Claim Missing Document
Check
Articles

POLA MUSIM IKAN TERI (Stolephorus sp) DAN UPAYA PENANGKAPAN PAYANG DI KECAMATAN PASONGSONGAN SUMENEP, MADURA Miftahol Arifin; Zulkarnain; Wazir Mawardi; Dwi Putra Yuwandana
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.159-168

Abstract

Sumberdaya ikan teri di Kabupaten Sumenep salah satunya adalah ikan teri nasi (Stolephorus sp.) yang umumnya ditangkap menggunakan alat tangkap payang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pendugaan pola musim penangkapan teri pada alat tangkap payang teri di Pasongsongan. Pola musim penangkapan teri diambil menggunakan data sekunder dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, sedangkan keragaan alat tangkap payang teri menggunakan data primer yang diambil secara langsung dari nelayan setempat. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan menggunakan metode purposive sampling untuk mendeskripsikan keragaan alat tangkap payang teri. Sampel yang diambil sebanyak 8 perahu payang teri yang beroperasi di Kecamatan Pasongsongan. Pola musim penangkapan dihitung menggunakan metode rata-rata bergerak (moving average), sedangkan keragaan payang teri di analisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa musim penangkapan ikan teri yang baik dilakukan pada bulan Januari, Februari, Maret, Oktober, November, dan Desember ditunjukkan oleh IMP lebih dari 100%. Kata kunci: ikan teri, musim ikan teri, Pasongsongan, payang, Sumenep
PERFORMA RENANG IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) PADA SUHU AIR YANG BERBEDA Wazir Mawardi; Novita Virlydianty; Muhammad Fedi Alfiadi Sondita; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.183-190

Abstract

Tingkah laku ikan sangat diperlukan dalam perikanan tangkap karena dapat dijadikan dasar dalam menilai dan mengembangkan metode penangkapan ikan dan alat penangkapan ikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkah laku ikan adalah suhu perairan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkah laku ikan, khususnya ketahanan renang ikan bawal pada suhu yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Agustus 2019 di laboratorium tingkah laku ikan Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini akuarium, flume tank, alat tulis, stopwatch, flash disk, kamera, tripod, scoopnet, chiller, heater, pH meter, termometer, timbangan, meteran. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kecepatan dan ketahanan renang ikan pada air dengan suhu 20°C, 27°C dan 35°C. Penelitian eksperimen diterapkan untuk melihat pengaruh suhu air terhadap ketahanan renang ikan bawal (Colossoma macropomum). Peningkatan frekuensi kibasan sirip ekor ketika ikan berenang pada air bersuhu lebih tinggi diperkirakan tidak terlalu efektif dalam meningkatkan kecepatan renang. Ketahanan renang ikan ketika berenang pada kecepatan 2-3 BL/s menurun dengan adanya peningkatan suhu. Kata kunci: ikan bawal, kecepatan renang, ketahanan renang, suhu air
Estimation of Plastic and Other Waste Disposed of by Longline and Gillnet Fleets Operating from Cilacap Berri Miraz Kholipah Rahman; Wazir Mawardi; Muhammad Fedi Alfiadi Sondita; Craig Proctor
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 27, No 2 (2022): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.27.2.141-150

Abstract

Tuna-fishing boats based at the Cilacap Oceanic Fishing Port are potential contributors to marine debris in the Indian Ocean. Without a quantitative assessment of the types and amount of debris, port management cannot develop a strategy to address this problem. This study estimated the quantities of plastics and cartons disposed of by these fisheries in the Indian Ocean. Data were collected through observations and interviews with boat managers/owners or fishermen in the port, from August to November 2019, to evaluate the boat supplies loaded on board in the port and the waste returned to the port. The marine disposal per fishing trip (the difference between the quantity of supplies taken to sea and the quantity of waste returned to port) was calculated for 89 trips of gillnet and longline boats, for a size range of 20 to 90 GT. There was no at-sea disposal of used engine oil, rice plastic sacks, styrofoam boxes, nor plastic gallon bottles. Other plastics and cartons from consumable packaging were disposed of at sea. The estimates of the plastic waste disposed were 0.8-4.4 kg.boat-1.trip-1 or 2,143-12,024 pieces.boat-1.trip-1 while the estimates of the cartons disposed were 3.5-19.4 kg.boat-1.trip-1 or 203-1,140 pieces.boat-1.trip-1. The study concluded that fishers could easily keep the waste onboard for disposal on return to port. In addition, port management should initiate a system in which the amounts of waste returned to boats returning to port are considered in granting future port clearance to those boats.
ANALISIS KEBIJAKAN KESELAMATAN KERJA PADA KEGIATAN OBSERVASI IKAN DAN ALAT PENANGKAPAN IKAN Achmad Tan'im Makky Gemilang; Fis Purwangka; Wazir Mawardi; Akhmad Solihin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.2.205-213

