Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ALAT PENANAM BENIH JAGUNG MULTI FUNGSI BAGI MASYARAKAT SINGOROJO KENDAL Imam Syafa’at; Renan Subantoro
ABDIMAS UNWAHAS Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v2i2.2104

Abstract

Jagung merupakan salah satu sumber pangan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Produktifitas panen jagung semakin meningkat dari tahun ke tahun. Meskipun secara nasional mengalami peningkatan, hal ini kurang didukung dengan teknologi alat tanam. Masih banyak ditemui petani yang menggunakan peralatan tanam benih jagung konvensional. Salah satu diantaranya terdapat di daerah Singorojo, Kabupaten Kendal. Efektifitas penanaman benih masih perlu dikembangkan dengan bantuan alat tanam melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat tanam benih jagung yang sederhana, ergonomis, serta mudah pengoperasiannya. Kegiatan juga mencakup penyuluhan kepada anggota kelompok tani tentang bagaimana penggunaan alat tanam ini. Diharapkan dengan penggunaan alat hasil rancangan dan penyuluhan pertanian, akan dapat meningkatkan produksi jagung sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.Kata kunci: penanam, jagung, multifungsi
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERIPIK SINGKONG MELALUI ALAT PERAJANG SINGKONG SEMIOTOMATIS DI KELURAHAN PAKINTELAN KOTA SEMARANG Imam Syafa’at; M Dzulfikar; Helmy Purwanto; SM Bondan Respati
ABDIMAS UNWAHAS Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v4i1.2694

Abstract

AbstrakSingkong (Manihot esculenta) merupakan salah satu sumber pangan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Produktifitas panen singkong semakin meningkat dari tahun ke tahun. Meskipun secara nasional mengalami peningkatan, hal ini kurang didukung dengan teknologi yang handal dalam pengolahan produk pasca panen. Masih banyak ditemui masyarakat yang menggunakan perajang singkong manual. Salah satu diantaranya terdapat di Kelurahan Pakintelan, Kota Semarang. Efektifitas alat perajang masih perlu dikembangkan dengan melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat perajang singkong semi otomatis. Alat perajang hasil rancangan berhasil dibuat dan dihibahkan kepada salah seorang pengrajin keripik singkong. Ketebalan hasil perajangan seragam sekitar 1 sampai 2 mm. Kegiatan ini terbatas hanya pada pengujian alat yang telah berfungsi dengan baik, tidak sampai analisa kapasitas produksi setelah penggunaan alat. Kata kunci:  perajang, singkong, semiotomatis.
ANALISA PENGARUH KUAT ARUS TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN, KEKUATAN TARIK PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN LAS SMAW MENGGUNAKAN JENIS ELEKTRODA E7016 Anjis Ahmad Soleh; Helmy Purwanto; Imam Syafa’at
CENDEKIA EKSAKTA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v1i2.1721

Abstract

Pengelasan merupakan bagian yang tidak dipisahkan dari pertumbuhan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa, kontruksi danreparasiproduksi logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuistruktur mikro, kekerasan dan kekuatan tarik plat baja St 41 kekebalan 10 mm yang dibuat kampuh V dan dilas dengan arus 100, 120 dan 140 A dengan las SMAW menggunakan elektroda E7016. Hasil pengamatan mikro memperlihatkan struktur ferit dan perlit pada logam induk. Pengamatan pada daerah las dan HAZ memperlihatkan bahwa penambahan arus pengelasan terlihat bahwa perubahan struktur mikro terutama terjadi pada HAZ dan daerah las. Terbentuknya butir yang besar pada HAZ menjadikan daerah ini memiliki kekerasan yang lebih rendah dibandingkan dengan daerah las. Struktur mikro daerah las terdiri dari struktur widmanstatten yang kasar dan daerah las merupakan daerah yang paling keras dan getas. Hasil pengujian tarik menunjukkan daerah putus terjadi pada HAZ, semakin tinggi temperatur kekuatan tarik semakin besar.Kata Kunci : arus listrik pengelasan, struktur mikro, kekerasan dan kekuatan tarik
ANALISIS TEGANGAN, DEFLEKSI, DAN FAKTOR KEAMANAN PADA PEMODELAN FOOTREST SEPEDA MOTOR Y DENGAN APLIKASI AUTODESK INVENTOR BERBASIS SIMULASI ELEMEN HINGGA Muhammad Hardiyansyah; Imam Syafa’at; Muhammad Dzulfikar
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i2.2081

