Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN LAMPU ATRAKTOR CELUP TERHADAP HASIL TANGKAPAN JARING INSANG PERMUKAAN DI PERAIRAN SELAYAR Ainun Apriliyani Muhyun; Gondo Puspito; Wazir Mawardi; Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3026.917 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.55-66

Abstract

The principle operation of gill nets is by blocking movement of the fish. Its success rate depends on the precision fixing of the net. One solution to improve fishing methods is to add a fish net of underwater attractor lamp. The type lamp that suitable is a light emitting diode (LED) lamp. The purpose of research was determine the composition of the type fish caught and prove that the use of underwater attractor lamp increased the diversity of species and number of fish produced. Gill nets surface used in this study contained of two units. One unit was equipped with an underwater attractor lamp. The results showed that the use underwater attractor lamp did not affect the diversity of fish caught. Two gill nets catch the same 20 kinds of fish, specifically orangestriped emperor (Lethrinus obsoletus), smalltooth emperor (Lethrinus microdon), thumbprint emperor (Lethrinus harak), yellowtail emperor (Lethrinus atkinsoni), ornate emperor (Lethrinus ornatus), dots and dashes ponyfish (Secutor indicius), pugnose ponyfish (Secutor insidiator), Paddletail Snapper (Lutjanus gibbus), Golden Snapper (Lutjanus johnii), longfin Mullet (Moolgarda perusii), bluespot mullet (Moolgarda seheli), whitespotted rabbitfish (Siganus canaliculatus), doublebar rabbitfish (Siganus virgatus), javan rabbitfish (Siganus javus), masked rabbitfish (Siganus puellus), goldspotted rabbitfish (Siganus punctatus), tille trevally (Caranx tille), blackstreak surgeonfish (Acanthurus nigricauda), lowfin chub (Kyphosus vaigiensis), and milkfish (Chanos chanos). However, the use of underwater attractor lamp was proven to increase the number of fish caught with gill nets by 1,924 fish, or 74% more than gill nets without lamp (1,108 fish).
Pengenalan Inovasi Teknologi Rumpon Booster Protein Hewani pada Perikanan Payang di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Wahju, Ronny Irawan; Purwangka, Fis; Mawardi, Wazir; Maulana, Firman; Kasma, Ende; Budiman, Muhammad Syarif; Zulkarnain
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.6.1.28-39

Abstract

Pemberdayaan masyarakat nelayan payang di Palabuhanratu sangat dibutuhkan untuk mendapatkan solusi permasalahan terhadap produktivitas alat tangkap payang yang semakin rendah, terutama saat musim paceklik dan musim ikan sedang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi nelayan payang, mengukur faktor teknis perikanan payang dan memberikan rekomendasi strategi pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan dengan melakukan FGD, sosialisasi aspek IPTEKs dan uji coba penggunaan inovasi teknologi rumpon booster protein hewani pada kapal payang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November – Desember 2023 dengan teknik wawancara terhadap 20 nelayan pemilik kapal dan 20 nelayan ABK. Uji coba penangkapan ikan dilakukan sebanyak 10 trip dengan kapal payang perlakuan dan kontrol di Teluk Palabuhanratu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai skor faktor teknis yang diperoleh nelayan pemilik kapal sebesar 1,60 dan nelayan ABK sebesar 1,33 dengan rata-rata sebesar 1,50. Atribut yang paling rentan bagi nelayan pemilik kapal adalah alat bantu penangkapan sebesar 1,00. Hasil tangkapan ikan pelajis banyak diperoleh pada kapal payang perlakuan, karena pengaruh dari penggunaan rumpon booster protein hewani yang menyebabkan ikan-ikan berlimpah di permukaan air. Kapal-kapal payang kontrol bila tidak mendapatkan kemunculan ikan di permukaan air, maka kapal payang akan di arahkan ke perairan yang lebih dangkal untuk mendapatkan jenis ikan demersal, seperti eteman dan ikan layur. Pola berburu ikan pada operasi siang hari akan mengakibatkan penggunaan BBM yang cukup besar karena tidak ada kemunculan ikan di permukaan. Dengan demikian, penggunaan alat bantu penangkapan ikan yang disebut dengan rumpon booster protein hewani dibutuhkan oleh kapal payang operasi siang hari.
IMPLEMENTASI KELAIKLAUTAN KAPAL PADA ARMADA YANG BERBASIS DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDRA (PPS) KUTARAJA Muna, Zakyatul; Purwangka, Fis; Mawardi, Wazir
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.2.133-146

