Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI DESA BANGET KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KUDUS Okta Yosiana Dewi; Fariza Yulia Kartikasari; Tri Suwarto; Yunita Rusidah; Islami Islami; Dewi Nur Wakhidah; Nirmala Manik
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2179

Abstract

Bencana banjir diprioritaskan di Kabupaten Kudus karena indeks risikonya yang tinggi. Frekuensi banjir di Kabupaten Kudus meningkat setiap tahun dari 2017 hingga 2022, ke titik dimana sekarang menjadi bencana yang paling umum dibandingkan dengan bencana lainnya. Menurut BPBD Kabupaten Kudus (2021), pada tahun 2021 terdapat kejadian bencana banjir yang merendam total 15 desa dipicu oleh hujan intensitas tinggi dengan durasi yang lama. Untuk mengurangi risiko bencana dan menghindari banyaknya korban bencana banjir maka diperlukankesiapsiagaan menghadapi bencana. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Upaya atau kegiatan dalam rangka pencegahan dan mitigasi yang dilakukan, bertujuan untuk menghindari terjadinya bencana serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bencana. Kegiatan diawali dengan penjajagan untuk mengetahui dan mengkaji berbagai permasalahan kesehatan masyarakatdi lokasi kegiatan. Kegiatan penjajagan dilakukan dengan melibatkan stake holder terkait di lokasi kegiatan, yang terdiri dari Kepala Desa Banget, Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat, dan warga lokal. Pelaksanaan kegiatan di lokasi sasaran dilakukan pada jadwal yang telah disepakati pada saat koordinasi kegiatan sehingga tingkat kehadiran kelompok sasaran dan masyarakat dapat memenuhi target yang telah ditentukan. Kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya peningkatan pengetahuan tentang mitigasi banjir melalui edukasi kesehatan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat di Desa Banget Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.Kata Kunci: mitigasi, bencana, banjir
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LABORATORIUM FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS Yayuk Mundriyastutik; Yunita Rusidah; Aprilia Sugiri
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 2 (2019): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i2.1157

Abstract

Kedisplinan penggunaan APD diLaboratorium Farmasi bagi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kudus perlu ditingkatakan seperti penggunaan jas laborat, masker, dan sarung tangan. Selain itu kondisi APD dan penerapan keselamatan yang berfokus pada identifikasi bahaya dan pengendalian bahaya yang berhubungan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas yang hendak dilakukan yang belum maksimal di laboratorium menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kecelakaan kerja. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah kudus dengan memberikan arahan pada mahasiswa tentang penggunaan APD yang baik dan benar, jenis-jenis APD, cara penggunaan APD, potensi bahaya jika tidak menggunakan APD. Hasil yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah Modul tentang Alat Pelindung Diri dan Potensi Bahaya di laboratorium Farmasi, Stiker/ Video tentang himbauan Pemakain APD, Stiker tanda-tanda bahaya
POTENSI EKSTRAK KOPI (COFFEA SP.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN: REVIEW Anisa Sholikhati; Bintari Tri Sukoharjanti; Yunita Rusidah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2049

Abstract

Kopi (Coffea sp.) merupakan biji-bijian dari Genus Coffea yang menjadi bahan minuman paling digemari di dunia termasuk Indonesia. Produk olahan kopi pada umumnya berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji kopi. Lebih dari 100 spesies kopi teridentifikasi, namun hanya Kopi Arabica (Coffea arabica) dan Kopi Robusta (Coffea canephora) yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi ekstrak kopi sebagai antioksidan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah review literasi dari beberapa sumber referensi terkait. Ekstrak kopi mengandung senyawa fitokimia diantaranya adalah lemak, protein, mineral, polisakarida, minyak kopi, kafein dan asam klorogenat. Metode ekstraksi kopi yang dapat digunakan adalah maserasi dan sokletasi. Sedangkan untuk mengetahui potensi ekstrak kopi sebagai antioksidan dapat digunakan metode DPPH. Asam klorogenat pada kopi menunjukkan potensi yang tinggi terhadap aktivitas antioksidan.
ANALISIS KORELASI ANTARA KADAR HBA1C DAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK SRIKANDI HUSADA KUDUS: SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL Arief Adi Saputro; Sukarmin Sukarmin; Yunita Rusidah; Arina Lis Sa'adah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 2 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i2.2474