Abstract

Aktivitas penyelaman mengandung risiko bahaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) jika pelaksanaannya menyimpang dari prosedur. Oleh karena itu diperlukan usaha preventif yakni antara lain melalui pembuatan peraturan perundang-undangan dan pengawasannya. Tujuan penulisan ini untuk mengkaji kebijakan lembaga-lembaga internasional dan sejauh mana kebijakan nasional mengatur keselamatan pada aktivitas observasi ikan dan alat tangkap. Data yang diambil adalah data pustaka atau telaah dokumen berupa kebijakan/pedoman (guidance) mengenai keselamatan kerja penyelaman dari lembaga internasional dan nasional. Penelitian awal dilaksanakan pada 2018 kemudian disempurnakan pada tahun 2021. Pengumpulan dilakukan dengan cara observasi content analysis yakni merupakan metode pengumpulan data penelitian melalui teknik observasi dan analisis terhadap isi pesan suatu dokumen. Keselamatan pada aktivitas penyelaman ilmiah pada hakekatnya untuk melindungi lingkungan dan orang-orang yang ada di tempat kerja agar terhindar dari kecelakaan. Indonesia baru memulai menerapkan beberapa aturan dan pedoman dari rekomendasi internasional sehingga dalam penerapannya masih terdapat kekosongan peraturan dan ditemukan beberapa kekurangan isi substansi dalam implementasinya. Maka Indonesia perlu melakukan pembenahan dalam kebijakan nasional mengenai keselamatan pada aktivitas selam untuk kepentingan ilmiah. Kata kunci: ikan, kebijakan, keselamatan kerja, penyelaman
LAMPU LED BAWAH AIR SEBAGAI ALAT BANTU PEMIKAT IKAN PADA BAGAN APUNG Eko Sulkhani; Ari Purbayanto; Sugeng Hari Wisodo; Wazir Mawardi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2014): MEI 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3836.226 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.5.83-93

Abstract

Study on LED underwater lamp as fish aggregating device was conducted todesign and construct the LED underwater lights, to analyze strength of materials used, to analyze the light illumination value and distribution generated from the lamp, and to describe and analyze the test results of the underwater LED lights constructed. This study was divided into three stages, the material testing activities, designing and constructing the LED activities, and the field trials. Based on the results showed that the value of the maximum load that can be retained by the resin ranged from 914.27 to 1177.34 kgf/cm2. The value of the maximum load that can be held by acrylic ranges from 1238.65 to 1539.30 kgf/cm2. Design of instrument built for use in the water, with the material and acrylic resin as a protection/ waterproof. Designof the lamps weremade integrated with a CCTV camera system to facilitate the detection of fish. The LED lights used were a type of RGB High Power LED of 10 watt connected with waterproof driver adjustable step down CC-CV (QSKJ) led driver IN: DC.7-35V OUT: DC.2-30V. The number of drivers used were as many as 9 pieces, where the top of the lamp every 6 pieces of light connected with 1 driver for each color, while for the bottom of every 3 pieces of light connected with 1 pieces driver for each color. The results of measurements of the intensity of light at air showed medium that emits blue light, the most high intensity light than red and white. Type of fish caught during the 5 timesfishing trip was as much as 8 species, consisting of Auxis sp., Loligo sp., Rastrelliger sp., Trichiurus sp., Sardinella sp., Decapterus sp., and Leiognathus sp. The results of tests performed during 5 times fishing trip showed dominant catch of Leiognathus sp. as much as 288 species, and Loligo sp. as much as 266 species.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN SET NET JENIS OTHOSIAMI DI TELUK MALASSORO, SULAWESI SELATAN M Yasin U.P Olii; Mulyono S Baskoro; Sulaeman Martasuganda; Wazir Mawardi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2014): NOVEMBER 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3460.851 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.5.153-160

