Claim Missing Document
Check
Articles

The Process of Nonverbal Communication by Volunteers in Assisting Persons with Disabilities at Sahabat Difabel Lampung Fieska Rusmeri; M. Denu Poyo; Wawan Hernawan
Interaction Communication Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v3i1.6179

Abstract

Volunteers who assist persons with disabilities must adapt their communication because spoken messages are not always sufficient. This study examines the process of nonverbal communication used by volunteers at Sahabat Difabel Lampung. The study employed a qualitative case-study approach within a constructivist paradigm. Data were collected through participant observation on two occasions, semi-structured interviews with nine informants, and document review. The informants consisted of one key informant, seven volunteer informants, and one supporting informant. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing, while source and technique triangulation were used to assess credibility. The findings show that volunteers begin by gaining attention and creating comfort through friendly facial expressions, eye contact, a calm approach, and appropriate physical distance. They then deliver messages through gestures, supportive touch, vocal cues, body position, sign language, writing, and digital media. Volunteers observe participants' responses and adapt the message to the individual and the situation. Instructions may be shortened, demonstrated, repeated, or transferred to a visual channel. When meaning remains unclear, volunteers check it again or seek assistance from another volunteer. These actions are interconnected rather than fixed in a linear sequence. Nonverbal communication therefore supports message delivery, mutual understanding, and the relationship between volunteers and persons with disabilities.
Pengalaman Komunikasi Orang Tua dalam Memilih SLB Pelita Kasih Bandar Lampung untuk Anak Disabilitas Birgitta Helencia Dinda Yuliani; M. Denu Poyo; Noning Verawati
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 3 No. 1 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v3i1.6213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman komunikasi orang tua dalam memilih SLB Pelita Kasih Bandar Lampung bagi anak disabilitas, serta mengidentifikasi bentuk komunikasi persuasif yang dilakukan pihak sekolah dalam meyakinkan orang tua. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya proses komunikasi dalam membantu orang tua memperoleh informasi, membangun keyakinan, dan mengambil keputusan mengenai pendidikan yang tepat bagi anak disabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan empat orang tua sebagai informan kunci, satu kepala sekolah sebagai informan utama, dan tiga guru sebagai informan pendukung di SLB Pelita Kasih Bandar Lampung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi orang tua berlangsung melalui beberapa tahapan: kesadaran terhadap kondisi anak; komunikasi dengan lingkungan sosial dan tenaga profesional; komunikasi langsung dengan pihak sekolah; menghadapi berbagai hambatan komunikasi; dan memaknai pengalaman tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini juga menemukan bahwa komunikasi persuasif SLB Pelita Kasih diwujudkan melalui penyampaian informasi program dan layanan sekolah, pendekatan personal yang empatik, pemanfaatan media komunikasi, dan pembuktian kualitas layanan melalui perkembangan nyata peserta didik. Keempat bentuk komunikasi ini saling melengkapi dalam membangun kepercayaan orang tua. Penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman komunikasi dan komunikasi persuasif berperan krusial dalam membangun kepercayaan, mengurangi keraguan, dan mendukung proses pengambilan keputusan orang tua dalam menentukan pendidikan anak disabilitas.
Rancangan Strategi Komunikasi Perpajakan untuk Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak dalam Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Iqbal Hasan; Budhi Waskito; M Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.512

