Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

PENGARUH UMUR TERHADAP UKURAN EPIDIDIMIS, ABNORMALITAS SPERMATOZOA DAN VOLUME SEMEN PADA SAPI SIMMENTAL DI BALAI INSEMINASI BUATAN UNGARAN (The Effect of Simmental Bull Ages on Epididymis Size, Sperm Abnormality and Semen Volume at Ungaran Artificial Inse Mentari, Fausta Krisna; Ondho, Yon Soepri; Sutiyono, Sutiyono
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.765 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh umur terhadap ukuran epididimis, abnormalitas sperma dan volume semen pada sapi Simmental di BIB Ungaran. Materi yang digunakan 15 ekor pejantan Simmental dengan pembagian kelompok berdasarkan umur T1=<36 bulan sebanyak 4 ekor, T2=36-<72 bulan sebanyak 7 ekor dan T3=72-<108 bulan sebanyak 4 ekor. Parameter penelitian adalah ukuran epididimis (panjang caput, corpus dan cauda), abnormalitas sperma dan volume semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tidak berpengaruh nyata terhadap panjang caput, panjang corpus, panjang cauda dan volume semen antar kelompok. Umur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap abnormalitas sperma antara T2 dengan T3. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa umur pejantan tidak berpengaruh terhadap ukuran epididimis dan volume semen tetapi berpengaruh nyata terhadap abnormalitas spermatozoa. Pejantan dengan umur 36 - <72 bulan mempunyai kualitas sperma paling baik.Kata kunci: umur; epididimis; abnormalitas sperma; volume semen. ABSTRACT            The purpose of this research was to know the effect of Simmental bull ages on epididymis size, sperm abnormality and semen volume at Ungaran Artificial Insemination Centre. Materials used were 15 Simmental bulls categorized by bull ages, namely 4 bulls of T1=<36 months, 7 bulls of T2=36-<72 months and 4 bulls of T3=72-<108 months. Parameters observed were epididymis size (the length of caput, corpus and cauda),  sperm abnormality and semen volume. The result showed there was no significant difference between bull ages on epididymis size (the length of caput, corpus and cauda) and semen volume. Bull ages showed significant difference (P<0.05) on sperm abnormality between T2 and T3. The conclusion showed that there was no significant difference between bull ages on epididymis size and semen volume but showed significant difference on sperm abnormality. Simmental bull with 36 - <72 months ages had the best sperm’s quality.Keyword: bull ages; epididymis; sperm abnormality; semen volume.
HERITABILITAS UKURAN TUBUH BRANTI HASIL PERSILANGAN ANTARA ITIK (Anas plathyrynchos) DAN ENTOG (Cairina moschata) UMUR 1-4 MINGGU DI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH (Heritability of body size Branti Results Crosses Between Duck (Anas Plathyryncos) and entog Hapsari, Ratna Kusuma; Sutiyono, Sutiyono; Sutopo, Sutopo
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.163 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses seleksi perbibitan Brantihasil persilangan antara itik dan entog pada peternakan itik tradisional di Kabupaten Brebes. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah memperoleh informasi dan proses seleksi perbibitan Branti pada pola pemeliharaan Tradisional di Kabupaten Brebes. Materi  yang digunakan dalam penelitian adalah Branti dari persilangan itik dan entog jantan maupun betina di Kabupaten Brebes sejumlah 155 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Syarat dan penentuan didasarkan atas populasi terbesar itik di Kabupaten Brebes serta kelompok tani ternak yang memiliki ternak itik dan entog yang menghasilkan Branti. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengukuran secara langsung. Parameter yang diamati umur; Panjang Pangkal Sayap/Humerus (V1), Panjang Paha Atas/Femur (V2), Panjang Paha Bawah/Tibia (V3), Panjang Badan/Clacicl-pubis (V4), Panjang Leher/Atlas-clavicle (V5) dan pertumbuhan branti pada umur tertentu yaitu 1-4 minggu. Heritabilitas dari ukuran tubuh branti jantan dan betina umur 1 – 4 minggu yang terbesar adalah Panjang Badan/Clacicl-pubis dengan nilai rata – rata heritabilitas pada branti jantan umur 1 minggu yaitu 0,968 dengan rata – rata ukuran panjang badan 9,01 cm; umur 2 minggu dengan rata – rata 0,972 dan rata –rata ukuran panjang badan 9,67 cm; umur 3 minggu dengan rata – rata 0,9815 dan rata – rata ukuran panjang badan 11,97 cm; umur 4 minggu dengan rata – rata 0,9855 dan rata – rata ukuran panjang badan 13,47 cm; sedangkan pada branti betina memiliki nilai rata – rata heritabilitas 0,9395 umur 1 minggu dan rata – rata ukuran panjang badan 8,77 cm; nilai rata – rata heritabilitas 0,946 umur 2 minggudan rata – rata ukuran panjang badan 9,37 cm; nilai rata – rata heritabilitas 0,993 umur 3 minggudan rata – rata ukuran panjang badan 11,67 cm; nilai rata – rata heritabilitas 0,994 umur 4 minggu dan rata – rata ukuran panjang badan 13,17 cm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai heritabilitas tertinggi terletak pada panjang badan/ clacicl-pubis antara itik dan entok dengan branti atau tiktok.Kata Kunci : Branti, seleksi, heritabilitas, ukuran tubuh itik ABSTRACT.This study aims to determine the breeding selection process Branti result of a cross between duck and entog on traditional duck farms in Bradford district. The benefits to be gained from this research is the formation and selection process memperolehinBranti breeding patterns Traditional maintenance in Bradford district .The material used in this study are from a cross Brantientog ducks and male and female in Bradford district tail number 155 . Research conducted by purposive sampling method . Terms and determination was based on the largest population of ducks in the Bradford district and farmer group that has a duck and entog which produces Branti . Data collection was done by direct measurement . Parameters observed age ; Long Lists Wing/ humerus ( V1 ) , Upper Thigh length/femur (V2) , Long Thigh Bottom/Tibia (V3) , Long Body/Clacicl - pubis (V4) , Long Neck/Atlas - clavicle (V5) and Branti growth at a certain age is 1-4 weeks . Branti heritability of body size of males and females aged 1-4 weeks were the largest Long Firm/ Clacicl - pubis with value - average heritability Branti 1 week old males is 0.968 with the average - average body length of 9.01 cm , age 2 week with the average - average 0,972 and an average body length of 9.67 cm , age 3 weeks with the average - average 0.9815 and the average - average body length of 11.97 cm with a mean age of 4 weeks - average 0.9855 and average - average body length of 13.47 cm , while the females have Branti value - average heritability 0.9395 age 1 week and the average - average body length of 8.77 cm value - average heritability of 0.946 age of 2 weeks and average - average body length of 9.37 cm value - average heritability of 0.993 and the average age of 3 weeks - average body length of 11.67 cm value - average heritability of 0.994 and a mean age of 4 weeks - average body length of 13 , 17 cm . Based on the results of this study concluded that the highest heritability value lies in the length of the body / clacicl - pubis between duck and wild duck with Branti or ticktock .Keywords :Branti , selection, heritability , body size ducks