Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of College Students’ Difficulties in Developing paragraph in Japanese writing Nurjanah, Nurjanah; Supriatnaningsih, Rina; Setiawati, Ai Sumirah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i2.22599

Abstract

This is a quantitative descriptive research that aimes to describe students’ diffulties in develophing the paragraph in Japanese writing, the causal factors, and solutions from difficulties in developing the paragraph experienced by students of Japanese Education program in Semarang State University. Samples of this research were a total of 30 students of Japanese Education Program class 2014. The technique of collecting data used was questionnaire. The data results obtained then were analyzed using descriptive percentage approach. The result of this research showed that difficulties developing paragraph on Japanese essay, included determining ideas, writing topic sentences, composing supporting ideas, writing and composing with logical plot, using phrases, vocabulary and sentence patterns. Factors that affected were the lack of students' interest in reading and writing, and the students' lack of knowledge about paragraphs. The solutions that could be used to overcome these difficulties were often practicing Japanese writing, read other book references and apply vocabulary and sentence pattern to the fullest. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan utuk mendeskripsikan keulitan, faktor penyebab, dan solusi dari kesulitan mengembangkan paragraf pada karangan bahasa Jepang yang dialami oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes. Sampel penelitian ini adalah 30 mahasiswa prodi pendidikan Bahasa Jepang angkatan 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket. Hasil data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan mengembangkan paragraf pada karangan bahasa Jepang meliputi menentukan ide, menulis kalimat utama, menulis dan menyusun kalimat penjelas dengan alur yang logis, penggunaan ungkapan, kosakata dan pola kalimat. Faktor yang mempengaruhinya adalah kurangnya minat mahasiswa terhadap membaca dan menulis, dan ketidaktahuan mahasiswa tentang paragraf. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut yaitu sebaiknya sering berlatih mengarang, membaca referensi buku lain, dan menerapkan kosakata maupun pola kalimat yang sudah dipelajari secara maksimal.
ANALISIS KESALAHAN PEMILIHAN KATA PADA KARANGAN MAHASISWA SEMESTER IV PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Indrasari, Yayuk; Supriatnaningsih, Rina; Nurhayati, Silvia
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i2.22600

Abstract

From the results of preliminary studies, the students have difficulty selecting words in composition course. The difficulty causes errors of selecting vocabulary. This research is qualitative descriptive research which aims to describe the error of selecting words on students’ composition of Unnes Japanese Education. Data source in this research is taken from the composition of 50 students in semester IV in 2015 academic year Semarang University. Data collection technique in this research is the monitoring technique and writing notetechnique. Monitoring done by reading student’s compotitions, who is the source of data in this research. As noted technique used notes errors fragment. Basedon the analysis of data, there are 288 sentences error in diction selection: 51 dooshi selection errors, 46 meishi selection errors, 2 keiyooshi selection errors, 8 rentaishi selection errors, 4 fukushi selection errors, 2 setsuzokushi selection errors, 92 jooshi selection errors, and 23 jodooshi errors selection. Dari hasil studi pendahuluan, mahasiswa mengalami kesulitan dalam memilih kata ketika menulis karangan. Kesulitan tersebut menyebabkan kesalahan- kesalahan dalam penggunaan kosakata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan utuk mendeskripsikan kesalahan pemilihan kata pada karangan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes. Data yang digunakan adalah kesalahan pemilihan kata pada karangan (sakubun). Sumber data dalam penelitian ini berupa hasil karangan mahasiswa semester IV angkatan 2015 Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang berjumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik simak dilakukan dengan membaca karangan mahasiswa yang merupakan sumber penelitian. Teknik catat digunakan untuk mencatat potongan kalimat yang terdapat kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan dalam pemilihan kata sebanyak 228 kesalahan, meliputi 51 kesalahan pemilihan dooshi, 46 kesalahan pemilihan meishi, 2 kesalahan pemilihan keiyooshi, 8 kesalahan pemilihan rentaishi, 4 kesalahan pemilihan fukushi, 2 kesalahan pemilihan setsuzokushi, 92 kesalahan pemilihan jooshi, dan 23 kesalahan pemilihan jodooshi.
ANALISIS KOSAKATA YANG MENUNJUKAN PROFESI DALAM BUKU AJAR BAHASA JEPANG YANG DIGUNAKAN DI UNNES Wibowo, Dida Aristo; Supriatnaningsih, Rina
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 7 No 1 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v7i1.29598