Abstract

ABSTRAK  Kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan penerimaan daerah. Namun, realisasi penerimaan PBB di wilayah UPT Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung masih belum mencapai target yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik wajib pajak, menganalisis persepsi wajib pajak terhadap pembayaran PBB, menganalisis kondisi lingkungan komunikasi internal dan eksternal, serta merancang strategi komunikasi perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan dominasi metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 92 responden wajib pajak PBB. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wajib pajak memiliki karakteristik yang beragam dari segi usia, pendidikan, pekerjaan, dan kondisi ekonomi. Persepsi wajib pajak terhadap pembayaran PBB berada pada kategori cukup baik dengan skor total sebesar 3.001. Hasil analisis SWOT menghasilkan rancangan strategi komunikasi perpajakan yang meliputi pendekatan door to door, peningkatan kerja sama dengan kelurahan dan ketua RT, pemanfaatan media digital, serta pemberian doorprize kepada wajib pajak yang patuh. Strategi tersebut direkomendasikan sebagai alternatif komunikasi perpajakan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. ABSTRACT  Taxpayer compliance in paying Land and Building Tax (Pajak Bumi dan Bangunan/PBB) is an important factor in supporting regional revenue generation. However, the realization of PBB revenue in the Teluk Betung Utara Regional Technical Service Unit (UPT), Bandar Lampung City, has not yet achieved the predetermined targets. This study aims to identify taxpayer characteristics, analyze taxpayers’ perceptions of PBB payments, examine the conditions of the internal and external communication environment, and formulate a tax communication strategy to improve taxpayer compliance. This research employed a mixed methods approach with a qualitative dominant design. Data were collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires distributed to 92 PBB taxpayers. Data were analyzed using descriptive analysis and SWOT analysis. The results indicate that taxpayers have diverse characteristics in terms of age, education, occupation, and economic conditions. Taxpayers’ perceptions of PBB payments were categorized as fairly good, with a total score of 3.001. The SWOT analysis resulted in a tax communication strategy consisting of a door-to-door approach, strengthened collaboration with village officials and neighborhood heads (RT), utilization of digital media, and the provision of door prizes for compliant taxpayers. These strategies are recommended as alternative tax communication approaches to enhance taxpayers’ understanding, awareness, and compliance in fulfilling their Land and Building Tax obligations.
Efektivitas Strategi Komunikasi Pemasaran Word of Mouth terhadap Peningkatan Keputusan Konsumen dalam Pembelian Stik Biliar di Billiard Consignment Inzagie Angsana; Budhi Waskito; M Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.527

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi komunikasi pemasaran melalui Word of Mouth (WOM), Instagram, dan Live TikTok terhadap keputusan pembelian stik billiard di Billiard Consignment, Kota Tangerang. Latar belakang penelitian didasari oleh ketatnya persaingan penjualan stik billiard antar toko di Kota Tangerang, serta terbatasnya kajian kuantitatif mengenai efektivitas integrasi WOM dan media sosial digital secara bersamaan dalam mendorong keputusan pembelian pada segmen olahraga rekreasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner skala Likert 1–4 kepada 62 responden member Billiard Consignment yang pernah membeli stik billiard, menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 73 orang. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi linear sederhana dan berganda dengan SPSS 29. Hasil analisis deskriptif menunjukkan seluruh variabel berada pada kategori tinggi: WOM (3,17), Instagram (3,16), Live TikTok (3,15), dan keputusan pembelian (3,20). Secara parsial, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung masing-masing: WOM (5,498), Instagram (4,721), dan Live TikTok (3,475), seluruhnya signifikan pada p<0,001. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan 58,9% variasi keputusan pembelian (R²=0,589; F=27,662; p<0,001). Word of Mouth merupakan variabel paling dominan dengan Standardized Beta tertinggi (β=0,477), diikuti Instagram (β=0,403) dan Live TikTok (β=0,305). Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi komunikasi pemasaran terpadu yang menempatkan WOM sebagai tulang punggung, didukung Instagram untuk informasi produk dan Live TikTok untuk interaksi real-time, merupakan pendekatan paling efektif dalam meningkatkan keputusan pembelian di industri perlengkapan olahraga billiard. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of Word of Mouth (WOM), Instagram, and Live TikTok marketing communication strategies on consumer purchasing decisions for billiard cues at Billiard Consignment, Tangerang City. The study is motivated by intense competition among billiard cue retailers in Tangerang and the limited quantitative research examining the integrated effectiveness of WOM and digital social media simultaneously in driving purchasing decisions in the recreational sports segment. A quantitative survey approach was employed using Likert 1–4 scale questionnaires distributed to 62 respondents who are Billiard Consignment members and have purchased billiard cues, selected through purposive sampling from a population of 73 people. Data were analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, and simple and multiple linear regression with SPSS 29. Descriptive analysis results show all variables at a high category: WOM (3.17), Instagram (3.16), Live TikTok (3.15), and purchasing decision (3.20). Partially, all three variables have a positive and significant effect on purchasing decisions with t-values of: WOM (5.498), Instagram (4.721), and Live TikTok (3.475), all significant at p<0.001. Simultaneously, the three variables explain 58.9% of the variance in purchasing decisions (R²=0.589; F=27.662; p<0.001). Word of Mouth is the most dominant variable with the highest Standardized Beta (β=0.477), followed by Instagram (β=0.403) and Live TikTok (β=0.305). These findings imply that an integrated marketing communication strategy positioning WOM as the backbone, supported by Instagram for product information and Live TikTok for real-time interaction, is the most effective approach for increasing purchasing decisions in the billiard sports equipment industry.
Pengaruh Nomophobia Terhadap Perilaku Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas XI SMAN 14 Bandar Lampung M Denu Poyo; Pina Sari; Wawan Hernawan
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i2.8895

