Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanolik Bawang Putih (Allium sativum L.) Dan Daun Alpukat (Persea Americana Mill.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Riza Dwiningrum; Haikal Nur Islam; Eka Selviyana; Annisa Zahra; M.Syarif Alhauri; Anggun Fitria; Salsa della ananta putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3603

Abstract

Garlic (Allium sativum L.) and Avocado Leaves (Persea Americana M.) are plants that have antibacterial activity due to the presence of secondary metabolite compounds. The aim of this study is to determine the antibacterial activity of the combination extract of Garlic and Avocado Leaves against Escherichia coli bacteria and to identify the groups of active compounds contained in the extracts of Garlic and Avocado Leaves. Antibacterial activity testing was carried out using the disk diffusion method. Garlic and Avocado Leaves were extracted using 96% ethanol solvent through the maceration method. The formula for the combination extract of Garlic and Avocado Leaves was in the concentrations of 25%:75%, 50%:50%, and 75%:25%. Identification of secondary metabolite compounds was conducted using reagents. The results showed that the extract of Garlic at a concentration of 50%:50% has the activity to inhibit Escherichia coli bacteria with the largest inhibition zone diameter of 18.91 mm, categorized as strong. Identification of secondary metabolite compounds with garlic extract and avocado leaves tested positive for alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The conclusion of this study is that the best combination of extracts is found in garlic extract and avocado leaves, with an inhibition zone diameter of 18.91 mm, which falls into the strong category. Both garlic extract and avocado leaves have a significant influence on the inhibition zone diameter produced by the combined extract.
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes (Mart) Solms) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Riza Dwiningrum; Afi Sania Rosanti; Vicko Suswidiantro; Ida Nur Wahidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3609

Abstract

Infeksi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum ditemui. Infeksi disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh seperti bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan dengan menggunakan bahan alami seperti daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms) yang dibuat dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms) tehadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram. Senyawa yang terkandung pada daun eceng gondok yaitu saponin, flavonoid, tanin, dan alkloid. Hasil uji mutu fisik dari ketiga formulasi menunjukkan bahwa pada uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, uji stabilitas, uji homogenitas dan uji pH sudah memenuhi standar sediaan krim, Hasil penelitian aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak daun eceng gondok konsentrasi 20% sebesar 3,81 mm yang diketegorikan lemah, konsentrasi 25% sebesar 3,69 mm yang dikategorikan lemah dan konsentrasi 30% sebesar 5,95 mm juga dikategorikan sedang. Hasil uji statistik yaitu one way ANOVA didapatkan nilai sig.<0,001 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok uji. Uji lanjutan dilakukan dengan menggunakan uji tukey dan didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dengan kontrol positif, formulasi 1,formulasi 2,formulasi 3, sedangkan kontrol positif berbeda nyata dengan formulasi 1,formulasi 2, dan formulasi. Ekstrak etanol daun eceng gondok dapat di formulasikan menjadi krim dengan cara melakukan uji mutu fisik. Ekstrak daun eceng gondok dapat menghambat pertumbuhan staphylococcus aureus yang ditandai dengan terbentuknya zoba hambat.
Uji Aktivitas Daya Hambat Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococus aureus Fani Rahmawati; Riza Dwiningrum; Afi Sania Rosanti; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3660

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab berbagai infeksi, yang saat ini menunjukkan peningkatan resistensi terhadap beberapa antibiotik. Salah satu upaya untuk mengatasi resistensi ini adalah pemanfaatan bahan alam yang memiliki potensi antibakteri, seperti daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat kombinasi ekstrak etanol daun pepaya dan daun jambu biji terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak 25% dan 30% pada perbandingan (1:1), (1:2),  (2:1), dan (3:2). Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil diameter zona hambat penelitian ini yaitu kontrol positif (21,27±1,07 mm) kategori sangat kuat, perlakuan 1 dengan perbandingan 1:1 (9,41±1,10 mm) kategori sedang, perlakuan 2 dengan perbandingan 1:2 (9,80±1,16mm) kategori sedang, perlakuan 3 dengan perbandingan 2:1 (8,94±2,21 mm) kategori sedang, perlakuan 4 dengan perbandingan 3:2 (8,55±0,97 mm) kategori sedang. Analisis data menggunakan uji ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p=0.835 (p < 0,05) yang menunjukkan tidan ada perbedaan bermakna.  
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Antidiare Di Pekon Sukoharjo IV Kabupaten Pringsewu Dina Rahmawati; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Nopi Anggista Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3661

Abstract

Etnomedisin merupakan salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk menggali penggunaan tumbuhan berkhasiat obat. Etnomedisin bertujuan mengungkap pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati berbagai penyakit, termasuk diare. Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih banyak memanfaatkan tanaman obat sebagai pilihan utama dalam mengatasi diare karena dianggap lebih aman, terjangkau, dan diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan berkhasiat sebagai Antidiare di Pekon Sukoharjo IV. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode wawancara terstruktur dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dipilih secara purposive sampling,masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi diare. Data dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian terdapat 9 jenis tumbuhan di antaranya jambu biji (Psidium guajava L.) (34%), kunyit (Curcuma longa L.) (28%), ciplukan (Physalis angulata L.) (3%), sambiloto (Andrographis paniculata) (15%), jahe (Zingiber officinale Rosc) (3%), salam (Syzygium polyanthum) (5%), cincau (Cyclea barbata) (3%), brotowali (Tinospora crispa L.) (5%), temulawak (Curcuma zanthorrhiza) (3%). Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (53%), rimpang (30%) dan batang (16%). Cara pengolahan yang paling umum adalah direbus (67%) dan dikunyah (33%). Cara penggunaannya paling banyak dengan diminum (68%) dan dimakan (32%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan etnomedisin masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih terjaga dengan baik dan berpotensi menjadi sumber data penting untuk pengembangan obat tradisional berbasis tanaman lokal.