Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Literature Study On The Diversity Of Coastal Echinoidea As A Source Of Biology Learning Materials For Biodiversity Rusidah, Yunita; Farikhah, Lailatul; Mundriyastutik, Yayuk
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang MIPA dan SOSHUM
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas air minum dalam kemasan (AMDK) dan airminum isi ulang (AMIU) yang dijual di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Kudus,ditinjau dari parameter fisik, kimia dan mikrobiologis pada air minum sesuai SNI 01-3554-2006 dan PMK no 492 tahun 2010. Pengujian dilakukan mengunakan 10 sampel air mineral,meliputi 7 AMDK (Ades, Airmu, Aqua, Cleo, Crystalin, Le mineral dan Vit) dan 3 sampelAMIU diambil dari depot air minum isi ulang disekitar kampus yaitu dari depot Pasuruhan,Prambatan dan Purwosari. Penelitian dilakukan di PT Sariguna Primatirta Kudus, yangmerupakan pabrik AMDK di kota Kudus, yang memiliki persyarataan pengujian AMDK.Pengujian yang dilakuan meliputi fisika kimia yang meliputi pengujian TDS, pH, dan tigaunsur logam berat yang meliputi pengujian kandungan unsur Fe, Mn dan Cl2 (klorin)danmikrobiologi yaitu TPC, keberaadaan E.coli dan Total Coliform.Hasil penelitian didiskripsikan bahwa hasil pengukuran fisika kimia terdiri dari kandungantotal dissolved solid (TDS) menghasilkan Airmu dan Cleo dibawah 10 ppm (demineral) dan 8sampel air mineral, hal ini sesuai dengan persyaratan TDS dari SNI yaitu > 10 ppm untukdemineral dan >500 ppm untuk air mineral. Pengujian pH berada pada pH normal berkisardiangka 7, dari 10 sampel hanya satu yang bernilai basa 8.37 yaitu sampel dari depotPasuruhan. Pengujian adanya logam berat Fe, Mn dalam kondisi baik, menunjukan angkanol dengan test kit merk merck. Sedangkan untuk pengujian adanya kandungan klorinmenunjukan hasil diatas ambang batas yaitu 0.05 ppm dari sampel air depot Pasuruhan,0.02 ppm dari depot Prambatan dan depot Purwosari. Hal ini tidak sesuai karena sesuaiketentuan SNI untuk kandungan klorin adalah 0 ppm. Hasil organoleptik dari 10 sampelmenghasilkan kondisi normal. Namun secara mikrobiologis hasil TPC sebelum pengeceranhanya Cleo dan Ades yang laik dikonsumsi karena aman dari kontaminasi bakteri.Sedangkan Hasil TPC setelah pengenceran, pengujian keberadaan E.Coli dan Total coliformmenghasilkan 7 sampel AMDK aman dan laik sebagai air minum sesuai SNI No.01-3553tahun 2006 dan 3 sample AIMU tidak memenuhi PMK no 492 tahun 2010, sebagaipersyaratan air minum.
Qualitative Analysis Of Bottled Drinking Water And Refilled Drinking Water Sold Around University Of Muhammadiyah Rusidah, Yunita; Farikhah, Lailatul; Mundriyastutik, Yayuk
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang MIPA dan SOSHUM
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the quality of bottled drinking water and refilleddrinking water that sold around University of Muhammadiyah Kudus.It is in terms ofphysical, chemical, and microbiological parameters of drinking water based on SNI 01-3554-2006 and PMK no. 492 of 2010.The test was conducted byten samples of mineral water. Those are seven bottleddrinking water (Ades, Airmu, Aqua, Cleo, Crystalin, Le mineral and Vit) and three samplesof AMIU was taken from refill drinking water depots around campus, from depots inPasuruhan, Prambatan, and Purwosari. The research was conducted at PT SarigunaPrimatirta Kudus. It is a factory inKudus city which has testing requirements. The testscarried out chemical physics which included testing of TDS, pH, and three heavy metalelements and included testing of content of Fe, Mn and Cl2 (chlorine) elements, andmicrobiology namely TPC of presence of E-coli and Total Coliform.The results of physical and chemical measurements through total dissolved solid(TDS) showed that Airmu and Cleo under 10 ppm (demineral) and below 500 ppm for 8samples of mineral water.It is according to the TDS requirements of SNI, > 10 ppm fordemineralized and> 500 ppm for mineral water. The results of the pH test or the degree ofacidity are in normal pH which are around 7 of 9 samples and only one with an alkalinecondition is 8.37, namely sample from the Pasuruhan depot. The test for the presence ofheavy metals, Fe, Mn,is in good condition, showing the number zero with the brand testkit. In addition, for testing the presence of chlorine content, the results were above thethreshold, namely 0.05 ppm from the Pasuruhan depot water sample, 0.02 ppm from thePrambat depot and the Purwosari depot. This is not in accordance with SNI provisions forchlorine content of 0 ppm. Meanwhile, microbiologically of the TPC showed before dilutionwere only Cleo and Ades which were suitable for consumption because they were absentfrom bacterial contamination. While the TPC results after dilution, testing the differencebetween E-Coli and Total coliform resulted in 7 samples of bottled drinking water whichwere safe and feasible as drinking water according to SNI 01-3553-2006 and 3 samplesAMIU were not fulfilled to PMK No. 492/2010 as drinking water requirements.
Analisis Kadar Mikroalbuminuria Pasien Lansia Dengan Riwayat Diabetes Mellitus TIPE II Di Kabupaten Kudus Saputro, Arief Adi; Rusidah, Yunita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroalbuminuria merupakan tanda kardinal/vital penyakit ginjal akibat Diabetes Melitus, dan menunjukkan adanya penyakit vaskular progresif yang menyeluruh. Mikroalbumin urin sering terjadi pada penderita DM tipe II dikarenakan terjadi resistensi insulin dimana insulin tidak dapat bekerja dengan baik dalam mengontrol kadar glukosa dalam darah. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuntitatif untuk mendeskripsikan kadar mikroalbuminuria pada pasien lanjut usia dengan riwayat DMT2 dengan desain penelitian Cross-Sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan menggunakan total sampling sebanyak 40 sampel. Data yang digunakan adalah data primer dari Faskes tingkat 1 Kabupaten Kudus dari instalasi laboratorium. Analisis data menggunakan uji Univariat untuk mendeskripsikan karakteristik dari masing-masing variable penelitian dan mengguanakan crosstab untuk mendeskripsikan sebaran hasil penelitian berdasarkan karakteristik sampel. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian sampel berjenis kelamin perempuan lebih banyak dibanding laki-laki dan sebanyak 37,5 % sampel memiliki kadar mikroalbuminuria dengan riwayat DM tipe 2 dan sebagian besar normalalbuminuria (62,5 %). Setelah adanya penelitian ini diharapkan penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian terkait-terkait faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya kadar albumin pada pasien lanjut usia dengan riwayat DM tipe 2.
Sosialisasi Rekam Medik Elektronik pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Saputro, Arief Adi; Rusidah, Yunita; Budianita, Avira
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v5i2.10797

