Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus terhadap Pemeriksaan Rutin dan Kepatuhan Konsumsi Obat Diabetes Melitus di Klinik Sulistyaningsih, S; Masithoh, Anny Rosiana; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi target prioritas para pemimpin dunia dengan jumlah dan prevalensinya terus meningkat dalam beberapa dekade. Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme dengan peningkatan kadar gula darah akibat kerusakan sekresi insulin, kerja insulin atau kerusakan keduanya. Kepatuhan adalah faktor terpenting dalam keberhasilan pengobatan pasien dengan diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepatuhan pasien diabetes melitus terhadap pemeriksaan rutin dan kepatuhan dalam konsumsi obat diabetes melitus. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dikumpulkan dengan memberikan kuesioner MMAS 8 untuk mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi obat diabetes melitus. Penelitian ini juga melakukan observasi dan menggunakan data sekunder untuk menentukan kepatuhan pemeriksaan rutin setiap bulannya. Tingkat kepatuhan pemeriksaan rutin dan kepatuhan konsumsi obat di Klinik Rumkitban Purworejo termasuk dalam kategori patuh,hal ini merupakan hasil yang positif mengingat pentingnya melakukan pemeriksaan rutin dan konsumsi obat dalam penanganan Diabetes melitus. Hasil analisis dari segi usia menunjukkan bahwa dari 39 responden tersebut, yang paling banyak berusia ? 50 tahun sebanyak 31 responden (79,49%), menurut jenis kelamin menunjukkan bahwa dari 39 responden paling banyak jenis kelamin laki-laki sebanyak 20 responden (51,29%), segi pendidikan menunjukkan bahwa dari 39 responden paling banyak pendidikan SMA sebanyak 31 responden (79,49%), dari segi lama menderita diabetes melitus menunjukkan bahwa dari 39 responden paling banyak responden lama menderita diabetes melitus 1-5 tahun sebanyak 35 responden (89,75%). Hasil penelitian ini menunjukan adanya kepatuhan yang tinggi dalam pemeriksaan rutin dan konsumsi obat. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dan sebagai tenaga medis dapat melakukan pelayanan dan memberikan dukungan terhadap pasien dengan diabetes melitus.
Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD) Sofiyani, Juwarni Nova; Mardiana, Sri Siska; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflammatory Bowel Disease atau yang biasa disebut penyakit radang usus merupakan peradangan kronis yang mempengaruhi saluran pencernaan dan ditandai dengan perjalanan penyakit yang progresif dan tidak dapat diprediksi. Sebagian besar penelitian berasal dari Eropa dan Amerika Utara, dimana angka kejadian tertinggi telah dilaporkan. Di Olmsted County, Minnesota, AS, kejadian crohn disease meningkat dari 8,7 menjadi 10,7 per 100.000 orang/tahun dengan rentang tahun 1970-2000. Sedangkan kejadian ulcerative colitis meningkat dari 10,7 menjadi 12,2 per 100.000 dengan rentang tahun 2000-2010. Pada tahun 1907 John Percy Lockhart-Mummery pertama kalinya menggunakan endoskopi yang diterangi dengan listrik dan melaporkan keganasan penyakit ini pada 7 dari 36 pasien UC. Pada tahun 1920, Jacob Arnold Bargen dari Mayo Clinic mempelajari secara mendalam peran Diplostreptococci sebagai agen penyebab UC. IBD merupakan penyakit yang penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun diduga entio patogenesisnya dipengaruhi oleh faktor genetik, kegagalan regulasi imun, faktor estrogen dan peran flora usus. Meskipun begitu keduanya mempunyai gambaran histopatologi yang berbeda sehingga pemeriksaan dapat menggunakan sigmoidoskopi, endoskopi dan pemeriksaan radiologi usus berperan penting dalam menegakkan diagnosis penyakit ini. Mampu menerapakan asuhan keperawatan pada klien dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi rekam medis pasien di Ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Asuhan keperawatan yang diberikan mencakup pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi keperawatan yang diterapkan, termasuk pemantauan pola eliminasi, pemberian terapi cairan, edukasi diet, serta penatalaksanaan nyeri, mampu mengurangi frekuensi diare, meningkatkan status nutrisi, dan memperbaiki pola tidur pasien. Evaluasi keperawatan menunjukkan bahwa setelah tiga hari pelaksanaan intervensi, terjadi perbaikan pada kondisi pasien, dengan penurunan jumlah BAB, peningkatan energi, serta stabilisasi tanda-tanda vital. Penelitian ini menekankan pentingnya peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan holistik dan kolaboratif dalam penanganan pasien IBD. Diperlukan pendekatan multidisiplin untuk memastikan perawatan yang optimal bagi pasien dengan kondisi kronis seperti IBD.
Peduli Demensia Komunitas Terpadu (PEDEKATE) sebagai Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Demensia Berbasis Aplikasi Telepon Pintar Jauhar, Muhamad; Suwandi, Edi Wibowo; Pratama, Taftazani Ghazi; Rahmawati, Ashri Maulida
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v4i2.394

