Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of College Students’ Difficulties in Developing paragraph in Japanese writing Nurjanah, Nurjanah; Supriatnaningsih, Rina; Setiawati, Ai Sumirah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i2.22599

Abstract

This is a quantitative descriptive research that aimes to describe students’ diffulties in develophing the paragraph in Japanese writing, the causal factors, and solutions from difficulties in developing the paragraph experienced by students of Japanese Education program in Semarang  State University. Samples of this research were a total of 30 students of Japanese Education Program class 2014. The technique of collecting data  used was questionnaire. The data results obtained then were analyzed using descriptive percentage approach. The result of this research showed that  difficulties developing paragraph on Japanese essay, included determining ideas, writing topic sentences, composing supporting ideas, writing and composing with logical plot, using phrases, vocabulary and sentence patterns. Factors that affected were the lack of students' interest in reading and writing, and the students' lack of knowledge about paragraphs. The solutions that could be used to overcome these difficulties were often practicing Japanese writing, read other book references and apply vocabulary and sentence pattern to the fullest.   Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan utuk  mendeskripsikan keulitan, faktor penyebab, dan solusi dari kesulitan mengembangkan paragraf pada karangan bahasa Jepang yang dialami oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes. Sampel penelitian ini adalah 30 mahasiswa prodi pendidikan Bahasa Jepang angkatan 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan mengembangkan paragraf pada karangan bahasa Jepang meliputi menentukan ide, menulis kalimat utama, menulis dan menyusun kalimat penjelas dengan alur yang logis, penggunaan ungkapan, kosakata dan pola kalimat. Faktor yang mempengaruhinya adalah kurangnya minat mahasiswa terhadap membaca dan menulis, dan  ketidaktahuan mahasiswa tentang paragraf. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut yaitu sebaiknya sering berlatih mengarang, membaca referensi buku lain, dan menerapkan kosakata maupun pola kalimat yang sudah dipelajari secara maksimal.
ANALISIS KESALAHAN PEMILIHAN KATA PADA KARANGAN MAHASISWA SEMESTER IV PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Indrasari, Yayuk; Supriatnaningsih, Rina; Nurhayati, Silvia
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i2.22600

Abstract

From the results of preliminary studies, the students have difficulty selecting words in composition course. The difficulty causes errors of selecting vocabulary. This research is qualitative descriptive research which aims to describe the error of selecting words on students’ composition of Unnes Japanese Education. Data source in this research is taken from the composition of 50 students in semester IV in 2015 academic year Semarang University. Data collection technique in this research is the monitoring technique and writing notetechnique. Monitoring done by reading student’s compotitions, who is the  source of data in this research.  As noted technique used notes errors fragment. Basedon the analysis of data, there are 288 sentences error in diction selection: 51 dooshi selection errors, 46 meishi selection errors, 2 keiyooshi selection errors, 8 rentaishi selection errors, 4 fukushi selection errors, 2 setsuzokushi selection errors, 92 jooshi selection errors, and 23 jodooshi errors selection.   Dari hasil studi pendahuluan, mahasiswa mengalami kesulitan dalam memilih kata ketika menulis karangan. Kesulitan tersebut menyebabkan kesalahan- kesalahan dalam penggunaan kosakata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan utuk mendeskripsikan kesalahan pemilihan kata pada karangan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes. Data yang digunakan adalah kesalahan pemilihan kata pada karangan (sakubun). Sumber data dalam penelitian ini berupa hasil karangan mahasiswa semester IV angkatan 2015 Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang berjumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik simak dilakukan dengan membaca karangan mahasiswa yang merupakan sumber penelitian. Teknik catat digunakan untuk mencatat potongan kalimat yang terdapat kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan dalam pemilihan kata sebanyak 228 kesalahan, meliputi 51 kesalahan pemilihan dooshi, 46 kesalahan pemilihan meishi, 2 kesalahan pemilihan keiyooshi, 8 kesalahan pemilihan rentaishi, 4 kesalahan pemilihan fukushi, 2 kesalahan pemilihan setsuzokushi, 92 kesalahan pemilihan jooshi, dan 23 kesalahan pemilihan jodooshi.
ANALISIS KOSAKATA YANG MENUNJUKAN PROFESI DALAM BUKU AJAR BAHASA JEPANG YANG DIGUNAKAN DI UNNES Wibowo, Dida Aristo; Supriatnaningsih, Rina
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 7 No 1 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v7i1.29598

