Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Pepadu

Penerapan Penjejak Titik Daya Maksimum Pada Plts Skala Kecil di SMK Negeri 1 Pringgabaya Jurnal Pepadu; Abdul Natsir; Supriyatna Supriyatna; Ida Ayu Sri Adnyani; Ni Made Seniari; Sabar Nababan; Rosmaliati Rosmaliati
Jurnal Pepadu Vol 2 No 1 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i1.2160

Abstract

ABTRAKDalam kebijakan energi nasional, pemerintah terus berkomitmen untuk melakukan pengembangan danmeningkatkan pemanfaatan pembangkit energi terbarukan hingga 23 persen pada tahun 2025. Saat ini,potensi energi terbarukan di Indonesia belum dimanfaatkan dengan optimal. Hal ini terlihat dari potensienergi terbarukan Indonesia mencapai kira-kira 400 GW, yang terealisasi pemanfaatannya hanya 32 GWatau sekitar 8 % di akhir tahun 2019. Kontroler pengisi surya atau solar charge controller (SCC)merupakan komponen elektronik daya yang digunakan di PLTS untuk mengatur pengisian bateraidengan menggunakan modul fotovoltaik (PV) agar menjadi lebih optimal. Penjejak titik dayamaksimum atau Maximum Power Point Tracking (MPPT) adalah sebuah algoritma atau teknik yangdigunakan oleh kontroler pengisi untuk melacak dan mendapatkan nilai daya maksimum dari modul PVdalam kondisi tertentu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk merancang danmenerapkan MPPT pada kontroler pengisi PLTS yang berlokasi di SMKN 1 Pringgabaya. Hasilpengujian dan pengukuran data menunjukkan bahwa daya keluaran yang dihasilkan modul PV yangmenggunakan MPPT relatif lebih besar jika dibandingkan dengan daya yang dihasilkan modul PV tanpamenggunakan MPPT. Hasil pengukuran tertinggi ditunjukkan pada kondisi intensitas radiasi suryasebesar 704,4 Watt/m2, modul PV dengan menggunakan MPPT dan tanpa MPPT yang masing-masingmenghasilkan daya sebesar 52,60 Wp dan 38,04 Wp.
PERAGAAN METODE SUPERPOSISI DALAM ANALISIS RANGKAIAN LISTRIK UNTUK SISWA SMAN 5 MATARAM Jurnal Pepadu; Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; Abdul Natsir; Ida Ayu Sri Adnyani; Sabar Nababan
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2281

Abstract

Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Mataram terletak di jalan Udayana No. 2A, Kecamatan Selaparang, Mataram.Sekolah ini berdiri sejak tahun 1992 dan menjadi salah satu sekolah berprestasi di NTB. Prestasi ini terbukti dari banyaknya alumni yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Alumni di terima di Perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional dan seleksi bersama masuk perguruan tingi negeri. Jalur seleksi nasional yang dinilai adalah raport siswa pada lima mata pelajaran. Untuk jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi nasional adalah nilai hasil test. Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi sekolah perlu partisipasi dan peran aktif dari masyarakat umum, pemerintah dan lembaga terkait. Universitas Mataram sebagai lembaga pendidikan di Mataram ikut berperan aktif meningkatkan prestasi sekolah dengan sharing pengetahuan dengan menggunakan module peraga. Sharing pengetahuan mengangkat materi analisa rangkaian listrik, menggunakan metode superposisi,yang tercakup dalam mata pelajaran Fisika. Module peraga dapat mempercepat dan pemerataan pemahaman siswa terhadap kasus rangkaian listrik. Selanjutnya siswa berlatihan dengan mengambil kasus rangkaian listrik yang terdiri dari dua buah sumber arus, dua buah sumber tegangan dengan posisi sumber bervariasi. Soal-soal latihan dikerjakan secara berkelompok dengan teman sebangkunya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat aktif dalam berlatih soal-soal dengan kasus yang bervariasi. Mereka semakin paham dengan elemen-elemen yang terrangkaian secara seri maupun secara pararel. Dari 32 siswa yang mengikuti kegiatan, sebagian besar bisa menganalisa kasus dengan lancar. Simulasi rangkaian dapat dikerjakan dengan baik. Indikator secara kuantitatif kemajuan siswa setelah pelaksanaan kegiatan meningkat 84,37 %, diambil dari hasil kuisioner sebelum dan setelah kegiatan.
BIMBINGAN MERANGKAI LAMPU DENGAN SUMBER LISTRIK DC UNTUK SISWA SDN 20 CAKRANEGARA MATARAM Jurnal Pepadu; Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; A. Natsir; L. A. S. Adnyani; S. Nababan; Bagus Widhi Dharma S.
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2298

