Claim Missing Document
Check
Articles

Fungsi Pragmatik Permainan Kata pada Wacana Iklan Audiovisual “Santarou” Berbahasa Jepang Ilham Hijrah Mustaqim; Nani Sunarni; Agus Suherman Suryadimulya
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v6i2.648

Abstract

Wordplay or paronomasia is a type of verbal humor based on the ambiguity between two similar-sounding words or one word with multiple meanings. Wordplay is known for being used in advertisement, but it is still unclear what specific function it has in realizing the communicative purpose of the text, especially in regard to pragmatic function, that is, whether the text is informative, appellative, commissive, or contactive. This research aims to analyze how wordplay is used in the Japanese-language audiovisual advertisement titled “Santarou” and identify its pragmatic functions. It is qualitative research using the observation method for data collection and the identity method for data analysis. The results indicate that wordplay could be used to indirectly discuss the product being offered with ambiguous utterances in the case of informative and appellative advertisements, to connect the situation depicted in the advertisement with the product in the case of commissive advertisement, and to attract the audience’s attention and associate a characteristic with the brand in the case of contact advertisement.
Pelanggaran Prinsip Kerja Sama pada Drama Korea “Squid Game” Ni Gusti Ayu Dhyana Widyadewi; Ranti Julita; Nani Sunarni
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.3263

Abstract

Penelitian ini membahas pelanggaran maksim prinsip kerja sama yang terjadi di dalam drama Korea “Squid Game”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelanggaran maksim-maksim prinsip kerja sama yang terjadi pada tuturan yang diujarkan oleh tokoh-tokoh dalam drama Korea “Squid Game” beserta implikatur-implikatur yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan pelanggaran maksim prinsip kerja sama pada setiap data tuturan yang ditemukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak bebas libat dan catat dengan data berupa tuturan-tuturan yang melanggar maksim prinsip kerja sama. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasilnya ditemukan 22 data yang melanggar prinsip kerja sama, yang terdiri dari 5 data melanggar maksim kuantitas, 4 data melanggar maksim kualitas, 13 data melanggar maksim relevansi, dan 3 data melanggar maksim cara. Pelanggaran terbanyak terjadi pada maksim relevansi dan paling sedikit pada maksi cara. Selain pelanggaran maksim, ditemukan juga berbagai implikatur yang terkadung di dalam tuturan-tuturan yang disampaikan yaitu berupa implikatur untuk menyatakan meminta, berbohong, memberikan informasi, menyatakan, menyindir, menjelaskan, penolakan, dan menuduh.
Budaya Joseigo dalam Anime Ginga Eiyuu Densetsu Talin Salisah; Nani Sunarni
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 7 No 2 (2020): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.267 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v7i2.3250

Abstract

Salah satu kajian yang digunakan dalam menganalisis bahasa pada suatu daerah disebut etnolinguistik. Bahasa Jepang yang memiliki joseigo atau bahasa perempuan adalah salah satu objek penelitiannya. Artikel ini bertujuan untuk membuktikan ciri-ciri dari bahasa perempuan pada era perang yang diucapkan oleh tokoh bernama Hilda dan Evangeline dalam animasi Ginga Eiyuu Densetsu tersebut hadir dalam suatu percakapan. Metode yang digunakan adalah metode simak terhadap video berisi percakapan tokoh Hilda dan Evangeline. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tokoh Hilda dan Evangeline dalam Ginga Eiyuu Densetsu menggambarkan zaman joseigo era perang di wilayah Jepang yang sopan serta elegan terhadap lawan bicaranya, khususnya kepada sosok laki-laki yang berada pada lingkaran terdekat. Kata kunci: ginga eiyuu densetsu; joseigo; perang
Struktur Kalimat Perbandingan Berpemarkah -you Bermakna Menyatakan Kesamaan sebagai Reiji (例示) dan Hikyou (比況) Nani Sunarni
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 9 No 1 (2022): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.451 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v9i1.4331