Abstract

Abstract (ANALYSIS OF VOCABULARY THAT SHOWS A PROFESSION FROM JAPANESE LANGUAGE BOOKS THAT USED IN UNNES) The important things in sentences is vocabulary. Vocabulary in Japanese is called 語彙‘goi’.Goi means a collection or set of words related to Japanese. Based on its origin, goi is divided into three types, 1) 和語 'Wago', are words in original Japanese, 2) 漢語 'Kango', are words that comes from China, and 3) 外来語 'Gairaigo', is an absorption word that comes from a foreign language, or most of it is from English. In learning vocabulary in Japanese, one of the groups of vocabulary that is often used is professional vocabulary. However, in the textbooks the types of professions have not been classified and how the form of professional vocabulary that as well as their used. The data source of this research is the Japanese textbook that used in the Japanese Language Education Study Program Unnes. The data analysis technique used in this research is the agih method and the technique of dividing elements directly. Based on the results of the research, the author obtained the professional words in Japanese language textbooks used in Unnes as many as 29 professional words, the word is classified in 23 words of Kango and 6 words of Gairaigo. The total occurrence in the textbook is 68 times. The word 会社員 (kaishain) occurs most often, which is 11 times.The author gets the word profession classified as Kango, which in its form is characterized by the suffix, which is ~者 (sha), ~員(in), ~士(shi), ~家(ka), ~手(syu), ~人(nin), ~事(ji). The author also gets the word profession belonging to Gairaigo based on the data which in its form is characterized by written using Katakana and a change in consonants or addition of vocals.   Abstrak Salah satu unsur penting dalam kalimat adalah kosakata. Kosakata dalam bahasa Jepang disebut 語彙‘goi’. Goi memiliki arti kumpulan atau himpunan kata yang berhubungan dengan bahasa Jepang. Berdasarkan asal usulnya, goi dibagi menjadi tiga macam yaitu, 1) 和語‘Wago’, merupakan kata-kata dalam bahasa Jepang asli, 2) 漢語‘Kango’, merupakan kata-kata yang dibaca secara onyomi dalam penulisan kanji, dan 3) 外来語‘Gairaigo’, merupakan kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Asing, atau kebanyakan terdapat dari bahasa Inggris. Sumber data penelitian ini yaitu buku ajar bahasa Jepang yang digunakan di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dan teknik bagi unsur langsung. Berdasarkan hasil penelitian, Penulis mendapatkan kata profesi dalam buku ajar bahasa Jepang yang digunakan di Unnes sebanyak 29 kata profesi, kata tersebut tergolong dalam 23 kata Kango dan 6 kata Gairaigo. Total kemunculan dalam buku ajar tersebut sebanyak 68 kali. Kata 会社員 (kaishain) paling sering muncul yaitu 11 kali. Penulis mendapatkan kata profesi yang tergolong Kango yang dalam pembentukannya ditandai dengan adanya sufiks yaitu ~者(sha), ~員(in), ~士(shi), ~家(ka), ~手(syu), ~人(nin), ~事(ji). Penulis juga mendapatkan kata profesi yang tergolong dalam Gairaigo yang berdasarkan data tersebut dapat ditandai pula secara penulisan ditulis dengan menggunakan Katakana dan adanya perubahan konsonan atau penambahan vokal. © 2019Universitas Negeri Semarang
A COMPARATIVE STUDY ON THE USE OF “KEIGO” BETWEEN FOREIGN AND JAPANESE STUDENTS Supriatnaningsih, Rina
Language Circle: Journal of Language and Literature Vol 3, No 2 (2009): April 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lc.v3i2.921