Abstract

Abstract (ANALYSIS OF VOCABULARY THAT SHOWS A PROFESSION FROM JAPANESE LANGUAGE BOOKS THAT USED IN UNNES) The important things in sentences is vocabulary. Vocabulary in Japanese is called 語彙‘goi’.Goi means a collection or set of words related to Japanese. Based on its origin, goi is divided into three types, 1) 和語 'Wago', are words in original Japanese, 2) 漢語 'Kango', are words that comes from China, and 3) 外来語 'Gairaigo', is an absorption word that comes from a foreign language, or most of it is from English. In learning vocabulary in Japanese, one of the groups of vocabulary that is often used is professional vocabulary. However, in the textbooks the types of professions have not been classified and how the form of professional vocabulary that as well as their used. The data source of this research is the Japanese textbook that used in the Japanese Language Education Study Program Unnes. The data analysis technique used in this research is the agih method and the technique of dividing elements directly. Based on the results of the research, the author obtained the professional words in Japanese language textbooks used in Unnes as many as 29 professional words, the word is classified in 23 words of Kango and 6 words of Gairaigo. The total occurrence in the textbook is 68 times. The word 会社員 (kaishain) occurs most often, which is 11 times.The author gets the word profession classified as Kango, which in its form is characterized by the suffix, which is ~者 (sha), ~員(in), ~士(shi), ~家(ka), ~手(syu), ~人(nin), ~事(ji). The author also gets the word profession belonging to Gairaigo based on the data which in its form is characterized by written using Katakana and a change in consonants or addition of vocals. Abstrak Salah satu unsur penting dalam kalimat adalah kosakata. Kosakata dalam bahasa Jepang disebut 語彙‘goi’. Goi memiliki arti kumpulan atau himpunan kata yang berhubungan dengan bahasa Jepang. Berdasarkan asal usulnya, goi dibagi menjadi tiga macam yaitu, 1) 和語‘Wago’, merupakan kata-kata dalam bahasa Jepang asli, 2) 漢語‘Kango’, merupakan kata-kata yang dibaca secara onyomi dalam penulisan kanji, dan 3) 外来語‘Gairaigo’, merupakan kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Asing, atau kebanyakan terdapat dari bahasa Inggris. Sumber data penelitian ini yaitu buku ajar bahasa Jepang yang digunakan di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dan teknik bagi unsur langsung. Berdasarkan hasil penelitian, Penulis mendapatkan kata profesi dalam buku ajar bahasa Jepang yang digunakan di Unnes sebanyak 29 kata profesi, kata tersebut tergolong dalam 23 kata Kango dan 6 kata Gairaigo. Total kemunculan dalam buku ajar tersebut sebanyak 68 kali. Kata 会社員 (kaishain) paling sering muncul yaitu 11 kali. Penulis mendapatkan kata profesi yang tergolong Kango yang dalam pembentukannya ditandai dengan adanya sufiks yaitu ~者(sha), ~員(in), ~士(shi), ~家(ka), ~手(syu), ~人(nin), ~事(ji). Penulis juga mendapatkan kata profesi yang tergolong dalam Gairaigo yang berdasarkan data tersebut dapat ditandai pula secara penulisan ditulis dengan menggunakan Katakana dan adanya perubahan konsonan atau penambahan vokal. © 2019Universitas Negeri Semarang
Interlanguage Pragmatics Failure among Javanese Learners of Japanese Rina Supriatnaningsih; Tatang Hariri; Djodjok Soepardjo; Lisda Nurjaleka; Silvia Nurhayati
Humaniora Vol 33, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jh.67978

