Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KEAUSAN KAMPAS REM PADA DISC BRAKE DENGAN VARIASI KECEPATAN Ahmad Taufik; Darmanto Darmanto; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i2.2041

Abstract

Kampas rem merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. Dalam konsep pengereman hal yang tidak dapat dihindarkan adalah sebuah keausan. Keausan terjadi apabila dua buah benda yang saling menekan dan saling bergesekan. Dalam penelitian ini, dilakukan untuk mengetahui pengaruh kecepatan terhadap volume keausan, koefisien keausan dan laju keausan kampas rem dengan menggunakan alat uji keausan kampas rem dengan variasi kecepatan 60 km/jam, 80 km/jam dan 100 km/jam dengan beban pengereman 2 Kg. Durasi waktu pengujian yaitu 10, 15, 20, 25, 30, 35 menit. Hasil penelitian ini untuk volume keausan tertinggi dengan waktu 35 menit yaitu pada kecepatan 60 km/jam sisi kampas A 38,07 mm3 dan sisi kampas B 30,45 mm3, sedangkan kecepatan 80 km/jam sisi kampas A 64,13 mm3 dan sisi kampas B 56,10 mm3, pada kecepatan 100 km/jam sisi kampas A 43,96 mm3 dan sisi kampas B 37,70 mm3. Sedangkan nilai koefisien keausan kampas A pada kecepatan 60 km/jam sisi kampas A 8,21x10-8 mm3/N.mm dan sisi kampas B 7,72x10-8 mm3/N.mm, kecepatan 80 km/jam sisi kampas A 1,13x10-7 mm3/N.mm dan sisi kampas B 1,03x10-7 mm3/N.mm dan kecepatan 100 km/jam 1,17x10-7 mm3/N.mm dan B 1,08x10-7 mm3/N.mm. Laju keausan pada waktu 35 menit dengan kecepatan 60 km/jam sisi kampas A 3,28x10-8 gram/s.mm2 dan sisi kampas B 2,62x10-8 gram/s.mm2, kecepatan 80 km/jam sisi kampas A 4,60x10-8 gram/s.mm2 dan sisi kampas B 3,94x10-8 gram/s.mm2, untuk kecepatan 100 km/jam kampas A 6,24x10-8 gram/s.mm2 dan B 5,58x10-8 gram/s. mm2.Kata Kunci : Kampas rem, Volume keausan, Koefisien keausan, Laju keausan.
STUDI EKSPERIMENTAL KEAUSAN KUNINGAN MENGGUNAKAN PIN-ON-DISC TIPE POINT CONTACT Imam Syafa’at; Adi Nurman; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3770

Abstract

Keausan adalah hilangnya materi yang timbul sebagai akibat interaksi mekanik dua permukaan yang saling bergesekan dan dibebani, maka akan terjadi keausan, atau perpindahan materi. Kontak yang terjadi antara dua benda dapat berupa titik (point), garis (line), ataupun elips. Analisis keausan dapat dicari menggunakan beberapa metode diantaranya dengan hasil perhitungan secara analitik dan hasil penelitian secara eksperimental. Tribometer pin-on-disc adalah alat uji untuk mengetahui kedalaman dan volume keausan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keausan bola kuningan yang digesekkan dengan disc. Material untuk pin terbuat dari kuningan dan disc terbuat dari baja. Pembebanan yang digunakan adalah 6, 8, dan 10 N. Variasi waktu yang digunakan adalah 2,4,8, dan 16 menit. Hasil dari penelitian ini pada pembebanan 10 N pada jarak sliding 180,48 m hasil keausannya adalah 3,047E-05 m. Volume keausan pada jarak 180,48 m dengan pembebanan 10 N hasil volume keausannya adalah 2,165E-11 m3. Semakin bertambah pembebanan dan jarak sliding maka nilai keausan semakin bertambah. Kata kunci: Keausan, pin-on-disc, point contact
Pengaruh Infill Pattern Terhadap Kekuatan Hasil Cetakan 3d Printing Berbahan Poly-Lactic Acid Gilar Pandu Annanto; Ilham Naufal Ardianto; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5520

