Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN PARAMETER LINGKUNGAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) DI GUDANG PENYIMPANAN UNTUK PABRIK GULA Mareli Telaumbanua; Eka Yana; Siti Suharyatun; Budianto Lanya; Febryan Kusuma Wisnu; Winda Rahmawati
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.071 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v11i1.481

Abstract

Gula merupakan salah satu komoditas kebutuhan pokok. Proses produksi untuk menghasilkan gula di pabrik terdiri dari beberapa tahapan yaitu penggiingan, pemurnian, penguapan, kristalisasi,  pemisahan dan penyelesaian. Setelah itu, gula yang telah dikemas, disimpan dalam gudang sebelum di kirim ke pasar. Kondisi lingkungan gudang penyimpan gula harus sesuai dengan standar. Faktor lingkungan yang tidak sesuai, mampu merusak gula. Beberapa faktor lingkungan penting dalam gudang penyimpanan yaitu suhu, kelembaban, CO2, dan api. Ketersediaan alat ukur portable berbasis internet of things merupakan salah satu bentuk pengawasan keamanan pabrik gula di dalam gudang, sehingga gula yang disimpan tidak menggumpal, meleleh dan menjadi rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat alat monitoring gudang pabrik gula menggunakan sistem internet of things (IoT). Alat monitoring ruang yang dibuat terdiri dari komponen utama Wemos D1 R2, sensor MQ-135 untuk deteksi CO2, sensor DHT22 untuk deteksi suhu dan kelembaban dan sensor api. Semua komponen disusun di dalam kotak elektronik berwarna hitam dengan ukuran 15 cm x 9,5 cm x 5 cm. Terdapat 5 alat yang digunakan dalam penelitian ini. Uji kinerja sistem meliputi, tingkat stabilitas, Reliabilitas, respon sistem, akurasi pengiriman data. perhitungan penggunaan daya listrik dan biaya operasional alat diukur dalam penelitian ini. Uji kinerja dilakukan selama 7 hari dengan jarak antar ruang 50-100 meter. Dari hasil uji kinerja, seluruh sistem telah bekerja stabil. Hasil pengujian dengan menggunakan Cronbach Alpha taraf 5% menunjukan alat 1 sampai 5 menghasilkan nilai reliabilitas tinggi. Rerata respon sistem ke 5 alat yaitu 8,28 detik. Rerata akurasi transmisi data dari 5 alat meliputi data suhu adalah 0,00124, kelembaban 0,00434, dan Nilai CO2 adalah 0,00678. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa alat telah bekerja dengan baik sesuai harapan.
Pelatihan Pemanfaatan Bioslurry di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan Mareli Telaumbanua; Febryan Kusuma Wisnu; Siti Suharyatun; Agus Haryanto; Winda Rahmawati; Sri Waluyo
Education Language and Arts (ELA) Vol. 1 No. 1 April (2022): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas technology from floating drum-type cow dung made in Rejomulyo village, Jati Agung sub-district, South Lampung, can produce biogas for daily fuel. However, the residual waste or biogas dregs (sludge/bio-slurry) have not been utilized, only disposed of at a waste disposal site. This community service activity aims to increase the added value of biogas waste by utilizing sludge/bio-slurry for organic fertilizer in vegetable cultivation in yards and gardens. The activity was carried out using the extension method for making vegetable cultivation pilot units using sludge/bio-slurry. Furthermore, through Gapoktan and Agricultural Extension as companions, it can be developed in people's homes that have a biogas digester. The conclusion is that cow dung as waste from livestock business has been successfully converted into biogas and slurry. The success of this training is indicated by the high enthusiasm of the participants and the ongoing implementation of liquid fertilizer (bio-slurry).
Design Of Environmental Conditions Of Transportation Simulation Instruments On Tomato (Solanum Lycopersicum) Zunanik Mufidah; Abdul Rachman Jordy; Raizummi Fil'aini; Mareli Telaumbanua; Alvin Fatikhunnada
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2023.011.01.09

