Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KENDALI: Economics and Social Humanities

PENGARUH INFLUENCER MARKETING DAN BRAND AWARENESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN KEPERCAYAAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DITINJAU DARI PERSPEKTIF BISNIS ISLAM: (Studi Pada Konsumen Dadar Beredar di Kota Bandar Lampung) Putra, Fito Ade; Hanif; Susanti, Yeni
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Influencer Marketing dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian dengan Kepercayaan Konsumen sebagai variabel mediasi ditinjau dari perspektif bisnis Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 96 sampel konsumen dadar beredar di Bandar Lampung yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling) menggunakan rumus Lemeshow karena populasi tidak diketahui jumlahnya. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa influencer marketing dan brand awareness secara signifikan dan positif memengaruhi kepercayaan konsumen serta keputusan pembelian. Kepercayaan konsumen bertindak sebagai mediator penting yang menghubungkan influencer marketing dengan keputusan pembelian, tetapi tidak memediasi hubungan antara brand awareness dan keputusan pembelian yang berarti kesadaran merek memiliki dampak langsung. Dalam perspektif bisnis Islam, keputusan pembelian konsumen Muslim didorong oleh kombinasi faktor halal dan tayyib, memastikan produk bersih dan sesuai syariah. Konsumen melihat produk ini sebagai kebutuhan sekunder atau bahkan kemewahan, dan mereka memprioritaskan harga serta kualitas yang adil, konsisten, dan transparan. Selain itu, etika pemasaran yang jujur dan apa adanya menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.
PENGARUH AMENITAS DAN ATRAKSI TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KEMBALI DENGAN EXPERIENTIAL MARKETING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DITINJAU DARI PERSPEKTIF BISNIS ISLAM: (Studi pada Pengunjung Pantai Rio By The Beach) Pratama, Muhammad Dika; Ridwansyah; Susanti, Yeni
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Amenitas dan Atraksi terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Experiential Marketing sebagai variabel mediasi yang ditinjau dari perspektif Bisnis Islam studi pada pengunjung Pantai Rio By The Beach. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif adalah tentang pengujian sebuah teori yang terdiri dari variabel, diukur dengan angka, dan dianalisis dengan prosedur statistik untuk menentukan apakah teori tersebut benar. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pantai Rio By The Beach. Dikarenakan jumlah populasi tidak diketahui, maka dalam menentukan jumlah sampel peneliti menggunakan rumus Lemeshow, berdasarkan perhitungan didapatkan hasil sampel sebesar 96 responden. Berdasarkan hasil analisis, Amenitas dan Atraksi memiliki dampak berbeda: Amenitas meningkatkan Experiential Marketing, namun tidak secara langsung mendorong Keputusan Berkunjung Kembali, sedangkan Atraksi terbukti secara langsung memengaruhi Keputusan Berkunjung Kembali. Di sisi lain, Experiential Marketing secara signifikan memediasi hubungan antara Amenitas dan Keputusan Berkunjung Kembali, menegaskan bahwa pengalaman yang baik menjadi kunci pengunjung untuk kembali, berbeda dengan hubungan antara Atraksi dan Keputusan Berkunjung Kembali yang tidak dimediasi oleh Experiential Marketing. Dalam perspektif bisnis Islam, keputusan berkunjung tidak hanya didasarkan pada keuntungan materi, tetapi juga pada nilai etika dan moral yang mengutamakan maslahah (kemaslahatan). Oleh karena itu, destinasi yang dipilih harus memenuhi prinsip syariah, seperti menghindari gharar (ketidakjelasan), maisir (judi), dan riba (bunga), serta menjamin kehalalan produk dan layanan yang disediakan.