Abstract

Electronic medical record is a clinical data storage application, as a clinical decision support system, standardization of medical terms, computerized data entry, as well as medical and pharmaceutical documentation in an organized manner. The First Level Health Facility is one of the places used by patients to request health services so that they have a record of interactions with patients. So this socialization is very important to do to reduce losses in terms of time and energy for both medical record officers and patients. This community service activity is carried out in first-level health facilities by providing education and socialization provided in the form of using Electronic Medical Records. Community service activities are carried out using the presentation/lecture method at IDI Kudus Regency on June 11, 2022. The use of electronic medical records is expected to improve and strengthen services for patients, including clinical (medical) and administrative services. Information generated from electronic medical records is also useful for education, regulation formulation, research, community health management, policy support, and to support referral health services. It is hoped that the application of electronic medical records can be easily used by all officers, both from medical record officers and medical personnel, the creation of integrated patient data, no duplication of medical record numbers that can make it difficult to find patient data at the time of re-treatment and holding further socialization regarding the application electronic medical record. The benefits will be felt optimally if the application of electronic medical records is evenly distributed and is supported by updated information systems and technological materials.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) Yayuk Mundriyastutik; Diana Tri Lestari; Endang Setyowati; Diah Putri Nugraheni; Yunita Rusidah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1963