Abstract

Fused deposition modeling (FDM) merupakan salah satu jenis teknologi additve manufacturing yang saat ini populer dan banyak digunakan. Metode FDM ini memiliki kemampuan untuk memproduksi komponen dari berbagai material polymerer seperti PLA, ABS, dan PETG. Kekuatan produk hasil cetak FDM dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan salah satunya adalah material dan pola isian. Penelitian ini berfokus untuk meneliti jenis infill yang dapat menghasilkan komponen dengan waktu cetak yang singkat tetapi kuat. Spesimen berbahan PLA diberikan variasi pola isian rectilinear, stars, 3D honeycomb, archimedean chords, dan support cubic. Spesimen yang telah tercetak kemudian dilakukan pengujian tarik untuk mendapatkan informasi mengenai nilai kekuatannya. Kesimpulan yang didapatkan adalah hasil cetak dengan kekuatan tertinggi dicapai oleh spesimen yang menggunakan infill berjenis 3D honeycomb dengan nilai kekuatan sebesar 27,92 MPa. Sedangkan untuk waktu cetak yang paling singkat didapatkan pada spesimen yang menggunakan infill berjenis support cubic dengan lama waktu yang dibutuhkan adalah 42 menit. Selain itu, dilakukan perbandingan antara kekuatan dengan waktu cetak untuk mengetahui jenis infill yang paling optimal baik dari segi waktu dan kekuatan. Dari hasil perbandingan diketahui bahwa spesimen yang menggunakan infill berjenis rectilinear memiliki nilai ratio tertinggi sebesar 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa infill berjenis rectilinear merupakan jenis infill yang paling optimal dibandingkan dengan jenis infill lainnya yang diteliti pada penelitian ini.
ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN LAS ARGON PADA STAINLESS STEEL 304 MENGGUNAKAN VARIASI KUAT ARUS Imam Syafa’at; Helmy Purwanto; Muhammad Ilhammudin; Rita Dwi Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i2.2512

Abstract

Pengelasan merupakan metode penyambungan yang umum digunakan dalam bidang konstruksi maupun aplikasi di industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dari pengamatan struktur makro, mikro serta karakteristik mekanik dari pengujian tarik. Parameter pengelasan perlu diketahui karena berpengaruh dengan sifat mekanik material setelah dilakukan pengelasan. Pada penelitian ini proses pengelasan yang digunakan adalah GTAW atau TIG dengan gas Argon. Penelitian ini menggunakan variasi arus 60 A, 70 A, 80 A. Berdasarkan hasil pengujian spesimen dengan arus 80 A memiliki tegangan tarik maksimal tertinggi 744,162 MPa. tegangan tarik terendah pada arus 70 A dengan nilai 598,435 MPa. Dan regangan tertinggi 82 % pada arus 80 A Hubungan antara kekuatan tarik dan struktur mikro semakin besar butiran logam yang dihasilkan maka tegangan luluhnya semakin kecil. Karena panas yang dihasilkan tidak cukup membuat elektroda tungsten dan bahan tambahnya meleleh dengan baik.Kata kunci: stainless steel, GTAW, kuat arus, kekuatan tarik.
ANALISIS MOMEN LENTUR MATERIAL ALUMINIUM DENGAN VARIASI MOMEN INERSIA DAN BEBAN TEKAN Darmanto Darmanto; Dwi Agung Wijaya; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1057

Abstract

Pemakaian aluminium diperkirakan pada masa mendatang masih terbuka luas baik sebagai material utama maupun material pendukung dengan ketersediaan biji aluminium di bumi yang melimpah, sifatnya yang ringan, massa jenis kecil, tahan terhadap korosi dan daya hantar listrik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui defleksi pada bahan aluminium dan untuk mengukur besaran modulus elastisitas (E) suatu bahan dari aluminium. Modulus elastisitas (E) merupakan pengukuran kemampuan material untuk menahan perubahan bentuk atau lentur yang terjadi sampai dengan batas elastisnya. Semakin besar bebannya, semakin tinggi tegangan yang timbul dan semakin besar pula perubahan bentuk yang terjadi sampai batas elastisnya yang sesuai dengan hukum hooke. Metode analisis defleksi dan modulus elastisitas (E) material aluminum ini menggunakan cara pengujian momen lentur dengan variasi tekanan 3 kg/cm2, 4 kg/cm2, dan 5 kg/cm2 serta munggunakan variasi perbedaan momen inersianya dengan ukuran spesimen persegi 1/2”, diameter5/8” dan diameter 3/4”. Hasil penelitian menunjukkan nilai dari modulus elastisitas (E) yang terjadi pada spesimen bahan uji aluminium terjadi antara 75,45 GPa s/d 78,20 GPa. Kata kunci: defleksi, modulus elastisitas, momen lentur, momen inersia
ANALISIS PENGARUH KUAT ARUS DAN POSISI LAS PADA PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS (TIG) TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAHAN BAJA HOLLOW A36 SETELAH DI QUENCHING Fuad Hasyim; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i2.3081