Abstract

Insiden demensia meningkat secara signifikan dengan bertambahnya usia. Satu kasus baru terjadi setiap tiga detik. Saat ini penanganan demensia hanya berfokus pada tenaga kesehatan tanpa adanya optimalisasi dalam pemberdayaan masyarakat. Organisasi Aisyiyah merupakan salah satu organisasi otonomi khusus perempuan Muhammadiyah yang berperan aktif dan peduli dengan kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman dan kepercayaan diri kader peduli demensia dalam melakukan promosi dan deteksi dini demensia pada anggota Aisyiyah di Kabupaten Kudus. Kegiatan ini berbentuk pelatihan dan pembentukan kader peduli demensia serta prodi dan deteksi dini demensia pada anggota Aisyiyah. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2024 di Seluruh PCA Kabupaten Kudus. Rangkaian Kegiatan mulai dari pelatihan dan pelantikan kader yang dilakukan selama 2 hari, kemudian promosi dan deteksi dini demensia dengan kunjungan pada 12 PCA di Kabupaten Kudus. Media yang digunakan materi power point, video edukasi dan aplikasi PEDEKATE. Variabel yang dinilai yaitu pengetahuan dan kepercayaan diri kader peduli demensia. Instrumen penelitian menggunakan Alzheimer’s Disease Knowledge Scale dan Self-Confidence about Dementia Care Skills. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan kader pada kategori baik dan kurang baik sejumlah 13 kader yaitu sebanyak 50%. Pada aspek kepercayaan diri mayoritas kader percaya diri sejumlah 15 kader (57,7%). Hal ini menjadi peluang untuk dapat melakukan upaya pencegahan demensia berbasis masyarakat dengan pemanfaatan aplikasi telepon pintar. Model intervensi ini dapat diintegrasikan dalam kegiatan Majelis Kesehatan Organisasi Aisyiyah Kabupaten Kudus, khususnya dalam upaya promosi kesehatan lansia.
Kombinasi Mindfulness Spiritual Islam dan Relaksasi Spiritual Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Lansia Suwandi, Edi Wibowo; Rahmawati, Ashri Maulida; Himawan, Rizka; Jauhar, Muhamad
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v4i2.397