Abstract

In Japanese there is so called “keigo” (honorific/polite expressions). Honorifics (polite expressions) are used to show intimacy with another person and also to distinguish between one’s superiors and subordinates. These forms are an integral part of daily life of Japanese people. If we want to adjust to Japanese society, in order able to communicate fluently and apropiately, the use of polite expressions is absolutely required. For this reason, polite expressions are very important in communicating with Japanese people. Therefore foreign studens who are studyng in Japan need to understand polite expressions as much aspossible, event if they are not majoring in Japanese Language and culture. To analize the items above with questionnaires, field data were collected from 50 Japanese students and 50 foreign students. The questionnaires consisted of the following items: (1) the difference in the keigo used by foreign and Japanese student, (2) the difference in usage of first person pronouns, (3) ) the difference when offering something to another person, (4) the difference in a question keigo usage when asking teacher, (5) )the difference in keigo usage when discussing one’s teacher with another person, (6) the difference in keigo usage with demonstrative pronouns, (7) students opinions about keigo:differences in levels of difficulty in using keigo, differences in the use of keigo in daily life, difference in the use of keigo in daily family life, differences in the use of iscussing past and present conditions, differences in using keigo correctly and incorrectly, differences in reasons for using keigo, differences in processes of learning keigo. Foreigners’ opinions clarify that they find difficulties in using keigo as do Japanese students. Eventhough it is difficult, according to the opinions of the Japanese students, the use of keigo expressions is necessary. However, foreign students stated that keigo does not need to be used. Their reasons were: because it is very easy to make mistakes, very difficult to memorize, old language/orthodox, seldom use it, requires complicated consideration at status age, etc. and everyone should have the same status. Considering the opinions mentioned above keigo education for foreign students, especially for Indonesian students, is very much in need. Results of the interviews with Indonesian students illustrate their difficulties. Therefore, in my opinion the following points are most important in teaching Japanese keigo to Indonesian students: (1) the need to inform student a Japanese language has a keigo system and introduce to them the various kinds and forms of keigo, (2) the need to teach keigo grammar (sentence structure), (3) drill, (4) the need to teach appropriate expressions according to context using audio visual materials, (5) conversation practice simulation   Key: keigo, foreign and Japanese students.
Analisis Kesalahan Penggunaan Fukushi Kanarazu, Kitto, Zettai(ni) dan Zehi pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES Nursanti, Anisa Indah; Supriatnaningsih, Rina
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 7 No 2 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v7i2.29616

Abstract

The purpose of this study was to find out the errors and any factors that caused errors in the use of kanarazu, kitto, zettai (ni) and zehi on students of the UNNES Japanese Language Education Study Program. The population in this study were students of the 2015 Japanese Language Education Study Program UNNES. The sample was taken by a random sampling technique, which was 37 students. Retrieval of data using the test method as many as 20 questions. The results showed an average percentage of fukushi use errors of 71% in the high category. The highest error rate for using fukushi is zehi. The cause of the error is due to a lack of understanding of fukushi use, the similarity of meaning between the four fukushi, less careful attention to the patterns that follow, so they do not understand the context of the four uses of fukushi.
Pelatihan Penerjemahan Bahasa Jepang bagi Translator Pemula -, Rina Supriatnaningsih; Nurhayati, Silvia
Varia Humanika Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan Jepang di kota Semarang dan sekitarnya meningkat pula kebutuhan tenaga penerjemah bahasa Jepang abik lisan maupun tulisan.Hal ini merupakan kesempatan baik untuk alumni prodi Pendidikan Bahasa Jepang Univeristas Negeri Semarang yang tertarik untuk bekerja sebagai penerjemah. Hasil pemantauan dari data di lapangan, para penerjemah pemula di perusahaan Jepang masih menemukan kendala ketika harus menerjemahkan materi yang ditugaskan kepadanya. Meskipun para penerjemah ketika belajar di perguruan tinggi mendapatkan materi pembelajaran tentang peneterjemahan bahasa Jepang, tetapi materinya masih hal yang umum dengan alokasi waktu 2-4 SKS. Padahal di lapangan kerja materi terjemahan lebih spesifik sesuai dengan bidang perusahaan masing- masing. Sehingga para penerjemah pemula masih memerlukan waktu yang relatif lebih lama dalam menerjemahkan.Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan para penerjemah bahasa Jepang khususnya penerjemah tulisan dapat meningkat kemampuan penerjemahannya Jepangnya khusunya terjemahan tulisan sehingga dapat menjadi bekal ilmu ketika menerjemahkan di tempat kerja.
Analisis Kesulitan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES dalam Mengungkapkan Pendapat pada Mata Kuliah Kaiwa Enshuu Kegiatan Talkshow Andriyastuti, Novia; Supriatnaningsih, Rina
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i2.37825