Abstract

Diabetes melitus merupakan krisis kesehatan global yang disebabkan oleh urbanisasi yang cepat, gaya hidup yang berubah, dan pola makan yang tidak baik (Widiasari et al., 2021). Diabetes melitus merupakan penyakit genetika yang biasanya diturunkan dari pewarisan kedua orang tua maupun salah satunya dimana keturunan dari penderita diabetes melitus dua kali lebih beresiko terkena diabetes melitus. Pada dasarnya diabetes melitus mempunyai banyak tipe, salah satu tipe yang sering dijumpai yakni diabetes melitus tipe 2. Untuk mengetahui hubungan hba1c dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di klinik srikandi husada kudus. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode Cross Sectional menggunakan total sampling sebanyak 30 sampel penderita DIABETES tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi yaitu pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Klinik Srikandi Husada Kudus, pasien diabetes mellitus tipe 2 yang berusia   antara 30-75 tahun. Uji Chi Square kadar HbA1c dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus tipe 2 didapatkan nilai p = 0,020 (p 0,05) yang menandakan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida.Simpulan : Distribusi frekuensi penderita diabetes melitus tipe 2 dengan kadar HbA1c tinggi yaitu ≥7,0 mg/dL menunjukan hasil 60% (18 pasien) AbstractDiabetes mellitus is a global health crisis caused by rapid urbanization, changing lifestyles and poor diet (Widiasari et al., 2021). Diabetes mellitus is a genetic disease that is usually inherited from both parents or one of them, where the offspring of diabetes mellitus sufferers are twice as likely to develop diabetes mellitus. Basically, diabetes mellitus has many types, one of the types that is often found is type 2 diabetes mellitus. To determine the relationship between hba1c and triglyceride levels in type 2 diabetes mellitus sufferers at the Srikandi Husada Kudus Clinic. This type of research is analytical observational with The Cross Sectional method used a total sampling of 30 samples of type 2 DIABETES sufferers who met the inclusion criteria. Inclusion criteria are patients suffering from type 2 diabetes mellitus who take part in the Chronic Disease Management Program (Prolanis) at the Srikandi Husada Kudus Clinic, type 2 diabetes mellitus patients aged between 30-75 years. Chi Square test for HbA1c levels and triglyceride levels in sufferers type 2 diabetes mellitus obtained a p value = 0.020 (p 0.05) which indicates that statistically there is a significant relationship between HbA1c levels and triglyceride levels. Frequency distribution of type 2 diabetes mellitus sufferers with high HbA1c levels, namely ≥7.0 mg/dL showed results of 60% (18 patients)
STUDI KUALITAS PRODUK HEWANI MELALUI PENGUJIAN MIKROBIOLOGI, ORGANOLEPTIK DAN DERAJAT KEASAMAN SUSU SAPI SEGAR YANG DIPRODUKSI KOTA KUDUS Yunita Rusidah; Qurrotu A'yuni Auliya; Arief Adi Saputro
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 3, No 2 (2022): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v3i2.1550

Abstract

Kualitas susu sapi merupakan hubungan sifat-sifat susu meliputi sifat fisik, kimia dan mikrobiologis. Mencerminkan penerimaan susu tersebut oleh konsumen dan merupakan hal yang penting dalam produksi dan perdagangan susu. Penelitian bertujuan mengetahui kandungan mikrobiologis, organoleptik dan tingkat keasaman dari susu segar yang diproduksi Kota Kudus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kudus, bulan Juni 2021. Total sampel ada 5 diambil dari peternakan susu di Kota Kudus. Variabel penelitian yang diamati adalah mikrobiologis, organoleptik dan tingkat keasaman. Data yang diperoleh dianalis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil analisa mikrobiologis yaitu rerata total bakteri terdapat  pada sampel susu sapi segar. Uji metylen blue menunnjukkan katagori susu yang baik, karena waktu yang diperlukan untuk perubahan warna susu 8 jam sehingga perkiraan jumlah bakteri per ml hanya   50000 koloni. Analisa kualitas organoleptik dari 5 sampel menunjukan hasil normal dari segi rasa, warna dan bau. Analisa pH atau derajat keasaman berkisar pada pH mendekati normal yaitu 6.58 sampai dengan 7,25. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas susu sapi dari peternakan Kudus ditinjau dari kandungan mikrobiologis, pH dan orgonoleptik dalam katogori aman dan laik sebagai dikonsumsi.
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue Melalui Edukasi 3M Plus dan Peran Jumantik Ulfa, Navira Septiana; Tanaya, Nindy; Rusidah, Yunita; Kurnia, Shinta Dwi; Saputro, Arief Adi; Sa’adah, Arina Lis
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/y6ynhv70

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi, terutama dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dalam pengendalian vektor. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus merupakan upaya pencegahan yang efektif, namun pelaksanaannya di masyarakat belum optimal akibat rendahnya pengetahuan dan keterlibatan aktif warga. Oleh karena itu, penguatan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) menjadi penting sebagai penggerak utama pengendalian vektor berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat melalui edukasi PSN 3M Plus yang terintegrasi dengan penguatan peran Jumantik. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bae, Kabupaten Kudus, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 20 peserta terdiri dari kader posyandu, ketua RT, dan anggota PKK RW. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, serta demonstrasi visual pemantauan jentik menggunakan media PowerPoint. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 41,0 ± 14,0 pada pretest menjadi 83,5 ± 13,3 pada posttest. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi PSN 3M Plus dan penguatan peran Jumantik efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam pencegahan DBD. Kegiatan ini penting sebagai strategi pengendalian vektor berbasis komunitas yang perlu didukung secara berkelanjutan.  
Deteksi Dini Diabates Melalui Pemeriksaan Skrining Kadar Gula Darah Sewaktu Tanaya, Nindy; Ulfa, Navira Septiana; Rusidah, Yunita; Kurnia, Shinta Dwi; Saputro, Arief Adi; Sa’adah, Arina Lis
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/casp7f66

