Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGATURAN HUKUM TANGGUNG JAWAB PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI INDONESIA Ni Putu Gita Sri Utami; Ni Komang Sutrisni; Ni Putu Noni Suharyanti
Jurnal Hukum Mahasiswa Vol. 5 No. 02 (2025): EDISI OKTOBER 2025 : JURNAL HUKUM MAHASISWA
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial Intelligence adalah sebuah teknologi yang dapat menyimpan dan mengolah data bahkan layaknya manusia. Saat ini Indonesia belum memiliki peraturan hukum mengenai AI, berbeda dengan Uni Eropa yang telah meresmikan EU AI Act sebagai peraturan hukum pemanfaatan AI sebagai kepastian hukum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaturan hukum tanggung jawab pemanfaatan AI di Indonesia dan perbandingan hukum di Uni Eropa mengenai tanggung jawab pemanfaatan AI. Hasil penelitian menunjukkan kekosongan hukum mengenai pemanfaatan AI di Indonesia menjadi urgensi kepastian hukum. Walaupun memiliki UU ITE dan UU PDP, namun tidak secara eksplisit mengatur mengenai pemanfaatan AI di Indonesia. Uni Eropa melalui EU Artificial Intelligence Act (2024/1689) mengatur praktik yang dilarang, klasifikasi risiko AI, persyaratan kepatuhan, dan sistem sanksi administratif yang tegas. Oleh karena itu diperlukan adanya ius constituendum bagi Indonesia sebagai kepastian hukum.
Combating Drug Abuse through Rehabilitation for Foreign Nationals with the SMART Method (Self-Management and Recovery Training) at the Drug Rehabilitation Foundation in Denpasar City Lis Julianti; Ida Bagus Gede Subawa; Ni Komang Sutrisni
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 24 No. 1 (2025): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i2.6442

Abstract

Drug abuse is a serious problem faced by many countries, including Indonesia. To overcome this problem, the Indonesian government provides rehabilitation sanctions for drug users, including foreign citizens living in Indonesia. This research aims to analyze the regulation of drug rehabilitation for foreign nationals in criminal acts of drug abuse in Denpasar City and this research also highlights the importance of the Self Management and Recovery Training (SMART) method as an effective solution in the rehabilitation of foreign nationals caught in drug abuse in Indonesia. The research method used is empirical legal research with a critical qualitative approach. The data collection technique was carried out by interviews where informants were selected purposively. Data processing analysis techniques are carried out in a qualitative descriptive manner. The research results show that foreign citizens involved in drug abuse crimes in Denpasar City can undergo the same rehabilitation program as Indonesian citizens. This process begins with applying to local authorities, such as the police or authorized agencies. However, rehabilitation policies for foreign nationals depend on various factors, including the severity of the offense and whether they are willing to cooperate with authorities, and drug rehabilitation for foreign nationals is important. The SMART method is an effective rehabilitation method for foreign nationals because this program can be adapted to different individual needs, languages, and cultures. This program also emphasizes individual responsibility in the recovery process, so that it can help individuals to build a better sense of self-confidence and self-control.
Implikasi Perang Israel dan Iran Terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir Ni Nyoman Manik Gita Asrita; I Made Hendra Wijaya; Ni Komang Sutrisni
Jurnal Yusthima Vol. 5 No. 02 (2025): YUSTHIMA : Jurnal Prodi Magister Hukum FH Unmas Denpasar
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/yusthima.v5i02.12710

Abstract

Pada bulan Juni 2025 yang lalu, Israel melakukan serangan militer yang disebut sebagai serangan preventif untuk menghancurkan instalasi nuklir Iran dan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, namun hingga saat ini masih belum ada bukti konkrit yang menyatakan bahwa Iran benar-benar membuat senjata nuklir tersebut. Dimana terdapat perjanjian Internasional yang mengatur terkait dasar tatanan program nuklir global yang bernama The Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT). Penelitian ini menggunakan metode socio-legal, dengan pendekatan kualitatif dan bersumber dari sumber kepustakaan, yang akan membahas bagaimana dinamika konflik antara Iran-Israel hingga implikasinya terhadap tatanan perjanjian NPT. Dapat disimpulkan, telah terjadinya asimetri kedaulatan nuklir antara Israel-Iran. Dimana kapabilitas nuklir milik Israel tidak dipertanyakan atau dipermasalahkan, serta, standar ganda telah terjadi dengan bebasnya negara-negara yang tidak menandatangani NPT, dimana Iran mendapat tekanan secara global akibat program nuklirnya. Hal demikian tentu saja akan menimbulkan efek domino proliferasi berupa erosi kepercayaan terhadap NPT. Sehingga negara-negara merasa tidak percaya lagi terhadap perjanjian nuklir tersebut, hingga berujung pada denunsiasi dan perpecahan rezim