Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Litbang Edusaintech

Pengaruh Terapi Bekam Basah (Wet Cupping) Terhadap Kadar Hemoglobin, Fe, Dan Kadar TIBC (Total Iron Binding Capacity) Pada Pasien Anemia Syaifullah Syaifullah; Taufiqurrachman Taufiqurrachman; Titiek Sumarawati; Setyo Trisnadi; Saugi Abduh; Siti Thomas
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 No 1 2021
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jle.v2i1.33

Abstract

Bekam sangat berkhasiat untuk berbagai macam penyakit, bekam juga merupakan preventive medicine dan pengobatan simptomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bekam basah terhadap Kadar Hemoglobin, Fe, dan Kadar TIBC pada pasien Anemia. Penelitian quasi experimental dengan pre dan post test tanpa kelompok kontrol, Sampel ditentukan sebanyak 21 orang dan mendapat terapi bekam basah. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan uji T berpasangan. Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik dimana hasil uji didapatkan p value 0,000 pada masing – masing variabel dengan kadar hemoglobin medapatkan pengaruh tertinggi dengan selisih hasil rata – rata post test sebesar -0,266 (SD = 72), kemudian Fe sebesar -0,105 (SD = -0,048), dan selanjutnya pada kadar TIBC -0,67 (SD = -0,167). Terapi bekam basah berpengaruh terhadap peningkatan kadar Hb, Fe, dan penurunan kadar TIBC pada pasien anemia.
Pengaruh Pemberian N-Acetylcystein Terhadap Kadar Hormon Testosteron pada Hiperkolesterolemia Nenik Faozah; Taufiqurrachman Nasihun; Chodidjah Chodidjah; Titiek Sumarawati; Danis Pertiwi; Joko Wahyu Widodo
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 No 1 2021
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jle.v2i1.35

Abstract

Hiperkolesterolemia mengakibatkan terjadinya peningkatan produksi ROS yang menimbulkan stress oksidatif dengan peningkatan Lipid Peroksidase (LPO) yang menyebabkan infertilitas dengan penurunan kadar testoteron. Kondisi ini dapat dinetralkan dengan mengkonsumsi antioksidan dari luar tubuh seperti N-Acetylcysteine (NAC). Untuk mengetahui pengaruh pemberian NAC terhadap hormon testoteron yang diberi diet tinggi kolesterol. Penelitian ekperimental dengan pendekatan post test only control group design. Subyek penelitian berjumlah 24 ekor tikus jantan galur sparague dawley yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok. Kelompok K1 tanpa pemberian NAC dan diet tinggi kolesterol. Kelompok K2 tanpa pemberian NAC namun diberi diet tinggi kolesterol. Kelompok K3 dan K4 diberi diet tinggi kolesterol dan NAC masing-masing dengan dosis 3,14 mg/ml dan 6,3 mg/ml. Hari ke 25 dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan kadar testoteron di IBL FK UNISSULA pada November - Desember 2020. Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan bermakna pada kadar testoteron menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,021). Hasil uji Post Hoc Tukey kadar testoteron pada K1 dan K4 menunjukkan perbedaan signifikan terhadap K2 (p<0,05). Pemberian NAC menunjukan secara bermakna dapat meningkatkan kadar hormon testoteron yang diberi diet tinggi kolesterol.
Pengaruh Ekstrak Propolis (Metode CMCE) Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Dan Degenerasi Tubulus Renalis Alamsyah Alamsyah; Shofa Chaasani; Joko Wahyu Widodo; Taufiqurrachman Nasihu; Chodidjah Chodidjah; Titiek Sumarawati
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 No 1 2021
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jle.v2i1.36

Abstract

Gangguan ginjal akut (GnGA) merupakan suatu keadaan dimana proses laju filtrasi glomerulus ginjal menurun secara cepat yang menyebabkan retensi nitrogen terutama kreatinin dan blood urea nitrogen (BUN). Kondisi ini dapat dinetralkan dengan mengkonsumsi antioksidan dari luar tubuh seperti Propolis (metode CMCE). Untuk mengetahui pengaruh ekstrak propolis (metode CMCE) terhadap kadar MDA dan degenerasi tubulus renalis. Penelitian ekperimental dengan pendekatan post test only control group design. Subyek penelitian berjumlah 25 ekor tikus jantan galur wistar yang dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok K1 tanpa diinduksi gentamisin. Kelompok K2 diinduksi gentamisin dan tanpa diberi ekstrak propolis metode CMCE. Kelompok P1, P2 dan P3 diinduksi gentamisin dan ekstrak propolis metode CMCE masing-masing dengan dosis 200, 400, 800 mg/k, BB per hari per oral selama 7 hari. pemeriksaan kadar Malondialdehid (MDA) di IBL FK UNISSULA dan pemeriksaan degenerasi tubulus renalis di RSI Sultan Agung Semarang pada Maret - Juli 2020. Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan bermakna pada kadar MDA dan degenerasi tubulus renalis menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Pemberian ekstrak propolis metode CMCE menunjukan berpengaruh secara signifikan terhadap kadar MDA dan skor total degenerasi tubulus renalis yang diinduksi gentamisin.