Abstract

Kelaiklautan kapal merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi oleh kapal pada setiap aktivitas pelayaran, begitupun juga keselamatan dan keamanan kapal ditandai dengan kondisi terpenuhinya persyaratan kelaiklautan kapal. BASARNAS Aceh (2019) membuktikan kasus kecelakaan kapal di Provinsi Aceh mengalami peningkatan, pada tahun 2018 sebanyak 22 kasus meningkat menjadi 36 kasus pada tahun 2019. Kecelakaan ini dipicu karena adanya indikasi pengabaian aspek keselamatan dalam berlayar. Tujuan penelitian yaitu menentukan tingkat implementasi kelaiklautan kapal pada armada kapal penangkap ikan yang berbasis di PPS Kutaraja. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021 di PPS Kutaraja, Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara (kuesioner) dan pengamatan langsung di lapangan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ada 3 yaitu purposive sampling, proportionate stratified random sampling dan accidental sampling. Berdasarkan pengolahan data, didapatkan hasil penelitian berikut: penerapan aspek kelaiklautan kapal yang berbasis di PPS Kutaraja berdasarkan aspek keselamatan, pencegahan pencemaran perairan dari kapal, pengawakan kapal, kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang, status hukum kapal, manajemen dan kesehatan penumpang serta kelengkapan surat dan dokumen masing-masing memiliki persentase skoring sebesar 43,32% (sangat baik), 98,31% (sangat buruk), 65,15 % (baik), 79,38% (ada), 82,39 % (ada), 57,27% (sangat baik), dan 59,09 % (ada). Kata kunci: kapal perikanan, kelaiklautan kapal, keselamatan pelayaran, laik laut
KERAGAAN TEKNIS DAN KERENTANAN PERIKANAN PANCING LAYUR DI PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI Zulkarnain; Mawardi, Wazir; Damayanti, Fazrin Putri; Wahju, Ronny Irawan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.2.199-210

Abstract

Perikanan pancing layur tergolong dalam perikanan skala kecil, di mana perikanan skala kecil khususnya nelayan masih identik dengan kemiskinan. Kemiskinan pada nelayan diakibatkan karena rendahnya teknologi, pendidikan, modal, serta permasalahan terhadap musim ikan yang selalu berubah dan akan berdampak terhadap pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keragaan teknis dan memetakan faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan perikanan pancing layur di PPN Palabuhanratu. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data menggunakan tabulasi nilai, analisis deskriptif dan analisis leverage. Hasil penelitian menunjukkan ukuran perahu pancing layur di PPN Palabuhanratu berukuran < 5 GT-5 GT, 8 GT. Mata pancing menggunakan ukuran no. 8, 9, dan 10 disesuaikan dengan ukuran target tangkapan. Nelayan pancing layur berasal dari nelayan lokal dan nelayan andon yang melakukan kegiatan harian. Daerah penangkapan ikan pancing layur tersebar di teluk Palabuhanratu. Nelayan pancing layur berada pada status yang cukup resilien dengan nilai rata-rata pemilik perahu sebesar 2,66 dan ABK sebesar 2,53. Urutan bidang dari yang paling resilien hingga yang paling rentan berturut-turut ialah bidang sosial, bidang kelembagaan, bidang keuangan, bidang sumber daya manusia, bidang fisik dan bidang alam. Kata kunci: kerentanan, nelayan, perikanan pancing layur
PENYEBAB KEMATIAN BENUR LOBSTER DAN MITIGASINYA PADA OPERASI PENANGKAPANNYA (STUDI KASUS DI KECAMATAN SIMPENAN KABUPATEN SUKABUMI) Ashshiddiqi, Muhammad Faishal; Mawardi, Wazir; Zulkarnain; Taurusman, Am Azbas
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2022): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.6.1.077-089

