Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN HIGH POWER LED (HPL) PADA PERIKANAN BAGAN APUNG DI SELAT MADURA (The Use Of High Power LED (HPL) Lamp On The Lift Net Fishing In The Madura Strait) Hairul Umam; Gondo Puspito; Wazir Mawardi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.2.79-85

Abstract

Cahaya merupakan alat bantu utama pada perikanan bagan apung dan berfungsi sebagai pengumpul ikan. Sumber cahayanya sangat beragam, mulai dari petromaks, lampu pijar, lampu neon dan mercury. Nelayan terpaksa mulai meninggalkan pengunaan keempat lampu karena bahan bakar sebagai sumber energinya sangat mahal. Jenis sumber cahaya yang sangat berpeluang besar dikembangkan adalah lampu LED, karena lebih hemat energi, ramah lingkungan dan tahan lama. Uji coba lampu LED jenis HPL pernah dilakukan pada perikanan bagan tancap. Hasilnya membuktikan bahwa bagan yang mengoperasikan lampu HPL mendapatkan berat tangkapan 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bagan nelayan yang menggunakan lampu neon. Penelitian dilakukan untuk memperbaiki konstruksi penelitian sebelumnya agar pancaran cahayanya semakin luas. Selanjutnya, berat hasil tangkapan bagan apung yang mengoperasikan lampu berbeda dibandingkan. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa penggunaan lampu konstruksi baru dapat meningkatkan berat hasil tangkapan bagan, tanpa mengurangi komposisi jenisnya. Hasilnya adalah berat total hasil tangkapan bagan yang mengoperasikan lampu dengan konstruksi baru mencapai 1494 kg yang didominasi oleh hasil tangkapan utama seberat 847 kg dan sampingan 647 kg, atau lebih tinggi dibandingkan hasil tangkapan total lampu konstruksi lama 788 kg  (433 kg; 355 kg). Komposisi jenis hasil tangkapan kedua lampu terdiri atas delapan jenis organisme yang sama, yaitu teri putih (Stolephorus buccaneeri), teri jengki, teri hitam, teri paku (Stolephorus indicus), cumi-cumi (Loligo sp.), pepetek (Leiognathus sp.), selar kuning (Selaroides leptolepis) dan tembang (Sardinella fimbriata).  Light is the main fish aggregat device on the lift net fishing as fish collector. The source of light is various, i.e. petromaks, fluorescent lamp, neon lamp, and mercury. The fisherman is forced to abandon the use of the lamps because the fuel cost is high. The kind of light sources that have big opportunity to be developed is LED because it is lower energy, enviromentally friendly, and durable. The trials of HPL lamp had been carried out on the lift net fishing. The result showed that the weight of fish catches on the lift net with HPL lamp was higher twice than lift net with neon lamp. The research handled to fix the contruction on the previous research was carried out to make the emission of the light widen. Then, the weight of fish catches on the lift net with different lamp could be compared. This research aimed to prove the use of lamp with new contruction could increase the weight of fish catches on the lift net without decreasing the species composition. The result showed the weight of fish catches on the lift net with new contruction was 1494 kg that was dominated by main catch 847 kg and by catch 647 kg or more than the total weight of the HPL-S lamp 788 kg (433 kg; 355 kg). the species composition of both of the lamp were 8 species, i.e, white ancovy, jengki ancovy, black ancovy, paku anchovy, squid, ponyfish, yellowtripe scad, fringescale sardinella.
RESPONS RAJUNGAN (Portunus pelagicus) TERHADAP WARNA CAHAYA YANG BERBEDA PADA UJI LABORATORIUM Intan Roihatul Jannah Hasly; Roza Yusfiandayani; Wazir Mawardi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.113 KB) | DOI: 10.15578/jppi.25.4.2019.215-224

