Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Management Nursing

Implementasi Relaksasi Genggam Jari pada Pasien Post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra dengan Masalah Gangguan Nyeri dan Ketidaknyamanan Irawan, Didik Dhani; Wulandari, Dwi Septi; Sukmaningtyas, Wilis
Journal of Management Nursing Vol. 1 No. 4 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v1i4.69

Abstract

Latar Belakang: Hernia inguinalis merupakan hernia yang terjadi penonjolan dibawah inguinalis, di daerah selangkangan atau skrotum. Pembedahan untuk menangani hernia menjadi salah satu cara yang lebih efektif karena metodenya yang konservatif (reposisi isi hernia inguinalis ke tempat semula). Nyeri menjadi salah satu masalah yang timbul pada pasien setelah dilakukan herniotomi dan hernioraphi selain gangguan mobilitas fisik, intoleransi aktivitas, dan resiko infeksi. Penatalaksanaan nyeri pada post operasi hernia dapat dilakukan secara non farmakoligis. Salah satu teknik relaksasi yang digunakan adalah teknik relaksasi genggam jari. Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi genggam jari terhadap nyeri post operasi pada asuhan keperawatan Tn.T dengan diagnosis Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di Ruang Cendrawasih Bawah RSUD Ajibarang Metode: Desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memfokuskan implementasi keperawatan pada nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) dengan memberikan relaksasi genggam jari. Adapun subjek studi kasus berjumlah satu kasus dengan masalah keperawatan nyeri post Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra (HILS) di RSUD Ajibarang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri pasien sebelum diberikan implementasi sebesar 5 sedangkan skala nyeri setelah diberikan implementasi relaksasi genggam jari selama 3 x 24 jam menjadi 3. Kesimpulan: Tindakan keperawatan yang perlu dilakukan pada pasien meliputi mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, mengidentifikasi skala nyeri, mengidentifikasi respons nyeri non verbal, berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri. Dari penelitian ini dapat disimpulkan implementasi keperawatan relaksasi genggam jari 3x24 jam dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi.
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut dengan Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas Sari, Finda Antika; Sukmaningtyas, Wilis; Ulfah , Mariah
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 1 (2022): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i1.78

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah didalam arteri diatas 140/90 mmHg. Tekanan darah tinggi dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes dan stroke. Masalah keperawatan yang sering muncul pada penderita hipertensi yaitu nyeri akut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut. Metode: Penelitian ini dirancang menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. S selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi/ catatan dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil didapatkan bahwa pasien mengeluh kepala terasa sangat sakit atau nyeri sampai leher terasa cengeng sudah 2 hari. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. Tekanan darah 160/90 mmHg, nadi 83 kali per menit, irama nafas 23 kali per menit, suhu 36,5o C. Diagnosa medis tertulis pasien mengalami hipertensi. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami nyeri akut. Peneliti memberikan intervensi teknik relaksasi nafas dalam selama 3 hari. Teknik relaksasi nafas dalam terbukti efektif dilakukan untuk mengatasi nyeri akut pada penderita hipertensi. Ini ditunjukan dengan adanya peningkatan nyeri dari cukup berat menjadi sedang pada hari ke-1 hingga ke-3. Sehingga asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan nyeri akut di wilayah puskesmas kalibagor banyumas dapat teratasi sebagian.
Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik dengan Stroke Non Hemoragik di Wilayah Puskesmas Sumbang Banyumas Sahrani, Atifah Syifa; Sukmaningtyas, Wilis; Khasanah, Suci
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.97