Abstract

Talkshow is one of the activities in the Kaiwa Enshuu course. In these activities, students are required to be able to express their opinions directly in accordance with a predetermined theme. Based on the results of the preliminary study, information was obtained that 34 of the 36 respondents were Japanese Language Education Study Program students in 2014 or 94.4% had difficulty expressing their opinions in talkshow activities. This study aims to determine the difficulties of students in expressing opinions talkshow activities, as well as the factors that cause difficulties and solutions to overcome difficulties. This research uses a quantitative descriptive approach. The subjects of this study were the 2014 Japanese language study program students who had taken and followed the Kaiwa Enshuu course. Data collection with a semi-open questionnaire. The results of the questionnaire were analyzed using the percentage formula. The results showed that students had difficulty in choosing the right and varied vocabulary (71.25 %), compiling effective sentences that had been learned (71.25%). The difficulty factor is the shame factor for fear of making mistakes (70%). The solution to overcome the difficulties of lecturers motivates students to not be shy/reluctant to express their opinions so that students try to practice using Japanese both independently and in groups, besides motivating students to increase their confidence.
Pengembangan Media Pembelajaran Kuis Interaktif Pilihan Ganda Bahasa Mandarin Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Setiyo, Septian Adi; Anggraeni, Anggraeni; Supriatnaningsih, Rina; Marsuki, Ria Riski
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32575

Abstract

Penelitian ini didasari dari hasil observasi dan wawancara kepada  mahasiswa PPL yang mengajar Bahasa Mandarin di SMP Tritunggal Semarang pada tahun 2019. Didapatkan data bahwa media pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang interaktif dan cenderung satu arah. Hal ini mengakibatkan siswa merasa bosan dan kurang termotivasi dalam pembelajaran yang berdampak kurangnya pemahaman materi oleh siswa dalam pengusaan kosakata bahasa Mandarin. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan 1) menganalisis kebutuhan siswa berbasis Adobe Flash dalam pembelajaran bahasa mandarin; 2) mengembangkan media pembelajaran berbasis Adobe Flash dalam pembelajaran bahasa mandarin.; dan 3)  mendeskripsikan validitas ahli dan guru terhadap produk media pembelajaran  berbasis Adobe Flash. Hasil penelitian ini adalah guru dan siswa menghendaki media yang berisi beberapa komponen seperti: memuat SK/KD dalam media, materi kosa kata diambil dari HSK, pengantar dalam media menggunakan bahasa Indonesia, dll. Selain itu dalam pengembangan media pembelajaran ini menggunakan Adobe Flash CS6 yang dikembangkan menjadi aplikasi android agar dapat dioperasikan di manapun dan kapanpun. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa kuis interaktif pilihan ganda bahasa Mandarin mendapat nilai rata – rata 82,53 yang berarti media masuk dalam kategori layak/sesuai dengan skor 3 (rentang nilai 71-85). Hasil uji coba media tersebut menggunakan skala terbatas dengan jumlah responden 10 orang dari peserta didik SMP Tritunggal Semarang menyatakan bahwa media kuis interaktif pilihan ganda bahasa Mandarin yang dikembangkan diminati oleh peserta didik.This research is based on the results of observations and interviews with PPL students who teach Mandarin at SMP Tritunggal Semarang in 2019. Based on a preliminary study, it is found that the learning media used by the teacher is less interactive and tends to be one-way. This results in students feeling bored and less motivated in learning which results in a lack of understanding of the material by students in mastering Mandarin vocabulary. Based on the above problems, then The purpose of this study is 1) to analyze the needs of students based on Adobe Flash in learning Mandarin; 2) developing learning media based on Adobe Flash in Chinese language learning; and 3) describe the validity of experts and teachers for learning media products based on Adobe Flash. The results of this study are that teachers and students want media that contains several components such as: covering SK / KD on the media, vocabulary material taken from HSK, introduction to the media using Indonesian, etc. Besides the development of instructional media using Adobe Flash CS6 developed into an android application so that it can be operated anywhere and anytime. The results of the validation by media experts showed that the Chinese multiple choice interactive quiz got an average score of 82.53, which means that the media was included in the category according to the score of 3 (range 71-85). The results of the media trial using a limited scale with 10 respondents from Tritunggal Junior High School Semarang students stated that the Chinese multiple choice interactive quiz media developed was of interest to students.
ANALISIS GAIRAIGO YANG TERDAPAT DALAM MEDIA CETAK YOMIURI SHINBUN Kania, Fanny Dwi; Supriatnaningsih, Rina; Wardhana, Chevy Kusumah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22579