Abstract

Sepeda motor merupakan salah satu jenis kendaraan yang banyak dipilih masyarakat sebagai moda transportasi di zaman modern saat ini, Salah satu jenis sepeda motor tersebut adalah produk Y. Footrest merupakan komponen pada kendaraan sepeda motor yang terbuat dari material aluminium. Komponen tersebut mempunyai fungsi sebagai pijakan kaki untuk penumpang sepeda motor ditemukan ada kasus retak pada laporan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tegangan von misses, defleksi, faktor keamanan, dan optimasi pada footrest. Pada pemodelan ini menggunakan aplikasi Autodesk Inventor Professional 2013. Material yang digunakan yaitu Aluminium 6061 AHC, dan pada simulasi dilakukan pembebanan yang terdiri dari pengendara duduk dengan kaki bertumpu pada footrest, pengendara duduk berdiri bertumpu pada footrest, sepeda motor dan pengendara jatuh kesamping, motor tertabrak dari belakang, sepeda motor dan pengendara jatuh kesamping dengan dua pengendara. Hasil simulasi pada pembebanan dengan kondisi footrest tertabrak dari belakang beresiko besar terhadap retaknya footrest dengan ketebalan 3 mm didapatkan tegangan von mises 1009 MPa, defleksi 2,099 mm, faktor keamanan 0,27. Setelah dilakukan optimasi ketebalan menjadi 10 mm pada area yang rawan kegagalan (retak) didapatkan hasil faktor keamanan menjadi 1,04 maka footrest aman digunakan. Kata kunci: footrest, tegangan, defleksi, faktor keamanan
ANALISIS KEAUSAN BALL BAJA ST 90 MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON-DISC DENGAN VARIASI KONDISI PELUMAS Abdul Basyit Afta; Darmanto Darmanto; Imam Syafa'at
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i2.2083

Abstract

Pin-on-disc merupakan salah satu komponen dari tribotester yang berfungsi untuk menguji tingkat keausan dan gesekan dari suatu material. Pin-on-disc terdiri dari Pin yang berbentuk ball dan disc berbentuk piringan yang terbuat dari material baja st. 90. Tujuan penalitian ini  untuk mengetahui tingkat volume keausan dari pin dengan menggunakan variasi kondisi pelumasan. Pin diuji tanpa pelumasan, serta menggunakan pelumas SAE 40, SAE 90 dan SAE 140. Volume keausan tertinggi terletak pada pengujian tanpa pelumas yaitu 0,0089 cm3 dengan panjang jarak tempuh 1,05 Km, sedangkan volume keausan tertinggi pada pengujian menggunakan pelumasan adalah sama yaitu 0,0038 cm3, namun yang membedakan adalah panjang jarak tempuh yang diperlukan. Sedangkan faktor keausan pin tanpa pelumas adalah 7,9 x 10-9 cm3/N.cm, sedangkan nilai faktor keausan pada masing – masing kondisi pelumasan SAE 40, SAE 90 dan SAE 140 adalah 2,6 x 10-10 cm3/N.cm, 1,5 x 10-10 cm3/N.cm dan 1,3 x 10-10 cm3/N.cm. Keyword: Keausan pin, Pin-on-disc, Variasi pelumasan
ANALISA KEAUSAN CYLINDER BEARING MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON-DISC DENGAN VARIASI KONDISI PELUMAS Darmanto Darmanto; Wahid Nasruddin; Imam Syafa’at
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i1.1793