Abstract

Penurunan kondisi fisik dan psikis akibat proses menua menimbulkan berbagai masalah pada lansia sehingga mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Kondisi rendahnya kesejahteraan psikologis tidak hanya berdampak pada kualitas hidup lansia, tetapi juga dapat memperburuk kondisi kesehatan fisik secara keseluruhan. Organisasi Aisyiyah dalam gerakan Desa Qoryah Toyyibah memiliki misi mewujudkan suasana keluarga yang tenang, tentram, dan sejahtera. Meskipun Organisasi Aisyiyah memiliki potensi yang besar untuk dapat berperan aktif dalam meningkatkan Kesehatan Psikologis pada lansia di Kabupaten Kudus, permasalahan utama yang dialami oleh organisasi Aisyiyah adalah masih minimnya pengetahuan anggota terkait penanganan masalah psikologis. Tujuan dari diadakannya pengabdian masyarakat pada organisasi Aisyiyah dengan terapi relaksasi spiritual dan mindfulness diharapkan dapat membantu lansia anggota Aisyiyah untuk memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup lansia. Metode pelaksanaan PKM terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan edukasi dan terapi diikuti pembentukan kader, serta tahap pendampingan kader dalam pelaksanaan terapi. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat kombinasi Mindfulness Spiritual Islam dengan Relaksasi spiritual telah terlaksana pada tanggal 30 September 2024 bekerjasama dengan PDA Aisyiyah Kabupaten Kudus berjalan dengan lancar dengan total 35 peserta. Variabel yang dinilai yaitu karakteristik lansia dan kesejahteraan psikologis. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Dari hasil identifikasi awal didapatkan mayoritas lansia memiliki tingkat kesejahteraan psikologis pada kategori buruk sebanyak 19 anggota (54,3%). Evaluasi hasil peningkatan kesejahteraan psikologis akan diprogramkan rutin satu bulan sekali pada saat pertemuan rutin bulanan. Mindfulness spiritual Islam mengajarkan individu untuk meyakini bahwa doa, usaha, dan pasrah kepada Tuhan adalah salah satu bentuk healing process.
PENGARUH EDUKASI KARTUN ISLAMI TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL PADA ANAK KELAS V DI SD N 1 PURWOSARI KABUPATEN KUDUS Suwandi, Edi WIbowo; Sukarmin, S; Karyati, Sri; Zuliana, Z
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kecerdasan spiritual adalah aplikasi adaptif spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Ini melibatkan menggunakan spiritualitas dalam memecahkan masalah, membuat rencana dan beradaptasi tentang hidup. Menurut Azzet 2010, upaya dalam meningkatkan dan mengembangkan kecerdasan spiritual bisa dilakukan dengan membimbing anak menemukan makna hidup dengan cara berpikir positif, melatih anak untuk berbuat baik kepada semua orang tanpa mengharapkan suatu imbalan, dan melibatkan anak dalam beribadah dengan keimanan serta kesadaran yang tumbuh dari pribadi anak.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Kartun Islami Terhadap Kecerdasan Spiritual Pada Anak Kelas V di SD N 1 Purwosari Kabupaten Kudus.Metode: Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experiment yang berdesain pre test-post control group. Teknik sampling dalam penelitian ini diambil secara Non Probability Sampling dengan metode Purpossive Sampling. Jumlah sampel 32 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan kecerdasan spiritual sebelum dan sesudah edukasi kartun islami dengan p value sebesar 0,034< ? (0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan Pengaruh Edukasi Kartun Islami Terhadap Kecerdasan Spiritual Pada Anak Kelas V di SD N 1 Purwosari Kabupaten Kudus.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Intervensi Terapi Aktivitas Kelompok Psikodrama di Panti Wredha Rahmawati, Ashri Maulida; Suwandi, Edi Wibowo; Pusparatri, Edita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi tua merupakan proses alami yang diikuti perubahan fisik, kognitif maupun psikososial. Kemunduran yang dialami lansia berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Hal ini perlu diperhatikan agar lansia dapat menjalani hidupnya dengan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah diberikan TAK model psikodrama. Rancangan penelitian menggunkan preexperimental one group pre-post test design. Populasi adalah seluruh lansia di Panti Wredha Sultan Fatah. Jumlah sampel 12 orang diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen WHO-QoL BREEF. Data dianalisis menggunakan uji statistic wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Pengukuran kualitas hidup sebelum diberikan TAK psikodrama, sebagian besar lansia berada pada tingkat sedang, dengan hasil domain satu sampai empat sebanyak: 10 orang (83,3%), 7 orang (58,3%), 11 orang (91,7%) dan 7 orang (58,3%). Sesudah diberikan TAK Psikodrama sebagian besar lansia berada pada tingkat kualitas hidup baik, dengan hasil domain satu, dua, dan empat sebanyak 12 orang (100%), 7 orang (58,3%), 11 orang (91,7%), sedangkan pada domain tiga sebagian besar berada pada tingkat sangat baik yaitu 7 orang (58,3%). Ada perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah diberikan TAK psikodrama (p value domain satu 0,003, dan domain dua sampai empat 0,002). Terdapat perbedaan dan peningkatan kualitas hidup yang signifikan pada lansia sebelum dan sesudah diberikan intervensi psikodrama. Panti Wredha perlu diberikan TAK model psikodrama rutin untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia.
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Pola Makan dengan Hipertensi di Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara Vemina, Fika Amanda; Soesanto, Edy; Suwandi, Edi Wibowo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26374

