Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Profil Berpikir Divergen Siswa SMP dalam Pemecahan Masalah Open-ended ditinjau dari Gaya Belajar Global-Analitik Intanalisa Hariyono; Susanah Susanah
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.057 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.p289-300

Abstract

Berpikir divergen adalah kemampuan berpikir terbuka dalam menemukan berbagai macam ide/solusi atas suatu masalah sehingga menghasilkan jawaban yang benar dan penyelesaian yang logis. Pemecahan masalah yang sesuai dengan prinsip berpikir divergen yaitu pemecahan masalah open-ended. Perbedaan gaya belajar global dan analitik dapat mempengaruhi siswa dalam mencari ide penyelesaian dari suatu masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir divergen siswa dalam pemecahan masalah matematika open-ended ditinjau dari gaya belajar global-analitik. Pengumpulan data penelitian menggunakan Angket Gaya Belajar (AGB), Tugas Pemecahan Masalah Open-ended (TPMO) dan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian yakni satu siswa dengan gaya belajar global dan satu siswa dengan gaya belajar analitik. Dari hasil analisis dan pembahasan siswa bergaya belajar global pada aspek fluency dapat memberikan dua jawaban berbeda dan relevan dengan masalah. Pada aspek flexibility siswa membuat dua cara/metode penyelesaian yang relevan dengan masalah yang tidak jauh berbeda cara penyelesaiannya. Pada aspek originalitiy siswa memberikan cara/metode penyelesaian yang berbeda namun tidak relevan dengan masalah. Pada aspek elaboration siswa kurang memperhatikan hal-hal detail seperti satuan panjang dan cara memperoleh jawaban. Siswa bergaya belajar analitik pada aspek fluency siswa memberikan dua jawaban berbeda yang tertulis dan satu jawaban secara lisan saat wawancara yang relevan dengan masalah. Pada aspek flexibility siswa memberikan dua cara/metode penyelesaian yang relevan dengan masalah. Pada aspek originality siswa memberikan cara/metode penyelesaian yang berbeda dan unik yang relevan dengan masalah. Pada aspek elaboration siswa menuliskan jawaban dengan detail dalam penyelesaian masalah. Kata Kunci: Berpikir Divergen, Pemecahan Masalah Open-Ended, Gaya Belajar Global, Gaya Belajar Analitik
Profil Komunikasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau dari Kemampuan Matematika amelia suryaningsih; Susanah Susanah
MATHEdunesa Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.501 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n2.p301-319

Abstract

Komunikasi matematika ialah sesuatu wujud keahlian yang begitu berarti dalam matematika. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari profil komunikasi matematika siswa dalam menuntaskan soal PISA ditinjau dari kemampuan matematika. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain uji kemampuan matematika, tugas komunikasi matematika tulis siswa dalam menuntaskan soal PISA, serta pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini ialah 3 siswa kelas IX dengan tiap-tiap jenis ialah, satu siswa dengan keahlian matematika tinggi, satu siswa dengan keahlian matematika sedang, serta satu siswa dengan keahlian matematika rendah. Hasil dari penelitian ialah siswa dengan keahlian matematika tinggi a) menuliskan perihal yang dikenal serta ditanyakan b) menuliskan statment dalam soal ke dalam model matematika c) menuliskan ide untuk menuntaskan soal d) menuliskan langkah-langkah penyelesaian serta pemecahan dengan akurat, lengkap serta mudah/lancar. Sebaliknya siswa dengan keahlian matematika rendah dalam a) menuliskan/ melaporkan apa saja yang dikenal serta ditanyakan secara akurat, lengkap, serta mudah/lancar. Berikutnya tidak akurat, tidak lengkap serta tidak lancar dalam b) menuliskan statment dari soal ke dalam model matematika c) menuliskan ide untuk menuntaskan soal d) menuliskan langkah- langkah penyelesaian serta pemecahan. Penelitian ini mencerminkan bahwa keahlian/kemampuan matematika pengaruhi siswa untuk memproses data, salah satunya pada saat mengomunikasikan ide atau gagasan dalam menuntaskan soal PISA. Kata Kunci: Komunikasi Matematika, Soal PISA, Kemampuan Matematika.
Analisis Argumen Matematika Siswa SMA Ditinjau dari Gaya Kognitif Visualizer-Verbalizer Nabilah Syadza Mahdiyyah; Susanah Susanah
MATHEdunesa Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.813 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n1.p80-96