Abstract

Based on data from Badan Pusat Statistik (BPS) in 2017-2018, the tomato productivity in Indonesia has seen a year-on-year increase of 10% and 19%. However, during the transportation process of agricultural commodities, excessive vibration can lead to damage of tomato commodities. Therefore, the purpose of this study is to develop an environmental data recording device using Arduino technology, and to assess its performance by simulating vibration during transport. The aim is to ensure proper handling and storage of tomato commodities in the distribution process. The designs used are programming designs, functional designs, and structural designs. The results showed that the design of an arduino-based environmental data recording instrument, calibration results between the DHT22 sensor (temperature) and a digital hygrometer yielded a correlation equation value of y = 1.0475x – 1.5575, R2 for the DHT22 sensor was 0.9885, and for the calibration results between the vibration sensor and the vibrating table as a calibrator obtained a correlation equation value of y = 1.9471x-101.24, the calibration R2 value was 0.8088, the instrument accuracy performance test results were obtained by 80%. The stability test results of reading past the setting point, the control speed is 4.04 minutes, the result of the reliability coefficient value (r11) is 0.90. The reliability coefficient value from the stability test results is included in the very high reliability category, the system response at a setting point of 150 RPM takes 63 seconds and the system response at a setting point of 200 RPM takes 71 seconds. characteristics that occur in tomatoes during the transportation simulation process where at 100 RPM the test was carried out, the tomatoes experienced a collision and only a few were bruised due to the shock from the transportation simulation the tomatoes were damaged and collided between the tomatoes in the box, the greater the vibration received by the tomatoes on during the transportation simulation, the more tomatoes will experience physical damage.Test results on tomatoes with a degree of mechanical damage (bruises) due to vibration during transportation. In stack 1 100 RPM there was no damage to the fruit while the biggest bruising occurred in stack 3 with 200 RPM.
PENGEMBANGAN LISTRIK TENAGA BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK DAERAH TERPENCIL DI INDONESIA Agus Haryanto; Sugeng Triyono; Mareli Telaumbanua; Dwi Cahyani
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.031 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v8i2.187

Abstract

Kesenjangan ketersediaan listrik antara daerah perkotaan dan terpencil merupakan salah satu masalah yang harus diselesaikan. Sebagian daerah terpencil menyediakan listrik swadaya menggunakan generator diesel. Salah satu potensi energi terbarukan yang dapat dieksploitasi adalah pemanfaatan biogas dari limbah peternakan sebagai bahan bakar genset. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan potensi genset tenaga biogas skala rumah tangga sebagai salah satu solusi yang menjanjikan untuk melistriki daerah atau pulau terpencil di Indonesia. Sebagai teknologi yang sudah mapan, teknologi biogas menawarkan berbagai keuntungan sebagai sumber energi terbarukan. Teknologi biogas juga menawarkan produk samping berupa pupuk organik yang berkualitas tinggi. Genset berbahan bakar biogas skala rumah tangga dapat dimodifikasi dari genset berbahan bakar bensin berukuran kecil yaitu dengan menambahkan jalur biogas pada karburator mesin. Hasil kajian menunjukkan bahwa genset skala rumah tangga berbahan bakar biogas merupakan salah satu alternatif pilihan yang baik untuk pengembangan listrik di wilayah terpencil. Manfaat maksimal diperoleh melalui sistem terintegrasi yang memadukan kegiatan kebun/pertanian, peternakan, dan penyediaan listrik biogas. Tingginya investasi pembuatan digester dan harga genset biogas serta tidak adanya insentif bagi listrik biogas merupakan kendala yang perlu diatasi dengan melibatkan para pemangku kepentingan.
TIPE CHAMBER DAN POSISI SENSOR E-NOSE UNTUK MENDETEKSI AROMA BIJI KOPI ROBUSTA MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER Mareli Telaumbanua; Dwi Dian Novita; Sugeng Triyono; Christanty Saragih
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.01 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.237