Abstract

In the Japanese language, Keigo refers to the politeness in language that one must adhere to during interactions with native speakers. Japanese language students are obliged to pay attention to this principle and behave politely in spoken communication. In the Javanese language, the manner in which speech is delivered, undha usuk, comprises a variety of registers applied to different social contexts, such as krama (High or formal Javanese) and ngoko (Low or vernacular Javanese). Still, other politeness principles are to be taken into account. This study, driven by such a concern, was devoted to examining politeness violations in communications between 108 university students, most of whom were native Javanese speakers. The politeness principle was employed to unravel the issue. Data were collected by recording conversations between participants and native Japanese speakers. A follow-up interview with each subject was also conducted. The results revealed that most students failed to build intercultural communication in Japanese conversation, due to their lack of socio-pragmatic knowledge. Based on the interview results, in daily communication, the students rarely used the Javanese speech act level of krama, instead using basa ngoko or Indonesian. These findings emphasize the socio-pragmatic concept, and more precisely the politeness principles other than the Keigo style, to students. This should minimize the violation of politeness maxims in the Japanese language.
Bentuk dan Fungsi Aizuchi oleh Gaikokujin pada Channel Youtube The Ogasawara Family Siti Maghfiroh; Rina Supriatnaningsih; Dyah Prasetiani; Lisda Nurjaleka
Jurnal Bahasa Jepang Taiyou Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Taiyou
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/taiyou.v3i1.9454

Abstract

Aizuchi merupakan respon singkat dalam budaya komunikasi Jepang yang menandakan bahwa mitra tutur (pendengar) memperhatikan, mendengarkan, dan memahami isi pembicaraan yang disampaikan oleh penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi aizuchi yang digunakan oleh sesama orang asing (gaikokujin). Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini diambil dari 5 video pada Channel Youtube The Ogasawara Family. Objek data penelitian ini berupa tuturan aizuchi yang dituturkan oleh 4 wanita yang berasal dari Negara Ukraina, Rusia, Jerman, dan Prancis. Penelitian ini menggunakan teknik simak catat untuk pengumpulan data dan teknik unsur pilah penentu dengan daya pilah pragmatis untuk analisis dan pengolahan data. Penelitian ini menggunakan teori Horiguchi untuk menganalisis bentuk aizuchi dan teori Kubota untuk menganalisis fungsi aizuchi. Hasil analisis data ditemukan 175 tuturan aizuchi. Bentuk aizuchi ditemukan 152 tuturan bentuk aizuchishi (bentuk ungkapan), 22 tuturan bentuk kurikaeshi (bentuk pengulangan), dan 1 tuturan bentuk iikae (bentuk kata pengganti). Ditemukan 9 jenis ekspresi aizuchi yaitu“そう系”、“あ系”、“繰り返し系”、“ヘー” 、“え系” 、“はい” 、“いや” 、“分かる” 、“うん”. Fungsi aizuchi ditemukan fungsi doi no shingou (tanda sependapat) sebanyak 56 tuturan, fungsi rikaishiteiru to iu shingou (tanda memahami) sebanyak 28 tuturan, fungsi kiiteiru to iu shingou (tanda mendengarkan) sebanyak 53 tuturan, fungsi jyouhou wo tsuika, teisei, youkyuu no shingou (tanda menambahkan, mengoreksi, meminta informasi) sebanyak 21 tuturan, fungsi kanjou no shingou (tanda ungkapan perasaan) sebanyak 12 tuturan, fungsi hitei no shingou (tanda menyangkal) sebanyak 3 tuturan, dan fungsi ma wo motaseru shingou (tanda penyambung jeda) sebanyak 2 tuturan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aizuchi banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari antar orang asing (gaikokujin) menggunakan bahasa Jepang.
Capaian Pembelajaran Lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNNES Berbasis Kebutuhan Dunia Kerja di Bidang Industri Anggraeni Anggraeni; Rina Supriatnaningsih; Dian Yuni Pamuji; Serafina Aracely Pramono
Jurnal Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (Jurnal APSMI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Cakrawala Mandarin
Publisher : Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36279/apsmi.v6i2.215