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan pravalensi yang terus meningkat di Indonesia. Banyak penderita diabetes tidak menyadari kondisinya karena minimnya deteksi dini, sehingga berisiko mengalami komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) merupakan metode skrining yang sederhana dan mudah diterapkan di masyarakat sebagai upaya deteksi dini diabetes. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini diabetes melitus melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengendalian kadar gula darah. Kegiatan dilakukan pada masyarakat umum yang berada di Desa Karangsambong, Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dengan sasaran peserta usia >30 tahun. Metode yang digunakan berupa skrining kesehatan melalui pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Data hasil pemeriksaan GDS dianalisis secara deskriptif. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagaian besar peserta memiliki kadar gula darah sewaktu dalam kategori normal, namun ditemukan sejumlah peserta dengan kadar gula >200 mg/dL yang berisiko atau mengarah pada diabetes melitus. Peserta dengan hasil tinggi diberikan edukasi kesehtana dan dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu efektif digunakan sebagai metode deteksi dini diabetes melitus dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta membantu penemuan dini individu berisiko diabetes sehingga dapat dilakukan tindak lanjut lebih awal.
PEMBERDAYAAN PETERNAK MAKMUR JAYA FARM MELALUI INOVASI MESIN PERAH SUSU KAMBING UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN PENCEGAHAN STUNTING Yunita Rusidah; Arief Adi Saputro; Annisya Luthfi Septanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3155

Abstract

Produksi susu kambing di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus memiliki potensi besar sebagai sumber gizi alternatif untuk mendukung ketahanan pangan dan mencegah stunting. Namun, mitra pengabdian Makmur Jaya Farm masih menghadapi kendala pada proses pemerahan manual, keterbatasan modal, serta manajemen usaha dan pemasaran yang belum optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu kambing melalui penerapan mesin pemerah susu otomatis berbasis teknologi, pelatihan manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, serta evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan kapasitas produksi susu kambing, perbaikan manajemen usaha, serta diversifikasi produk dan perluasan pemasaran. Implementasi kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-Being), serta mendukung indikator kinerja utama perguruan tinggi. Dengan demikian, program ini dapat memperkuat kemandirian pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
IMPLEMENTASI UNIT USAHA DAPUR SEHAT (UUDS) UNTUK MENDUKUNG GIZI ANAK USIA DINI DI RA NURUL HUDA BAWU Dina Amalia; Yunita Rusidah; Nurul Huda; Anita Afrianingsih; Ismi Izzatul Maula
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3149

Abstract

Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Unit Usaha Dapur Sehat (UUDS) di RA Nurul Huda Bawu sebagai model pemberdayaan lembaga pendidikan dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Program dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan dan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas guru, tenaga dapur, dan orang tua dengan keterlibatan aktif dalam setiap proses. Instrumen evaluasi berupa observasi, kuesioner, dan wawancara digunakan untuk menilai pemahaman gizi, konsistensi pengelolaan dapur, serta inovasi menu sehat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu pemahaman guru mengenai gizi seimbang mencapai 90%, konsistensi pengelolaan dapur sehat meningkat hingga 85%, dan inovasi menu UUDS dalam pemenuhan gizi anak usia dini tercatat sebesar 80%. Selain itu, terbentuk variasi menu berbasis pangan lokal yang lebih kreatif serta lingkungan sekolah yang sadar gizi dan mandiri secara ekonomi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah Unit Usaha Dapur Sehat dapat menjadi solusi aplikatif dalam pencegahan malnutrisi anak usia dini. Disarankan agar program ini direplikasi di satuan pendidikan lain dengan dukungan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas dampak positif.
Sosialisasi Rekam Medik Elektronik pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Saputro, Arief Adi; Rusidah, Yunita; Budianita, Avira
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v5i2.10797

Abstract

Electronic medical record is a clinical data storage application, as a clinical decision support system, standardization of medical terms, computerized data entry, as well as medical and pharmaceutical documentation in an organized manner. The First Level Health Facility is one of the places used by patients to request health services so that they have a record of interactions with patients. So this socialization is very important to do to reduce losses in terms of time and energy for both medical record officers and patients. This community service activity is carried out in first-level health facilities by providing education and socialization provided in the form of using Electronic Medical Records. Community service activities are carried out using the presentation/lecture method at IDI Kudus Regency on June 11, 2022. The use of electronic medical records is expected to improve and strengthen services for patients, including clinical (medical) and administrative services. Information generated from electronic medical records is also useful for education, regulation formulation, research, community health management, policy support, and to support referral health services. It is hoped that the application of electronic medical records can be easily used by all officers, both from medical record officers and medical personnel, the creation of integrated patient data, no duplication of medical record numbers that can make it difficult to find patient data at the time of re-treatment and holding further socialization regarding the application electronic medical record. The benefits will be felt optimally if the application of electronic medical records is evenly distributed and is supported by updated information systems and technological materials.