Abstract

Hipertensi, yang sering disebut sebagai "silent killer", merupakan penyakit berbahaya yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Meskipun tidak menunjukkan keluhan langsung, hipertensi sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan, pola makan, dan hipertensi di Puskesmas Mlonggo, Kabupaten Jepara. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi ini melibatkan 80 responden dari 100 penderita hipertensi yang terdaftar di prolanis Puskesmas Mlonggo pada tahun 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan pengukuran tekanan darah. Skala Kecemasan HARS digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan, sementara Food Frequency Questionnaire (FFQ) digunakan untuk mengevaluasi pola makan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran tentang hubungan kecemasan dan pola makan terhadap hipertensi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik variabel dan uji korelasi Spearman rho untuk menguji hubungan antara dua variabel. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna untuk pencegahan dan penanganan hipertensi di masyarakat.
Hubungan Tingkat Kecemasan, Stres, dan Pola Makan dengan Hipertensi di Desa Sumberjo Rembang Damayanti, Mutiara Sukma; Rusnoto, Rusnoto; Suwandi, Edi Wibowo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan, stres, dan pola makan dengan kejadian hipertensi di Desa Sumberjo Kabupaten Rembang. Penelitian ini mengaplikasikan metode kuantitatif dengan desain korelasi pendekatan cross sectional. Desain korelasi bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara variabel independen dan dependen, yang dapat digunakan untuk mencari, menjelaskan, memperkirakan, dan menguji teori yang ada. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa mayoritas lansia di Desa Sumberjo memiliki tingkat kecemasan dan stres yang sedang, dengan 32,5% dan 33,8% responden masing-masing, serta sebagian besar memiliki pola makan yang tidak baik, yakni 73,8%. Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan, stres, dan pola makan dengan hipertensi. Hasil uji menunjukkan bahwa kecemasan memiliki hubungan positif yang kuat dengan hipertensi (p-value 0,001, koefisien 0,666), yang berarti semakin tinggi kecemasan, semakin tinggi pula hipertensi. Stres juga berhubungan positif dengan hipertensi (p-value 0,002, koefisien 0,335), meskipun dengan kekuatan yang lebih rendah, menunjukkan bahwa semakin tinggi stres, semakin tinggi hipertensi. Terakhir, pola makan yang tidak baik berhubungan positif dengan hipertensi (p-value 0,001, koefisien 0,612), yang berarti pola makan yang buruk cenderung meningkatkan tekanan darah tinggi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERAMPILAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI SUNTING BERBASIS MASYARAKAT PADA KADER KESEHATAN Anggara Dwi Sulistiyanto; Muhamad Jauhar; Diana Tri Lestari; Ashri Maulida Rahmawati; Edi Wibowo Suwandi; Fitriana Kartikasari; Edita Pusparatri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1827

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Data menyebutkan prevalensi stunting meningkat setiap tahunnya. Stunting disebabkan oleh gizi buruk pada ibu hamil dan balita, kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi, akses layanan  kesehatan terbatas, dan ketersediaan makanan bergizi. Dampak stunting yaitu terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme tubuh pada balita. Berdasarkan hal tersebut keteramplan deteksi dini stunting menjadi kebutuhan sehingga cakupan penemuan kasus stunting meningkat. Penanganan lebih dini dapat mencegah terjadinya berbagai komplikasi sehingga dapat menyelematkan masa depan anak bangsa. Beberapa factor yang mempengaruhi keterampilan antara lain usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengalaman kerja, pengetahuan, dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang berhubungan dengan keterampilan deteksi dini stunting. Desain penelitian menggunakan deskiptif kuantitatif pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-September 2022. Sampel penelitian sebanyak 85 kader kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Undaan sebagai lokus stunting di Kabupaten Kudus. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dan keterampilan deteksi dini stunting. Analisis data bivariate menggunakan uji t-test. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, lama menjadi kader kesehatan, pengalaman pelatihan, pengetahuan, dan sikap terhadap keterampilan deteksi dini stunting berbasis masyarakat pada kader kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menjadi dasar dasar dalam mengembangkan intervensi untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini stunting. Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi faktor paling dominan sebagai pertimbangan dalam pengembangan intervensi dan program kesehatan di masyarakat.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PECANGAAN JEPARA Edi Wibowo Suwandi; Muhammad Purnomo; Ifa Nailatul Iza; Novy Kumalasari; Zahrotun Niswah Qonitah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2515

Abstract

Pelayanan dalam sektor kesehatan sangatlah memiliki peran penting dan berdampak serius. Kepuasan pasien merupakan evaluasi atau penilaian setelah memakai pelayanan, bahwa pelayanan yang sudah dipilih setidaknya telah memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan. kualitas pelayanan kesehatan saat ini mendapatkan perhatian lebih, khususnya stigma masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pasien pengguna BPJS yang berbeda dengan pelayanan pasien mandiri, kepuasan pasien juga merupakan aspek penting untuk menilai suatu kualitas pelayanan tersebut apakah layak dikatakan baik atau tidak. penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di Puskesmas Pecangaan Jepara. penelitianini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampell pada penelitian ini sebanyak 100 Responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Accidental Sampling. analisis uji bivariate menunjukkan bahwa variabel independen (bukti langsung (X1) (kehandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), dan empati (X5)) memiliki hubungan dengan variabel dependen (kepuasan pasien (Y)) BPJS rawat jalan di wilayah kerja Puskesmas Pecangaan dengan nilai p value 0,05. Dimana dari dimensi bukti fisik didapatkan p= 0.000, kehandalan p= 0.000, daya tanggap p=0.001, jaminan p=0.000, empati p=0.000