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena nomophobia yang semakin marak terjadi di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, sebagai dampak dari pesatnya perkembangan teknologi digital. Ketergantungan berlebihan pada ponsel telah menggeser pola interaksi sosial siswa dari komunikasi tatap muka ke komunikasi virtual, yang berpotensi menghambat kualitas komunikasi interpersonal di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh nomophobia terhadap perilaku komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMAN 14 Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 190 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara nomophobia terhadap perilaku komunikasi interpersonal siswa (t = -4,532; p = 0,000). Persamaan regresi Y = 85,342 - 0,189X menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu unit nomophobia menurunkan komunikasi interpersonal sebesar 0,189 unit. Koefisien determinasi (R²) sebesar 64,0% mengindikasikan bahwa nomophobia memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap komunikasi interpersonal, sementara 36,0% dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan pembatasan penggunaan ponsel di sekolah serta program edukasi tentang dampak negatif nomophobia melalui layanan Bimbingan Konseling. Penelitian lanjutan disarankan untuk menambahkan variabel mediasi seperti kontrol diri atau regulasi emosi serta memperluas cakupan penelitian ke beberapa sekolah dengan karakteristik berbeda.
Makna Banten Pejati sebagai Sarana Ritual Ibadah Umat Hindu (Studi pada Masyarakat Hindu di Kelurahan Labuhan Dalam) Niluh Shinta Arda Naresuari; M. Denu Poyo; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.530

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan modernisasi dan kehidupan perkotaan di Desa Labuhan Dalam, Bandar Lampung, yang memengaruhi pemaknaan Banten Pejati di kalangan umat Hindu Bali. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna simbolis, fungsi, dan dinamika pewarisan Banten Pejati sebagai sarana peribadatan ritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis serta menggunakan alat analisis teori interaksionisme simbolik Herbert Mead. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Banten Pejati merupakan sarana komunikasi spiritual yang sarat dengan simbol-simbol kosmologis Hindu. Meskipun terjadi pergeseran praktis dari pembuatan mandiri ke pembelian banten siap pakai akibat tuntutan ritme kehidupan kota, komodifikasi ini tidak mengurangi kesakralannya. Umat Hindu perkotaan melakukan negosiasi terhadap kesucian banten tersebut melalui ritual penyucian diri menggunakan air suci. Sebagai simpulan, esensi spiritual Banten Pejati sebagai simbol ketulusan (jati) tetap lestari dan adaptif di tengah arus modernitas perkotaan.  ABSTRACT  This research is motivated by the challenges of modernization and urban life in Labuhan Dalam Village, Bandar Lampung, which influence the interpretation of Banten Pejati among Balinese Hindus. This study aims to analyze in-depth the symbolic meaning, function, and dynamics of the inheritance of Banten Pejati as a means of ritual worship. The method used is qualitative, with a phenomenological approach and the analytical tools of Herbert Mead's symbolic interactionism theory. The research findings indicate that Banten Pejati is a medium of spiritual communication imbued with Hindu cosmological symbols. Despite a practical shift from self-production to the purchase of ready-made banten due to the demands of urban rhythms, this commodification does not degrade its sacredness. Urban Hindus negotiate the sanctity of the banten through self-purification rituals using holy water. In conclusion, the spiritual essence of Banten Pejati as a symbol of sincerity (jati) remains sustainable and adaptive amidst the currents of urban modernity.
Makna Komunikasi Nonverbal pada Tari Sekar Wawai Dwi Ayu Saraswati; Hanindyalaila Pienrasmi; M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.536