Abstract

Rasa kopi dan aroma yang khas dipengaruhi oleh pengolahan kopi. Rasa dan aroma yang khas dari kopi merupakan parameter penting yang digunakan untuk mengklasifikasi dan membedakan jenis serta kualitas beragam kopi. Perkembangan teknologi yang semakin canggih ditandai dengan adanya teknologi yang menyerupai kerja hidung manusia yaitu Electronic nose (E-nose). E-nose terintegrasi dengan mikrokontroler untuk mempermudah akuisisi data tegangan setiap sensor. Jenis ruang dan penempatan sensor E-nose menentukan tingkat kestabilan pengukuran aroma kopi. Untuk mendapatkan pola respon tegangan sensor yang stabil perlu dilakukan modifikasi Chamber. Modifikasi yang dilakukan juga pada posisi peletakan sensor sehingga keluaran tegangan menjadi lebih stabil. Chamber Dalam (Chamber A) dengan letak ruang sensor dan ruang sampel yang menjadi satu. Chamber Luar (Chamber B) dengan letak ruang sensor dan ruang sampel yang terpisah. Posisi peletakan sensor pada bagian atas, samping, bawah akan menentukan posisi stabil. Penambahan pompa mini diafragma dapat menghasilkan keluaran pola tegangan yang stabil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada penggunaan E-nose pada sampel Biji kopi Natural Robusta lebih stabil menggunakan Chamber A. Posisi peletakan sensor yang terbaik pada sampel ini adalah peletakan samping. Keadaan stabil Chamber A yang ditandai dengan pola grafik yang dihasilkan mendatar yang akan stabil pada menit ke 5. Keadaan stabil pada peletakan sisi samping ditunjukkan melalui nilai koefisien x pada persamaan model matematika yang paling mendekati angka 0.
IDENTIFIKASI JENIS KOPI MENGGUNAKAN SENSOR E-NOSE DENGAN METODE PEMBELAJARAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION Dwi Dian Novita; Akhmad Bangsawan Sesunan; Mareli Telaumbanua; Sugeng Triyono; Tri Wahyu Saputra
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.713 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i2.241

Abstract

Electronic Nose merupakan sebuah alat yang dapat menirukan cara kerja hidung manusia. Kopi memiliki beberapa jenis antara lain kopi robusta, kopi arabika dan kopi luwak. Setiap jenis kopi memiliki aroma khas tersendiri sehingga dibutuhkan suatu alat untuk dapat membedakannya secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis – jenis kopi berdasarkan perbedaan aroma yang terdapat didalamnya. Penelitian ini menggunakan biji kopi natural robusta Lampung (kopi 1), robusta natural (kopi 2), robusta semiwash (kopi 3), natural arabika (kopi 4), arabika fullwash (kopi 5). Penelitian menggunakan metode JST backpropagation dengan arsitektur jaringan 1 input, 2 hidden layer, dan 1 Output. Fungsi aktivasi terbaik pada pelatihan model JST adalah logsig-logsig-tansig dengan nilai RMSE sebesar 0,003602368 dan R2 sebesar 0,991. Hasil klasifikasi jenis kopi menggunakan sensor E-Nose dengan metode JST Backpropagation menunjukkan persentase keberhasilan identifikasi 5 jenis kopi, yaitu: kopi natural robusta lampung yaitu 100%, kopi natural robusta 100%, kopi robusta semiwash 72%, kopi arabika natural 100%, dan kopi arabika fullwash 100%.
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA DIGESTER BIOGAS RUMAH TANGGA TIPE FLOATING TANK DENGAN SUBSTRAT KOTORAN SAPI Agus Haryanto; Denny Sanjaya Irawan; Siti Suharyatun; Winda Rahmawati; Mareli Telaumbanua; Febryan K. Wisnu; Tamrin Tamrin; Pelita Ningrum
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.439 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i2.255

Abstract

Digester biogas rumah tangga berpotensi menyediakan bahan bakar terbarukan pengganti LPG (liquefied petroleum gas). Penelitian ini bertujuan untuk merancang-bangun dan menguji kinerja digester biogas rumah tangga tipe tangki mengapung (floating tank) dengan substrat kotoran sapi. Penelitian dilakukan dengan membuat digester biogas tipe floating tank menggunakan sumur dangkal dari pasangan bata semen yang diplester (diameter-dalam 139 cm, kedalaman efektif 140 cm) sebagai digester dan tangki air kapasitas 2000 l sebagai penampung biogas. Ukuran digester didasarkan pada kebutuhan biogas untuk keperluan memasak rumah tangga dan potensi kotoran empat ekor sapi. Kinerja digester dievaluasi dari produksi biogas, komposisi biogas, dan kemampuan digester dalam mendekomposisi substrat yang dinilai dari penurunan kandungan padatan tak stabil (volatile solid, VS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu lingkungan rata-rata antara 26,97 ℃ (pagi) dan 31,97 ℃ (sore) digester bekerja pada pH rata-rata 7,7 dengan dekomposisi VS mencapai 56,3%. Dengan laju pengumpanan kotoran sapi cair 60 l/hari, produksi biogas dapat mencapai 1.300 l/hari dan produktivitas biogas mencapai 634,6 l/m3 volume aktif digester. Biogas yang dihasilkan memiliki kualitas medium dengan kandungan metana (CH4) mencapai 50,28% dan nilai kalori 18,01 MJ/Nm3. Lumpur digestat berpotensi sebagai pupuk organik dengan kandungan hara N 4,55%; P 2,16%; dan K 3,89%. Salah satu keunggulan yang sangat menonjol dari digester floating tank adalah desain yang sederhana, biaya terjangkau, dan diperkirakan akan awet, sehingga dapat dijadikan sebagai model untuk dikembangkan dan diadopsi.
APLIKASI BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Agus Haryanto; Mareli Telaumbanua; Sugeng Triyono; Siti Suharyatun
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i2.259