Abstract

AbstrakSaat ini lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang tidakmengalami kesulitan mencari pekerjaan karena banyaknya perusahaan yang membutuhkanlulusan yang mempunyai ketrampilan berbahasa Mandarin. Namun tidak semua mahasiswaketika akan memasuki dunia kerja telah siap dengan segala persyaratan dan tantangan dalammencari pekerjaan. Dengan adanya kebijakan kurikulum MBKM yang baru ini makamahasiswa mulai dipersiapkan untuk bisa terjun ke dunia kerja bahkan sebelum lulus.Berdasarkan IKU pertama yaitu kualitas lulusan yang diukur dengan lulusan mendapatpekerjaan yang layak, maka prodi harus mempersiapkan capaian pembelajaran lulusan untukmeningkatkan kualitas calon lulusan yang diharapkan di dunia industri. Tujuan penelitian iniadalah mendeskripsikan kebutuhan lulusan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa MandarinUNNES terhadap dunia Industri berdasarkan CPL Sikap, Pengetahuan, Ketrampilan Umumdan Khusus. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber datadari alumni, pelaku dunia industri dan info lowongan kerja. Hasil diperoleh dari olah datajawaban kuisioner pada alumni yang bekerja di dunia industri, pelaku dunia industri daninformasi lowongan kerja di Jobstreet.com. Data diolah berdasarkan hasil kebutuhan dari 4CPL.Kebutuhan CPL sikap yang paling utama adalah bertanggung jawab. Kebutuhan CPLpengetahuan yang paling utama adalah Bahasa Mandarin Industri dan Bisnis. Kebutuhan CPLketrampilan umum adalah Bahasa Inggris dan komputer dasar.. Kebutuhan CPL ketrampilankhusus diperdetail kepada 4 ketrampilan berbahasa Mandarin dan level HSK.Kata Kunci : Capaian Pembelajaran Lulusan; Calon Lulusan; Prodi Pendidikan BahasaMandarin UNNES; Dunia Industri
On improving Kaiwa (会話) assessment: incorporating JF Standard descriptors and MFRM Rina Supriatnaningsih; Ahmad Yulianto; Lispridona Diner
Indonesian Journal of Applied Linguistics Vol 13, No 2 (2023): Vol. 13, No.2, September 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijal.v13i2.63075

Abstract

Despite the available rubrics, assessing speaking objectively has been a debatable issue to language assessment experts mostly due to the dependence on the raters’ authority. Scoring speaking performance often results in unfairness since subjectivity may come into play. Kaiwa (Speaking) is one of the four competencies examined in Japanese language assessment. On one hand, objective and accurate speaking assessment is badly needed. On the other hand, raters tend to overrate or underrate at times. Using Many-Facets Rasch Measurement (MFRM) and JF Standard descriptors, this study aimed to evaluate the Japanese speaking (Kaiwa) assessment. To this end, a cohort of 75 freshmen, consisting of 28 males (37%) and 47 females (63%), were assessed on the five-rubric scale (comprehension, vocabulary, structure, fluency, and pronunciation). These students’ age ranged from 18 to 20 years of age and their Japanese proficiency level was equal to N5. Two raters were involved in the assessment. The result revealed that: (1) 29 biases were found in rater-student interaction and rater-component interaction; (2) different patterns of rating behaviour were discovered. Rater 1 was more lenient than rater 2 but rater 2 was more consistent; (3) pronunciation and fluency are components that contributed the most to bias while structure was the most objective component being scored. For examiners, this result implies that scoring moderation should be held before grading students. For policymakers, the implication of the study suggests that modifications in the assessment rubric and statistical control be made so that fairer ratings could be achieved.
Development of Learning Media Based on Car Racing Games In Mandarin Subjects For Class X Pangudi Luhur Don Bosko High School Semarang Anggi Novita Sari Prasetyo; Anggraeni Anggraeni; Rina Supriatnaningsih; Sheyra Silvia Siregar
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v6i1.46078