Abstract

Pin-on-disc merupakan salah satu komponen dari tribotester yang berfungsi untuk menguji tingkat keausan dan gesekan dari suatu material. Pin-on-disc terdriri dari pin yang berbentuk cylinder dan disc berbentuk piringan yang terbuat dari material baja st. 90. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat volume keausan dari pin dengan menggunakan variasi kondisi pelumasan. Pin diuji tanpa pelumasan, serta menggunakan pelumas SAE 40, SAE 90 dan SAE 140. Volume keausan tertinggi terletak pada pengujian tanpa pelumas yaitu 0,011 cm3 dengan panjang jarak tempuh 7,24 Km, sedangkan volume keausan tertinggi pada pengujian menggunakan pelumasan adalah sama yaitu 0,0038 cm3, namun yang membedakan adalah panjang jarak tempuh yang diperlukan. Sedangkan faktor keausan pin tanpa pelumas adalah 1,4 x 10-9 cm3/N.cm, sedangkan nilai faktor keausan pada masing – masing kondisi pelumasan SAE 40, SAE 90 dan SAE 140 adalah 6,8 x 10-11 cm3/N.cm, 4,7 x 10-11 cm3/N.cm dan 4,8 x 10-11 cm3/N.cm. Keyword: Keausan pin, Pin-on-disc, Variasi pelumasan
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI ECENG GONDOK ( EICHHORNIA CRASSIPES ) SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH DENGAN SUHU TINGGI SECARA PIROLISIS Arief Henry Kurniawan; Rita Dwi Ratnani; Suwardiyono Suwardiyono; Imam Syafa’at
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v5i2.3814

Abstract

Analisis Pengaruh Bentuk Infill Terhadap Kekuatan Tarik pada Spesimen ASTM D638-14 Material Polylatic Acid Produk Mesin Cetak 3D Imam Syafaat; Prayogo Setyawan; Iman Mujiarto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i2.7273

Abstract

Banyak produk berbahan dasar plastik hasil cetakan mesin printer 3D yang belum teruji kekuatannya. Kekuatan produk cetakan tergantung dari bahan yang dipakai dan jenis internal geometry (infill). Penelitian ini bertujuan menganalisa kekuatan hasil cetakan 3D printer berbahan polylactic acid (PLA) dengan variasi densitas infill dan bentuk infill. Spesimen ASTM D638-14 dicetak menggunakan printer 3D dengan lima bentuk variasi infill, yaitu cubic, grid, gyroid, Hilbert curve dan honeycomb. Masing-masing infill tersebut mempunyai densitas infill 30% dan 60%. Uji tarik dilakukan untuk mengetahui kekuatan tarik dari masing-masing spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen dengan densitas infill 30% kekuatan tertinggi terjadi pada bentuk infill honeycomb dengan nilai 22,64 MPa dan terendah terjadi pada infill grid dengan nilai 19,81 MPa. Pada spesimen dengan densitas 60% kekuatan tertinggi terjadi pada infill honeycomb dengan nilai 27,52 MPa dan terendah terjadi pada infill Hilbert curve dengan nilai 22,04 MPa. Secara umum bentuk patahan hasil uji tarik membentuk sudut 60° untuk semua jenis infill. Semakin besar densitas infill material cenderung lebih getas dibandingkan densitas infill yang lebih kecil.
PERFORMANCE DIESEL DUAL FUEL ENGINE ON ADDITIONAL COCONUT SHELL OIL Nugroho, Agung; Winanto, Mohfan Juni; Syafa'at, Imam; Ratnani, Rita Dwi
International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Mechanical Engineering Department, Engineering Faculty, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/MECHTA.2023.004.02.4

Abstract

Fuel alternative diesel was developed aiming to develop environmentally friendly alternative fuels in Indonesia. The purpose of this study was to determine the physical properties and quality of diesel produced from coconut shell liquid smoke, B20, and B40. The quality and physical properties of diesel in question were tested in terms of its Calorific Value, Viscosity, Density, and Cetane Number test. Based on the engine performance testing, the parameters sought were torque, power, and specific fuel consumption. In this case, the testing of the physical properties of diesel was conducted through the comparison of the fuel used, among others, the highest torque value was obtained at 32.415 Nm on diesel fuel for the engine shaft rotation of 1980 rpm with the mass load of 9.6 kg. Furthermore, fuel consumption specific was obtained from diesel fuel with the largest rotation of 3548 rpm using 337.4 g/kWh, while the lowest value was obtained from diesel B40 with a torque value of 24.702 Nm. In this case, the lowest mass fuel consumption specific (SFC)) was found in coconut shell oil mixture with the largest rotation of 1520 rpm using 40.9 g/kWh. The conclusion made was that the addition of coconut shell oil in diesel can reduce energy because the calorific value decreased, as evidenced by the addition of coconut shell oil causing the engine performance to decrease.  
STUDI EKSPERIMEN KEAUSAN PIN BESI COR BERPELUMAS SAE 90 DENGAN VARIASI PEMBEBANAN MENGGUNAKAN TRIBOTESTER PIN-ON-DISC Syafa’at, Imam; Muchammad, Muchammad; Triyanto, Ifin; Darmanto, Darmanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i2.3739