Abstract

Puerulus atau yang biasa dikenal dengan benur lobster merupakan fase transisi antara fase phyllosoma lobster dan fase juvenile lobster pada life cycle lobster. Penangkapan benur lobster biasanya menggunakan jaring pocong. Kurangnya pengetahuan nelayan di Kecamatan Simpenan terkait penanganan benur lobster dibuktikan dengan fakta bahwa benur hasil tangkapan pernah mengalami mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan unit penangkapan, operasional penangkapan, dan proses transportasi benur lobster dari daerah penangkapan ikan hingga pengepul; mengidentifikasi faktor penyebab kematian benur lobster pada operasi penangkapan serta strategi untuk menanganinya. Metode penelitian ini adalah observasi dan wawancara dengan menggunakan pendekatan teknik accidental sampling. Analisis yang digunakan ialah deskriptif dan fishbone analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap yang digunakan adalah jaring pocong dan alat bantu berupa lampu. Operasi penangkapan benur lobster biasa dilakukan pada malam hari. Transportasi ketika operasi penangkapan biasa menggunakan styrofoam box. Komposisi hasil tangkapan utama terdiri dari benur pasir dan benur. Strategi penanggulangan kematian benur terbagi menjadi 4; nelayan, metode, material, dan alat. Strategi tersebut diantaranya penggunaan air yang cocok sebagai media hidup benur membawa box cadangan, penyimpanan/pengondisian box menghindari perubahan parameter air, pemberian tali sumbu pada jaring. Kata kunci: benur lobster, fishbone analysis, Panulirus ornatus, Puerulus
KAPABILITAS RENANG IKAN SIDAT (Anguilla bicolor) STADIA ELVER GUNA PEMANFAATAN FISHWAY SECARA OPTIMAL Linda, Fitra; Mawardi, Wazir; Purbayanto, Ari; Komarudin, Didin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 3 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.3.427-436

Abstract

Ikan sidat (Anguilla bicolor) adalah ikan yang bersifat katadromus, bermigrasi kelaut untuk memijah, atau sebaliknya untuk benih ikan sidat (glass eel) akan kembali lagi ke sungai untuk menjadi sidat dewasa, kegiatan migrasi ini akan terganggu dengan adanya bangunan melintang seperti bendungan atau dam. Hal ini dikarenakan kecepatan arus air di bendungan lebih tinggi sedangkan ikan sidat bukan termasuk ikan perenang aktif. guna mempermudah proses migrasi ikan sidat ini maka diperlukan fishway. Pembangunan fishway memerlukan beberapa informasi seperti pola renang, kecepatan renang, dan ketahanan renang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola renang kecepatan renang dan ketahanan renang pada sidat stadia elver dengan kondisi arus yang berbeda. Selanjutnya merumuskan kinerja renang sidat stadia elver terkait dengan kebutuhan dalam mendesain fishway yang tepat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Tingkah Laku Ikan Departemen PSP-FPIK, IPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola renang sidat stadia elver adalah jenis Anguilliform, kecepatan renang sustained speed ikan sidat adalah ≤ 0,91 TL/detik, kecepatan renang prolonged speed ikan sidat adalah 1,57-1,82 TL/detik, dan kecepatan renang burst speed ikan sidat adalah ≤ 2,7 TL/detik. Berdasarkan data tersebut desain fishway yang sesuai dengan kecepatan renang prolonged speed ikan sidat yaitu tipe fish lock yang dapat dibuat dengan kemiringan 20º disertai dengan debit air berkisar 59 ml/detik dan kecepatan arus 30 cm/detik. Kata kunci: arus, kecepatan renang, ketahanan renang, pola renang, sidat
PENAMBAHAN KANTONG DAN PENAJU: UPAYA MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN GOMBANG Kholis, Muhammad Natsir; Puspito, Gondo; Mawardi, Wazir; Imron, Mohammad; Wiryawan, Budy
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 3 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.323-335

