Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kelayakan Media Pembelajaran IPA Berbasis Google Sites Terintegrasi PBL Untuk Meningkatkan Kemampuan Generik Sains dan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Susanti, Dian; Gunawan; Makhrus, Muh.
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/p59fvj12

Abstract

Pada era transformasi digital, pendidikan dituntut untuk menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, aplikatif, dan berbasis teknologi. Pembelajaran fisika yang bersifat abstrak memerlukan media dan strategi yang mampu menjembatani antara konsep teoritis dan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini mengusulkan pengembangan Media Pembelajaran IPA berbasis google sites terintegrasi PBL sebagai solusi inovatif. Media robotik dipilih karena kemampuannya dalam memberikan pengalaman hands-on learning yang dapat merangsang literasi digital dan keterampilan pemecahan masalah secara langsung. Model PjBL turut mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, bekerja secara kolaboratif, dan memecahkan masalah nyata melalui proyek berbasis eksperimen fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran fisika berbasis robot yang valid, praktis, dan efektif dalam  meningkatkan literasi digital dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model pengembangan 4D. Penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap develop. Penelitian ini menggunakan 3 validator sebagai penilaian kevalidan. Hasil validasi oleh tiga ahli menunjukkan bahwa Media googlesites, instrumen kemampuan generic sains, dan instrumen keterampilan berpikir kritis memiliki nilai validitas rata-rata berturut-turut 82% (valid), 77,3% (valid), dan 82,6% (sangat valid). Produk juga dinyatakan praktis berdasarkan uji keterlaksanaan dan respon pengguna. Dengan demikian, media pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERLINDUNGAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP ANAK DI KOTA CIMAHI Susanti, Dian; Sarihati, Tati
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 2 (2025): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i2.678

Abstract

Penelitian dilatar belakangi oleh belum optimalnya Collaborative Governance Dalam Perlindungan Tindak Kekerasan Terhadap Anak di Kota Cimahi. Berdasarkan latar belakang penelitian, peneliti merumuskan masalah Bagaimana Collaborative Governance Dalam Perlindungan Tindak Kekerasan Terhadap Anak di Kota Cimahi. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai Collaborative Governance Dalam Perlindungan Tindak Kekerasan Terhadap Anak di Kota Cimahi. Proposisi Collaborative Governance Dalam Perlindungan Tindak Kekerasan Terhadap Anak di Kota Cimahi akan berjalan optimal apabila memperhatikan model Collaborative Governance yang  terdiri dari Dinamika Kolaborasi, Tindakan Kolaborasi, dan Dampak Kolaborasi.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskripstif kualitatif, sumber data diperoleh melalui sumber data sekunder dan sumber data primer, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian dan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi dalam perlindungan tindak kekerasan terhadap anak di Kota Cimahi telah terbentuk, namun belum berjalan optimal akibat lemahnya komunikasi, terbatasnya SDM, serta belum terintegrasinya sistem informasi antar lembaga. Tindakan kolaborasi seperti penyuluhan dan pendampingan telah dilaksanakan namun belum merata. Dampak positif mulai terlihat dalam peningkatan kesadaran masyarakat, namun belum didukung oleh evaluasi kolaborasi yang sistematis. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoritis dengan menambahkan aspek Teknologi Informasi sebagai penguatan kapasitas kolaboratif antar stakeholder. Simpulan menunjukkan pentingnya sistem digitalisasi dan penguatan evaluasi untuk perlindungan anak yang berkelanjutan.
PEMANFAATAN LABORATORIUM MAYA VERSI ANDROID UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP JARINGAN TUMBUHAN Susanti, Dian
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.777

