarea sering diikuti oleh timbulnya nyeri pascaoperasi yang dapat mengganggu kesejahteraan psikologis dan kondisi fisiologis pasien. Nyeri ini dapat menyebabkan kecemasan, perubahan perilaku, dan gangguan tidur, yang mungkin berlanjut selama 24 hingga 48 jam setelah operasi. Ansietas yang tinggi dapat memperlemah persepsi nyeri sehingga mempengaruhi kemampuan mereka dalam merawat bayi dan mengelola emosi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara tingkat nyeri pascaoperasi sesar dengan tingkat kecemasan pada ibu pascaoperasi di Rumah Sakit QIM Batang. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri atas 30 pasien pasca sectio caesarea, dengan seluruh anggota populasi dijadikan responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Numerical Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) untuk menilai tingkat kecemasan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji Chi-Square guna mengidentifikasi hubungan antara kedua variabel. Penelitian dilaksanakan selama periode Oktober hingga November 2025 di Rumah Sakit QIM Batang. Hasil: Hasil uji SPSS yang telah dilakukan menggunakan metode Uji Chi Square menunjukkan nilai p value 0,000 (p value > 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat nyeri dengan ansietas ibu post section caesarea di RS QIM Batang. RS dan tenaga kesehatan diharapkan melakukan pengkajian nyeri dan kecemasan secara rutin pada ibu post sectio caesarea serta memberikan intervensi yang tepat, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis, untuk mendukung proses pemulihan
Co-Authors - Wulandari M, - -Sulardipo, Sulardipo Abdul Ghofur Achmad Solechan Adhani, Azzahro Diniar Adilla Nurizza Aditya Bastiansyah Ahmad Kholid amilatul lutfiyah Andrey Devi Arisandi, Andrey Arifianto, Arifianto Asti Dewi Kusumaningrum Astuti Marsela Tri Astuti, Murwani Bulan Syitazahra Chandar Hadi Prasetya Deraya, Reanita Anggis Desi Rina Kurniawati Desi Rina Kurniawati Desi Suistiwijaya Dwi Indah Iswanti Dwi Nur Aini, Dwi Nur Dwi Retnaningsih Dwi Retnaningsih, Dwi Elly, Arista Dian Emilia Puspitasari Emilia Puspitasari Ermawanti, Elly Natalia Faelasuf, Mohamad Fiky Islakhia Okmalasari Fransiska Tiya Pramesti Hadi, Chandra Heny prasetyorini Heny Prasetyorini Heny Prasetyorini Heny, Prasetyorini Ibnu Dwi Nurseto, Ibnu Dwi Ika Maelany Iq Ballurohman Karunianingtyas, Maulidta Kurniawati Liza Kustriyani, Menik Listianingrum, Agustina Listiyani, Novi Lowei Asyera Narwastiti Lutfiyati Martiningtyas Marsela Tri Astuti Muslim Argo Bayu Kusuma Muslim Argo Bayu Purnomo Nanang Bagus Ni’mah, Maulida Izzatin Nordianna Seman Nur Kholidah Nur Pratiwi Nurrokhim, Muhammad Oktavia Ramadhani Saputri Oktavia Ramadhani Saputri Pangestika, Tyas Zulkorida Prasetyo, Ch Prasetyorini, Heny Priharyanti Wulandari, Priharyanti Putri, Afidha Kumala Putri, Iva Anissya Rafika Nova Ndari Rahayu W Rahayu Winarti Retnawati, Yocia Ristatnti, Puji Riyan Bahtiyar Rozaq I Nugraha Rozaq Isnaini Nugraha, Rozaq Isnaini Sabatika Setyaningsih, Sabatika Samalina Johana Ravensca Selwur Selviana, Sinta Setiawan, Ikhwan Nur Setyowati Rini Setyowati, Elis Shinta Indah Arini Nindyanto Siti Nafara Kamelia Sudarmi, Sri Ning Brahmana Sugiono, Emlia Puspitasari Sugiono, Emlia Puspitasari Sukron Makmun Syarief Hidayatullah Bahri Taufik Syarifudin Utami, Raras Vridayanti, Sia Wahyu Hidayat Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Westri, Lya Ria Widyaningsih, Tri Sakti Winarti, Rahayu wulandari m Wurshinta Widyaningrum