Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FERTILITAS DAN VIABILITAS EMBRIO TELUR ITIK YANG INDUKNYA DIBERI PAKAN SUPLEMENTASI PROBIOTIK Yunita Rusidah; Yulia Sistina; Ismoyowati Ismoyowati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 2, No 2 (2017): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v2i2.473

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek perbedaan dosis pada pakan dengan suplementasi probiotik dan mengetahui dosis yang paling efektif terhadap fertilitas dan viabilitas embrio telur itik (Anas platyrhynchos). Materi penelitian terdiri dari Itik petelur (Anas platyrhynchos) sebanyak 100 ekor dengan rasio sex, jantan : betina = 1 : 5. Bahan pakan sesuai standar SNI formulasi H dan probiotik MEP+. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari : Ro (Kontrol), R1 (Probiotik 0,075 cc/kg pakan), R2 (Probiotik 1,5 cc/kg pakan), R3 (Probiotik 3 cc/kg pakan). Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase fertilitas telur itik, secara statistik tidak berbeda nyata (p 0,05). Viabilitas embrionya hingga hari ke-21 inkubasi hasilnya tidak berbeda nyata (p 0,05). Persentase penetasan dan viabilitas embrio setelah periode hari  ke-21 hasilnya berbeda nyata (p 0.05), dilihat dari rataan mortalitas embrio terendah perlakuan dosis 0,75 cc/kg pakan (R1) dan penetasan telur itik tertinggi perlakuan dosis 1,5 cc/kg pakan (R2). Parameter pendukung berat telur dan panjang telur secara sangat nyata (p 0,01) dipengaruhi perlakuan, sedangkan analisis data parameter pendukung meliputi, indek telur, lebar telur, kualitas DOD dan bobot DOD, hasilnya tidak berbeda nyata (p 0,05). Hasil uji regresi korelasi data membuktikan bahwa fertilitas dan penetasan, berat telur dan penetasan, bobot DOD dan berat telur terdapat korelasi lemah diantaranya (r 0,06). Key words : Fertilitas, Viabilitas Embrio, probitiotik MEP+ AbstractThis study aims to determine the effect of probiotics as parental food supplementation on fertility and embryo viability of duck eggs (Anas platyrhynchos). More specifically the study aimed to know the dose as well as the most effective dose applied as treatment on the fertility and viability of embryonic duck (Anas platyrhynchos) eggs. Material experimental unit consist of 1 male with 5 female (1:5). Feed ingredients based to SNI standard H formulation and probiotics MEP+. Experimental design usedwas Completely Randomized Design (CRD), four treatments,each with four replications of unit experiments. Experimental unit consist of 1 male with 5 female (1:5). Treatments were : Ro (Control), R1 (0,75 ml probiotic/kg feed), R2 (1.5 ml probiotic/kg feed), R3 (3 ml probiotic/kg feed). Results showed that egg fertility was statistically no significant different (p 0.05) among treatments. Embryo viability up to days 21 of incubation was also statistically no significant different (p 0.05). Hatching rate among treatments as well as embryo viability data after days 21, however, statistically were significant difference (p 0.05). The highest hatching was from treatment of 1.5 ml/kg food (R2) and the lowest mortality of embryos was from 0.75 ml/kg food treated one (R1). Analysis of supporting data (egg width, DOD weight, DOD quality) results in no significant different (p 0.05) among treatments, except for the weight eggs and length eggs data which was highly significance different (p 0.01) among treatments. Regression-Correlation analysis between fertility rate and egg weight, between fertility rate and hatching rate, between hatching rate and eggs weight, between egg weight and DOD weight data, all shown that no such strong correlation at all (r 0.06). Embryo survival at late developmental stages and hatching rate datawere significantlu different (p 0.05) among treatmens. Eggs weight and length were highly significant different (p 0.01) among treatments, proving that probiotic supplementation through parental feeding determined embryo survival and hatching rate of their egg produced. However, this study also proving that fertility rate and viability of early embryo developmental stage data as well as egg width, DOD weight, DOD quality, had no effect after probiotic treatments for 30 days, need further confirmation that probiotic effectively improving reproductive performance (r    0,06). Keywords: fertility, embryo viability, probiotics MEP+.
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI DESA BANGET KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KUDUS Okta Yosiana Dewi; Fariza Yulia Kartikasari; Tri Suwarto; Yunita Rusidah; Islami Islami; Dewi Nur Wakhidah; Nirmala Manik
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2179