Abstract

Kemampuan berargumen merupakan salah satu hal penting untuk dimiliki siswa karena dapat mengukur pemahaman siswa. Dalam hal pembelajaran matematika, siswa yang menyampaikan argumen matematika dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan matematika dan memahami konsep matematika siswa. Salah satu studi untuk mengidentifikasi serta menilai kualitas argumen matematika siswa ialah Toulmin Argumentation Pattern. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis argumen matematika siswa SMA ditinjau dari gaya kognitif visualizer-verbalizer dengan menggunakan teori argumen Toulmin. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang siswa kelas XI SMA dengan komposisi 2 siswa bergaya kognitif visualizer dan 2 siswa lainnya bergaya kognitif verbalizer. Instrumen yang digunakan ialah tes gaya kognitif, tes argumen matematika dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dari tes argumen matematika akan di analisis berdasarkan teori argumen Toulmin dimana terdiri atas 6 komponen yaitu data, claim, warrant, backing, qualifier, dan rebuttal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa bergaya kognitif visualizer dan verbalizer mampu menunjukkan semua komponen argumen pada soal tes argumen matematika nomor 1 dan tidak berhasil menunjukkan rebuttal pada soal tes argumen matematika nomor 2. Siswa bergaya kognitif visualizer menunjukkan warrant bertipe induktif. Sedangkan siswa bergaya kognitif verbalizer mampu menunjukkan warrant bertipe induktif, structural-intuitif dan deduktif. Dalam menyusun argumennya, siswa bergaya kognitif visualizer menunjukkan lebih sering menggunakan simbol-simbol dengan bahasa yang singkat tapi langsung ke tujuan. Berbeda dengan siswa bergaya kognitif verbalizer yang lebih bermain dengan kata-kata dan mampu memberikan kesimpulan akhir dengan jelas dan rinci dengan bahasa yang mudah dipahami.
High School Students’ Generalization Viewed from Logical-Mathematical Intelligence Jihan Nurilla; Susanah Susanah
MATHEdunesa Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.86 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n1.p111-127

Abstract

Generalization is an important element in understanding, recognizing, and examining mathematical situations. Students' generalization processes can be analyzed according to Mason's four stages of the generalization process, including the perception, expression, symbolic expression, and manipulation of generality. One of the things that may cause differences in students' generalization processes is logical-mathematical intelligence. This research aims to describe high school students' generalization processes in terms of logical-mathematical intelligence. This research is using a descriptive qualitative method. The subjects of this study consisted of 3 high school students in Surabaya with high, moderate, and low logical-mathematical intelligence. The data is obtained from the Logical-Mathematical Intelligence Questionnaire and Generalization Task. The material used in the Generalization Task is curved-face solid. The results of this study indicate that the student with low logical-mathematical intelligence has reached the stage of identifying patterns or regularity in the given information, but the student doesn't use those patterns to determine the next term. In other words, the student with low logical-mathematical intelligence has only reached the stage of perception of generality. The student with moderate logical-mathematical intelligence has reached the stage of identifying patterns or regularity in the given information and using those patterns to determine the next term but the student doesn’t reach the stage of formulating the general formula of the pattern that has been found. In other words, the student with moderate logical-mathematical intelligence has only reached the stage of perception and expression of generality. The student with high logical-mathematical intelligence has reached the stage of identifying patterns or regularity and used those patterns to determine the next term. In addition, the student with high logical-mathematical intelligence also reaches the stage of formulating general formulas of patterns that have been found and using the general formula to solve the given problem In other words, the student with high logical-mathematical intelligence has reached all the stages which is perception, expression, symbolic expression, and manipulation of generality.
PROFILE OF STUDENTS’ MATHEMATICAL CONNECTION ABILITY IN SOLVING MATHEMATICS PROBLEMS BASED ON VISUALIZER AND VERBALIZER COGNITIVE STYLE Nikmatus Savira Aprilianda; Susanah Susanah
MATHEdunesa Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.169 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n2.p328-340

