Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanolik Bawang Putih (Allium sativum L.) Dan Daun Alpukat (Persea Americana Mill.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Riza Dwiningrum; Haikal Nur Islam; Eka Selviyana; Annisa Zahra; M.Syarif Alhauri; Anggun Fitria; Salsa della ananta putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3603

Abstract

Garlic (Allium sativum L.) and Avocado Leaves (Persea Americana M.) are plants that have antibacterial activity due to the presence of secondary metabolite compounds. The aim of this study is to determine the antibacterial activity of the combination extract of Garlic and Avocado Leaves against Escherichia coli bacteria and to identify the groups of active compounds contained in the extracts of Garlic and Avocado Leaves. Antibacterial activity testing was carried out using the disk diffusion method. Garlic and Avocado Leaves were extracted using 96% ethanol solvent through the maceration method. The formula for the combination extract of Garlic and Avocado Leaves was in the concentrations of 25%:75%, 50%:50%, and 75%:25%. Identification of secondary metabolite compounds was conducted using reagents. The results showed that the extract of Garlic at a concentration of 50%:50% has the activity to inhibit Escherichia coli bacteria with the largest inhibition zone diameter of 18.91 mm, categorized as strong. Identification of secondary metabolite compounds with garlic extract and avocado leaves tested positive for alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The conclusion of this study is that the best combination of extracts is found in garlic extract and avocado leaves, with an inhibition zone diameter of 18.91 mm, which falls into the strong category. Both garlic extract and avocado leaves have a significant influence on the inhibition zone diameter produced by the combined extract.
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes (Mart) Solms) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Riza Dwiningrum; Afi Sania Rosanti; Vicko Suswidiantro; Ida Nur Wahidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3609

Abstract

Infeksi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum ditemui. Infeksi disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh seperti bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan dengan menggunakan bahan alami seperti daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms) yang dibuat dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms) tehadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram. Senyawa yang terkandung pada daun eceng gondok yaitu saponin, flavonoid, tanin, dan alkloid. Hasil uji mutu fisik dari ketiga formulasi menunjukkan bahwa pada uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, uji stabilitas, uji homogenitas dan uji pH sudah memenuhi standar sediaan krim, Hasil penelitian aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak daun eceng gondok konsentrasi 20% sebesar 3,81 mm yang diketegorikan lemah, konsentrasi 25% sebesar 3,69 mm yang dikategorikan lemah dan konsentrasi 30% sebesar 5,95 mm juga dikategorikan sedang. Hasil uji statistik yaitu one way ANOVA didapatkan nilai sig.<0,001 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok uji. Uji lanjutan dilakukan dengan menggunakan uji tukey dan didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dengan kontrol positif, formulasi 1,formulasi 2,formulasi 3, sedangkan kontrol positif berbeda nyata dengan formulasi 1,formulasi 2, dan formulasi. Ekstrak etanol daun eceng gondok dapat di formulasikan menjadi krim dengan cara melakukan uji mutu fisik. Ekstrak daun eceng gondok dapat menghambat pertumbuhan staphylococcus aureus yang ditandai dengan terbentuknya zoba hambat.
Uji Aktivitas Daya Hambat Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococus aureus Fani Rahmawati; Riza Dwiningrum; Afi Sania Rosanti; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3660

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab berbagai infeksi, yang saat ini menunjukkan peningkatan resistensi terhadap beberapa antibiotik. Salah satu upaya untuk mengatasi resistensi ini adalah pemanfaatan bahan alam yang memiliki potensi antibakteri, seperti daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat kombinasi ekstrak etanol daun pepaya dan daun jambu biji terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak 25% dan 30% pada perbandingan (1:1), (1:2),  (2:1), dan (3:2). Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil diameter zona hambat penelitian ini yaitu kontrol positif (21,27±1,07 mm) kategori sangat kuat, perlakuan 1 dengan perbandingan 1:1 (9,41±1,10 mm) kategori sedang, perlakuan 2 dengan perbandingan 1:2 (9,80±1,16mm) kategori sedang, perlakuan 3 dengan perbandingan 2:1 (8,94±2,21 mm) kategori sedang, perlakuan 4 dengan perbandingan 3:2 (8,55±0,97 mm) kategori sedang. Analisis data menggunakan uji ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p=0.835 (p < 0,05) yang menunjukkan tidan ada perbedaan bermakna.  
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Antidiare Di Pekon Sukoharjo IV Kabupaten Pringsewu Dina Rahmawati; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Nopi Anggista Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3661

