Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kompetensi Guru Lembaga Pelatihan Kerja Ex-trainee Berbasis Pendekatan Komunikatif Supriatnaningsih, Rina; PuspitoSari, Dwi; Setiawati, Ai Sumirah; Nurhayati, Silvia; Pristiwati, Rahayu; Kusumandari, Rafika Bayu
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i3.645

Abstract

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sekaligus Sending Organization (SO) Shiawase Lestari Indonesia di Semarang memiliki pengajar bahasa Jepang yang mayoritas merupakan alumni pemagang (ex-trainee) dari berbagai bidang di Jepang. Meskipun memiliki pengalaman kerja dan pemahaman budaya Jepang, sebagian besar belum memiliki dasar pedagogis yang memadai sehingga kualitas pembelajaran belum optimal. Keterbatasan tersebut berdampak pada kesulitan dalam menerapkan pendekatan komunikatif secara efektif, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar interaktif dan mendorong partisipasi siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi guru ex-trainee melalui peningkatan pemahaman tentang pentingnya komunikasi aktif dalam pembelajaran, pelatihan metode pengajaran berbasis pendekatan komunikatif, serta pengembangan media pembelajaran yang relevan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dasar pendekatan komunikatif, workshop pengembangan media, dan pendampingan pembuatan materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan aktivitas berbicara di kelas, kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi, serta kreativitas guru dalam mengeksplor kemampuan siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jepang yang lebih interaktif, efektif, dan berpusat pada siswa.
Kesantunan Verbal dan Non-Verbal dalam Etika Bisnis Budaya Jepang kepada Para Staff PT PRPP Jawa Tengah untuk Meningkatkan Hospitality dan Servis Excellence Rina Supriatnaningsih; Lisda Nurjaleka; Silvia Nurhayati; Anggraeni; Dwi Puspitosari; Yoyok Nugroho
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.10975

Abstract

Verbal and non-verbal politeness in Japanese cultural business ethics given to PT PRPP Central Java staff as part of tourism business actors can improve service with hospitality in accordance with the transformation of PT PRPP Central Java into a Tourism Holding Company. This excellent service can be realized with verbal and non-verbal services from a blend of Indonesian and Japanese politeness. As a result of the training from verbal practice in Japanese culture, the training staff consisted of 23 participants consisting of operational managers, HRD managers, cashier supervisors, marketing supervisors, marketing staff, general affairs supervisors, Public Relations, security coordinators, security members, electrical mechanic coordinators, freelancers tickets, and internship participants at PT PRPP, based on the results of a questionnaire via google form after being given training, it can be concluded that participants can learn to introduce themselves by using the ending desu or masu in the use of greeting sentences 'good morning' by saying ohayou gozaimasu, not pronounced with ohayou. When introducing themselves, the staff can say sentences, such as ….. desu or …. to moushimasu ‘I ……’. Non-verbal polite service, staff can do ojigi or 'bow' to show courtesy to others while exchanging business cards or meishi as part of the Japanese culture of business ethics. In addition, the staff can practice writing their own names in Japanese characters using katakana letters as evidenced by uploading the name card files that all participants have made
Pelanggaran Prinsip Kerja Sama Grice pada Anime Takopii no Genzai Sella Melinda; Rina Supriatnaningsih
AYUMI : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2026): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Japanese Literature Study Program, Faculty of Education and Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/ayumi.v13i1.11567

Abstract

Prinsip kerja sama memegang peranan penting dalam komunikasi agar pesan dapat tersampaikan dengan jelas. Namun, dalam karya fiksi, prinsip ini sering dilanggar untuk membangun konflik cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelanggaran prinsip kerja sama serta makna yang muncul dari pelanggaran tersebut dengan merefleksikan kondisi psikologis dan kesenjangan pemahaman antartokoh dalam anime Takopii no Genzai. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah prinsip kerja sama Grice (1975). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 data pelanggaran prinsip kerja sama yang terbagi ke dalam empat jenis maksim, yaitu maksim cara (5 data), maksim kuantitas (4 data), maksim relevansi (4 data), dan maksim kualitas (3 data). Dominasi pelanggaran maksim cara menunjukkan bahwa hambatan utama interaksi antartokoh bersumber dari kesenjangan pemahaman konteks antara tokoh alien dan manusia. Pelanggaran tersebut merupakan cerminan dari kondisi psikologis yang dimiliki para tokoh yang memicu ketidakefektifan komunikasi sekaligus memperdalam konflik dalam cerita.
Penggunaan Keigo Mahasiswa Peserta Internship ke Jepang (Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang UNNES) Rina Supriatnaningsih; Magfiroh Magfiroh; Lisda Nurjaleka; Yuyun Rosliyah
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.12664