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengaplikasikan budidaya sayuran menggunakan teknologi hidroponik kepada anak-anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di TK IT Insan Taqwa di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan dilakukan dengan merancang, membuat dan menginstal perangkat budidaya hidroponik sistem ABC menggunakan pipa PVC 3 inchi sepanjang 16 m yang dilengkapi dengan ember kapasitas 80 L, pompa 125 W, dan timer analog 15 menitan. Setelah instalasi perangkat hidroponik, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan budidaya hidroponik yang disertai praktek penanaman sayuran selada. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah kurang lebih 4minggu, tanaman selada tumbuh dengan baik yang ditunjukkan oleh figur tanaman yang segar dan besar. Pada akhir minggu ke-5, tanaman selada dipanen oleh para. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan sukses yang ditunjukkan dari indikator keberhasilan yang meliputi (1) tersedianya satu unit kit hidroponik,(2) terlaksananya kegiatan sosialisasi dan praktek budidaya hidroponik, (3) terlaksananya budidaya hidroponik yang dikerjakan oleh guru dan siswa TK IT Insan Taqwa dari penanaman hingga panen.
Uji Kinerja Mesin Pencacah Tipe GX 160 untuk Pencacahan Tongkol jagung dan Ampas Tebu Muhammad Pijar; Siti Suharyatun; Mareli Telaumbanua; Agus Haryanto
Jurnal Agricultural Biosystem Engineering Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : abe.fp.unila.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jurnal abe.v1i1.5796

Abstract

Agricultural waste is widely used as feed or a mixture of feed for livestock. Before use, agricultural waste must be chopped so that livestock can easily eat it. One of the agricultural waste chopping machines is a multipurpose type chopper. The aim of the research was to test the performance of a multipurpose chopper machine for chopping corn cobs and bagasse. This study used a completely randomized factorial design, consisting of 2 factors, namely material (corncob and sugarcane bagasse) and and the rotational speed (RPM) which consists of 600, 800, 1000 and 1360. Each treatment combination was repeated 3 times. Parameters observed were working capacity, weight loss, fuel consumption, specific fuel consumption, and fineness modulus. The results of this study indicate that the work capacity of the bagasse higher than corncob. Working capacity at speeds of 600 RPM to 1000 RPM will increase with increasing speed. Materials and RPM not effect to material loss. fuel consumption and specific fuel consumption of bagasse (0,859 lt/h; 0,074 lt/kg) are higher than corn cobs (0,754 lt/h; 0,170 lt/kg. Fineness modulus of corn cobs is 2.504% and sugarcane bagasse is 2.373%.
Empirical Model for Estimation of Soil Permeability Based on Soil Texture and Porosity Siti Suharyatun; Mareli Telaumbanua; Agus Haryanto; Febryan Kusuma Wisnu; Mayrani Tri Pratiwi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 3 (2023): September 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i3.533-544