Abstract

Tingkah laku ikan merupakan salah satu pendekatan dasar dalam mengembangkan teknologi penangkapan ikan. Pengetahuan tentang respons tingkah laku menjadi bagian tidak terpisahkan sebagai akibat dari perlakuan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons rajungan terhadap berbagai warna cahaya dilihat dari proporsi rajungan mendekati cahaya, waktu kedatangan rajungan menuju area lampu dan lama rajungan bertahan di area lampu. Respons rajungan diketahui dari pembagian area yang telah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu starting area, searching area dan finding area. Analisis statistik deskriptif komparatif digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan respons berdasarkan waktu dan jumlah rajungan menuju cahaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rajungan memberikan respon untuk menghampiri lampu baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap cahaya. Warna biru, putih dan hijau memberikan respons cepat bagi rajungan untuk datang ke lampu, sementara rajungan bertahan lama dalam cahaya merah, oranye dan ungu. Hasil penelitian ini dapat diterapkan sebagai pertimbangan untuk pengembangan teknologi alat penangkapan rajungan seperti bubu dan jaring insang dasar. Fish behavior is one of the basic approaches in developing fishing technology. Knowledge of responses is a related part of knowing behavior because of the treatment given. This study aims to analyze the response of the blue swimming crab to various colors of light in terms of the proportion of blue swimming crabs that approach light, the time of arrival of the blue swimming crab to the lamp area and the length to survive of blue swimming crab in the area of   the lamp. Crab responses is known from the division of the area that has been divided into three parts, namely the starting area, searching area and finding area. Comparative descriptive statistical analysis is to identify the difference in response based on the time and number of crabs to light. The test results show that the response both directly and indirectly to light. Blue, white and green light color provide the fastest response for crabs to come to the lights, while crabs last long in red, orange light color. The results of this study can be applied as a consideration for the technological development of crab fishing equipment such as traps and bottom gillnet.
Identifikasi Kompetensi Kerja Pada Area Docking Kapal di Ppn Palabuhan ratu, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Sudirman Aditia Nugraha; Wazir Mawardi; Fis Purwangka
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.879 KB)

Abstract

Docking kapal adalah sebuah tempat di perairan yang berfungsi untuk melakukan proses pembangunan kapal, perbaikan kapal, dan pemeliharaan kapal. Aktivitas docking memiliki risiko kecelakaan yang mengancam pekerja dan kapal itu sendiri. Sehingga, setiap pekerja diwajibkan memelihara kesehatan dan keselamatan kerja secara maksimal melalui tindakan yang aman supaya dapat menekan terjadinya risiko kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peralatan, jumlah, dan kompetensi pekerja pada aktivitas docking .Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peralatan yang digunakan pada aktivitas docking dalam kondisi tidak layak pakai, dengan jumlah pekerja tujuh belas orang dan hanya satu orang pekerja yang memiliki kompetensi khusus pada aktivitas docking. Seluruh pekerja yang melakukan aktivitas docking belum memperhatikan cara kerja yang sesuai dengan keselamatan kerja. Permasalahan keselamatan kerja merupakan hal yang sangat penting dikarenakan kondisi lingkungan dan perilaku kerja yang berbahaya.
PENGGUNAAN LAMPU LIGHT EMITTING DIODE (LED) BIRU TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG DI KABUPATEN ACEH JAYA Khairul -; Wazir Mawardi; Mochammad Riyanto
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 2 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.447 KB) | DOI: 10.29244/core.1.2.235-243

Abstract

Nelayan bagan apung di Aceh menggunakan lampu neon berwarna putih sebagai alat bantupenangkapan ikan. Saat ini berkembang lampu Light Emitting Diode (LED) biru sebagai alternatifsumber cahaya pada perikanan bagan yang hemat energi, namun belum diketahui efektivitasnya.Penelitian ini membandingkan hasil tangkapan antara lampu neon warna putih dan LED biru. Tujuandari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi hasil tangkapan lampu neon dan LED biru.Pengambilan data dilakukan dengan uji coba penangkapan ikan dengan mengoperasikan 2 unit bagansecara bersamaan di lokasi yang berdekatan selama 10 hari operasi pada bulan September-Oktober 2016di Gampoeng Lhoek Kruet, Kabupaten Aceh Jaya. Bagan pertama dengan menggunakan lampu neonsebagai kontrol dan bagan kedua dengan lampu LED biru. Komposisi hasil tangkapan bagan denganLED biru terdiri dari 6 spesies ikan yaitu teri (Stolephorus insularis ) sebesar 47%, rebon (Mysis relicta)20%, layur (Trichiurus savala) 7%, cumi-cumi (Mastigoteuthis Flammea) 3%, gerot-gerot (Pamadasysmaculatus) 7% dan talang-talang (Scomberoides commersonnianus) 16%. Penggunaan lampu LEDsecara signifikan meningkatkan total tangkapan sebesar 31,15% dibandingkan dengan lampu neon.Lampu LED biru ini cocok untuk menangkap ikan layur dan cumi-cumi.Kata kunci: bagan apung, lampu biru, lampu neon, light emitting diode (LED).
EFEKTIVITAS LAMPU LED CELUP SEBAGAI LAMPU HAULING PADA BAGAN PERAHU M. Iqbal Himam; Wazir Mawardi; Diniah .; Zulkarnain .
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.108 KB) | DOI: 10.29244/core.2.1.69-77

