Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA GERAK KONTEKSTUAL TARI KAIN DI  PAUH LIMO KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Rahmadani, Azura; Susmiarti
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/17969d44

Abstract

This study aims to describe the contextual meanings of movements in the Kain Dance of Pauh Limo, Pauh District, Padang City, using a qualitative descriptive approach. Data were collected through literature review, observation, interviews, and documentation, utilizing both primary and secondary data. The results show that each movement in the Kain Dance contains meanings closely related to the Minangkabau worldview. The Opening Sambah movement symbolizes surrender to God and respect for nature and fellow human beings, while the worship toward the four directions reflects balance within social space. The Sambah movement signifies beginning an action in an orderly and conscious manner; Gantuang Sabalah represents caution; Rantak Tigo symbolizes the human life cycle; Malapia reflects courage to act; Mailak illustrates intelligence in avoiding danger; Kalatiak denotes wise resistance to pressure; and Mangepo represents firm self-defense. Overall, the Kain Dance functions not only as a traditional dance but also as a medium for conveying life values within Minangkabau customary culture.
Implementasi Ekstrakurikuler Tari sebagai Wadah Pengembangan Minat dan Bakat Siswa di SMP Negeri 22 Padang Fitria, Nabila; Susmiarti, Susmiarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi ekstrakurikuler tari sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa di SMP Negeri 22 Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pembina ekstrakurikuler, siswa peserta kegiatan, serta pihak sekolah yang terkait. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat menggunakan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekstrakurikuler tari di SMP Negeri 22 Padang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan gerak dasar, kedisiplinan, kerja sama, dan rasa percaya diri. Namun demikian, ditemukan bahwa tingkat partisipasi siswa masih kurang optimal dengan adanya penurunan kehadiran peserta dari jumlah pendaftar awal, serta adanya keterbatasan sarana prasarana, motivasi siswa yang tidak stabil, serta perbedaan kemampuan yang belum terakomodasi secara maksimal. Ekstrakurikuler tari memiliki peran penting dalam pengembangan minat dan bakat siswa serta pembentukan karakter. Namun, pelaksanaannya masih membutuhkan peningkatan melalui penyediaan fasilitas yang memadai, variasi materi latihan, dan strategi pembinaan yang lebih efektif untuk menjaga motivasi dan keberlanjutan partisipasi siswa.
PELESTARIAN TARI JOGET SONDE SANGGAR RIZA MANDAU DI KOTA DURI PROVINSI RIAU Aznel, Maharani; Susmiarti
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 4 No. 2 (2026): June (in press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/mv4a0v90

Abstract

Sonde Dance at the Riza Mandau Studio. The type of research used is qualitative research with a descriptive method. The research instrument is the researcher themselves, assisted by writing tools and a camera. Data is collected through literature studies, observation, interviews and documentation. The steps in analysing the data are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the preservation strategy of the Sonde Dance implemented by the Riza Mandau Studio is carried out through two main approaches, namely internal preservation and external preservation. The internal preservation strategy is realised through regular coaching and training activities for studio members, especially the younger generation. In this process, the instructor not only teaches dance movement techniques but also instills the cultural values contained in the Joget Sonde Dance. In addition, internal preservation is also evident in efforts to maintain the authenticity of the dance form, the accompaniment of traditional music, and the interaction patterns within the performance. This activity demonstrates that the preservation strategy focuses on the process of cultural transmission directly from generation to generation within the studio environment. Meanwhile, the external preservation strategy is carried out through the studio's involvement in various activities outside the internal environment, such as performances in cultural events, festivals, and government activities, as well as collaboration with educational institutions and related agencies. Through this activity, the Joget Sonde dance is introduced to the wider community, thereby increasing its appreciation and existence amidst the developments of the times. Support from external parties also becomes an important factor in strengthening the sustainability of its preservation.
BENTUK PENYAJIAN TARI PEGAWAI DALAM PESTA PERKAWINAN DI KAMPUNG HULU PASA MALINTANG NAGARI INDERAPURA TENGAH KECAMATAN PANCUNG SOAL KABUPATEN PESISIR SELATAN Maysa Anggelia Putri; Susmiarti
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 4 No. 2 (2026): June (in press)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/fwngvg48

Abstract

This study aims to describe and reveal the presentation form of the Employee Dance in wedding celebrations in Kampung Hulu Pasa Malintang, Nagari Inderapura Tengah, Pancung Soal District, South Coastal Regency. This type of research is qualitative with a descriptive method. The research instrument is the researcher themselves, assisted by writing tools and a camera. Data were collected through literature studies, observation, interviews and documentation. The steps in analysing the data are collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The research results show that the form of presentation of the Employee Dance in wedding celebrations in Kampung Hulu Pasa Malintang includes various interconnected elements that form a cohesive and meaningful performance, including movements, floor design, music design, dancers, costumes, props and the performance venue. The movements of the Employee Dance consist of Long Step movements, right side movements, left side movements, and Ninjau movements. The floor pattern of the Employee Dance is merely a development of a straight line. The accompanying music of the Employee Dance consists of musical beats and chants. The musical instrument used is the rebana. The Employee Dance is performed by seven male dancers who are either adults or middle-aged. The dancers wear batik clothes freely without specific patterns or colour requirements, while their lower attire consists of neatly wrapped sarongs in place of trousers. The property used in the Employee Dance is a long cloth. The Employee Dance is performed inside the house where the traditional wedding ceremony takes place, specifically in front of the bride and groom standing on a prayer mat.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Seni Tari di Kelas X-E SMAN 1 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Wahyudi, Indah; Susmiarti, Susmiarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37882