Abstract

PENGARUH JENIS ELEKTRODA TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN SMAW BAJA ASTM A36 Jaenal Arifin; Helmy Purwanto; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i1.1756

Abstract

Penggunaan elektroda dan arus yang berbeda  pada  proses pengelasan berpengaruh terhadap sifat fisik dan mekanik hasil lasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil lasan, struktur mikro, distribusi kekerasan dan kekuatan tarik terhadap penggunaan jenis elektroda dan arus pengelasan. Baja ASTM A36 dilakukan pengelasan SMAW menggunakan elektroda E6013, E7016 dan E7018 dengan arus 70A, 110A dan 130A pada kecepatan konstan. Hasil pengelasan dilakukan analisa struktur makro, struktur mikro, kekerasan dan kekuatan tarik. Arus pengelasan berpengaruh terhadap karateristik makro, struktur mikro, distribusi kekerasan dan kekuatan tariknya. Semakin tinggi arus yang dipakai semakin rendah nilai kekerasan dan kekuatan tarik. Hasil yang didapat pada perbedaan elektroda nilai kekerasan yang paling tinggi menggunakan elektroda E7018 dengan variasi arus 70A yaitu 105 HRB, dan nilai tertinggi pada pengujian tarik  pengelasan menggunakan elektroda E6013 dengan variasi arus 110A yaitu 34,697MPa. Kata kunci : Pengelasan, elektroda, kuat arus, SMAW.
Analisis Sifat Mekanik Baja AISI 1018 Menggunakan Preheat Treatment Muamar Khaqiqi; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5319

Abstract

Berbagai upaya untuk mendapatkan hasil penyambungan baja dengan pengelasan telah dilakukan. Pre heat treatment merupakan satu dari sekian banyak metode yang digunakan untuk menghasilkan hasil pengelasan yang mempunyai sifat mekanik yang baik. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh preheat pada material uji terhadap sifat mekanik yaitu kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan pipa baja karbon AISI 1018 dengan diameter 2 inchi yang dilakukan proses preheat dilakukan dengan variasi suhu 300oC, 350oC, 400oC, 450oC. Hasil preheat 350oC dengan nilai tegangan paling tertinggi 371,57 MPa dan nilai hasil kekerasan rata-rata paling tertinggi preheat 500oC. Sedangkan nilai terendah hasil uji tarik spesimen preheat 450oC dengan nilai tegangan sebesar 295,37 MPa dan hasil uji kekerasan paling rendah pada preheat 300oC. Pada struktur mikro tampak fasa ferit, perlit, martensit, dan ferit batas butir, daerah HAZ dikarenakan perlakuan panas terlalu tinggi ditambah lagi pengaruh panas proses las. Pada daerah las tampak terlihat fasa ferit dan ferit batas butir terlalu mendominasi dikarenakan perubahan suhu pada proses pengelasan terlalu lama. Struktur mikro daerah logam induk tampak fasa martensit dan tampak columnar, kemungkinan besar dalam pembuatan material melalui proses rolling.
ANALISIS PENGUJIAN KEMAMPUKERASAN BAJA TAHAN KARAT 420 DENGAN ALAT JOMINY Muhammad Muqorrobin; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa'at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i1.1082

