Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DERIVATIF

IMPLEMENTASI STRATEGI MARKETING MIX DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) Sunarjo, Wenti Ayu; Nurhayati, Siti
Derivatif : Jurnal Manajemen Vol 18, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jm.v18i1.2155

Abstract

Peranan BUMDes sebagai instrumen penguatan ekonomi desa dan instrumen kesejahteraan masyarakat untuk mendorong pemerintah desa dalam mengembangkan potensi desanya sesuai dengan kemampuan dan kewenangan desa. Selanjutnya sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat dengan melibatkan masyarakat didalam pengelolaan BUMDes akan mendorong ekonomi dan mengurangi tingkat penganguran di desa. Melalui permasalahan yang masih dialami warga setempat, maka membutuhkan satu konsep strategi yang utuh dan komprehensif agar mampu membuka saluran-saluran pemasaran yang efektif dan maksimal, melalui strategi pemasaran yang tepat dapat menciptakan jalur pemasaran produk yang cepat kepada konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan strategi pemasaran baru untuk BUMDes Desa Sumurjomblangbogo, Kec, Bojong, Kab, Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode survei kuesioner secara terbuka disebar untuk mendapatkan data yang lebih mendalam. Sebanyak 25 UKM yang dikelola BUMDes melalui KUBE telah menunjukkan hasil yang signifikan, khususnya pada kinerja lingkungan (0,22%) dan kinerja sosial (0,19%). Sedangkan pada kinerja ekonomi (0,10%) yang masih diperlukan pengembangan kedepan dengan meningkatkan marketing mixdalam mencapai kinerja ekonomi agar berdampak pada kesejahteraan UKM. Keberhasilan kinerja lingkungan dan sosial tentu tak lepas dari peranan BUMDes dalam mendampingi UKM dan memberikan kesempatan dalam berbagai hal untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman melalui kegiatan pelatihan melalui BUMDes Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan. Berkaitan dengan upaya BUMDes dalam mendampingi UKM mencapai kesuksesan dengan mendorong UKM untuk meningkatkan marketing mix guna mencapai kinerja keberlanjutan. Selanjutnya UKM memiliki rasa tanggungjawab sosial yang tinggi pada para karyawan sebagai aset SDM yang kedepan diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja ekonomi.Kata kunci: Marketing Mix, Kinerja Ekonomi, Kinerja Lingkungan, Kinerja sosial, UKM
ANALISIS MUTU PRODUK UMKM MELALUI PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE Satrio, Danang; Sunarjo, Wenti Ayu
Derivatif : Jurnal Manajemen Vol 17, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jm.v17i2.1854

Abstract

Salah satu upaya untuk mendorong dan mengembangkan industri-industri pengolahan skala kecil agar dapat memiliki mutu baik, aman dikonsumsi, tersedia secara berkesinambungan, dan berdaya saing tinggi secara ekonomis serta sesuai dengan selera masyarakat yaitu dengan mengendalikan proses pengolahan melalui sistem manajemen keamanan pangan berupa program kelayakan dasar berdasarkan konsep program manajemen mutu terpadu yaitu penerapan cara produksi pangan yang baik (CCPB) atauGood Manufacturing Practices(GMP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Penelitian bertujuan mengidentifikasi penerapan GMP, dan menyusun rekomendasi strategi peningkatan mutu dan keamanan pangan denganAnalytic Herarchy Process(AHP). sejauh ini tidak ada standar internasional yang bersifat oficial seperti halnya standar ISO. Oleh karena itu, berbagai negara dapat mengembangkan standar GMP tersendiri, seperti di Indonesia terdapat berbagai standar GMP yang di terbitkan oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) sesuai dengan jenis produk yang dihasilkan. Penelitian dibuat untuk menggambarkan alur pikir, dimulai dari tahapan identifikasi kondisi UKM di Desa Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan, kemudian dilakukan survey terhap UMKM yang menerapkan GMP berdasarkan 14 kriteria, mulai dari lokasi dan lingkungan produksi hingga pelatihan karyawan. Apabila UKM telah melakukan praktik GMP maka dianggap memenuhi kriteria GMP dan terdata sebagai UMKM yang melakukan penerapan GMP. Hasil ditemukan bahwa sebanyak 14 kriteria GMP yang mencapai poin tertinggi adalah lingkungan dan lokasi usaha, dimana penetapan keduanya sangat memengaruhi mutu produk yang dihasilkan. Selanjutnya tampak juga pada kriteria pelabelan makanan, peralatan produksi telah tercapai dengan baik, artinya kelayakan produk mencapai keunggulan kualitas mutu dan keamanan, sehingga usaha telah melampaui kinerja yang berdayasaing di pasar.Kata kunci: Strategi Peningkatan Mutu, Keamanan Makanan Olahan, Produk Pertanian,Good Manufacturing Practice(GMP)