Abstract

Program Internship ke Jepang adalah program magang ke Jepang bagi khususnya para mahasiswa Bahasa Jepang untuk berkesempatan bekerja di Jepang. Dalam program ini mereka dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan penutur asli orang Jepang. Dan dalam bidang pekerjaannya, kadang kala menggunakan ragam Bahasa hormat di tempat kerja internship. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan keigo mahasiswa peserta program internship Bahasa Jepang khususnya mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan angket terbka kepada total 18 mahasiswa diantaranya Angkatan, 2013, 2014, 2015 dan 2016. Angket tersebut berisi tentang situasi yang harus di jawab responden di tempat kerja khususnya di Golf dan restoran. Adapun hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat total 267 data dengan temuan penggunaan sonkeigo sebanyak 68 data, kenjougo 1 sebanyak 24 data, kenjougo II sebanyak 38 data, teineigo sebanyak 127 data dan bikago sebanyak 9 data. Penelitian ini hanya memfokuskan pada penggunaan keigo mahasiswa terhadap customer atau tamu, sehingga hubungan uchi dan soto sering terlihat dan mahasiswa banyak menggunakan ragam teineigo dan sonkeigo. Hal ini untuk menunjukkan jarak antara pekerja golf dan restoran (soto) dengan pelanggan atau customer (soto).
PENGEMBANGAN WIRAUSAHA MELALUI DIGITALISASI OLEH KAGAWA HUMAN RING COOPERATIVE DAN KADIN SEMARANG: PENGEMBANGAN WIRAUSAHA MELALUI DIGITALISASI OLEH KAGAWA HUMAN RING COOPERATIVE DAN KADIN SEMARANG Lispridona Diner; Tommi Yuniawan; Rina Supriatnaningsih; Lisda Nurjaleka; Silvia Nurhayati; Kazuhiko Miyauchi; Arnaz Agung Andrarasmara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 3 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i3.6134

Abstract

The business world in Indonesia is developing rapidly, especially in the export-import sector and the industrial economy. Entrepreneurs play a vital role in the national economy, and the Chamber of Commerce and Industry (Kadin) functions as a companion organization to support the development of these businesses. The need to understand promotional techniques and business innovation is the main obstacle for entrepreneurs in Semarang. To overcome this challenge, the use of digital technology is a relevant solution. Therefore, the Japanese Language Education Study Program at Semarang State University collaborates with Human Kagawa Ring Cooperative Japan to provide an understanding of digital innovation in the business world. This community service activity carried out digital innovation training aimed at increasing the understanding of entrepreneurs in Semarang regarding technology that supports industrial activities. This one-day training also involves collecting data through questionnaires and interviews, which will be evaluated to support entrepreneurial development through digitalization. Based on the pre-test and post-test results, 40% of the participants were initially in the "less than" category, indicating an initial limitation in understanding digitalization. After the training, however, no participants were in the "below average" category, proving that the training method successfully raised the level of understanding of all participants.
Cultural Understanding Level of Internship Students Japanese Language Learners at the Elementary and Intermediate Level Lispridona Diner; Rina Supriatnaningsih; Lisda Nurjaleka; Yoshiro Nabeshima
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 6 No. 1 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v6i1.489

Abstract

Cross-cultural understanding is a crucial competency for students participating in international internship programs, particularly in Japan, which is known for its distinctive work norms and social values. This study aims to analyze the cultural understanding levels of students from the Japanese Language Education Program at Universitas Negeri Semarang who joined internships in Japan in 2023 and 2024. The data were collected through questionnaires distributed to 25 participating students. The results reveal that students' understanding of general culture was 24%, Japanese work culture 64%, and cultural aspects in Japanese communication 76%. The highest comprehension was in dining culture (92%), while the lowest was in workplace discipline (16%). These findings suggest a gap in students’ understanding of both general and work-specific Japanese culture. Theoretically, this study contributes to the discourse on the need to integrate Japanese work culture education into university curricula, thereby holistically preparing students for the cultural challenges they will encounter in the Japanese workplace environment.
Co-Authors Ahmad Yulianto Ai Sumirah Setiawati Ai Sumirah Setiawati Amartya Elang Permata Wardhana Andriyastuti, Novia Andy Moorad Oesman Anes Desti Safitri Anggi Novita Sari Prasetyo Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anisa Indah Nursanti Annisaa Al Khoiruna Arnaz Agung Andrarasmara Chevy Kusumah Wardhana Dea Farauzhulli Dian Yuni Pamuji Djodjok Soepardjo Dwi Puspitosari Dyah Prasetiani Esti Sudi Utami Farauzhulli, Dea Haniawati, Nur Abida Heni Hernawati I Gusti Ngurah Antaryama Ida Zulaeha Indrasari, Yayuk Indrasari, Yayuk Kania, Fanny Dwi Kania, Fanny Dwi Kazuhiko Miyauchi Khoiruna, Annisaa Al Lathiifah Triana Dewi Lisda Nurjaleka Lisda Nurjaleka Lispridona Diner Magfiroh Magfiroh Mala Nurilmala meta gesti rahayu meta gesti rahayu, meta gesti Novia Andriyastuti Nursanti, Anisa Indah Rafika Bayu Kusumandari, Rafika Bayu Rahayu Pristiwati Renaldo Galang Prakosa Renita Candra Dewi Renita Candra Dewi, Renita Candra Respati Nugrahadi, Danial Retno Purnama Irawati Ria Riski Marsuki Ria Riski Marsuki Rike Riszki Yunitasari Saputro, Wisnu Angger Saputro, Wisnu Angger Sella Melinda Sembiring, Rinawati Serafina Aracely Pramono Setiyo, Septian Adi Sheyra Silvia Siregar Sheyra Silvia Siregar Sheyra Silvia Siregar Silfia Farina Silvia Nurhayati Silvia Nurhayati Siregar, Sheyra Silvia Siti Maghfiroh Subyantoro Tatang Hariri TATI NURHAYATI Tommi Yuniawan Wei-Te, Liu Wibowo, Dida Aristo Wibowo, Dida Aristo Wicaksono, Thomas Adhi Windarti, Yulia Yahya, Zahwa Wetikhanza Avrilia Yani, Damai Yoshiro Nabeshima Yoyok Nugroho Yunitasari, Rike Riszki Yuyun Rosliyah Yuyun Rosliyah yuyun rosliyah