Abstract

This research is within the scope of syntactic studies, focused on the study of comparative sentences marked with -you which express similarities by showing examples or reiji (例示) and which express similarities through comparisons or parables with something or hikyou (比況). The data used are comparative sentences sourced from Manabou Nihongo Shochuukyuu's book (Igari Miho et al., 2006) and self-made sentences (sakurei). The method of this study is a qualitative descriptive method. The sentence pattern mentioned first consists of has five patterns, namely 「V youni V」,「N no youni V」, 「N no youni A」,「V/N no youna N」,「 N no you (da)」. And the second mentioned sentence pattern has two patterns, namely 「N no youna N」and 「N no youni V (A)」. The 「V youni V」 pattern expresses the similarity meaning of the activity. The pattern 「N no youni V」expresses the meaning of similarity related to the activity of a person or object that is a concrete example. The pattern 「N no youni A」 expresses the meaning of the similarity of a condition or nature contained in a person or an object. The pattern 「V/N no youna N」 expresses the meaning of stating the similarity related to the activity or resemblance to an object being exemplified. The pattern 「N no you (da)」 means to express the similarity between an object and the object being exemplified. Then, the pattern 「N no youna N」 states the meaning of resemblance to the comparison between objects and objects. Meanwhile, the pattern 「N no youni V(A)」 expresses the meaning of similarity through comparisons expressed by verbs or adjectives with nouns. This study can be used as teaching material for understanding comparative sentences in Japanese. Keywords: comparison sentences; hikyou; reiji; -you
Budaya Jepang pada Tuturan Implikatur Percakapan Pembelajar BIPA Jepang Tingkat Dasar: Kajian Pragmatik Lintas Budaya Afina Naufalia; Nani Darmayanti; Nani Sunarni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2810

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Pragmatik yang fokus pada kajian Pragmatik Lintas Budaya, yakni mengkaji komunikasi yang dilakukan oleh budaya yang berbeda pada lingkungan yang berbeda. Adapun yang dikaji adalah implikatur percakapan yang dituturkan oleh pembelajar BIPA asal Jepang tingkat dasar ketika berbicara bahasa Indonesia saat proses pembelajaran berlangsung. Melalui implikatur percakapan yang dituturkan pembelajar Jepang, akan tampak ciri khas budaya Jepang ketika pembelajar menyampaikan maksud yang ingin mereka sampaikan secara tersirat, sehingga akan muncul keunikan budaya dalam peristiwa tutur. Itulah keunikan dan keterbaruan penelitian ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud implikatur percakapan yang dituturkan oleh pembelajar BIPA asal Jepang tingkat dasar di Universitas Padjadjaran. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pembelajar BIPA asal Jepang berjumlah dua orang yang tergabung dalam program pembelajaran BIPA di Pusat Bahasa Unpad, Dipatiukur. Data dikumpulkan dengan teknik rekam, simak, catat, kemudian ditranskripsi. Selanjutnya, data dianalisis dengan menganalisis tuturan yang mengabaikan prinsip kerja sama pada dialog. Dari hasil analisis terhadap implikatur, kemudian dijelaskan budaya yang terkandung dalam implikatur tersebut. Secara singkat, hasil analisis mendeskripsikan bahwa pembelajar Jepang melakukan implikatur sebanyak lima kali, di antaranya implikatur memberikan informasi, menyindir, menolak, dan mengakui. Dari implikatur yang dituturkan oleh pembelajar Jepang, dapat disimpulkan bahwa budaya Jepang adalah memiliki budaya yang bebas, taat aturan, suka berbasa-basi, dan sangat sopan (menjaga privasi). Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembelajaran BIPA, khususnya bagi pengajar untuk menyiapkan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan latar belakang budaya pembelajar BIPA.
KONSEP WAJAH TERHADAP TUTURAN PENOLAKAN DALAM DRAMA SUNAO NI NARENAKUTE: KAJIAN PRAGMATIK Nani Sunarni; Dewi Sakinah
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 1, No 2 (2023): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2023
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v1i2.43615

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada kajian konsep wajah. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan penolakan dari permintaan yang terdapat dalam wacana dialog bahasa Jepang yang bersumber dari drama Sunao ni Narenakute (Kitagawa,2010). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan potongan tuturan penolakan dari wacana dialog. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan pragmatik menurut pandangan Cumming (2005). Dari hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa tindak tutur penolakan dalam bahasa Jepang mempunyai kecenderungan untuk menjaga keharmonisan dengan menjaga tuturan secara persuasif. Tuturan penolakan laki-laki dewasa terhadap permintaan perempuan dewasa yang dituturkan dalam bentuk tuturan eksplanatori merupakan strategi menolak dengan kesopanan positif yang cenderung memperlihatkan rasa kesetiakawanan, menandaskan bahwa kedua penutur menginginkan sesuatu yang sama dan memiliki suatu tujuan bersama.
JENIS PARONOMASIA DALAM DAJARE GAIRAIGO PADA SITUS WEB DAJARESTATION Mustaqim, Ilham Hijrah; Sunarni, Nani
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 9 No. 1 (2023): Bahasa Jepang dan Pengajaran
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v9i1.52480