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kurangnya pemahaman peserta didik Kelas VIII F SMP Negeri 8 Mataram mengenai konsep jaringan tumbuhan. Hal ini disebabkan guru kurang tepat dalam memilih media pembelajaran yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep jaringan tumbuhan melalui penggunaan Laboratorium Maya versi Android. Penggunaan Android pada saat pandemi ini merupakan bagian penting dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 29 peserta didik Kelas VIII F SMP Negeri 8 Mataram tahun pelajaran 2020/2021. Data yang dikumpulkan berupa penilaian proses yang diperoleh dari peserta didik dalam beraktivitas dan penilaian pada akhir siklus. Kemudian, data dianalisis untuk memperoleh gambaran tentang berhasil tidaknya pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik dalam memahami konsep jaringan tumbuhan setelah belajar menggunakan Laboratorium Maya dengan situs pencari pada siklus pertama. Pada siklus kedua, dengan menggunakan Laboratorium Maya versi Android secara individu, juga terjadi peningkatan hasil belajar yang didasarkan pada perolehan nilai pada siklus pertama. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan Laboratorium Maya versi Android dapat meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep jaringan tumbuhan. The back ground of this research is the fact that the understanding of class VIII F students at SMP Negeri 8 Mataram on plant tissue concept is still low. This condition is caused by inappropriate choice of the learning media by the teacher. The objective of this research is to improve the students’ understanding on plant tissue concept through the use of Laboratorium Maya for Android. The use of Android during this pandemic time is an important thing in learning activities. This is a class action research carried out in two cycles. Each cycle is through planning, action, observation, and reflection. The research subject is 29 students of class VIII F at SMP Negeri 8 Mataram academic year of 2020/2021. The data collected is the scoring for the process of the students’ activities and the scoring at the cycle end. The data, then, is analyzed to get the description whether the learning succeeds or fails. The result shows that there is some improvement in the students’ learning outcomes in understanding the concept of plant tissue after using Laboratorium Maya with searching engine in the first cycle. In the second cycle, by using Laboratorium Maya for Android individually by the students, there is also some improvement in the students’ learning outcomes based on the result in first cycle and second cycle. It can be summarized that the use of Laboratorium Maya for Android can improve the students’ understanding on plant tissue concept.  
Promosi Pelayanan Pengobatan Tradisional di Jawa Tengah: Siapakah Sasaran yang Tepat? Purwoko, Sidiq; Khairunnisa, Marizka; Hidayat, Taufiq; Susanti, Dian; Laksono, Agung Dwi; Suharmiati, Suharmiati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.77089

Abstract

Latar Belakang: Kementerian kesehatan mendorong pemanfaatan pengobatan tradisional sebagai alternatif maupun komplemen pengobatan medis modern.Tujuan: Menganalisis sasaran promosi pelayanan pengobatan tradisional di Jawa Tengah.Metode: Metode ini menggunakan studi cross-sectional  yang menganalisis data Riset Kesehatan Dasar 2018. Populasi pada studi ini adalah orang dewasa (≥15 tahun) di Jawa Tengah. Peneliti menganalisis 63.118 sampel responden dari Riskesdas. Hasil: Mereka yang tinggal di pedesaan memiliki kemungkinan 0,943 kali dibanding tinggal di perkotaan (95% CI 0,911‒0,976), umur 46‒65 kemungkinan 1,137 kali lebih tinggi dibanding ≤25 untuk memanfaatkan (95% CI 1,058‒1,222), menikah memiliki kemungkinan 1,650 kali lebih tinggi dibanding mereka yang belum menikah (95% CI 1,543‒1,765), janda/duda memiliki kemungkinan 1,579 kali lebih tinggi dibanding mereka yang belum menikah (95% CI 1,443‒1,727) untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional. Seluruh tingkat pendidikan memiliki kemungkinan lebih baik dibanding SLTP ke bawah, dan seluruh jenis pekerjaan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak bekerja serta seluruh tingkat sosio-ekonomi memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dibanding mereka yang paling miskin dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional.Kesimpulan: Ada enam karakteristik sasaran yang tepat untuk promosi pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional di Provinsi Jawa Tengah, yaitu tinggal di wilayah perdesaan, berumur muda, belum menikah, berpendidikan rendah, tidak bekerja, dan miskin.