Abstract

ABSTRAK Tari Sekar Wawai merupakan seni tari yang menggambarkan akulturasi budaya Bali dan Lampung sekaligus bertindak sebagai media komunikasi nonverbal melalui ragam gerak, busana, ekspresi, dan musik. Namun, makna yang terkandung dalam gerak tarian tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat sehingga memunculkan perbedaan pemaknaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna komunikasi nonverbal yang terdapat dalam ragam gerak Tari Sekar Wawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilandasi oleh Teori Interaksi Simbolik dan konsep komunikasi nonverbal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara bersama informan yang dipilih secara purposive serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna komunikasi nonverbal pada ragam gerak Tari Sekar Wawai merupakan wujud nyata dari akulturasi, kerukunan, keharmonisan, dan toleransi antarbudaya Bali dan Lampung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tarian ini mampu menjadi jembatan perdamaian yang membuktikan bahwa keberagaman etnis di Lampung dapat bersatu dan hidup berdampingan secara rukun melalui inovasi seni. ABSTRACT The Sekar Wawai dance reflects the cultural acculturation of Bali and Lampung while serving as a medium of nonverbal communication. However, the meanings conveyed through its dance movements are not yet fully understood by the community. This study aims to uncover the nonverbal communication meanings embedded in the movement variety of the Sekar Wawai dance. A qualitative approach with a descriptive method was employed, using purposive sampling to select informants including the choreographer, music arranger, dancers, cultural figures, and audience members. Data were collected through interviews and documentation, then analyzed using qualitative descriptive techniques. The results show that the nonverbal communication in the dance movements is a tangible manifestation of acculturation, harmony, and tolerance between Balinese and Lampung cultures. This study concludes that art possesses the innovative power to maintain harmony by turning cultural differences into a shared wealth to be preserved together.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Membangun Brand Awareness UMKM Kuliner: Studi Kasus SAR Pizza Bandar Lampung Regita Cahya Devanto; Wawan Hernawan; M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.537

Abstract

ABSTRAK              Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya pemanfaatan media sosial Instagram dalam membangun brand awareness Sar Pizza Bandar Lampung serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam prosesnya. Latar belakang penelitian didasari oleh semakin pentingnya brand awareness bagi UMKM kuliner yang memiliki keterbatasan sumber daya di tengah persaingan yang ketat, serta masih terbatasnya kajian yang secara khusus mengkaji proses pemanfaatan konten Instagram sebagai sarana komunikasi brand pada UMKM kuliner dari perspektif tingkatan brand awareness Aaker. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan digital terhadap akun Instagram Sar Pizza, wawancara semi terstruktur dengan 10 informan (pemilik, admin Instagram, 4 followers, dan 4 non-followers), serta dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sar Pizza telah memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran melalui penyajian konten visual produk, penyampaian informasi produk dan promosi, serta interaksi dengan konsumen melalui fitur feed, stories, reels, highlights, caption, dan direct message. Berdasarkan tingkatan brand awareness Aaker, Sar Pizza berhasil mengurangi kondisi Unaware of Brand dan mencapai tahap Brand Recognition melalui identitas visual merek dan konten Instagram yang konsisten. Namun, Brand Recall belum optimal karena konsumen belum mampu mengingat Sar Pizza secara spontan, dan Top of Mind belum tercapai karena brand pizza mapan seperti Pizza Hut masih lebih dominan di benak konsumen. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi intensitas unggahan yang belum konsisten, keterbatasan pengelolaan akun Instagram, dan persaingan dengan brand pizza yang lebih dikenal. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka evaluatif berbasis piramida Aaker bagi UMKM kuliner dalam mengukur dan meningkatkan efektivitas pemanfaatan Instagram untuk pembentukan brand awareness. ABSTRACT              This study aims to analyze the efforts of using Instagram social media to build brand awareness of Sar Pizza Bandar Lampung and identify the obstacles faced in the process. The study is motivated by the growing importance of brand awareness for culinary SMEs with limited resources amid intense competition, and the limited research specifically examining the use of Instagram content as a brand communication tool for culinary SMEs through the lens of Aaker's brand awareness levels. A descriptive qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through digital non-participant observation of Sar Pizza's Instagram account, semi-structured interviews with 10 informants (owner, Instagram admin, 4 followers, and 4 non-followers), and documentation. Data validity was maintained through source and technique triangulation. Results show that Sar Pizza has utilized Instagram as a marketing communication medium through visual product content, product and promotional information, and consumer interaction via feed, stories, reels, highlights, caption, and direct message. Based on Aaker's brand awareness levels, Sar Pizza successfully reduced the Unaware of Brand condition and reached the Brand Recognition stage through brand visual identity and consistent Instagram content. However, Brand Recall has not been optimal as consumers cannot spontaneously recall Sar Pizza, and Top of Mind has not been achieved as established pizza brands such as Pizza Hut remain more dominant in consumer memory. Key obstacles include inconsistent upload intensity, limited Instagram account management, and competition from more well-known pizza brands. The implications of this research provide an Aaker pyramid-based evaluative framework for culinary SMEs to measure and improve the effectiveness of Instagram use for brand awareness building.
Teknik Komunikasi dalam Mengelola Hubungan dengan Klien pada Proses Desain (Studi Kasus pada Bara Creative Studio) Ezra Valentya Immanuel; Noning Verawati; M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.543