Abstract

Nyeri adalah kondisi tidak nyaman, karena terdapat kerusakan jaringan. Pengobatan nyeri diberikan golongan analgesik. Ekstrak etanol (Clitoria ternatea L.) memiliki senyawa flavonoid, saponin, terpenoid, yang berpotensi sebagai analgesik, pada mencit yang diinduksi asam asetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol dari tanaman clitoria ternatea L. terhadap penurunan geliat mencit, yang diinduksi asam asetat 1%, dengan metode pengamatan writing test setelah diberikan dosis ekstrak 200;300; dan 400 mg, dan induksi asam asetat secara intraperitoneal dengan menghitung rata-rata geliat mencit, selanjutnya analisis data menggunakan SPSS versi 26. Perbandingan dosis I (200 mg/KgBB) mendapatkan rata-rata geliat 2,5; dosis II (300 mg/KgBB) mendapatkan rata-rata geliat  3,02; dosis III (400 mg/KgBB mendapatkan rata-rata geliat 2,30; dan uji kontrol positif ibuprofen (26 mg/KgBB) mendapatkan rata-rata geliat 3,22. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masing-masing dosis tanaman (Clitoria ternatea L.) memiliki daya analgesik, akan tetapi dosis yang memiliki efektivitas signifikan adalah dosis II (300 mg/KgBB).
QUALITATIVE ANALYSIS OF AMDK AND AMIU AROUND UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH KUDUS Yunita Rusidah; Lailatul Farikhah; Yayuk Mundriyastutik
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i1.1053

Abstract

This study is intended to find the quality of bottled drinking water (AMDK) and drinking water (AMIU) sold around University of Muhammadiyah Kudus, in terms of organoleptic and microbiological parameters in drinking water according to SNI 01-3554-2006 and PMK No. 492 of  2010. The test is carried out using 10 sample of drinking water. They are 7 sample of AMDK (Ades, Airmu, Aqua, Cleo, Crystalin, Le mineral and Vit) and 3 sample of AMIU (Pasuruhan, Prambatan and Purwosari depots). The research consists of chemical physics which includes testing of TDS, pH, and three heavy metal elements which includes testing for the content of the elements Fe, Mn and Cl2 (chlorine), organoleptic and  mikrobiologis (TPC, presence of E. coli and total coliform).The results of research shows that of physical and chemical measurements, the total dissolved solid (TDS) results 0 for Airmu and Cleo (demineral) and below 500 ppm for 8 samples of mineral water, this is according with the TDS requirements of SNI, 10 ppm for demineralized and 500 ppm for mineral water. The results of the pH test or the degree of acidity are in normal pH, which are around 7 out of 9 samples and only one with an alkaline condition is 8.37, namely the sample from the Pasuruhan depot. The test for the presence of heavy metals, Fe, Mn, is in good condition, showing the number zero with the brand brand test kit. Whereas for testing the presence of chlorine content, the results were above the threshold, namely 0.05 ppm from the Pasuruhan depot water sample, 0.02 ppm from the Prambat depot and the Purwosari depot. This is not in accordance with SNI provisions for chlorine content of 0 ppm. The organoleptik of all samples is in normal condition. Whereas, microbiologically, the TPC results before dilution were only Cleo and Ades which were suitable for consumption because they were absent from bacterial contamination. While the TPC results after dilution, testing the difference between E. Coli and Total coliform resulted in 7 samples of bottled drinking water which were safe and feasible as drinking water according to SNI 01-3553-2006 and 3 samples AMIU does not fulfil PMK No. 492/2010, as drinking water requirements.Keywords: AMDK, AMIU, Organoleptic Quality, Microbiology
FERTILITAS DAN VIABILITAS EMBRIO TELUR ITIK YANG INDUKNYA DIBERI PAKAN SUPLEMENTASI PROBIOTIK Yunita Rusidah; Yulia Sistina; Ismoyowati Ismoyowati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 2, No 2 (2017): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v2i2.473