Abstract

By promoting fun and exciting learning, researchers develop a product that can be used in the teaching and learning process with a view to increasing the learning motivation of all students in learning and assisting eduacators in making it easier for an educator to deliver lessons. The purpose of this study is  1) to describe the result of the analysis of the needs of students and teacher on the development of car racing game media in Mandarin class in X class at Pangudi Luhur Don Bosko high school 2) to describe the prototype of the development of car racing game media in X class at Pangudi Luhur Don Bosko high school 3) to describe the result of expert validation on the development of car racing game media in X class at Pangudi Luhur Don Bosko high school developed by researchers.   The study uses research and development methods with five stages, namely 1. Potential problems, 2. Data collection, 3. Product design, 4. Product validation, 5. Product revision.  From the results of the analysis of interviews with subject teachers and analysis of needs questionnaires  student agree with development of  game- based learning media that are creative, effective and fun.  The validation result show that the car racing game-based learning media gets an average score of 87 from media expert and 87,5 from material expert, both of which show a score of 4 which means the media is very feasible to use. The media is then corrected according to suggestions and input from expert.
The overview of SWOT analysis on MBKM implementation in chinese language education study program FBS UNNES with partner universities and institutions Anggraeni anggraeni; Retno Purnama Irawati; Rina Supriatnaningsih; Anes Desti Safitri
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v6i1.45198

Abstract

The MBKM policy, based on regulations from the Directorate General of Higher Education of the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia in 2020, is a form of giving autonomous freedom for educational institutions, independence from complicated bureaucracy and also freedom for students to choose their desired program they have wanted to choose. Regarding implementing the MBKM program, the Chinese Language Education Study Program FBS UNNES still encounters many obstacles. (1) Curriculum similarity between study programs or universities. In addition, (2) educational information systems between universities are different and sometimes do not support students and lecturers outside the university. (3) Regarding the partnership, the Chinese Language Education Study Program FBS UNNES has partnered with several universities but has not partnered with more parties. This study aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities and challenges. This qualitative research utilizes a phenomenological research design. Phenomenology in this study refers to the SWOT analysis. The results of the study resulted in 4 SWOT strategies, namely (1) Strengths and Opportunities, (2) Weaknesses and Challenges, (3) Strengths and Challenges, (4) Weaknesses and Opportunities. The most critical strategy that must be carried out is to create a communicative, effective and transparent network system, open a more comprehensive network of relations, provide more opportunities for students and lecturers, and disseminate information about the implementation of MBKM informative and compelling.
ANALISIS PENGGUNAAN AIZUCHI MAHASISWA BAHASA JEPANG DALAM KOMUNIKASI BERBAHASA JEPANG meta gesti rahayu; Rina Supriatnaningsih; silvia nurhayati
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v4i1.8426