Abstract

Mathematical connection ability is the ability of students to connect mathematical ideas and concepts in a structured way to solve various problems both inside and outside mathematics. Mathematical connection ability plays an important role in the process of solving mathematical problems. Cognitive style is one of the factors that effect mathematical connection abilities. This research is a qualitative descriptive study that aims to describe the students' mathematical connection skills with visualizer and verbalizer cognitive styles in solving mathematics problems. The research subjects consisted of two grade IX students who each had visualizer and verbalizer cognitive styles. The instrument used was the researcher herself, VVQ (visualizer verbalizer questionnaire), a mathematical connection ability test, and interview guidelines. In this study, the material of plane area and Pythagorean theorem are used for test mathematical connection skills. The results obtained are students with visualizer cognitive style get a good category for their mathematical connection ability in solving mathematics problems because they meet seven good indicators and one sufficient indicator from the mathematical connection ability in solving problems indicator, while students with verbalizer cognitive style get sufficient categories because they meet three good indicators, four sufficient indicators, and one less indicator from mathematical connection ability in solving problems indicator. Therefore, teachers are expected to be able to train students with questions in the context of everyday life that have a higher level of mathematical connection so that they can improve their connection skills and also train with variety exercices presentation so student with each cognitive style can be trained to understand a given problem.
PROFIL KEMAMPUAN ABSTRAKSI REFLEKTIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR nahdliyah fajriyah; Susanah Susanah
MATHEdunesa Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.098 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n2.p458-473

Abstract

Abstraksi reflektif ialah kegiatan penataan kembali secara vertikal konsep matematika yang baru dari konsep matematika yang telah tuntas dipelajari sebelumnya saat kegiatan pembelajaran. Kemampuan abstraksi sangat diperlukan dalam proses pemecahan masalah. Cara siswa untuk menerima informasi yang baru dan proses yang digunakan untuk belajar disebut dengan gaya belajar. Gaya belajar seorang siswa memiliki keterkaitan terhadap kemampuan abstraksinya sementara terdapat tiga tingkatan abstraksi yang salah satunya merupakan abstraksi reflektif, maka dari itu gaya belajar juga mempengaruhi asbtraksi reflektif siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kemampuan abstraksi reflektif siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dalam menyelesaikan suatu masalah geometri. Subjek dari penelitian ini merupakan tiga siswa kelas IX yang masing-masing memenuhi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, dan instruman pendukung dalam penelitian ini adalah angket gaya belajar, tes kemampuan abstraksi reflektif dalam menyelesaikan masalah geometri, dan pedoman wawancara. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi luas tembereng dan juring lingkaran. Hasil yang didapatkan adalah siswa dengan gaya belajar visual dan kinestetik mampu memenuhi semua level kemampuan abstraksi reflektif. Siswa dengan gaya belajar auditori memenuhi semua level kemampuan abstraksi reflektif, namun terdapat kekurangan pada salah satu indikator yaitu menemukan alternatif strategi yang lain untuk menyelesaikan permasalahan. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat melatih siswa dengan soal-soal pemecahan masalah yang memiliki tingkat abstraksi reflektif lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan kemampuan abstraksi reflektif siswa, serta guru diharapkan dapat membiasakan mengajar dengan model pembelajaran yang beragam karena siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Kata Kunci: Abstraksi Reflektif, Pemecahan Masalah, Gaya Belajar.
Student’s mathematical literacy in solving PISA model problems based on the reflective-impulsive cognitive style Astrie Pratiwi Damayanti; Dwi Juniati; Susanah Susanah
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v7i2.1201