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek perbedaan dosis pada pakan dengan suplementasi probiotik dan mengetahui dosis yang paling efektif terhadap fertilitas dan viabilitas embrio telur itik (Anas platyrhynchos). Materi penelitian terdiri dari Itik petelur (Anas platyrhynchos) sebanyak 100 ekor dengan rasio sex, jantan : betina = 1 : 5. Bahan pakan sesuai standar SNI formulasi H dan probiotik MEP+. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari : Ro (Kontrol), R1 (Probiotik 0,075 cc/kg pakan), R2 (Probiotik 1,5 cc/kg pakan), R3 (Probiotik 3 cc/kg pakan). Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase fertilitas telur itik, secara statistik tidak berbeda nyata (p 0,05). Viabilitas embrionya hingga hari ke-21 inkubasi hasilnya tidak berbeda nyata (p 0,05). Persentase penetasan dan viabilitas embrio setelah periode hari  ke-21 hasilnya berbeda nyata (p 0.05), dilihat dari rataan mortalitas embrio terendah perlakuan dosis 0,75 cc/kg pakan (R1) dan penetasan telur itik tertinggi perlakuan dosis 1,5 cc/kg pakan (R2). Parameter pendukung berat telur dan panjang telur secara sangat nyata (p 0,01) dipengaruhi perlakuan, sedangkan analisis data parameter pendukung meliputi, indek telur, lebar telur, kualitas DOD dan bobot DOD, hasilnya tidak berbeda nyata (p 0,05). Hasil uji regresi korelasi data membuktikan bahwa fertilitas dan penetasan, berat telur dan penetasan, bobot DOD dan berat telur terdapat korelasi lemah diantaranya (r 0,06). Key words : Fertilitas, Viabilitas Embrio, probitiotik MEP+ AbstractThis study aims to determine the effect of probiotics as parental food supplementation on fertility and embryo viability of duck eggs (Anas platyrhynchos). More specifically the study aimed to know the dose as well as the most effective dose applied as treatment on the fertility and viability of embryonic duck (Anas platyrhynchos) eggs. Material experimental unit consist of 1 male with 5 female (1:5). Feed ingredients based to SNI standard H formulation and probiotics MEP+. Experimental design usedwas Completely Randomized Design (CRD), four treatments,each with four replications of unit experiments. Experimental unit consist of 1 male with 5 female (1:5). Treatments were : Ro (Control), R1 (0,75 ml probiotic/kg feed), R2 (1.5 ml probiotic/kg feed), R3 (3 ml probiotic/kg feed). Results showed that egg fertility was statistically no significant different (p 0.05) among treatments. Embryo viability up to days 21 of incubation was also statistically no significant different (p 0.05). Hatching rate among treatments as well as embryo viability data after days 21, however, statistically were significant difference (p 0.05). The highest hatching was from treatment of 1.5 ml/kg food (R2) and the lowest mortality of embryos was from 0.75 ml/kg food treated one (R1). Analysis of supporting data (egg width, DOD weight, DOD quality) results in no significant different (p 0.05) among treatments, except for the weight eggs and length eggs data which was highly significance different (p 0.01) among treatments. Regression-Correlation analysis between fertility rate and egg weight, between fertility rate and hatching rate, between hatching rate and eggs weight, between egg weight and DOD weight data, all shown that no such strong correlation at all (r 0.06). Embryo survival at late developmental stages and hatching rate datawere significantlu different (p 0.05) among treatmens. Eggs weight and length were highly significant different (p 0.01) among treatments, proving that probiotic supplementation through parental feeding determined embryo survival and hatching rate of their egg produced. However, this study also proving that fertility rate and viability of early embryo developmental stage data as well as egg width, DOD weight, DOD quality, had no effect after probiotic treatments for 30 days, need further confirmation that probiotic effectively improving reproductive performance (r    0,06). Keywords: fertility, embryo viability, probiotics MEP+.
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI DESA BANGET KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KUDUS Okta Yosiana Dewi; Fariza Yulia Kartikasari; Tri Suwarto; Yunita Rusidah; Islami Islami; Dewi Nur Wakhidah; Nirmala Manik
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2179