Abstract

Baja dapat dikeraskan denga perlakukan panas. Perilaku mampu keras perlu diketahui agar dalam melakukan disesuaikan dengan hasil mampu keras. Sifat mampu keras bahan dapat diketahui dengan cara uji jominy. Bahan  penelitian adalah  baja  tahan karat  dengan kandungan   74,3% Fe,   0,100% C,  13,7% Cr, 9,45%   Mn,  0,0197%   P,   dan    unsur   lainnya.  Bahan dibuat 3  spesimen sebagai pengulangan dan dipanasi 1000°C dengan waktu tahan 30 menit kemudian dimaksukan kedalam alat uji.      Hasil    uji     kekerasan  dari ujung sampai pangkal memperlihatkan harga kekerasan masih dibawah kekerasan tanpa perlakukan. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ini tidak mampu untuk dikeraskan. Kata kunci : stainless steel, jominy test, hardenability
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADA SAMBUNGAN LAS GESEK DUA JENIS MATERIAL ALUMUNIUM DAN TEMBAGA DENGAN VARIASI PUTARAN Andika Dwi Putra; Helmy Purwanto; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3352

Abstract

Teknologi pengelasan saat ini menjadi salah satu hal yang diutamakan dalam proses produksi industri. Salah satu metode pengelasan yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut adalah pengelasan gesek (friction welding). Tipe friction welding yang sering digunakan dalam industri manufaktur untuk menyambungkan benda bulat adalah continuous drive friction welding (CDFW). Proses pengelasan solid state dimana penggabungan diperoleh dari panas akibat gesekan dan tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variasi putaran dalam tekanan konstan 3 Mpa dengan material alumunium dan tembaga terhadap sifat fisik dan mekanik.. Pengelasan dilakukan dengan variasi putaran 900 rpm, 1400 rpm dan 2000 rpm. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa pada variasi putaran 900 rpm memperlihatkan struktur mikro lebih rapat dan butiran halus merata. Pada putaran 900 rpm memperlihatkan uji tarik tertinggi sebesar 83,689 Mpa dan kekerasan tertinggi pada sambungan las yaitu sebesar 87,3 HRB. Kata kunci : las gesek, struktur mikro, uji tarik, uji kekerasan.
Co-Authors Abdul Basyit Afta Abdul Khalim Achmat Riyanto Ade Dian Ayu Marsela Adi Nurman Agung Nugroho Agus Setiyawan Ahmad Ghufron Aisyah Aura Cahyani Aminuyati Anang Rohadi Andika Dwi Putra Andy Yusuf Kurniawan Anjis Ahmad Soleh Apsarini Veda Prayudi Aribal Ma'ruf Arief Henry Kurniawan Arief Susanto B. Agus Bagus Wahyu Prastyo Bahar Qulub Iqbal Hanifi Budi Setiyana Budi Setiyana Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto DikJoe Schipper Dody Samwijaya Dwi Agung Wijaya Eka Lilin Rahmawati Endon Priyanto Evanita Evanita, Evanita Fajar Dwi Saputro Farikha Maharani Fauzan Habibi Feri Adi Prayitno Fuad Hasyim Gabriyel Aditya Yudi H. Purwanto Hargono Hargono Helmy Purwanto Ilham Naufal Ardianto Imam Yudi Amami Iman Mujiarto Indah Hartati J. Jamari Jaenal Arifin Krisna Feriawan Kristiana Devi Tri Anggraeni Laeli Kurniasari Linda Indiyarti Putri M. Bahar Fitrianto M.Nursalim Nursalim Milchan Aby Aufa Mochamat Sobirin Muamar Khaqiqi Mucamad Restu Anwar Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muhamad Thufik Ridwan Muhammad Abdul Wahid Muhammad Dzulfikar Muhammad Hardiyansyah Muhammad Ilhammudin Muhammad Muqorrobin Nabila Sasta Aisya Putri NEVIATY PUTRI ZAMANI Nugroho, Agung Nurul Ala Besihi Oktavian Yudha T.S Prayogo Setyawan Renan Subantoro Rifky Ismail Rita Dwi Ratnani Rizki Kurniadi S.M. Bondan Respati Salsalia Finanda Audia Taricha Slamet Khoeron SM Bondan Respati Sri Mulyo Bondan Respati Sugeng Priyono Susilo Adi Widyanto Suwardiyono Suwardiyono Syahrul Mahendra Tabah Priangkoso Taufik Ahmad Triyanto, Ifin Wahid Nasruddin Winanto, Mohfan Juni Zidni, Muhammad Irfan