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan terkait rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Seni Tari di kelas X-E SMAN 1 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Rendahnya motivasi tersebut terlihat dari kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya kesiapan dalam kegiatan praktik, serta rendahnya perhatian siswa terhadap penjelasan guru. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-E SMAN 1 Enam Lingkung, sedangkan objek penelitian adalah motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Seni Tari. Rendahnya motivasi belajar siswa ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Seni Tari terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi minat, bakat, persepsi siswa terhadap pembelajaran, serta kepercayaan diri. Sementara itu, faktor eksternal meliputi peran guru, metode pembelajaran, penggunaan media, serta pengaruh lingkungan teman sebaya. Pembelajaran yang berlangsung secara aktif, interaktif, dan menyenangkan terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
Ekstrakurikuler Seni Tari di SMP Negeri 42 Padang Nirma Rahayu Lestari; Susmiarti Susmiarti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 42 Padang, khususnya dalam pembelajaran Tari Pasambahan Kreasi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti melakukan enak kali pertemuan pengamatan terhadap proses latihan yang dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 14:00-15:30 WIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler seni tari telah melalui tahap perencanaan dan penyusunan program oleh pembina. Proses pembelajaran meliputi kegiatan pemanasan, penyampaian materi, latihan gerak secara bertahap (into, inti, dan penutup), penggunan iringan musik, penerapan pola lantai, hingga gladi bersih. Metode yang digunakan antara lain metode ceramah, demonstrasi, dan peniruan gerak. Evaluasi dilakukan pada setiap akhir pertemuan dengan meminta siswa menampilkan hasil latihan di depan pembina. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala, seperti kurang konsistennya pendampingan karena pembina memiliki tugas lain di sekolah. Meskipun demikian, ekstrakurikuler seni tari tetap berjalan dengan baik dan menunjukkan perkembangan keterampilan siswa dalam menarikan Tari Pasambahan Kreasi. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak sekolah dapat menghadirkan pelatih tari yang komponen dari luar sekolah guna meningkatkan kualitas, konsistensi, dan optimalisasi ekstrakurikuler seni tari.
Co-Authors Afifah Asriati Ajrina Rosada Harma Alif Multahul Risna Amanda Putri, Fanny Anggraini Anggraini Annisa A Alzain Annisa Maulitu Zahra Anugrah Prima Insani Apridilla Limadi Putri Ardipal Ardipal Aulia Fatmawati Ayu Nabila, Intan Aznel, Maharani Belirda Wulan Dhari Citra Harseptiana Darmawati Darmawati Desfiarni Desfiarni Desi Lilianti Akhirta Dian Trisna Mustika Dike Septia Dolly Dini Noviza Eldira Fragus Shinta Ermansyah Ermansyah Ermansyah, Ermansyah Fani Putri Anggraini Fara Tiurma Andrina Ferdian, Robby Fitria, Nabila Fransiska Wulandari Fuji Astuti Fuji Astuti Fuji Astuti Gusti Maharani Gustin Eliza Herlinda Mansyur Idawati Syarif Indrayuda Indrayuda Ingrit Despania Ingrit Despania Isbaniyah Syafitri P. Islamia, Raudhatan Junita Wulandari, Zona Kasi Amanda Lafebri, Lukia Lhaxmi Nuari Lidia Triana Maryunis Lestari Maysa Anggelia Putri Megawati Megawati Melin, Melin Mery Susanti Muhammad Afif Muttiah Razki Judenta Nadya Putri Yolanda Nerosti Ngaini, Rifha Ninda Levia Nirma Rahayu Lestari Nofitria Anjelina Novila Hesti Oci Octavia Olce Dwi Putra Putri Bunga Gettalia Putri Oktavia Putri Puja Hasanah Quinta Dianda Voneline Rahmadani, Azura Rahmi Syafira Ramadhani, Maziyah Regina Lausandry Rena Petmita Reza Kurnia Putri Rikeu Farhah Rima Silvia Riyan Gunawan Rosi Silawati Ru’ya Shaputri Sarah Rahmawani Sari Puspa Utami Silvia, Silvia Rachma Siti Aisah Siti Mudrika Siti Nur Azizah Suci Audina Rahmi Syifa Tiara Vania Synta Nurda Novile Tia Ivontia Vita Tiara Eka Respati Triwana Triwana Ulan Dari, Fitri USWATUN HASANAH Vanesa, Abelita Khre Venny Rosalina Vesilina Vesilina Vhasya Amanda Putri Viska Nanggita Wahyudi, Indah Wa’afini Wa’afini Wenda Yulyansi Wike Wulan Dari Wilya Aryana Putri Yolla Alvionella Yos Sudarman Yulia Suarty Yuliasma Yuliasma Yuni Oktaviani Zakiyah Rahmi Zulmi Irvanda