Abstract

Siswa Sekolah Dasar di masa pandemi Covid 19 mengalami kejenuhan secara psikologi. Mereka jarang bertemu dengan teman-temannya, karena siswa belajar dari rumah masing-masing secara on line, dan bahkan belajar ke sekolah separuh jumlah siswa secara bergilir. Untuk itu team pengabdian kepada masyarakat Universitas Mataram mengajak siswa SDN 20 Cakranegara memulai beraktifitas normal di sekolah, dengan cara belajar sambil bermain yang menyenangkan. Melalui praktek membuat rangkaian lampu dari sumber listrik DC, dirangkai secara seri, pararel maupun kombinasi seri-pararel. Rangkaian listrik dibuat dalam papan module secara berkelompok. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VI sebanyak 25 orang yang terbagi menjadi 5 kelompok, dan 2 orag guru pendamping. Siswa diberikan keleluasaan berkreatifitas, mengkombinasikan jumlah baterei, jumlah lampu, dan mengkombinasikan rangkaian lampu seri-pararel. Hasil rangkaian ada yang lampunya berhasil menyala dengan terang, menyala redup dan bahkan tidak bisa menyala sama sekali. Hasil rangkaian dikomentari oleh siswa dengan alasan yang berbeda. Team pembimbing selanjutnya memberi pengarahan mengenani kondisi lampu hasil rangkaian. Kegiatan berlangsung dengan lancar, siswa berkegiatan dengan senang hati dan semangat.
PELATIHAN SOFTWARE AUTOCAD UNTUK DESAIN INSTALASI LISTRIK PADA SISWA SMK Jurnal Pepadu; Ni Made Seniari; Supriyatna Supriyatna; A. Natsir; I. A. S. Adnyani; S. Nababan; Bagus Widhi Dharma S.
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2478

Abstract

Desain istalasi listrik pada suatu bangunan umumnya merupakan satu paket dengan desain bangunan tersebut. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang dipersiapkan untuk terjun pada dunia kerja sangat perlu memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja dan sesuai kemajuan teknologi. Untuk itu diberi pelatihan software AutoCad kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Islam Raudlatul Husna. Sekolah ini terletak di Desa Mertak Tombok, Praya, Lombok Tengah. Berdiri tahun 2020 dan memiliki satu jurusan, yaitu Desain Komunikasi Visual, Software Autocad dapat digunakan untuk desain bangunan beserta desanin electrical mecanikal bangunan tersebut./ Pelatihan diawali dengan memperkenalkan penggunaan dan pengoperasian software Autocad, dilanjutkan dengan desain denah bangunan sederhana. Siswa juga diperkenalkan dengan konsep-konsep rangkaian instalasi listrik. Desain instalasi listrik diaplikasikan pada desain bangunan tersebut menggunakan software AutoCad. Pelaksanaan pelatihan selain ada tutor, masing-masing kelompok didampingi oleh team PKM. Dari 7 kelompok peserta, 4 kelompok bisa mengikuti dan memperaktekkan dengan lancar desain rumah sederhana beserta instalasi listrik. Penguasaan peserta sampai desain rumah sederhana dapat dilakukan oleh 3 kelompok. Secara kuantitatif pelatihan ini dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan siswa sebesar 77,15 %. Ditinjau secara berkelompok, 71,4 % siswa dapat mengoperasikan software AutoCad sampai module 2, dan 42,85 % siswa mampu sampai module 3. Kegiatan pelatihan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan siswa, yang perlu ditindak lanjuti dengan berlatih secara terus menerus.
PENTINGNYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) KELISTRIKAN DI AREA HUNIAN BAGI MASYARAKAT DESA SANDIK KECAMATAN BATULAYAR Adnyani, Ida Ayu Sri; Seniari, Ni Made; Supriyatna, Supriyatna; Natrsir, Abdul; Nababan, Sabar; Wiryajati, I Ketut
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.5920

Abstract

Pemahaman masyarakat tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan di Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, masih tergolong rendah. Masyarakat cenderung mengabaikan potensi bahaya dari instalasi listrik yang tidak aman, seperti risiko kebakaran, sengatan listrik, dan ledakan. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan sosialisasi dan edukasi mengenai K3 Kelistrikan kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini meliputi pengenalan potensi bahaya, cara pengecekan dan pemeliharaan instalasi listrik, serta pelatihan pemasangan instalasi listrik yang sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan setelah dilakukan edukasi. Dari 30 responden yang terlibat, 70% menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa edukasi tersebut penting dan perlu ditingkatkan. Namun, masih terdapat 13,33% responden yang belum sepenuhnya memahami pentingnya keselamatan kelistrikan, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, namun pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keselamatan kelistrikan di Desa Sandik tetap terjaga.
PENTINGNYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) KELISTRIKAN DI AREA HUNIAN BAGI MASYARAKAT DESA SANDIK KECAMATAN BATULAYAR Adnyani, Ida Ayu Sri; Seniari, Ni Made; Supriyatna, Supriyatna; Natrsir, Abdul; Nababan, Sabar; Wiryajati, I Ketut
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.5920

Abstract

Pemahaman masyarakat tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan di Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, masih tergolong rendah. Masyarakat cenderung mengabaikan potensi bahaya dari instalasi listrik yang tidak aman, seperti risiko kebakaran, sengatan listrik, dan ledakan. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan sosialisasi dan edukasi mengenai K3 Kelistrikan kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini meliputi pengenalan potensi bahaya, cara pengecekan dan pemeliharaan instalasi listrik, serta pelatihan pemasangan instalasi listrik yang sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan setelah dilakukan edukasi. Dari 30 responden yang terlibat, 70% menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa edukasi tersebut penting dan perlu ditingkatkan. Namun, masih terdapat 13,33% responden yang belum sepenuhnya memahami pentingnya keselamatan kelistrikan, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, namun pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan keselamatan kelistrikan di Desa Sandik tetap terjaga.