Abstract

Ilmu studi mekanika antara elemen mesin sangat diperlukan untuk sistem gerak mesin. Fenomena kegagalan dalam mekanisme perkontakan komponen salah satunya ditandai dengan berkurangnya umur pemakaian yang disebabkan oleh keausan. Penelitian keausan ini dilakukan untuk mengetahui volume dan tinggi keausan antara dua benda yang saling kontak pada jarak sliding tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian Pin-on-Disc, dimana pin dari material besi cor FCD 50 dan FCD 60 digesekkan dengan piringan dari AISI 52100. Kondisi gesekan ini berpelumas SAE 90 dengan menerapkan variasi pembebanan pada pin sebesar 10 N dan 20 N. Lebar keausan pada pin diukur dengan bantuan mikroskop metalografi kemudian hasil ini dimasukkan dalam sebuah persamaan untuk menghitung volume dan tinggi keausan. Keausan yang terjadi pada piringan diabaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume keausan dengan beban 10 N pada FCD 50 sebesar 1,1135E-05 mm3 pada jarak 300 m. Pada jarak sebelumnya tidak nampak adanya keausan pada foto mikro karena pengaruh pelumasan. Semakin lebar keausan yang terjadi pada hasil foto mikro, maka volume keausan dan tinggi keausan akan meningkat seiring dengan bertambahnya jarak sliding. Kata kunci: Keausan, Pelumasan, Pin-on-Disc, FCD.
Co-Authors Abdul Basyit Afta Abdul Khalim Achmat Riyanto Ade Dian Ayu Marsela Adi Nurman Agung Nugroho Agus Setiyawan Ahmad Ghufron Aisyah Aura Cahyani Aminuyati Anang Rohadi Andika Dwi Putra Andy Yusuf Kurniawan Anjis Ahmad Soleh Apsarini Veda Prayudi Aribal Ma'ruf Arief Henry Kurniawan Arief Susanto B. Agus Bagus Wahyu Prastyo Bahar Qulub Iqbal Hanifi Budi Setiyana Budi Setiyana Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto DikJoe Schipper Dody Samwijaya Dwi Agung Wijaya Eka Lilin Rahmawati Endon Priyanto Evanita Evanita, Evanita Fajar Dwi Saputro Farikha Maharani Fauzan Habibi Feri Adi Prayitno Fuad Hasyim Gabriyel Aditya Yudi H. Purwanto Hargono Hargono Helmy Purwanto Ilham Naufal Ardianto Imam Yudi Amami Iman Mujiarto Indah Hartati J. Jamari Jaenal Arifin Krisna Feriawan Kristiana Devi Tri Anggraeni Laeli Kurniasari Linda Indiyarti Putri M. Bahar Fitrianto M.Nursalim Nursalim Milchan Aby Aufa Mochamat Sobirin Muamar Khaqiqi Mucamad Restu Anwar Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muhamad Thufik Ridwan Muhammad Abdul Wahid Muhammad Dzulfikar Muhammad Hardiyansyah Muhammad Ilhammudin Muhammad Muqorrobin Nabila Sasta Aisya Putri NEVIATY PUTRI ZAMANI Nugroho, Agung Nurul Ala Besihi Oktavian Yudha T.S Prayogo Setyawan Renan Subantoro Rifky Ismail Rita Dwi Ratnani Rizki Kurniadi S.M. Bondan Respati Salsalia Finanda Audia Taricha Slamet Khoeron SM Bondan Respati Sri Mulyo Bondan Respati Sugeng Priyono Susilo Adi Widyanto Suwardiyono Suwardiyono Syahrul Mahendra Tabah Priangkoso Taufik Ahmad Triyanto, Ifin Wahid Nasruddin Winanto, Mohfan Juni Zidni, Muhammad Irfan