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan literasi matematik siswa dalam menyelesaikan soal model PISA ditinjau dari gaya kognitif reflektif-impulsif. Indikator literasi matematik dinilai pada proses merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-C SMP AL Muslim Sidoarjo. Matching Familiar Figure Test digunakan untuk mengetahui gaya kognitif siswa. Subjek penelitian dipilih berdasarkan tes gaya kognitif (TGK) dan tes kemampuan matematika (TKM). Selanjutnya, dipilih subjek seorang siswa dengan gaya kognitif reflektif dan seorang siswa impulsif berkemampuan matematika setara. Subjek akan mengerjakan soal tes literasi matematik (TLM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa reflektif memenuhi semua indikator literasi matematik untuk soal perubahan dan hubungan serta ruang dan bentuk. Siswa impulsif memenuhi semua indikator literasi matematik untuk soal perubahan dan hubungan. Namun, siswa impulsif tidak memenuhi indikator literasi matematik pada soal dengan konten ruang dan bentuk. Oleh karena itu, guru disarankan lebih banyak memberikan latihan untuk mengembangkan literasi matematik siswa dalam menyelesaikan soal model PISA dengan konten yang beragam.
Developing a GeoGebra-Assisted Web-Based Learning Module for Analytical Geometry in a STEM Context Hidayat, Dayat; Palupi, Evangelista L W; Susanah, Susanah; Setianingsih, Rini; Sancoko, Candra
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.27536

Abstract

In modern education, incorporating technology is crucial for enhancing learning experiences and ensuring equal access to education. By integrating technology, educators can create interactive and immersive learning environments that boost student engagement and motivation. This research aims to describe the development process and results of a GeoGebra-assisted, web-based module for analytical geometry within a STEM context. The research follows the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection methods include questionnaires, documentation, and literature reviews. Feasibility validation assesses the module's face and content validity, focusing on content, language, and appearance. Data analysis utilizes a Likert scale to assess the validity of the module's aspect categories. The results indicate that the web-based module was developed in accordance with each stage of the ADDIE model. Expert feasibility tests show that the module demonstrates good validity in terms of content, language, and appearance. Dalam pendidikan modern, mengintegrasikan teknologi sangat penting untuk meningkatkan pengalaman belajar dan memastikan akses pendidikan yang merata. Dengan mengintegrasikan teknologi, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan imersif yang meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan modul berbasis website berbantuan geogebra untuk geometri analitik pada konteks STEM. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu analisis, desain, development, implementation, dan evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumentasi, literatur review. Validasi kelayakan dilakukan untuk mengetahui validitas muka dan isi pada modul berbasis website ini yang meliputi validitas konten, bahasa, dan tampilan. Analisis data menggunakan skala likert untuk mengetahui kelayakan aspek kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul berbasis website telah dihasilkan berdasarkan tahapan setiap proses model pengembangan ADDIE dan berdasarkan uji kelayakan oleh para ahli, validitas dari modul berbasis website ini adalah baik dalam hal konten, bahasa, dan penampilan. 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIIIJ PADA MATERI STATISTIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK Azzahro, Elok Fatima; Harijanto, Slamet; Susanah, Susanah
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v6i1.4714

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of students in class VIII J SMP Negeri 1 Pamekasan. This study uses PTK research on statistical material through the application of a project-based learning model through two learning cycles. This study used 2 cycles where each cycle consisted of three meetings in each learning implementation. The results of the study in cycle I the percentage of completeness of student learning outcomes was 51.9% and increased in cycle II by 66.7% with a percentage increase of 14.8%. So it can be concluded that learning by applying a project-based learning model can improve the learning outcomes of grade VIII J students of SMP Negeri 1 Pamekasan on statistical material. This shows that project-based learning models can improve student statistical learning outcomes.
MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII Pratiwi, Widya Chandra; Kusdianah, Kusdianah; Susanah, Susanah
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v6i1.4711

Abstract

This research aims to improve students' mathematics learning outcomes by using Project Based Learning (PjBL). This study used 2 cycles of PTK with the subject of 33 grade VII students at SMPN 2 Surabaya through four stages, namely Plan, Action, Observe, and Reflect. Each cycle consists of three meetings using teaching modules, student worksheets (LKPD), test questions, student activity observation sheets and also learning implementation observation sheets. The results showed that there was an increase in learning outcomes with an average of 73.18 in the first cycle to 81.21 in the second cycle, in addition, class completeness also increased from 42.42% to 84.84%. This shows that the Project Based Learning (PjBL) learning model can improve students' mathematics learning outcomes.