Abstract

Set net adalah alat tangkap yang dipasang secara menetap di daerah penangkapan (fishing ground). Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan (BBPPI) Semarang mengembangkan alat tangkap set net yang jenis othosiami dan mengoperasikannya pada tahun 2010 di perairan Teluk Mallasoro, Kabupaten Jeneponto. Data informasi mengenai produktivitas, komposisi dan tingkat keanekaragaman hasil tangkapan diambil dari data hasil tangkapan 2011-2013. Penelitian ini bertujuan menganalisis trend tangkapan, komposisi jenis tangkapan dan tingkat keanekargaman hasil tangkapan set net. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2014 di perairan Teluk Mallasoro, Kabupaten Jeneponto. Metode yang digunakan adalah metode secara deskriptif. Berdasarkan data tahun 2011-2013 pada bulan September–Oktober menunjukkan adanya penurunan trend tangkapan. Total jumlah jenis tangkapan sebesar 91 spesies. Ikan yang telah teridentifikasi sebanyak 57 jenis spesies yang terdiri dari 31 jenis ikan pelagis dan 26 jenis ikan demersal, jenis ikan yang paling dominan sebesar 27% adalah peperek (Leiognathus splendens). Indeks keragaman (H’) hasil tangkapan periode 2011-2013 berkisar antara 2.61-2.74 yang berada pada kategori keanekaragaman sedang. Nilai indeks kemerataan (E) berada pada kategori lebih merata 0.63–0.70. Nilai indeks dominansi (D) berkisar antara 0.12– 0.15 tidak terdapat spesies yang mendominasi.
REKAYASA LAMPU LED CELUP UNTUK PERIKANAN BAGAN APUNG DI PERAIRAN PATEK KABUPATEN ACEH JAYA PROPINSI ACEH Taufiq Taufiq; Wazir Mawardi; Mulyono S Baskoro; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2015): MEI 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4266.62 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.6.51-67

Abstract

Kegiatan pemanfaatan potensi perikanan tangkap di perairan Aceh Jaya masih banyak tergantung pada teknologi penangkapan ikan masih terbatas. Jenis alat tangkap yang digunakan di Aceh Jaya adalah pukat pantai, pancing, jaring insang, dan bagan. Jenis bagan yang digunakan oleh nelayan patek yaitu bagan apung. Bagan merupakan salah satu perikanan light fishing. Jenis lampu yang digunakan oleh nelayan patek adalah neon yang ditempatkan di permukaan, sedangkan lampu permukaan ini kurang efektif untuk digunakan. Penelitian ini menggunakan lampu LED celup. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan konstruksi lampu celup dalam air dan menentukan efektifitas lampu LED celup. Konstruksi lampu LED celup dirancang sebuah inovasi yaitu lampu dapat diredupkan sehingga ikan-ikan yang sudah mendekat ke cahaya sehingga lebih terfokus ke bagan. Metode penelitian ini adalah deskriptif, rancang bangun alat, percobaan atau experimental fishing. Dengan adanya lampu LED celup bisa membantu nelayan patek dalam menangkap ikan dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Total hasil tangkapan dengan menggunakan lampu neon sebesar 2343 kg. Sedangkan, total hasil tangkapan dengan lampu LED celup adalah sebesar 3779 kg. Jenis ikan yang tertangkap pada alat tangkap bagan yaitu teri, peperek, tembang, kembung, selar, japuh, dan layur selama 10 trip, 5 trip bulan gelap dan bulan terang. Terlihat bahwa ada perbedaan jumlah dan komposisi hasil tangkapan dengan menggunakan lampu neon dan lampu celup. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan lampu LED celup lebih efektif untuk digunakan sebagai alat bantu pada perikanan bagan.
MUSIM PENANGKAPAN DAN KELAYAKAN HASIL TANGKAPAN LAYUR (Trichiurus spp) YANG BERBASIS DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU Zulkarnain; Wazir Mawardi; Ajeng Agia Pratiwi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2021): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.5.1.091-101