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan suatu sindrom dengan tanda dan gejala kehilangan fungsi saraf pusat fokal (atau global) yang berkembang dengan cepat dalam detik atau menit. Tanda dan gejala ini berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menyebabkan kematian. Masalah keperawatan yang sering ditemukan adalah gangguan mobilitas yaitu keterbatasan dalam gerak fisik atau lebih ekstremitas secara mandiri. Kelemahan atau kelumpuhan akan menimbulkan gangguan mobilitas fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada Tn. W selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan pasien mengalami gangguan mobilitas fisik dimana hasil pemeriksaan fisik menunjukan pasien tidak dapat menggerakan tangan dan kaki kiri (ekstremitas kiri), pasien menggunakan kursi roda untuk berpindah, pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 1 tahun yang lalu, pasien memiliki riwayat stroke 6 bulan yang lalu, tekanan darah 160/100 mmHg, suhu 36,8 °C, nadi 80 kali per menit, laju pernafasan 24 kali per menit, pasien sulit menelan makanan. Dari hasil pemeriksaan diatas diagnosa medis pasien mengalami stroke non hemoragik. Mobilitas pasien mengalami perbaikan setelah diberikan terapi ROM yang dibuktikan dengan pergerakan, kekuatan otot, rentan gerak awal 1 akhir 3. Gerak otot, gerak sendi, bergerak dengan mudah, pergelangan tangan, siku kiri, bahu kiri, pergelangan kaki kiri, lutut kiri awal 2 akhir 4. Pergelangan tangan kanan, siku kanan, bahu kanan, pergelangan kaki kanan awal 4 menjadi 5. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapat, terapi ROM terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan mobilitas fisik pada pasien yang mengalami stroke non hemoragik. Peneliti memberikan intervensi ROM selama 3 hari. Tindakan ROM selama 3 hari menunjukan adanya perubahan teradap nilai rentang dari pasien.
Co-Authors Abdurrohman Rasyid Achmad Fadilah, Rizal Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Adriyani, Fauziyah Hanum Nur Afrilya, Tiara Octa Agustriliani, Ricke Pramesti Alfarizi, M Rizqy Diaz Alifa, Fhadilah Putri Syiva Alifiani, Azizah Putri Amin Susanto Apriyanti, Meli Ardan, Achmad Area Dhiatamaa, Sketsa Areksah, Recy Asmat Burhan Assyifa, Ibnu Ayunda Frisqi Herlianingsih Azizah, Wafa Nur Bisma Yudha, Magenda Burhan, Asmat Danang Tri Yudhono Dea Oktria Nur Dedi, Dedi Irawan Depi Anggara Devi Ratna Puspitasari Dewi, Hefty Kusuma Didik Dhani Irawan Dwi Atika Safitri Dwi Novitasari Dwi Septi Wulandari Dwi Wahyuni Dzuhuri, Muh Adnan Elfi Aprilia Farhan Fawwaz Fauzi, Rizki Febriyanti, Vivin Dwi Feti Kumala Dewi Firdaus, Eza Kemal Fitrianingsih Fitrianingsih Gita Afriyani R Gulo, Sinansari Hanum NA, Fauziah Hapsari, Amelya Prabawati Hendrila, Salsabila Putri Hidayat, Ariani Putri Hikmal Akbar Hikmanti, Arlyana Hilda Nesa Dwiningrum ibadillah yusmana Ibrahim, Nawal Iis Setiawan Ikhwan Yuda Kusuma Irawan, Didik Dhani Juarsa, Salsabila Saila Karmana, Dede Kemal Firdaus, Eza Linda Yanti Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Magenda Bisma Yudha Marfuatus Solikhah Maria Paulina Irma Susanti Mariah Ulfah Maya Safitri Maya Safitri Mixrova Sebayang, Septian Muhammad Def Muhammad Pandu Wira Sena Isnantopo, Noor Narendra, Gangsar Haryo Nika, Fifi Sephia Nofyanto, Deden Noor Rochmah Ida Ayu TP Novita Sari Nur Ardiyani, Fauziah Hanum Nur Wahyuni Nuraeni Nuraeni Nurinnisa Shiddiqiyah Nurjanah, Dilla Ainun Ocha Rajabia Rahmah Pramudya Gurensky, Ganea Rada, Muh Husein Rahmanto, Edwin Teguh Rahmat Danus Ramlan Ramlan Refa Teja Muti Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Retno Kristanti Retno Monicha Sari Ria Anggrina Ricky Irawan Riski Ardi Saputro Riski Saputra Risky Hidayat Riyan Makhfudin Rizkiaturrahma, Farah Rizqi Nur Azkiyah Roro Lintang Suryani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sahrani, Atifah Syifa Sari, Finda Antika Savitri, Nurmalita Ayu Sekar Pertiwi Sekar Siwi, Adiratna Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Setyawati, Martyarini Budi Shiddiqiyah, Nurinnisa sinta desiyanti Sintya Dwi Utami Siti Haniyah Siti Robi'ah Yuniatun Sri Rahayu Sri Wahyuni Suci Khasanah suci khasanah Sugiharti, Rosi Kurnia Sulistianingrum, Andini Suryo Ediyono Susanto, Amin Susilo Rini Talakua, Yoan Tika Thopan Heri Wibowo Tin Utami Tin Utami Tophan Heri Wibowo Tophan Heri Wibowo Tri Sumarni Tri Sumarni Triyudono, Danang Ulfah , Mariah Wahyu Dwi Rahmawati Wahyu Hidayat Wahyuni, Tika Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wijaya, Aditya Windiarti, Prahesti Anita Wirakhmi, Ikit Netra Wulandari, Dwi Septi Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis Yudha, Magenda Bisma Yudono, Danang Tri Yunita Bonis Zidan, Fahmi