Abstract

This paper describes the process of forming the word on Gairaigo. Gairaigo is a Japanese loanword which originates from a foreign language except Chinese. It undergoes sound adjustments (Phonology) and grammatical adjustments before being borrowed and used as Gairaigo in Japanese. Gairaigo analyzed is gairaigo which was written in Yomuiri Shinbun Newspaper, edition of 22nd of January 2017. There are two processes which occur on Gairaigo existing in the data source. Firstly, the phonological process or sound adjustment is divided into 5 aspects. They are Adding vocals, changing sounds, accents, and pronunciations according to the spelling. Secondly,the Morphological process or the word-former morpheme. The morphological process is divided into 2; Fukugo (compound) and Ryakugo (Abbreviation). Ryakugo consists of abbreviation, clipping, and acronym. Abstrak ___________________________________________________________________ Dalam kertas ini menjelaskan proses pembentukkan kata pada Gairaigo. Gairaigo adalah kata serapan bahasa Jepang yang berasal dari bahasa Asing selain bahasa China. Gairago mengalami penyesuaian bunyi (fonologi) dan penyusaian gramatikal sebelm dipinjam dan digunakan sebagai Gairaigo dalam bahasa Jepang. Gairaigo yang dianaisi adalah Gairaigo yang terdapat pada koran Yomiuri shinbun edisi 22 Januari 2017. Terdapat 2 proses yang terjadi pada Gairaigo yang ada pada sumber data. Pertama, proses Fonologi atau penyesuaian bunyi yang dibagi menjadi 5 aspek; penambahan vokal, pengubahan bunyi, aksen dan ucapan menurut ejaan dalam bahasa Jepang. Kedua, proses Morfologi atau morfem pembentuk kata. Proses morfologi dibagi menjadi 2 yaitu; Fukugo (penggabungan) dan Ryakugo (pemendekkan). Ryakugo terdiri dari singkatan, Clipping (pemenggalan) dan Akronim.
ANALISIS PENGGUNAAN KEIGO DALAM VARIETY SHOW DAI ROKUJYUU NANA-KAI NHK KOUHAKU UTA GASSEN TAHUN 2016 Saputro, Wisnu Angger; Supriatnaningsih, Rina
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i1.22583