Abstract

ABSTRAK  Komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun dan mempertahankan hubungan antara agensi kreatif dan klien selama proses desain. Perbedaan kebutuhan, karakteristik, dan ekspektasi klien menuntut penerapan teknik komunikasi yang tepat agar tercipta kesamaan pemahaman serta hubungan kerja sama yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik komunikasi yang diterapkan Bara Creative Studio dalam mengelola hubungan dengan klien pada proses desain. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan Account Executive, Creative Director, Desainer Grafis, dan klien Bara Creative Studio. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bara Creative Studio menerapkan empat teknik komunikasi, yaitu teknik hubungan manusiawi, teknik informatif, teknik persuasif, dan teknik instruktif. Teknik komunikasi informatif merupakan teknik yang paling dominan karena diterapkan hampir pada seluruh tahapan proses desain, mulai dari penggalian kebutuhan klien, penyusunan creative brief, penyampaian konsep desain, presentasi hasil desain, hingga proses revisi, sehingga mampu membangun kesamaan pemahaman antara klien dan tim internal. Teknik hubungan manusiawi menjadi dasar dalam membangun kepercayaan dan hubungan profesional dengan klien, sedangkan teknik persuasif digunakan secara kondisional ketika terjadi perbedaan pandangan terhadap konsep desain. Adapun teknik instruktif merupakan teknik yang paling jarang digunakan karena hanya diterapkan sebagai arahan teknis pada kondisi tertentu setelah tercapai kesepakatan bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknik komunikasi secara situasional sesuai dengan kebutuhan setiap tahapan proses desain mampu mendukung pengelolaan hubungan dengan klien secara kolaboratif, dan berkelanjutan. ABSTRACT  Communication plays a crucial role in establishing and maintaining relationships between creative agencies and clients throughout the design process. Differences in clients needs, characteristics, and expectations require the implementation of appropriate communication techniques to achieve mutual understanding and sustain long-term professional relationships. This study aims to analyze the communication techniques employed by Bara Creative Studio in managing client relationships during the design process. The research adopted a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving the Account Executive, Creative Director, Graphic Designer, and clients of Bara Creative Studio. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while source triangulation was employed to ensure data validity. The findings reveal that Bara Creative Studio applies four communication techniques: human relations, informative, persuasive, and instructive communication. Among these, informative communication is the most dominant technique, as it is implemented throughout almost every stage of the design process, including identifying client needs, preparing the creative brief, presenting design concepts, delivering design outcomes, and managing revisions, thereby fostering shared understanding between clients and the internal team. Human relations communication serves as the foundation for building trust and maintaining professional relationships with clients, while persuasive communication is applied when differences in design perspectives arise. Meanwhile, instructive communication is the least frequently used technique, as it is limited to providing technical direction in specific situations after mutual agreement has been reached. This study concludes that the situational application of communication techniques according to the requirements of each stage of the design process supports dialogic, collaborative, and sustainable client relationship management.
Intrapersonal Communication of Gen Z Women Who Choose to Marry Below the Ideal Age Justine Terence Putri; M. Denu Poyo; Budhi Waskito
Interaction Communication Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v3i2.6194

Abstract

This study aims to analyze the intrapersonal communication of Generation Z women who choose to marry before the ideal age. This phenomenon is interesting because, amidst the tendency of Gen Z to delay marriage due to education, career, and economic considerations, some women still choose to marry before the age of 21. The study used a qualitative approach with phenomenological methods. Informants consisted of Gen Z women who married before the ideal age and supporting informants from the DAMAR Lampung Association. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis used thematic analysis. The results indicate that the decision to marry is formed through the process of decoding experiences, integrating information, utilizing past memories, encoding the meaning of marriage, feedback from the social environment, and various distractions that influence thought processes. Intrapersonal communication is a key factor that helps informants define their own readiness and build confidence in their decision to marry. This research contributes to the development of intrapersonal communication studies in the context of young women's decision-making.