Abstract

Aizuchi merupakan suatu isyarat balik secara verbal maupun non verbal dalam bahasa Jepang yang seringkali diucapkan dan dilakukan oleh lawan bicara dalam komunikasi berbahasa Jepang. Kemunculan aizuchi juga seringkali digunakan sebagai indikator bahwa seseorang sedang mendengarkan pembicara dengan baik, terutama respon verbal, misalnya respon berupa ucapan “ はい“ atau “hai” yang berarti “ya”. Sementara, orang Indonesia memiliki cara respon berbeda dalam berkomunikasi. Pada penelitian ini, peneliti meneliti tentang penggunaan aizuchi dan kesalahan-kesalahan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk mengetahui penggunaan aizuchi dan kesalahan-kesalahan penggunaannya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah video rekaman pemaparan mata kuliah interview dalam rangkaian kegiatan Teacher Training di Japanese Language Institute, Japan Foundation, Kansai, Osaka, pada 2014. Penelitian ini menggunakan teknik rekam, simak dan catat untuk pengumpulan data dan teknik unsur pilah penenetu untuk analisis dan pengolahan data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dari 100% aizuchi yang dilakukan, 21% diantaranya adalah aizuchi verbal dan 79% sisanya adalah aizuchi non verbal, dan dalam 100% aizuchi verbal yang diucapkan, 11% diantaranya merupakan penggunaan aizuchi verbal yang salah. Aizuchi is verbal or non verbal backchannel in Japanese that is said very often by the partner of the speaker in a conversation in Japanese. The existence of aizuchi also being the indicator if thr listener is listening attentively and understand so far, especially verbal response like “ はい“ or “hai” which represent the meaning of “yes”. However, Indonesian has the different way to response the speaker in communication. In this research, the researcher analyze about the usage of aizuchi and the mistakes of it. This research using cualitative descriptive technique to know about the usage of aizuchi ang the mistakes of it. The source of data that are used in this research is some recorded videos of Presentation activity in Interview class of Teacher Training Programme that is held in Japanese Language Institute, Japan Foundation, Kansai, Osaka, in 2014. This research using record, watch and notes technique to collect the datas and determinant element selection technique to analyze the datas. The result of the analysis shows that in 100% of aizuchi done by Japanese students, 21% of it was verbal aizuchi, and the 79% is non verbal aizuchi, and in 100% of verbal aizuchi, 11% of it was mistaken aizuchi.
Co-Authors Ahmad Yulianto Ai Sumirah Setiawati Ai Sumirah Setiawati Amartya Elang Permata Wardhana Andriyastuti, Novia Andy Moorad Oesman Anes Desti Safitri Anggi Novita Sari Prasetyo Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Anisa Indah Nursanti Annisaa Al Khoiruna Chevy Kusumah Wardhana Dea Farauzhulli Dian Yuni Pamuji Djodjok Soepardjo Dwi Puspitosari Dyah Prasetiani Esti Sudi Utami Farauzhulli, Dea Haniawati, Nur Abida Heni Hernawati I Gusti Ngurah Antaryama Ida Zulaeha Indrasari, Yayuk Indrasari, Yayuk Kania, Fanny Dwi Kania, Fanny Dwi Khoiruna, Annisaa Al Lathiifah Triana Dewi Lisda Nurjaleka Lispridona Diner Magfiroh, Magfiroh Mala Nurilmala meta gesti rahayu meta gesti rahayu, meta gesti Nabeshima, Yoshiro Novia Andriyastuti Nursanti, Anisa Indah Rafika Bayu Kusumandari, Rafika Bayu Rahayu Pristiwati Renaldo Galang Prakosa Renita Candra Dewi Renita Candra Dewi, Renita Candra Respati Nugrahadi, Danial Retno Purnama Irawati Ria Riski Marsuki Ria Riski Marsuki Rike Riszki Yunitasari Saputro, Wisnu Angger Saputro, Wisnu Angger Sembiring, Rinawati Serafina Aracely Pramono Setiyo, Septian Adi Sheyra Silvia Siregar Sheyra Silvia Siregar Sheyra Silvia Siregar Silfia Farina Silvia Nurhayati Silvia Nurhayati Siregar, Sheyra Silvia Siti Maghfiroh Subyantoro Tatang Hariri TATI NURHAYATI Wei-Te, Liu Wibowo, Dida Aristo Wibowo, Dida Aristo Wicaksono, Thomas Adhi Windarti, Yulia Yahya, Zahwa Wetikhanza Avrilia Yani, Damai Yoyok Nugroho Yunitasari, Rike Riszki Yuyun Rosliyah Yuyun Rosliyah yuyun rosliyah