Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Validation of Micro Digital Content Model of Project-Based Learning for Guidance and Counseling Courses in Non-Formal Education Zen, Ella Faridati; Hotifah, Yuliati; Prihatiningsih, Riskiyana; Saputra, Nur Mega Aris
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to produce a product in the form of a learning device for guidance and counseling courses in non-formal education in the form of micro digital based on project-based learning, which is theoretically accepted through expert testing. The development method uses the ADDIE design, with the procedures of Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The trial subjects or product assessors consist of material experts and media experts in the field of guidance and counseling. Data were collected with expert assessment instruments and analyzed using the average technique. The expert assessment of the product by material experts produced an average value of 3.9 on precision and 4.0 on usability. while the media expert assessment produced an attractiveness aspect of 3.8 and ease of use of 3.8. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the product is very appropriate, very useful, very interesting and very easy, so it is very suitable for use in guidance and counseling lectures at non-formal education. The limitation of this study is that the product produced has not been tested for effectiveness on student groups, so further research is needed to continue testing the effectiveness of the product.
Menakar Pentingnya Perencanaan Karier untuk Warga Belajar Pada Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal Program Pendidikan Kesetaraan Riskiyana Prihatiningsih
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.844 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i62021p414-418

Abstract

Abstract: This study was conducted with the aim of knowing the importance of career planning guidance for kelompok belajar paket B. The method used in this article is literature studies. The data used comes from sources such as journals and books relevant to the research theme. From some of the research that has been done, there is a positive relationship between career planning guidance and student career readiness. Abstrak: Kajian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pentingnya bimbingan perencanaan karier bagi warga belajar pada penyelenggaraan Pendidikan non formal. Kajian ini Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Kajian Literatur. Data yang digunakan berasal dari sumber-sumber seperti jurnal dan buku yang relevan dengan tema penelitian. Dari beberapa hasil penelitian yang sudah dilakukan, terdapat hubungan yang positif antara bimbingan perencanaan karier dengan kesiapan karier peserta didik.
Integrating generative pre-trained transformer into a differentiated learning management system for counselor education Arbin Janu Setiyowati; Riskiyana Prihatiningsih; Khairul Bariyyah; Hengki Tri Hidayatullah
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v8i1.286

Abstract

Differentiated learning has become a critical approach in counselor education, as it allows instructional processes to be tailored to individual learner needs. However, most existing Learning Management Systems (LMS) have yet to fully support this pedagogical principle. With the rapid advancement of artificial intelligence, particularly Generative Pre-trained Transformer (GPT) models, new opportunities have emerged to develop more adaptive and personalized LMS platforms. This study aims to identify the initial design needs of a differentiated learning LMS in counselor education and explore the potential integration of GPT as a supportive technology. Employing an exploratory qualitative approach, data were collected from 34 pre-service teachers in a Guidance and Counseling Teacher Professional Education Program using a combination of open- and closed-ended questionnaires and semi-structured interviews. The analysis revealed eight key areas of student need within the LMS, including media variation, contextualization, interactivity, accessibility, and automated feedback. GPT’s features were found to align with these needs, particularly its ability to deliver case-based simulations, personalized content recommendations, and adaptive feedback. These findings provide a conceptual foundation for the development of LMS platforms that are more contextualized, human-centered, and capable of supporting differentiated learning in counselor education.
Komunikasi Interpersonal bagi Siswa SMK untuk Meningkatkan Kesiapan Kegiatan Praktik Kerja Industri Sebagai Program Layanan Bimbingan dan Konseling Elia Flurentin; Djoko Budi Santoso; Nugraheni Warih Utami; Riskiyana Prihatiningsih
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v5i12022p10-14

Abstract

Kegiatan pelatihan komunikasi interpersonal pada siswa SMK, bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan siswa untuk pelaksanaan pelatihan komunikasi interpersonal. Keterampilan komunikasi dibutuhkan dalam pelaksanaan Praktek kerja industri (prakerin), hal tersebut akan memberikan pengaruh terkait kemampuan sosial siswa dalam pelaksanaan prakerin. Interaksi siswa pada saat pelaksanaan Prakerin memberikan pengaruh keberhasilan pelaksanaan prakerin, keberhasilan dalam pelaksanaa prakerin ialah penguasaan keterampilan dan networking. Pelaksanan pelatihan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan oleh siswa SMK sebagai persiapan pelaksanaan prakerin, efektif dilaksanaan dengan durasi waktu yang lama dan proses pelatihan yang terstruktur. Sehingga, pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal direkomenasikan untuk menjadi salah satu program layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan pelatihan diharapkan akan lebih terstruktur dan terencana, sehingga siswa menguasi keterampilan ini lebih matang sebagai salah satu keterampilan dalam melaksanaan Prakerin.
Program Peningkatan Kompetensi Konselor Melalui Analisis dan Pengubahan Tingkah Laku pada Siswa SMP Kota Malang Henny Indreswari; Rizka Apriani; Riskiyana Prihatiningsih; Linka Latifany Falasifa Reidana; Alief Laili Budiyono
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v7i22024p137-146

Abstract

Abstract: This community service project applies research findings on developing a model program to enhance the competencies of counselors through behavior analysis and modification for junior high school students in Malang City. The model is designed to provide training and guidance in implementing behavior analysis and modification programs for problematic student behaviors, as well as to offer recommendations and improvement guidelines. The training employs the Problem-Based Learning (PBL) method, following these procedures: (1) preparation, (2) implementation, (3) evaluation and follow-up, and (4) reporting. The target of the counselor competency enhancement program consists of 20 junior high school counselors in Malang City. The outcome of this program is demonstrated by an increase in the partners' competencies in conducting behavior analysis and modification, as indicated by higher post-test scores. Abstrak: Pengabdian pada masyarakat ini merupakan penerapan hasil penelitian tentang pengembangan model program peningkatan kompetensi konselor melalui analisis dan pengubahan tingkah laku pada siswa SMP kota Malang. Model ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pelaksanaan program analisis dan pengubahan tingkah laku bermasalah siswa, serta memberikan panduan dan rekomendasi perbaikan. Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode Problem Based Learning (PBL), dengan prosedur : (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi dan follow-up, (4) pelaporan. Sasaran program peningkatan kompetensi konselor terdiri atas 20 konselor SMP di Kota Malang. Hasil dari pelaksanaan program ini berupa peningkatan kompetensi mitra dalam melaksanakan analisis dan pengubahan tingkah laku yang ditunjukkan dengan peningkatan skor posttest.
Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving untuk Mencegah Nomophobia pada Siswa SMK di Kota Malang Novanda Nur Aidha Ramadiani; Riskiyana Prihatiningsih
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/s4yzyr30

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik problem solving dalam mencegah nomophobia pada siswa SMK di Kota Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih secara purposive dengan tingkat nomophobia sedang. Instrumen yang digunakan berupa skala nomophobia berdasarkan empat aspek, yaitu ketidakmampuan berkomunikasi, kehilangan keterhubungan, ketidakmampuan mengakses informasi, dan kehilangan kenyamanan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor dari 58,50 menjadi 43,63 dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Penurunan terbesar terjadi pada aspek ketidakmampuan mengakses informasi, sedangkan yang terkecil pada kehilangan keterhubungan. Hasil ini menunjukkan adanya penurunan tingkat nomophobia setelah siswa mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving, dengan implikasi sebagai alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengelola penggunaan smartphone secara bijak, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mendukung kemandirian peserta didik di era digital.