Abstract

Bagan perahu merupakan alat tangkap yang paling populer di Desa Lhokseudu Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. Nelayan bagan perahu menggunakan lampu neon putih yang dioperasikan di atas permukaan air sebagai pemikat ikan pada saat operasi penangkapan ikan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa lampu celup bawah air bisa menghasilkan lebih banyak ikan tangkapan. Di sisi lain, perkembangan teknologi telah menemukan lampu LED (light emitting diode). Lampu LED bisa memancarkan cahaya yang lebih terang, dengan input energi lebih kecil dibandingkan dengan lampu neon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lampu LED celup sebagai lampu hauling pada bagan perahu. Penelitian dilakukan di Desa Lhokseudu sebanyak 15 trip mulai 13 Mei hingga 13 Juni 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode experimental fishing menggunakan dua buah bagan perahu. Satu bagan perahu menggunakan lampu LED celup sebagai lampu hauling dan bagan perahu lainnya menggunakan lampu hauling nelayan sebagai bagan kontrol. Parameter yang diamati adalah berat hasil tangkapan per trip dari kedua bagan untuk dibandingkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan dominan hasil tangkapan bagan perahu di Lhokseudu adalah Rastrelliger kanagurta, Selaroides sp, dan Sardinella sp. Efektivitas lampu hauling LED celup 132,09% lebih baik dari pada lampu hauling pada bagan kontrol. Hasil uji t pada total tangkapan menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai P = 1,8 × 10-3 (kurang dari 0,05) pada tingkat kepercayaan 95%.Kata kunci: bagan, lampu hauling, lampu LED celup, Lhokseudu.
TINGKAT KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN NELAYAN DI KARANGANTU BANTEN Mahdi Amin; Fis Purwangka; Wazir Mawardi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.236 KB) | DOI: 10.29244/core.2.1.107-121

Abstract

Nelayan merupakan salah satu profesi yang sangat dibutuhkan dalam pemanfaatan potensi sumber daya ikan. Profesi tersebut memiliki karakteristik pekerjaan yang bersifat “3d’ yaitu membahayakan (dangerous), kotor (dirty), dan sulit (difficult). Maka dari itu dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam profesi tersebut. Masalah keterampilan dan pengetahuan nelayan untuk saat ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah Indonesia saja, melainkan sudah menjadi perhatian dunia. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, secara jelas telah mengatur tentang pendidikan dan pelatihan untuk pelaut kapal penangkap ikan, namun pengimplementasiaanya masih kurang. Data yang dikumpulkan ada dua jenis, data primer diperoleh dengan cara wawancara mendalam melalui kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara melakukan penelusuran dokumen terkait informasi mengenai tingkat keterampilan dan pengetahuan nelayan kepada instansi yang berwenang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap beberapa pihak yang terkait dengan peningkatan keterampilan dan pengetahuan nelayan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh nelayan, serta mengevaluasi kompetensi nelayan di PPN Karangantu, Banten sesuai dengan kompetensi yang seharusnya dimiliki nelayan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi nelayan di PPN Karangantu, dapat dibilang masih cukup rendah, karena hampir 80% nelayan kurang memahami tentang kompetensi apa saja yang seharusnya dimiliki. Selain itu juga, kompetensi nelayan di PPN Karangantu, masih belum sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah ditetapkan.Kata kunci: keterampilan dan pengetahuan, nelayan, PPN Karangantu.
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PENGGUNAAN LPG SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA MESIN PERAHU DI KABUPATEN SUKABUMI Johan Wahyudi; Mohammad Imron; Wazir Mawardi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.72 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.73-84

Abstract

Kebijakan diversifikasi energi pada bidang perikanan diharapkan nelayan dapat beralih dari bahan bakar minyak ke bahan bakar gas, namun pada kenyataannya nelayan masih menggunakan BBM sebagai bahan bakar untuk mesin perahunya Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial-ekonomi dan menilai  persepsi nelayan terhadap penggunaan LPG sebagai bahan bakar pada mesin perahu di Kabupaten Sukabumi. Metode survey digunakan untuk mewawancarai sebanyak 94 orang responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar nelayan di Kabupaten Sukabumi tergolong kelas umur yang masih produktif, memiliki pengalaman yang relatif lama, memiliki antusiasme yang tinggi terhadap informasi. Namum,  tingkat pendidikan nelayan masih rendah  dan pendapatan nelayan yang masih berada dibawah upah minimum kabupaten. Persepsi nelayan terhadap penggunaan LPG sebagai bahan bakar pada mesin perahu secara umum memiliki nilai rata-rata sebesar 53.19% termasuk kategori sedang.Kata kunci : karakteristik sosial-ekonomi, LPG, persepsi nelayan
PENENTUAN LOKASI PENANGKAPAN IKAN KARANG DI PERAIRAN PESISIR TIMUR PULAU KEI BESAR MALUKU TENGGARA Exist Saraswati; Fis Purwangka; Wazir Mawardi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.722 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.105-124

