Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Lebar Saluran pada Building Integrated Photovoltaic pada Performa PV Wijaya, Elang Pramudya; Yatim, Ardiyansyah Saad; Isnanto, R Rizal; Suprihanto, Agus
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 6 (2024)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu contoh dalam mengkonversi energi matahari adalah dengan menggunakan solar photovoltaic atau yang biasa disebut solar PV untuk menghasilkan energi listrik dari sistem tersebut. Salah satu cara paling umum untuk mendapatkan energi dari matahari adalah melalui panel surya (PV). Namun, dalam beberapa kasus, kita dihadapkan pada tantangan keterbatasan lahan. Untuk mengatasi hal ini, integrasi panel PV ke dalam struktur bangunan dirancang guna mengoptimalkan potensi pemanfaatan energi matahari sekaligus menyelesaikan kendala ruang yang terbatas. Dengan mengintegrasikannya sebagai fasad atau menggantikan bahan bangunan tradisional, hal ini dapat mengurangi jejak karbon. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pendinginan alami konvektif dan pendinginan pasif pada sistem BIPV dalam skala nyata serta menemukan pengaruh lebar saluran terhadap pendinginan pasif di permukaan modul PV. Selain itu, studi literatur juga dilakukan untuk mengetahui dampak pendinginan pasif terhadap kinerja PV dalam berbagai kondisi kecepatan angin. Simulasi CFD dilakukan dengan kondisi batas mengacu pada kondisi tes standar. Hasilnya menunjukkan bahwa kenaikan suhu PV yang paling rendah terjadi pada lebar celah yang lebih besar. Hal ini menunjukkan efisiensi produksi listrik yang lebih tinggi dari BIPV. Lebar celah udara menentukan perpindahan panas di dalam celah tersebut. Konduksi panas mendominasi proses perpindahan panas pada kecepatan rendah (1 m/s). Di sisi lain, suhu operasi sel dipengaruhi oleh apakah aliran mencapai kondisi aliran yang sepenuhnya berkembang atau tidak.
Penilaian Kualitas Lingkungan Perairan Berbasis Bioindikator (Gastropoda) di Area Dampak Pertambangan Nikel Kecamatan Pomalaa, Sulawesi Tenggara Purnama, Muhammad Fajar; Suprihanto, Agus; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 6 (2024): JPII:
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pertambangan nikel terhadap ekosistem perairan di Kecamatan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel gastropoda sebagai bioindikator kualitas air di beberapa titik yang terkena dampak aktivitas pertambangan. Pemilihan gastropoda sebagai indikator didasarkan pada sensitivitas organisme ini terhadap perubahan kondisi lingkungan perairan. Pengambilan sampel dilakukan di berbagai lokasi, termasuk area kontrol yang relatif tidak terganggu oleh aktivitas pertambangan. Parameter fisika-kimia air juga diukur untuk memberikan data pendukung. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan komposisi dan kelimpahan gastropoda di area yang terkena dampak (7 spesies) dibandingkan dengan area kontrol (39 spesies). Perubahan ini meliputi penurunan keanekaragaman spesies (H’ kontrol 3,10 (tinggi) dan terdeklinasi di area dampak menjadi 1,73), dominasi beberapa jenis gastropoda yang toleran terhadap polusi (C = 0,52), serta hilangnya beberapa spesies yang sensitif terhadap perubahan kualitas air (Sphaerassiminea miniata). Selain itu, ditemukan korelasi antara tingkat pencemaran logam berat di perairan dengan perubahan struktur komunitas gastropoda. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas pertambangan nikel di Kecamatan Pomalaa memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan ekosistem perairan di sekitarnya. Implikasi dari penelitian ini mencakup pentingnya pengelolaan lingkungan yang lebih ketat di area pertambangan, serta kebutuhan untuk melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap kualitas ekosistem perairan di wilayah tersebut. Kata kunci: assesment, kesehatan lingkungan, bioindikator, pertambangan nikel