Abstract

Bencana banjir diprioritaskan di Kabupaten Kudus karena indeks risikonya yang tinggi. Frekuensi banjir di Kabupaten Kudus meningkat setiap tahun dari 2017 hingga 2022, ke titik dimana sekarang menjadi bencana yang paling umum dibandingkan dengan bencana lainnya. Menurut BPBD Kabupaten Kudus (2021), pada tahun 2021 terdapat kejadian bencana banjir yang merendam total 15 desa dipicu oleh hujan intensitas tinggi dengan durasi yang lama. Untuk mengurangi risiko bencana dan menghindari banyaknya korban bencana banjir maka diperlukankesiapsiagaan menghadapi bencana. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Upaya atau kegiatan dalam rangka pencegahan dan mitigasi yang dilakukan, bertujuan untuk menghindari terjadinya bencana serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bencana. Kegiatan diawali dengan penjajagan untuk mengetahui dan mengkaji berbagai permasalahan kesehatan masyarakatdi lokasi kegiatan. Kegiatan penjajagan dilakukan dengan melibatkan stake holder terkait di lokasi kegiatan, yang terdiri dari Kepala Desa Banget, Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat, dan warga lokal. Pelaksanaan kegiatan di lokasi sasaran dilakukan pada jadwal yang telah disepakati pada saat koordinasi kegiatan sehingga tingkat kehadiran kelompok sasaran dan masyarakat dapat memenuhi target yang telah ditentukan. Kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya peningkatan pengetahuan tentang mitigasi banjir melalui edukasi kesehatan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat di Desa Banget Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.Kata Kunci: mitigasi, bencana, banjir
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LABORATORIUM FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS Yayuk Mundriyastutik; Yunita Rusidah; Aprilia Sugiri
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 2 (2019): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i2.1157

Abstract

Kedisplinan penggunaan APD diLaboratorium Farmasi bagi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kudus perlu ditingkatakan seperti penggunaan jas laborat, masker, dan sarung tangan. Selain itu kondisi APD dan penerapan keselamatan yang berfokus pada identifikasi bahaya dan pengendalian bahaya yang berhubungan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas yang hendak dilakukan yang belum maksimal di laboratorium menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kecelakaan kerja. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah kudus dengan memberikan arahan pada mahasiswa tentang penggunaan APD yang baik dan benar, jenis-jenis APD, cara penggunaan APD, potensi bahaya jika tidak menggunakan APD. Hasil yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah Modul tentang Alat Pelindung Diri dan Potensi Bahaya di laboratorium Farmasi, Stiker/ Video tentang himbauan Pemakain APD, Stiker tanda-tanda bahaya
POTENSI EKSTRAK KOPI (COFFEA SP.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN: REVIEW Anisa Sholikhati; Bintari Tri Sukoharjanti; Yunita Rusidah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2049

Abstract

Kopi (Coffea sp.) merupakan biji-bijian dari Genus Coffea yang menjadi bahan minuman paling digemari di dunia termasuk Indonesia. Produk olahan kopi pada umumnya berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji kopi. Lebih dari 100 spesies kopi teridentifikasi, namun hanya Kopi Arabica (Coffea arabica) dan Kopi Robusta (Coffea canephora) yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi ekstrak kopi sebagai antioksidan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah review literasi dari beberapa sumber referensi terkait. Ekstrak kopi mengandung senyawa fitokimia diantaranya adalah lemak, protein, mineral, polisakarida, minyak kopi, kafein dan asam klorogenat. Metode ekstraksi kopi yang dapat digunakan adalah maserasi dan sokletasi. Sedangkan untuk mengetahui potensi ekstrak kopi sebagai antioksidan dapat digunakan metode DPPH. Asam klorogenat pada kopi menunjukkan potensi yang tinggi terhadap aktivitas antioksidan.
ANALISIS KORELASI ANTARA KADAR HBA1C DAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK SRIKANDI HUSADA KUDUS: SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL Arief Adi Saputro; Sukarmin Sukarmin; Yunita Rusidah; Arina Lis Sa'adah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 2 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i2.2474