Abstract

Ikan layur (Trichiurus spp) merupakan ikan demersal ekonomis penting dan salah satu komoditas ekspor yang potensial di PPN Palabuhanratu, Sukabumi. Ikan layur di Teluk Palabuhanatu dominan ditangkap menggunakan alat tangkap pancing layur. Informasi mengenai musim penangkapan dianggap sebagai faktor penting agar kegiatan penangkapan ikan efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola musim penangkapan ikan layur, CPUE, ukuran ikan yang layak tangkap, dan korelasi ukuran panjang mulut dan bukaan mulut layur. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan metode deskriptif. Analisis data menggunakan metode rata-rata bergerak, analisis CPUE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola musim ikan layur terdapat pada bulan April, Juni, Agustus, September, Oktober, dan November berdasarkan nilai indeks musim penangkapan. CPUE tertinggi dari pancing layur tahun 2015-2019 terjadi pada tahun 2019 dan nilai CPUE bulanan tertinggi pada bulan Oktober. Ukuran rata-rata ikan layur lebih besar dari kali pertama matang gonad dan masuk ke dalam kategori layak tangkap. Korelasi antara panjang total dan panjang mulut serta lebar bukaan mulut dapat dijadikan acuan dalam menentukan panjang dan lebar mata pancing yang digunakan dalam alat tangkap pancing layur. Kata kunci: CPUE, layak tangkap, musim ikan, pancing layur
PENGARUH PERUBAHAN INTENSITAS CAHAYA LED-RGB TERHADAP KEBERADAAN IKAN PADA BAGAN TANCAP Sumardi Sadi; Sri Mulyati; Adi Susanto; Sugeng Hari Wisudo; Wazir Mawardi; Mulyono S Baskoro
Simposium Nasional Mulitidisiplin (SinaMu) Vol 2 (2020): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.148 KB) | DOI: 10.31000/sinamu.v2i0.3493

Abstract

Bagan tancap adalah salah satu alat untuk menangkap ikan, dengan alat utama adalah cahaya lampu. Permasalahan yang ada pada saat ini adalah dalam mematikan dan menyalakan lampu dengan cara manual, sehingga menyebabkan ikan keluar dari catablearea, dan kurang efektif. Salah satu pendekatan dan solusi  adalah menyalakan dan mematikan lampu dengan otomatis dan bergantian secara halus, sehingga ikan tidak terkejut, tidak keluar dari catablearea, sehingga efektif dan efisien yaitu menggunakan LED-RGB sistem modulasi lebar pulsa atau Pulse Width Modulation (PWM). Hasil penelitian menunjukkan tingkah laku ikan dipengaruhi oleh perubahan intensitas cahaya dari warna biru ke hijau (B-H) ataupun dari warna hijau ke merah (H-M). Perubahan tingkah laku ikan dapat mendekat, berkumpul dan terkonsentrasi membentuk kawanan ikan. Selama terjadi perubahan warna B-H dan H-M keberadaan ikan tetap berada pada zona pencahayaan LED-RGB (catchablearea). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian LED RGB berpengaruh untuk mempertahankan keberadaan ikan tetap berada di catablearea dan terjadi penurunan sekitar 4%. Kata Kunci: LED-RGB, Remote-control, Intensitas-cahaya, PWM, Attraktor-Ikan AbstractThe step-on chart is one of the tools to catch fish, with the main tool being the light. The problem that exists at this time is in turning off and turning on the lights manually, causing the fish to come out of the catable area, and less effective. One approach and solution is to turn the lights on and off automatically and alternately smoothly, so that the fish are not surprised, do not come out of the catable area, so that it is effective and efficient, namely using the LED-RGB pulse width modulation system or Pulse Width Modulation (PWM). The results showed that fish behavior was influenced by changes in light intensity from blue to green (B-G) or from green to red (H-M). Changes in fish behavior can approach, gather and be concentrated to form a school of fish. During the B-H and H-M color changes, the fish remains in the LED-RGB (catchablearea) lighting zone. The results showed that the use of RGB LEDs had an effect on maintaining the presence of fish in the catable area and decreased by about 4%. Keywords: RGB-LED, Control-remote, Light-intensity, PWM, Fish-attractor
PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN SIDAT (Anguilla sp) DI SUNGAI SIKUCING, KABUPATEN PURWOREJO Wazir Mawardi; Anggraini Cahyaningtias; Julia Eka Astarini; Fis Purwangka
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3145.916 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.12.125-133