Abstract

Ikan karang merupakan ikan bernilai ekonomis tinggi dan sering dimanfaatkan sebagai target tangkapan oleh nelayan. Keberhasilan pemanfaatan ikan karang agar optimal didukung oleh beberapa faktor, salah satunya daerah penangkapan ikan. Namun kondisi yang terjadi di masyarakat Pulau Kei Besar adalah bahwa mereka belum mengetahui daerah penangkapan ikan yang potensial. Tujuan penelitian ini adalah menghitung kekayaan jenis dan indeks ekologi ikan karang di perairan pesisir timur Pulau Kei Besar, mengidentifikasi kelimpahan ikan karang yang layak tangkap di perairan pesisir timur Pulau Kei Besar, serta menentukan daerah potensial penangkapan ikan karang di perairan pesisir timur Pulau Kei Besar. Penelitian ini berlangsung dari Oktober 2018 hingga Februari 2019 dimana pengambilan data lapangnya mengambil 9 titik lokasi pada tanggal 3–18 November 2018 dengan menerapkan metode Underwater Visual Census. Analisis yang dilakukan adalah menghitung kelimpahan ikan, biomassa, komposisi jenis, indeks ekologi, ukuran layak tangkap dan pembobotan untuk menentukan daerah penangkapan ikan potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan dan biomassa ikan paling tinggi terdapat di lokasi Fako dengan 4 dari 9 lokasi pengamatan memiliki persentase jenis ikan yang sudah layak tangkap lebih besar daripada yang belum layak tangkap. Lokasi perairan Kilwait, Ohoirenan, Ngufit Bawah, dan Yamtel bukan daerah yang potensial untuk menangkap ikan karang. Perairan Weduar, Hollat, dan Ohoifau merupakan perairan yang cukup potensial untuk menangkap ikan karang serta perairan Ohoiwait dan Fako merupakan perairan yang potensial untuk menangkap ikan karang. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan informasi kepada nelayan terkait daerah penangkapan ikan agar kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan lebih optimal. Kata Kunci: ikan karang, lokasi penangkapan ikan, pulau Kei Besar, underwater visual census
CACING TANAH (Lumbricus rubellus) SEBAGAI UMPAN ALTERNATIF DAN KARAKTERISTIK KESUKAAN IKAN HASIL TANGKAPAN PANCING ULUR (Hand line) DI PERAIRAN TELUK PALABUHANRATU Fazri Saisar; Zulkarnain; Wazir Mawardi; Izza Mahdiana Apriliani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 3 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7051.833 KB) | DOI: 10.29244/core.3.3.283-296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil tangkapan pancing ulur (hand line) dan karakteristik kesukaannya terhadap penggunaan jenis umpan cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan umpan ikan tembang (Sardinella fimbriata) yang biasa digunakan oleh nelayan di Teluk Palabuhanratu sebagai kontrol. Penelitian ini menerapkan metode uji coba penangkapan (experimental fishing) dengan 19 kali ulangan (trip). Komposisi hasil tangkapan terdiri atas 6 jenis ikan dengan jumlah total berjumlah 157 ekor yang didominasi oleh ikan layang (Decapterus kurroides) sebanyak 81 ekor (51,26%), swanggi (Priacanthus tayenus) sebanyak 42 ekor (26,58%), kurisi (Nemipterus hexodon) sebanyak 21 ekor (12,29%), kuwe (Caranx sp) sebanyak 10 ekor (6,33%), petek (Leiognathus sp) sebanyak 2 ekor (1,26%) dan barakuda (Sphyraena sp) sebanyak 1 ekor (0,63%). Perbandingan hasil tangkapan pancing ulur berbeda pada setiap perlakuan dengan menggunakan kedua jenis umpan. Pancing ulur dengan menggunakan umpan ikan tembang memberikan jumlah hasil tangkapan sebanyak 93 ekor (59,2%). Sedangkan pada pancing ulur menggunakan umpan cacing tanah memberikan hasil tangkapan sebanyak 64 ekor (40,8%). Perbandingan total hasil tangkapan dari kedua jenis umpan memberikan pengaruh yang signifikan pada taraf (α) = 5%. Kata kunci: cacing tanah, komposisi hasil tangkapan, umpan, pancing ulur
INTRODUKSI LAMPU CELUP PADA PENGOPERASIAN JARING INSANG HANYUT Gondo Puspito; Sugeng Hartono; Fakhri Kurniawan; Wazir Mawardi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 3 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.3.283-293