Abstract

Soil permeability is the ability of the soil to pass water or air. Soil permeability is affected by texture, structure, and soil porosity. This study aims to develop a mathematical model to predict the value of soil permeability as a function of the percentage of the constituent fraction of the soil and soil permeability as a function of porosity. The study used soil taken from 7 different locations, with 6 samples for each location, 4 samples for model building and 2 samples for model validation. Parameters observed consisted of the percentage of sand (x1), the percentage of silt (x2), the percentage of clay, (x3), soil porosity (x4) and soil permeability (y). From the analysis, the empirical model obtained is soil permeability as a function of the percentage of constituent fractions of the soil which is expressed by the equation y1=36.796-16.022x2-23.938x3 and soil permeability as a function of porosity is expressed by the equation y2=12+0.65(x4-0.06)-2.92 . The permeability equation as a function of soil constituent fraction (y1) can predict soil permeability with a value of R2 = 0.925 and an RRMSE value of 5.461%, better than the permeability equation as a function of porosity. Keywords:   Empirical model, Multiple linear regression, RRMSE, Soil physical properties, Model validation
Co-Authors Abdul Rachman Jordy Abimanyu, Akhmad Asrho Berlian Adi Susilo Afri Yudamson Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Haryanto Agus Haryanto Agustin, Stefani Silvi Ahmad Ridho Kurniawan Ahmad Suudi Akhmad Bangsawan Sesunan Aldo Christian Alvin Fatikhunnada Alvin Fatikhunnada, Alvin Amieria Citra Gita Amieria Citra Gita Andi Setiadi Andrianto, Rifqi Rhama ANGGI WINANDA SARI ANGGI WINANDA SARI ANGGI WINANDA SARI Anggia Indriyani ANIS PUJI ANDAYANI ANIS PUJI ANDAYANI ANIS PUJI ANDAYANI Annisa Nur Rachmawaty Asil Barus Attamimi, Tahani Farhat Bambang Purwantana Bambang Purwantana Br Ginting, Daria Budianto Lanya Budianto Lanya Budianto Lanya Christanty Saragih Cicih Sugianti Denny Sanjaya Irawan DERMIYATI DERMIYATI Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati Diding Suhandy Dwi Cahyani Dwi Dian Novita DWI MARSENTA YULIANTI Eka Yana Ekaliana Ekaliana Eko Putra Elhamida Rezkia Amien Etha ‘Azizah Hasiib F X Arinto Setyawan Febryan K. Wisnu Febryan Kusuma Wisnu Febryan Kusuma Wisnu Febryan Kusuma Wisnu Fil'aini, Raizummi Gigih Forda Nama Gita, Amiera Citra Helmy Fitriawan Helmy Fitriawan Herry Wardono Hery Dian Septama Huda, Zulmiftah Imam Santosa Indriyawati, Agapetalia Irza Sukmana Jordy, Abdul Rachman Juanto, Benedictus khusnul khotimah Kiromah, Isrofiatul Kus Hendarto Lilik Sutiarso Lilik Sutiarso Liska Mutiara Septiana M. Haviz Marcus, Patrice Kevin Martinus Martinus Martinus, Martinus Mayrani Tri Pratiwi Meinilwita Yulia Meizano Ardhi Muhammad Meizano Ardi Muhammad Meizano Ardi Muhammad Mohammad Affan Fajar Falah Mufidah, Zunanik Muhammad Amin Muhammad Haviz Muhammad Pijar Muhammad Yusfiar Karfiandi Muhammad, Meizano Ardhi Mulyani, Yessi murwanto, bambang Novi Apratiwi Panji Kurniawan Pelita Ningrum Pulung Karo-Karo Purnomo, Cahyo Eko Putri, Laily Rahmadani RADIX SUHARJO RADIX SUHARJO Radix Suharjo Radix Suharjo RAHMA MEULY ANNISA Raizummi Fil’aini Raizummi Fil’aini Ribut Eko Wahyono Ridho Nurrohmanysah Ridwan Baharta Rifqi Rhama Andrianto Ristanti Ristanti Riszal, Akhmad Rita Anggraini Rizza Wijaya RULLY YOSITA RULLY YOSITA Rully Yosita Sandi Asmara Saputra, Muhamad Ogas Setyawan, FX Arinto Simanjuntak, Fajar Agustus Siti Suharyatun Siti Suharyatun Sony Ferbangkara Sri Rahayoe Sri Ratna Sulistiyanti Sri Waluyo Sri Waluyo Sugeng Triyono Sugeng Triyono Suskandini Ratih Dirmawati Syah, Aminudin Tamrin Tamrin Tamrin, Tamrin Telaumbanua, Syukur Telaumbanua, Syukur F Teuku Irmansyah Titin Yulianti Tri Novita Sari, Tri Novita Tri Wahyu Saputra Tri Wahyu Saputra Tri Wahyu Saputra Trisya Septiana Valentino, Fandy Wahyu Hendi Setiawan Warji Warji Wijaya, I Gede Krishna Winda Rahmawati Winda Rahmawati Winda Rahmawati Winda Rahmawati Winda Rahmawati Wisnu, Febrian Kusuma Witangingsih Witangingsih Witaningsih Witaningsih Yeyen Ilmiasari Yohannes C Ginting