Abstract

Bencana banjir diprioritaskan di Kabupaten Kudus karena indeks risikonya yang tinggi. Frekuensi banjir di Kabupaten Kudus meningkat setiap tahun dari 2017 hingga 2022, ke titik dimana sekarang menjadi bencana yang paling umum dibandingkan dengan bencana lainnya. Menurut BPBD Kabupaten Kudus (2021), pada tahun 2021 terdapat kejadian bencana banjir yang merendam total 15 desa dipicu oleh hujan intensitas tinggi dengan durasi yang lama. Untuk mengurangi risiko bencana dan menghindari banyaknya korban bencana banjir maka diperlukankesiapsiagaan menghadapi bencana. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Upaya atau kegiatan dalam rangka pencegahan dan mitigasi yang dilakukan, bertujuan untuk menghindari terjadinya bencana serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bencana. Kegiatan diawali dengan penjajagan untuk mengetahui dan mengkaji berbagai permasalahan kesehatan masyarakatdi lokasi kegiatan. Kegiatan penjajagan dilakukan dengan melibatkan stake holder terkait di lokasi kegiatan, yang terdiri dari Kepala Desa Banget, Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat, dan warga lokal. Pelaksanaan kegiatan di lokasi sasaran dilakukan pada jadwal yang telah disepakati pada saat koordinasi kegiatan sehingga tingkat kehadiran kelompok sasaran dan masyarakat dapat memenuhi target yang telah ditentukan. Kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya peningkatan pengetahuan tentang mitigasi banjir melalui edukasi kesehatan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat di Desa Banget Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.Kata Kunci: mitigasi, bencana, banjir
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI LABORATORIUM FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS Yayuk Mundriyastutik; Yunita Rusidah; Aprilia Sugiri
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 2 (2019): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i2.1157

Abstract

Kedisplinan penggunaan APD diLaboratorium Farmasi bagi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kudus perlu ditingkatakan seperti penggunaan jas laborat, masker, dan sarung tangan. Selain itu kondisi APD dan penerapan keselamatan yang berfokus pada identifikasi bahaya dan pengendalian bahaya yang berhubungan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas yang hendak dilakukan yang belum maksimal di laboratorium menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kecelakaan kerja. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah kudus dengan memberikan arahan pada mahasiswa tentang penggunaan APD yang baik dan benar, jenis-jenis APD, cara penggunaan APD, potensi bahaya jika tidak menggunakan APD. Hasil yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah Modul tentang Alat Pelindung Diri dan Potensi Bahaya di laboratorium Farmasi, Stiker/ Video tentang himbauan Pemakain APD, Stiker tanda-tanda bahaya
POTENSI EKSTRAK KOPI (COFFEA SP.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN: REVIEW Anisa Sholikhati; Bintari Tri Sukoharjanti; Yunita Rusidah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2049

Abstract

Kopi (Coffea sp.) merupakan biji-bijian dari Genus Coffea yang menjadi bahan minuman paling digemari di dunia termasuk Indonesia. Produk olahan kopi pada umumnya berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji kopi. Lebih dari 100 spesies kopi teridentifikasi, namun hanya Kopi Arabica (Coffea arabica) dan Kopi Robusta (Coffea canephora) yang paling banyak diproduksi dan dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi ekstrak kopi sebagai antioksidan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah review literasi dari beberapa sumber referensi terkait. Ekstrak kopi mengandung senyawa fitokimia diantaranya adalah lemak, protein, mineral, polisakarida, minyak kopi, kafein dan asam klorogenat. Metode ekstraksi kopi yang dapat digunakan adalah maserasi dan sokletasi. Sedangkan untuk mengetahui potensi ekstrak kopi sebagai antioksidan dapat digunakan metode DPPH. Asam klorogenat pada kopi menunjukkan potensi yang tinggi terhadap aktivitas antioksidan.