Abstract

One of the economically valuable fish in the Sikucing River is an eel. Sikucing River is an upstream river located in Purworejo Regency, Central Java. The eel in Sikucing River is usually captured using a handline with diverse baits. The research aims to determine the type of bait favored by the eel. The baits used in this research were worms, shrimp, golden snails, and coconut caterpillars. The research uses four types of bait because the availability of these baits is still a lot and affordable. The research was conducted for 36 days and in one day there were two bait installments (namely the afternoon and evening). Bait installments were carried out at eight locations along the Sikucing River. Based on the research there are five types of fish caught on handline, namely eels, carps, snakehead fishs, lempon fishs, and turtles. The dominant catch from this research was eel with 40 individuals (or 30,173 kg). The eels were caught on all four types of bait, but the highest catch was obtained from the type of coconut caterpillar bait. Shrimp and snail were a type of bait that has the lowest eel catch (as many as 3 individuals).
Co-Authors Achmad Tan'im Makky Gemilang Adi Susanto Ainun Apriliyani Muhyun Ajeng Agia Pratiwi Akhmad Solihin Aldanita, Ega Alhusna, Indra Sundara Am Azbas Taurusman Aminah, Ai Siti Angga Hartono Anggraini Cahyaningtias Ari Purbayanto Ashshiddiqi, Muhammad Faishal Azis, Ravy Nur Aziz, Ravy Nur Bagus Baruno Berri Miraz Kholipah Rahman Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budiman, Muhamad Syarif Budiman, Muhammad Syarif Budy Wiryawan Craig Proctor Damayanti, Fazrin Putri Daniel R. Monintja Diniah . Domu Simbolon Dwi Putra Yuwandana Eko Sulkhani Eko Sulkhani Yulianto Ende Kasma Exist Saraswati Fakhri Kurniawan Fazri Saisar Firdaus, Muhammad Fakhri Firman Maulana, Firman Fis Purwangka Fuad Fuad Fuad Gondo Puspito Hasrianti, Hasrianti Henita Aditya Intan Roihatul Jannah Hasly Intan Roihatul jannah Hasly Izza Mahdiana Apriliani Johan Wahyudi Julia Eka Astarini Khairul - Linda, Fitra M Yasin U.P Olii M. Iqbal Himam Mahdi Amin Miftahol Arifin Mochammad Riyanto Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Ihsan Muhammad Natsir Kholis Mulyati, Sri . Mulyono S. Baskoro Mulyono, Mulyono Muna, Zakyatul Mustaruddin Nopriyanti Noveldesra Suhery Novita Virlydianty Permana, Arik Prasetiyo, Shidiq Lanang Prasetyo Aji, Bagus Putra, Rafi Dwi Ananda Rahmad, Adrul Raihan, M. Reza Raihan, Muhamad Reza Ramadhan, Muhammad Haykal Ramadhan, panji anugrah Riki Saputra, Riki Ronny I. Wahju Rosi Rahayu Roza Yusfiandayani Sabirah, Haifa Sri Wiyono, Eko Sudirman Aditia Nugraha Sugeng Hari Wisodo Sugeng Hartono Sulaeman Martasuganda Sumardi Sadi Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Taufiq Uliyah, Ayu Himatul Umam, Hairul Vita Rumanti Kurniawati Wahdati, Fajriyah Cahyani Yopi Novita Yusfiandayani, S.Pi., Dr. Roza Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain . Zulkarnain Zulkarnain