Abstract

As a Japanese learner, a learner must know the use of Keigo that is used by Japanese people through variety show. The aims of the study were to determine the use of keigo by the host which is called MC (Master of Ceremony) and the guest which is called GS (Guest Star) in variety show Dai Rokujyuu Nana-kai NHK Kouhaku Uta Gassen in 2016 and the type of keigo widely used. The data used in this research is the utterance of MC and GS which contains elements of Keigo (Sonkeigo Kenjougo, and Teineigo) in this variety show. This research used descriptive qualitative. This research was done using observation and documentation method. This study found that from 61 speech data used by speakers there are 168 utterances, classified into 48 Sonkeigo, 28 Kenjougo, and 92 Teineigo. From these data can be seen that the various types of Keigo which are often used by speakers is Teineigo. From these data it can be concluded that the use of Keigo used by MC is used to speak with the GS, introducing the GS name, asking for help, apologizing to people, respecting others by observing some aspects such as age, popularity, and achievement. Abstrak ___________________________________________________________________ Ragam bahasa hormat bahasa Jepang (keigo) dianggap sangat penting untuk dipelajari oleh pembelajar bahasa Jepang, karena pada saat berbicara dengan dosen atau orang Jepang di dalam kelas atau di luar kelas, orang yang pertama kali bertemu, umur yang lebih tua, menggunakan keigo untuk saling menghormati. Sebagai pembelajar bahasa Jepang, harus mengetahui penggunaan keigo yang digunakan oleh orang Jepang saat ini. Oleh karena itu, untuk mengetahui penggunaan keigo yang digunakan oleh orang Jepang pada saat ini perlu diketahui, diantaranya melalui variety show atau acara televisi Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ragam bahasa hormat oleh pembawa acara yang selanjutnya akan disingkat menjadi MC (Master of Ceremony) dan bintang tamu yang selanjutnya akan disingkat menjadi GS (Guest Star) dalam variety show Jepang Dai Rokujyuu Nana-kai NHK Kouhaku Uta Gassen tahun 2016 dan ragam bahasa hormat yang banyak digunakan dalam variety show tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan MC dan GS yang mengandung unsur keigo (sonkeigo, kenjougo, dan teineigo) dalam variety show Jepang Dai Rokujyuu Nana-kai NHK Kouhaku Uta Gassen tahun 2016. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tehnik simak dan catat. Penelitian ini menemukan bahwa dari 61 data tuturan yang digunakan oleh penutur terdapat 168 tuturan yang mengandung unsur keigo, diklasifikasikan menjadi: 48 tuturan sonkeigo, 28 tuturan kenjougo, dan 92 tuturan teineigo. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa ragam jenis keigo yang sering digunakan oleh penutur yaitu teinego. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan keigo yang digunakan oleh penutur pembawa acara (MC) digunakan untuk berbicara dengan bintang tamu (GS), memperkenalkan nama bintang tamu (GS), meminta bantuan, meminta maaf kepada orang, menghormati orang lain dengan memperhatikan beberapa aspek seperti umur, kepopuleran, dan prestasi.
Co-Authors Ahmad Yulianto Ai Sumirah Setiawati Ai Sumirah Setiawati Amartya Elang Permata Wardhana Andriyastuti, Novia Andy Moorad Oesman Anes Desti Safitri Anggi Novita Sari Prasetyo Anggraeni Anggraeni Anggraeni anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anisa Indah Nursanti Annisaa Al Khoiruna Chevy Kusumah Wardhana Dea Farauzhulli Dian Yuni Pamuji Djodjok Soepardjo Dwi Puspitosari Dyah Prasetiani Esti Sudi Utami Farauzhulli, Dea Haniawati, Nur Abida Heni Hernawati I Gusti Ngurah Antaryama Ida Zulaeha Indrasari, Yayuk Indrasari, Yayuk Kania, Fanny Dwi Kania, Fanny Dwi Khoiruna, Annisaa Al Lathiifah Triana Dewi Lisda Nurjaleka Lispridona Diner Magfiroh, Magfiroh Mala Nurilmala meta gesti rahayu meta gesti rahayu, meta gesti Nabeshima, Yoshiro Novia Andriyastuti Nursanti, Anisa Indah Rafika Bayu Kusumandari, Rafika Bayu Rahayu Pristiwati Renaldo Galang Prakosa Renita Candra Dewi Renita Candra Dewi, Renita Candra Respati Nugrahadi, Danial Retno Purnama Irawati Ria Riski Marsuki Ria Riski Marsuki Rike Riszki Yunitasari Saputro, Wisnu Angger Saputro, Wisnu Angger Sembiring, Rinawati Serafina Aracely Pramono Setiyo, Septian Adi Sheyra Silvia Siregar Sheyra Silvia Siregar Sheyra Silvia Siregar Silfia Farina Silvia Nurhayati Silvia Nurhayati Siregar, Sheyra Silvia Siti Maghfiroh Subyantoro Tatang Hariri TATI NURHAYATI Wei-Te, Liu Wibowo, Dida Aristo Wibowo, Dida Aristo Wicaksono, Thomas Adhi Windarti, Yulia Yahya, Zahwa Wetikhanza Avrilia Yani, Damai Yoyok Nugroho Yunitasari, Rike Riszki yuyun rosliyah Yuyun Rosliyah Yuyun Rosliyah