Claim Missing Document
Check
Articles

The Potency of Streptomyces spp. from Shallot Land as Entomopathogen of Onion Caterpillar Pest Spodoptera exigua Pratista, Ariq Dies; Windriyanti, Wiwin; Suryaminarsih, Penta; Mujoko, Tri; Indrawan, Arga Dwi; Harsiyanti, Harsiyanti
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources Vol 6, No 4 (2025): IJ-FANRES
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v6i4.569

Abstract

Spodoptera exigua is a major pest of shallots (Allium ascalonicum L.), capable of causing up to 100% yield loss if uncontrolled. Streptomyces sp. is a soil-dwelling Actinomycetes bacterium that can be used to control S. exigua. This study aimed to determine the potential of Streptomyces spp. isolates from shallot fields as an entomopathogen against S. exigua. The research employed a Factorial Complete Randomized Design (CRD). The first factor consisted of one Streptomyces spp. isolate obtained from the Pare-Kediri region (BMP) and three isolates from Sidera-Palu (BMS1, BMS2, and BMS3). The second factor was the concentration of the Streptomyces sp. suspension consist of 0%; 5%; 10%; and 15% with three replication per treatment (48 units total). Data on larval mortality and damage intensity were analyzed using RStudio via ANOVA and DMRT (α=5%). The BMP (15%) treatment demonstrated the highest efficacy, achieving 76.67% larval mortality while maintaining the lowest damage intensity of 0.20% on shallot plants. These results highlight BMP isolate at 15% concentration as the most promising biocontrol agent and support its further field evaluation as a sustainable alternative to chemical insecticides.
POTENSI JAMUR ENDOFIT SEBAGAI AGENSIA HAYATI JAMUR Colletrothichum sp. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI RAWIT Ika Noviyanti, Rizky; Purnawati, Arika; Suryaminarsih, Penta
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6021

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutencens L) merupakan salah satu komoditas utama tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara komersial di daerah tropis yang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Satu diantara penyakit penting pada cabai rawit adalah penyakit antraknosa. Antraknosa merupakan penyakit utama tanaman cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Penggunaan pestisida sintetik yang kurang bijaksana ternyata banyak merugikan manusia dan agroekosistem. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengendalian penyakit yang ramah lingkungan dengan penggunaan agensia hayati. Beberapa penelitian menunjukkan jamur endofit dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan inang dari serangan patogen serta dapat memacu pertumbuhan tanaman dengan menghasilkan metabolit sekunder dan enzim tertentu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April hingga Juni 2021. Tempat pelaksanaan penelitian di Laboratorium Kesehatan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur untuk In Vitro. Sedangkan, untuk In Vivo dilaksanakan di Screenhouse Kebun Bibit Wonorejo Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur endofit dari tanaman cabai rawit sehat yang mampu menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Berdasarkan pengamatan, jamur endofit asal tanaman cabai rawit berpotensi menekan pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknosa.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM) UMUR 3 BULAN DAN 10 BULAN DI DESA SAMBIREJO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR Fachruddin, Erlangga Dwi; Sodiq, Moch; Suryaminarsih, Penta
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh perbedaan keanekaragaman jenis serangga pada tanaman tebu umur tanam 3 bulan (vegetatif) dan 10 bulan (generatif). Penelitian dilaksanakan Bulan April - Mei 2021. Tempat penelitian di pertanaman tebu Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, pada lahan pertama  tanaman tebu berumur 3 bulan memiliki luas 700 m2 dan lahan kedua tanaman tebu yang berumur 10 bulan seluas 2100 m2. Penentuan plot pengamatan menggunakan metode purposive sampling dan pengamatan menggunakan metode mutlak yaitu pengamatan secara langsung (visual) pada plot yang ditentukan, dimana pemilihan lahan tanaman tebu umur 3 bulan dan umur 10 bulan milik satu orang petani. Jarak tanaman yang digunakan yakni 60 cm dan ukuran bedengan pada lahan 100 cm. panjangnya disesuaikan dengan kondisi tanah, tinggi bedengan 30 cm,dan jarak antara bedengan 100 cm. Lahan tanaman tebu petak sampel secara sistematis pada garis diagonal sehingga didapatkan petak sampel sebanyak 5 plot dengan luasan 700 m2. Pengamatan serangga pada lahan tanaman tebu dilakukan 2 kali setiap  minggu, sehingga ada 12 kali pengamatan dalam kurun waktu 50 hari. Pengumpulan sampel serangga  di lapangan menggunakan alat perangkap seperti yellow trap, light trap,dan pitfall trap. Metode yang digunakan untuk kunjungan serangga menggunakan scan sampling, yaitu dilakukan pengamatan dan pengambilan sampel dalam dua periode waktu. Hasil analisis menggunakan indeks keanekaragaman, indeks dominasi, dan indeks kemerataan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata keanekaragaman pada tanaman tebu umur 3 bulan dan umur 10 bulan
Co-Authors Abifah, Serlia Nur Agustin, Indah Sari Dwi Aisyah Lulu Hariyanto Alifta Wiranthi Anita, Tri Yuli Ardhia Pramesti Cahyani Arga Dwi Indrawan Arika Purnawati Chairunnisa Faza Nabillah Diah Budi Kusumawati Didik Utomo Pribadi Didin Julia Trisnawati Difa Eka Pranoto Dinda Rizka Rahayu Dita Megasari Dwi Lestari Ekayanti, Savira Aprilia Elly Syafriani Elvira, Nolla Dwi Erdiansyah, Mochamad Bima Erlangga Dwi Fachruddin Fachruddin, Erlangga Dwi Fadila Suryandika Ferdianto Eko Wicaksono Firdi Ihza Rochman Guniarti, Guniarti Gusdino Hasyidan Gusdino Hasyidan Harsiyanti, Harsiyanti Haryani, Wiwik Sri Hery Nirwanto Hery Nirwanto, Hery Ida Retno Moeljani Iis Purnamawati Ika Noviyanti, Rizky Ika Nur Fitriana Ika Nur Fitriana Indah Sari Dwi Agustin Indrawan, Arga Dwi Jati Laksono, Roy Juniawan Laksamana Agadhia Raharjo Lestari, Safira Rizka Maemunah Maemunah Maharani, Salsabilla Diva Mahfud, Nur Aini Maroeto Maroeto Moch Sodiq MOCH SODIQ, MOCH Nawaal, Najvania Nolla Dwi Elvira Noni Rahmadhini Nugraha Iqbal Avrianto Nur Syiami, Aning Pangesti Nugrahani Prasetyawati, Endang Triwahyu Prasetyawati, Endang Triwahyu Pratista, Ariq Dies Putranto Sasikirono Ramdan Hidayat Raniah, Nabilla Nur Rateh Lailatul Risdiyanti Risdiyanti, Rateh Lailatul Rizky Ika Noviyanti Rosyiidah Sholihin, Alyaa Arwaa Sa'adah, Fatimah Lailatus Safira Rizka Lestari Salfi Mauludhiea Firli Serlia Nur Abifah Setyo Budi Santoso Siti Fatimatus Syahrok Sri Wiyatiningsih Sri Wiyatiningsih Syahrok, Siti Fatimatus Tri MUJOKO Ummah, Robithotul Wanti Mindari Wiludjeng Widajati Wiludjeng Widayati Wiludjeng Widiyati Windriyanti, Wiwin Wiwik Sri Harijani Wiwik Sri Harijani Yenny WURYANDARI