Abstract

Etnomedisin merupakan salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk menggali penggunaan tumbuhan berkhasiat obat. Etnomedisin bertujuan mengungkap pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati berbagai penyakit, termasuk diare. Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih banyak memanfaatkan tanaman obat sebagai pilihan utama dalam mengatasi diare karena dianggap lebih aman, terjangkau, dan diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan berkhasiat sebagai Antidiare di Pekon Sukoharjo IV. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode wawancara terstruktur dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dipilih secara purposive sampling,masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi diare. Data dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian terdapat 9 jenis tumbuhan di antaranya jambu biji (Psidium guajava L.) (34%), kunyit (Curcuma longa L.) (28%), ciplukan (Physalis angulata L.) (3%), sambiloto (Andrographis paniculata) (15%), jahe (Zingiber officinale Rosc) (3%), salam (Syzygium polyanthum) (5%), cincau (Cyclea barbata) (3%), brotowali (Tinospora crispa L.) (5%), temulawak (Curcuma zanthorrhiza) (3%). Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (53%), rimpang (30%) dan batang (16%). Cara pengolahan yang paling umum adalah direbus (67%) dan dikunyah (33%). Cara penggunaannya paling banyak dengan diminum (68%) dan dimakan (32%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan etnomedisin masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih terjaga dengan baik dan berpotensi menjadi sumber data penting untuk pengembangan obat tradisional berbasis tanaman lokal.
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tanggamus Riki Renaldo; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri; Riza Dwiningrum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan berperan penting dalam menunjang mutu pelayanan kesehatan, terutama dalam kepuasan pasien rawat jalan. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan yang mencakup dimensi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tangggamus. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi sebanyak 6.050 orang. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kepuasan pasien yang dimodifikasi berdasarkan dimensi SERVQUAL dan telah diuji validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden pasien rawat jalan di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tanggamus didominasi oleh kelompok usia 26–35 tahun (27%), berjenis kelamin laki-laki (53%), dengan pendidikan terakhir mayoritas SMA (38%), serta sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga (42%) dan tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi berada pada kategori puas. Rincian hasil penilaian rata-rata pada setiap dimensi adalah: Tangible (84,73%), diikuti Reliability (85,13%) dan Responsiveness (87,46%). Sementara itu, dimensi Assurance (86,36%) dan Empathy (86,33%). Secara keseluruhan, mayoritas pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian, meskipun masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada dimensi jaminan.
Face mist Formulation from Fragrant Pandan Leaf Extract (Pandanus amaryllifolius Roxb.) As a Facial Moisturizer Amilia Rusda; Mida Pratiwi; Riza Dwiningrum; Wina Safutri
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Healthy facial skin requires proper care to maintain moisture and prevent damage caused by free radicals. With the increasing public interest in natural-based cosmetics, fragrant pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) have become a potential candidate because they contain flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and polyphenols that possess antioxidant properties. This study used an experimental research design aimed at formulating a face mist preparation based on pandan leaf extract and determining the optimal concentration as a facial moisturizer. The extract was obtained using the maceration method with 96% ethanol and then formulated into four concentrations: 0% (blank), 5% (F1), 10% (F2), and 15% (F3). The evaluations included organoleptic test, pH, homogeneity, spray spreadability, drying time, specific gravity, stability, and moisture level. The evaluation results of the preparations showed good outcomes for organoleptic properties, homogeneity, pH, spray spreadability, specific gravity, and drying time. The stability test of the formulations F0, F1, F2, and F3 indicated stable results. The moisture test showed an increase in skin moisture with the average values after application of F0 (Blank) 58.6%, F1 (5%) 59.2%, F2 (10%) 59.4%, and F3 (15%) 57%. The study concludes that the face mist preparation containing fragrant pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb.) at all tested concentrations is capable of providing a good moisturizing effect on the skin.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes Mira Bella Apriance; Riza Dwiningrum; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/3fe6e905

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, serta mengidentifikasi kandungan senyawa aktif dan menentukan konsentrasi kombinasi yang paling efektif. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium. Ekstrasi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan skrining fitokimia  terhadap senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi kombinasi, yaitu 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%. Zona hambat yang diperoleh dianalisis dengan uji One Way Anova. Hasil menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung senyawa metabolit sekunder Kombinasi ekstrak biji kopi robusta daun kersen konsentrasi 25% : 75% menghasilkan diameter zona hambat terbesar (4,53±1,71 mm), diikuti oleh konsentrasi 75% : 25% (4,28±2,51 mm) dan 50% : 50% (3,83±1,24 mm), ketiganya tergolong dalam kategori hambat lemah (<5 mm). Analisis statistik menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p > 0,05).  
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sampo Menggunakan Minyak Kemiri (Aleurites moluceceanus ) dan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Dimas Alin Pernando; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Sukarni Sukarni
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampo merupakan salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Penggunaan bahan alam dalam sediaan sampo dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan sintetis tertentu. Minyak kemiri mengandung asam lemak yang berpotensi membantu menjaga kelembapan rambut dan kulit kepala, sedangkan daun kemangi mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi memberikan manfaat dalam perawatan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan mutu sediaan sampo kombinasi minyak kemiri dan ekstrak daun kemangi serta menentukan formula yang menghasilkan mutu fisik dan stabilitas terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan tiga formula, yaitu F1, F2, dan F3 dengan variasi konsentrasi minyak kemiri masing-masing 10%, 15%, dan 20% serta ekstrak daun kemangi 7,5%, 5%, dan 2,5%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, tinggi busa, stabilitas busa, dan stabilitas sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki karakteristik organoleptik dan homogenitas yang baik. Nilai pH rata-rata F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 5,8; 6,3; dan 6,4. Nilai viskositas berturut-turut sebesar 2.000 cPs; 2.400 cPs; dan 2.667 cPs. Tinggi busa F1, F2, dan F3 masing-masing sebesar 5 cm, 5 cm, dan 5,5 cm, sedangkan stabilitas busa berturut-turut sebesar 91%, 93%, dan 95%. Hasil uji stabilitas sentrifugasi menunjukkan bahwa seluruh formula tidak mengalami pemisahan. Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan stabilitas sediaan, F3 merupakan formula terbaik dengan nilai pH 6,4, viskositas 2.667 cPs, tinggi busa 5,5 cm, dan stabilitas busa 95%.