Abstract

Peluang keberhasilan operasi penangkapan ikan dengan jaring insang hanyut sangat ditentukan oleh arah ruaya ikan terhadap posisi jaring. Ikan akan tertangkap jika arah renangnya terhadang oleh jaring. Penelitian mencoba meningkatkan peluang ikan tertangkap dengan memanfaatkan lampu celup. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa penggunaan lampu celup akan meningkatkan jumlah ikan hasil tangkapan tanpa mengurangi komposisi jenisnya. Dua unit jaring insang dioperasikan secara bersamaan. Salah satu unit jaring insang dilengkapi dengan lampu celup. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan lampu celup tidak mempengaruhi komposisi jenis ikan yang tertangkap, tetapi hanya mempengaruhi jumlah tangkapannya. Jumlah total ikan hasil tangkapan jaring insang yang dilengkapi lampu celup mencapai 3.521 ekor, atau 58,82% dari seluruh ikan hasil tangkapan, sedangkan jaring insang tanpa lampu celup sebanyak 2.465 ekor (41,18%). Rincian hasil tangkapan jaring insang yang dilengkapi lampu celup dan tanpa lampu celup adalah mackerel tuna (Euthynnus affinis) sebanyak 218 ekor dan 129 ekor, spanish mackerel (Scomberomorus commerson) (80; 50), needlefish (Tylosurus crocodilus) (7; 3), Indo-Pacific sailfish (Istiophorus platypterus) (4; 2), gelang sadap/driftfish (Psenes cyanophrys) (2.838; 2.051), dan moonfish (Mene maculata) (374; 230). Kata kunci: high-brightness LEDs, jaring insang hanyut, komposisi jenis ikan, lampu celup
Co-Authors Achmad Tan'im Makky Gemilang Adi Susanto Ainun Apriliyani Muhyun Ajeng Agia Pratiwi Akhmad Solihin Aldanita, Ega Alhusna, Indra Sundara Am Azbas Taurusman Aminah, Ai Siti Angga Hartono Anggraini Cahyaningtias Ari Purbayanto Ashshiddiqi, Muhammad Faishal Azis, Ravy Nur Aziz, Ravy Nur Bagus Baruno Berri Miraz Kholipah Rahman Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budiman, Muhamad Syarif Budiman, Muhammad Syarif Budy Wiryawan Craig Proctor Damayanti, Fazrin Putri Daniel R. Monintja Diniah . Domu Simbolon Dwi Putra Yuwandana Eko Sulkhani Eko Sulkhani Yulianto Ende Kasma Exist Saraswati Fakhri Kurniawan Fazri Saisar Firdaus, Muhammad Fakhri Firman Maulana, Firman Fis Purwangka Fuad Fuad Fuad Gondo Puspito Hasrianti, Hasrianti Henita Aditya Intan Roihatul Jannah Hasly Intan Roihatul jannah Hasly Izza Mahdiana Apriliani Johan Wahyudi Julia Eka Astarini Khairul - Linda, Fitra M Yasin U.P Olii M. Iqbal Himam Mahdi Amin Miftahol Arifin Mochammad Riyanto Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Ihsan Muhammad Natsir Kholis Mulyati, Sri . Mulyono S. Baskoro Mulyono, Mulyono Muna, Zakyatul Mustaruddin Nopriyanti Noveldesra Suhery Novita Virlydianty Permana, Arik Prasetiyo, Shidiq Lanang Prasetyo Aji, Bagus Putra, Rafi Dwi Ananda Rahmad, Adrul Raihan, M. Reza Raihan, Muhamad Reza Ramadhan, Muhammad Haykal Ramadhan, panji anugrah Riki Saputra, Riki Ronny I. Wahju Rosi Rahayu Roza Yusfiandayani Sabirah, Haifa Sri Wiyono, Eko Sudirman Aditia Nugraha Sugeng Hari Wisodo Sugeng Hartono Sulaeman Martasuganda Sumardi Sadi Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Uliyah, Ayu Himatul Umam, Hairul Vita Rumanti Kurniawati Wahdati, Fajriyah Cahyani Yopi Novita Yusfiandayani, S.Pi., Dr. Roza Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain . Zulkarnain Zulkarnain