Analisis Perhitungan Struktur Cellar Pemboran pada Wellpad Proyek Penyiapan Infrastruktur PLTP Mataloko Soesanto, Indra Harfani; Suprihanto, Agus; Sumardi, Sumardi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 1 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Stabilitas dan kekuatan struktur cellar sangat penting untuk menjamin keselamatan operasional dan mencegah kegagalan struktural selama proses pengeboran panas bumi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis desain struktur cellar pemboran pada wellpad proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mataloko, dengan fokus pada daya dukung, stabilitas dan kekuatan struktur. Data laboratorium dari penyelidikan tanah digunakan untuk melakukan perhitungan struktur, yang dianalisis menggunakan perangkat lunak STAADPro. Perhitungan ini mencakup desain pelat lantai dan dinding dalam kondisi pembebanan vertikal dan lateral untuk memastikan ketahanan struktural terhadap berbagai jenis beban yang terjadi selama operasi pengeboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain cellar memiliki faktor keamanan daya dukung lebih dari 3, serta faktor keamanan terhadap guling dan geser lebih dari 2, yang berarti strukturnya cukup aman dalam menahan beban. Ketebalan pelat lantai 200 mm dengan tulangan D13-140 dan ketebalan pelat dinding 300 mm dengan tulangan D19-110 terbukti memberikan kekuatan yang memadai untuk menahan beban yang diberikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain struktur yang diusulkan memenuhi persyaratan stabilitas dan kekuatan untuk mendukung infrastruktur pengeboran panas bumi yang aman. Kata kunci: struktur cellar, panas bumi, faktor keamanan, desain struktural, STAAD.Pro
Pelaksanaan Pekerjaan Sipil Pada Konstruksi Headrace Tunnel PLTA Jatigede 2x55 MW Chainage PT0+907,609 – PT0+967,609 Kermite, Andrew Bryano; Suprihanto, Agus; Widayat, Widayat
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 3, No 1 (2025): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan sipil pada headrace tunnel (HT) pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) memerlukan perencanaan, desain dan pelaksanaan yang cermat untuk memastikan keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur yang efisien dan aman. Headrace tunnel merupakan elemen kritikal dalam sistem pembangkit PLTA, berfungsi untuk mengalirkan air dari waduk menuju turbin. Artikel ini membahas proses pelaksanaan pekerjaan sipil dalam pembangunan headrace tunnel pada proyek PLTA Jatigede 2x55 MW Chainage PT0+907,609 – PT0+967,609. Fokus utama dalam penelitian ini mencakup pemilihan metode konstruksi pada headrace tunnel, seperti pekerjaan eskavasi, pekerjaan steel support, pemasangan rockbolt, pekerjaan pembesian, pekerjaan concrete lining, pekerjaan backfill grouting dan pekerjaan consolidation grouting. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaksanaan proyek sejenis di masa mendatang. Kata kunci: headrace tunnel, pekerjaan sipil PLTA, konstruksi terowongan, stabilitas geologi, pengelolaan risiko
Aerodynamic Performance and Noise Characteristics of Modified Blade Tip of Small HAWT Iswahyudi, Sigit; Wibowo, Setyawan Bekti; Suyitno, Suyitno; Suprihanto, Agus
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 56 No. 5 (2024)
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2024.56.5.8

Abstract

The planform design of a wind turbine blade influences its aerodynamic performance and noise characteristics, with the tip shape controlling vortex shedding, power, and noise. This study examined the tip shape’s effect on a small horizontal-axis wind turbine (HAWT). Field tests were conducted on three rotors: one with straight blades, one with low swept angle (12° and 61° sweep, 15° anhedral) blades, and one with high swept angle (32° and 72° sweep, 15° anhedral) blades. All had three blades, a tip speed ratio (TSR) of 5.24, and an NACA 4412 cross-section. The basic blade rotor and the modified blade 1 rotor had a 2.1 m diameter, while the modified blade 2 rotor had a 2.8 m diameter. The modified blades had revised tips along 10% of the radius. The results showed maximum power coefficients of 0.25, 0.2, and 0.15 for the basic blade, modified blade 1, and modified blade 2, respectively. modified blade 2 exhibited the best starting behavior, needing only 1 m/s wind speed. It also reduced low-frequency noise while increasing high-frequency noise, which is more effectively absorbed by the atmosphere. The swept blade tips lowered power performance but improved start-up and reduced low-frequency noise