Abstract

Diabetes melitus merupakan krisis kesehatan global yang disebabkan oleh urbanisasi yang cepat, gaya hidup yang berubah, dan pola makan yang tidak baik (Widiasari et al., 2021). Diabetes melitus merupakan penyakit genetika yang biasanya diturunkan dari pewarisan kedua orang tua maupun salah satunya dimana keturunan dari penderita diabetes melitus dua kali lebih beresiko terkena diabetes melitus. Pada dasarnya diabetes melitus mempunyai banyak tipe, salah satu tipe yang sering dijumpai yakni diabetes melitus tipe 2. Untuk mengetahui hubungan hba1c dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di klinik srikandi husada kudus. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode Cross Sectional menggunakan total sampling sebanyak 30 sampel penderita DIABETES tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi yaitu pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Klinik Srikandi Husada Kudus, pasien diabetes mellitus tipe 2 yang berusia   antara 30-75 tahun. Uji Chi Square kadar HbA1c dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus tipe 2 didapatkan nilai p = 0,020 (p 0,05) yang menandakan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida.Simpulan : Distribusi frekuensi penderita diabetes melitus tipe 2 dengan kadar HbA1c tinggi yaitu ≥7,0 mg/dL menunjukan hasil 60% (18 pasien) AbstractDiabetes mellitus is a global health crisis caused by rapid urbanization, changing lifestyles and poor diet (Widiasari et al., 2021). Diabetes mellitus is a genetic disease that is usually inherited from both parents or one of them, where the offspring of diabetes mellitus sufferers are twice as likely to develop diabetes mellitus. Basically, diabetes mellitus has many types, one of the types that is often found is type 2 diabetes mellitus. To determine the relationship between hba1c and triglyceride levels in type 2 diabetes mellitus sufferers at the Srikandi Husada Kudus Clinic. This type of research is analytical observational with The Cross Sectional method used a total sampling of 30 samples of type 2 DIABETES sufferers who met the inclusion criteria. Inclusion criteria are patients suffering from type 2 diabetes mellitus who take part in the Chronic Disease Management Program (Prolanis) at the Srikandi Husada Kudus Clinic, type 2 diabetes mellitus patients aged between 30-75 years. Chi Square test for HbA1c levels and triglyceride levels in sufferers type 2 diabetes mellitus obtained a p value = 0.020 (p 0.05) which indicates that statistically there is a significant relationship between HbA1c levels and triglyceride levels. Frequency distribution of type 2 diabetes mellitus sufferers with high HbA1c levels, namely ≥7.0 mg/dL showed results of 60% (18 patients)
STUDI KUALITAS PRODUK HEWANI MELALUI PENGUJIAN MIKROBIOLOGI, ORGANOLEPTIK DAN DERAJAT KEASAMAN SUSU SAPI SEGAR YANG DIPRODUKSI KOTA KUDUS Yunita Rusidah; Qurrotu A'yuni Auliya; Arief Adi Saputro
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 3, No 2 (2022): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v3i2.1550

Abstract

Kualitas susu sapi merupakan hubungan sifat-sifat susu meliputi sifat fisik, kimia dan mikrobiologis. Mencerminkan penerimaan susu tersebut oleh konsumen dan merupakan hal yang penting dalam produksi dan perdagangan susu. Penelitian bertujuan mengetahui kandungan mikrobiologis, organoleptik dan tingkat keasaman dari susu segar yang diproduksi Kota Kudus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Kudus, bulan Juni 2021. Total sampel ada 5 diambil dari peternakan susu di Kota Kudus. Variabel penelitian yang diamati adalah mikrobiologis, organoleptik dan tingkat keasaman. Data yang diperoleh dianalis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil analisa mikrobiologis yaitu rerata total bakteri terdapat  pada sampel susu sapi segar. Uji metylen blue menunnjukkan katagori susu yang baik, karena waktu yang diperlukan untuk perubahan warna susu 8 jam sehingga perkiraan jumlah bakteri per ml hanya   50000 koloni. Analisa kualitas organoleptik dari 5 sampel menunjukan hasil normal dari segi rasa, warna dan bau. Analisa pH atau derajat keasaman berkisar pada pH mendekati normal yaitu 6.58 sampai dengan 7,25. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas susu sapi dari peternakan Kudus ditinjau dari kandungan mikrobiologis, pH dan orgonoleptik dalam katogori aman dan laik sebagai dikonsumsi.