Abstract

Gombang adalah alat tangkap ikan tradisional, memiliki kelemahan konstruksi berupa ketiadaan kantong perangkap dan sayap yang terbatas. Tujuan penelitian adalah 1. Menentukan perbedaan komposisi jenis dan berat ikan hasil tangkapan keempat perlakuan 2. Membuktikan bahwa penambahan kantong, penaju, dan kombinasi keduanya akan memengaruhi komposisi berat hasil tangkapan gombang tanpa mengurangi jenisnya. Metode yang digunakan adalah experimental fishing. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2023 di perairan Desa Prapat Tunggal Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Uji coba penangkapan dilakukan selama 17 trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gombang kontrol dan perlakuan menangkap 12 jenis ikan yang sama, yaitu udang rebon (Acetes sp.), udang merah (Solenocera depressa), udang harimau (Penaeus monodon), biang (Ilisha sp.), bulu ayam (Thryssa setiostris), tembang (Dussumieria acuta), tenggiri (Scomberomorus brasiliensis), parang-parang (Chirocentrus sp.), gulamah (Johnius trachycephalus), layur (Trichiurus lepturus), nomei (Horpodon neherus), dan sotong (Sepia sp.). Perbedaan perlakuan pada gombang ternyata memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan. Gombang yang dilengkapi kantong dan penaju (P3) mendapatkan berat ikan hasil tangkapan tertinggi mencapai 1.710,82 kg (40,16%), diikuti oleh gombang berkantong P1 seberat 1.158,90 kg (27,20%), gombang berpenaju P2 seberat 824,27 kg (19,35%), dan gombang kontrol P0 seberat 566,36 kg (13,29%).
Response of Anguilla bicolor Glass Eel to Different Light Colors Riyanto, Mochammad; Aminah, Ai Siti; Mawardi, Wazir; Wahju, Ronny Irawan
Journal Omni-Akuatika Vol 19, No 1 (2023): Omni-Akuatika May
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2023.19.1.993

Abstract

The response of eel fish (Anguilla bicolor) glass eel stadia to different light is fundamental knowledge for developing fishing methods and conserving fish resources. The study aimed to describe how glass eel fish react to different types of light. In the laboratory, glass eels were observed responding to red, blue, and white LED light versus no light as controls. Glass eels ranging in size from 4.0 to 6.1 cm and weighing up to 0.28 g were caught in the Pelabuhanratu estuary of the Cimandiri River. Observations were made for 31 days, beginning five days after the glass eel was captured. The Mann Whitney and Kruskal-Wallis tests were used to describe differences of the glass eel's response to light. Observations showed that glass eels responded more to dark zones with values above 80% when compared to zones given red, blue, and white LED light. The percentage of fish in red LED lights was 23±0.22% higher, with the number of fish on blue LED lights by 10±0.21% and white LED lights 8±0.15% (p<0.05, Kruskal-Wallis). The difference in response to light can be used for glass eel catching applications, especially lamps for eel fish aids and eel conservation to create fishing zones and eels.Keywords: Anguilla bicolor, eel behavior, glass eel, LED light, response to light
POTENSI BAHAYA AKTIVITAS BONGKAR MUAT KAPAL JALA JATUH DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA MUARA ANGKE JAKARTA Putra, Rafi Dwi Ananda; Iskandar, Budhi Hascaryo; Mawardi, Wazir
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.187-202

Abstract

Kapal Jala Jatuh merupakan kapal cumi terbanyak kedua yang ada di PPN Muara Angke. Aktivitas bongkar merupakan aktivitas utama yang dilakukan setelah kapal berlabuh di dermaga. Aktivitas ini terindikasi memiliki potensi kecelakaan kerja, sehingga perlu adanya identifikasi potensi bahaya pada aktivitas bongkar muat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas bongkar muat pada Kapal Jala Jatuh, menghitung persentase konsekuensi bahaya pada setiap aktivitas bongkar muat pada Kapal Jala Jatuh, dan memberikan rekomendasi untuk menjaga keselamatan dan mecegah kecelakaan yang dapat terjadi pada pekerja yang terlibat dalam proses tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara kepada kapten, ABK, dan buruh angkut. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif, dengan mengelompokkan konsekuensi bahaya masing-masing aktivitas berdasarkan AS/NZS 4360: 1999 dimana terdapat lima jenis konsekuensi bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 71 aktivitas pada kegiatan bongkar muat. Terdapat 8 (11%) aktivitas dikategorikan tidak berbahaya, 40 (56%) aktivitas dikategorikan bahaya ringan, 19 (27%) aktivitas dikategorikan bahaya menengah, 0 (0%) aktivitas dikategorikan bahaya berat, dan 4 (6%) aktivitas dikategorikan bahaya fatal. Perlu adanya perhatian mengenai keselamatan kerja pada aktivitas bongkar muat seperti kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) terutama pada saat aktivitas bongkar muat­, dan juga pengemudi yang bersertifikat guna mencegah terjadinya kecelakaan yang bersifat fatal.
PENDUGAAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI DANAU SIDENRENG, SULAWESI SELATAN: PENDUGAAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI DANAU SIDENRENG, SULAWESI SELATAN Hasrianti, Hasrianti; Puspito, Gondo; Iskandar, Budhi Hascaryo; Imron, Mohammad; Mawardi, Wazir
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 1 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.33-43