Abstract

Paronomasia atau permainan kata adalah gaya bahasa yang membandingkan kata-kata yang berbunyi sama atau mirip. Bentuk paronomasia bahasa Jepang yang disebut dajare umumnya berupa paronomasia sintagmatik, namun dalam kategori dajare yang menggunakan gairaigo (kata serapan), ditemukan data dajare berupa paronomasia paradigmatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kategori dajare gairaigo berdasarkan jenis paronomasia secara semantis menurut Attardo, serta mendeskripsikan relasi makna yang terjadi pada dajare gairaigo, terutama dajare paradigmatik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis padan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paronomasia paradigmatik lebih banyak ditemukan dalam kategori dajare gairaigo. Relasi makna berupa sinonimi dengan kata dalam konteks kalimat digunakan dalam paronomasia paradigmatik untuk memunculkan makna target, sementara dalam paronomasia sintagmatik, relasi makna tidak digunakan karena makna referen dan makna target muncul bersamaan dalam satu kalimat.
EDUKASI NILAI-NILAI ISLAM PADA DISIPLIN HIDUP MASYARAKAT KASEPUHAN SINAR RESMI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI Indrayani, Lia Maulia; Firmansyah, Eka Kurnia; Sunarni, Nani Sunarni
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.45307

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh tim dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman agama dan budaya lain pada disiplin hidup di lingkungan Kasepuhan. Masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi masih berpegang teguh kepada adat istiadat warisan leluhurnya, namun dalam hal ini bukan berarti mereka tetutup terhadap kemajuan teknologi, tetapi ada tradisi-tradisi tertentu yang masih mereka pertahankan. Masyarakat ini pada intinya melestarikan warisan tradisi leluhur baik yang berkaitan dengan cara bertani yang khas, seperti bersawah ataupun berladang (ngahuma) serta tradisi-tradisi lainnya yang masih dipertahankan. Walaupun demikian, sebagaimana sifat dari kebudayaan bahwa kebudayaan akan selalu berkembang dan berubah (dinamis).Solusi yang ditawarkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi para pemuda dan ibu-ibu sebagai incu putu di Kasepuhan dalam bentuk edukasi dengan materi yang mencakup perbandingan budaya Kasepuhan dengan budaya Jepang serta nilai-nilai religi dalam mempertahankan budaya dan adat istiadat.Metode yang  digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan mengadakan pelatihan, ceramah dan diskusi interaktif dengan pemuda dan ibu-ibu Kasepuhan Sinar Resmi. Selama 3 bulan berjalannya kegiatan, tim PPM di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok telah melaksanakan 3 agenda utama, yaitu: 1) observasi lapangan sebagai identifikasi awal untuk menggali informasi tentang kebutuhan primer para incu putu tersebut; 2) menginventarisir kosakata budaya yang digunakan di Kasepuhan; 3) Pelatihan Sesi Pertama bagi para pemuda dan ibu-ibu pengajian.Hasil kegiatan yang dilakukan adalah kemampuan dan pemahaman agama para penyuluh agama/ guru agama sebagai fasilitator dalam kegiatan beragama di Kasepuhan, anak-anak dan ibu-ibu pengajian terhadap ritual dan adat istiadat yang dilaksanakan.  
SOSIALISASI GERAKAN ISSON IPPIN UNDOU PADA MASYARAKAT DESA SINDANGSARI KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG Sunarni, Nani; Hudaya, Asep Yusup
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.52399

Abstract

Kajian ini difokuskan pada sosialisasi optimalisasi sumber daya alam kepada masyarakat di desa Sindangsari kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Wilayah Sindangsari merupakan daerah yang ditumbuhi pepohonan rumpun bambu. Namun, seiring dengan perkembangan daerah sekitar sebagai kota baru terjadi pengalihan fungsi hutan bambu menjadi perumahan dan sejenisnya.Tujuan program ini yaitu memberikan pemahaman tentang konservasi alam seiring dengan modernisasi wilayah. Hasil program menunjukkan bahwa masyarakat Sindangsari sangat antusias untuk melakukan optimalisasi sumber daya alam dengan hutan bambu menjadi kampung bambu.
GAYA BAHASA PADA ATEJI DALAM LIRIK LAGU GAME ENSEMBLE STARS!! Hammantyo, Aufa Putri; Sunarni, Nani
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 3, No 2 (2025): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2025
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i2.58226

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian semantik yang difokuskan pada kajian ateji sebagai gaya bahasa dalam lirik lagu game Ensemble Stars!! produksi Happy Elements. Data yang digunakan merupakan ateji yang memiliki perbedaan makna antara cara baca dan kanji yang digunakan. Sumber data dalam kajian ini yaitu lirik lagu game Ensemble Stars!! produksi Happy Elements. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif tipe deskriptif. Data dianalisis berdasarkan teori ateji menurut pandangan Lewis (2010) dan Shirose (2012) serta teori gaya bahasa Keraf (2019). Hasil analisis menemukan 5 jenis gaya bahasa yaitu metafora (2), metonimia (2), sinekdoke (2), eponim (1), dan eufemisme (2). Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk lebih memahami ateji sebagai gaya bahasa dalam lirik lagu bahasa Jepang.