Abstract

Ikan tawes adalah salah satu jenis ikan introduksi yang populer di Danau Sidenreng, Sulawesi Selatan. Keberadaannya sangat menguntungkan bagi nelayan karena bernilai ekonomis penting. Nelayan menjadikannya sebagai target utama penangkapan ikan. Aktivitas penangkapan ikan tawes dilakukan sepanjang tahun menggunakan jaring insang dengan ukuran mata jaring beragam dari kecil hingga besar, yaitu 1,5”, 2”, 2,5”, 3”, dan 3,5”. Keduanya mengakibatkan populasi ikan tawes di Danau Sidenreng semakin menurun. Oleh karena itu, informasi terkait biologi perikanan ikan tawes menjadi penting untuk diketahui. Penelitian bertujuan untuk menentukan ukuran ikan tawes pertama kali tertangkap (Lc), ukuran ikan tawes pertama kali matang gonad (Lm), dan ukuran mata jaring (mesh size) jaring insang yang sesuai untuk menangkap ikan tawes layak tangkap. Data sampel dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa ukuran ikan tawes pertama kali tertangkap di Danau Sidenreng adalah Lc = 132,66 mm. Ikan tawes betina dan jantan mengalami kematangan gonad pertama kali pada ukuran panjang cagak FL = 140,95 mm dan jantan 173,08 mm. Ukuran mata jaring insang yang direkomendasikan untuk menangkap ikan tawes layak tangkap adalah 3”, karena ukuran rata-rata FL yang tertangkap lebih besar dari nilai Lm.
Co-Authors Achmad Tan'im Makky Gemilang Adi Susanto Ainun Apriliyani Muhyun Ajeng Agia Pratiwi Akhmad Solihin Aldanita, Ega Alhusna, Indra Sundara Am Azbas Taurusman Aminah, Ai Siti Angga Hartono Anggraini Cahyaningtias Ari Purbayanto Ashshiddiqi, Muhammad Faishal Azis, Ravy Nur Aziz, Ravy Nur Bagus Baruno Berri Miraz Kholipah Rahman Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budiman, Muhamad Syarif Budiman, Muhammad Syarif Budy Wiryawan Craig Proctor Damayanti, Fazrin Putri Daniel R. Monintja Diniah . Domu Simbolon Dwi Putra Yuwandana Eko Sulkhani Eko Sulkhani Yulianto Ende Kasma Exist Saraswati Fakhri Kurniawan Fazri Saisar Firdaus, Muhammad Fakhri Firman Maulana, Firman Fis Purwangka Fuad Fuad Fuad Gondo Puspito Hasrianti, Hasrianti Henita Aditya Intan Roihatul Jannah Hasly Intan Roihatul jannah Hasly Izza Mahdiana Apriliani Johan Wahyudi Julia Eka Astarini Khairul - Linda, Fitra M Yasin U.P Olii M. Iqbal Himam Mahdi Amin Miftahol Arifin Mochammad Riyanto Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Ihsan Muhammad Natsir Kholis Mulyati, Sri . Mulyono S. Baskoro Mulyono, Mulyono Muna, Zakyatul Mustaruddin Nopriyanti Noveldesra Suhery Novita Virlydianty Permana, Arik Prasetiyo, Shidiq Lanang Prasetyo Aji, Bagus Putra, Rafi Dwi Ananda Rahmad, Adrul Raihan, M. Reza Raihan, Muhamad Reza Ramadhan, Muhammad Haykal Ramadhan, panji anugrah Riki Saputra, Riki Ronny I. Wahju Rosi Rahayu Roza Yusfiandayani Sabirah, Haifa Sri Wiyono, Eko Sudirman Aditia Nugraha Sugeng Hari Wisodo Sugeng Hartono Sulaeman Martasuganda Sumardi Sadi Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Uliyah, Ayu Himatul Umam, Hairul Vita Rumanti Kurniawati Wahdati, Fajriyah Cahyani Yopi Novita Yusfiandayani, S.Pi., Dr. Roza Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain . Zulkarnain Zulkarnain