Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. Mukhriani Mukhriani; Faridha Yenny Nonci; Siti Munawarah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i2.2201

Abstract

A research on the determination of the total flavonoid content of 70% ethanol extract and n-hexane extract of leaves of soursop(Annona muricata L.). The purpose of this study was to determine levels of total flavonoids, contained in soursop leaf extract (Annona muricata L). Extraction of chemical constituents from leaves of soursop(Annonamuricata L.) done by maceration method using 70% ethanol. To determine the flavonoid compounds in the sample extracts, compound analysis is carried out using UV-Vis spectrophotometer. The results were obtained levels of total flavonoids of the soursop leaf (Annona muricata L). Of 70% ethanol extract was 2,82%. And n-hexane extract was 4,48 %. So the total flavonoid content of the extract of soursop leaf (Annona muricata L.) by 7.3% .
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA DAN IDENTIFIKASI EKSTRAK BUAH SAWO MANILA (ACHRAS ZAPOTA L.) TERHADAP BEBERAPA MIKROBA PATOGEN DENGAN METODE DIFUSI AGAR Mukhriani Mukhriani; Nurlina Nurlina; Fajrul Fhalaq Baso
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v2i2.2205

Abstract

The research has conducted antimicrobial activity assay and identification of sapodilla fruit extract manila (Achras zapota L.) against some pathogenic microbes with agar diffusion method. Manila sapodilla fruit extraction by maceration method by using the solvent ethyl acetate and ethanol 70%. Manila sapodilla fruit has tested by screening extract at a concentration of 1% on the test bacteria which is namely Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermis, Streptococcus mutans, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella thyposa, Vibrio sp, Bacillus subtillis, and the fungus is Candida albicans. Furthermore, the inhibition has tested by using the agar diffusion method (paper disc) at a concentratied of 1500ppm, 1000ppm, 500ppm, and 100ppm  against screening test results of bacteria. Furthermore, identification of classes of compounds sapodilla fruit of extract phytochemicals by used screening manila methods qualitative.Screening results showed that the antimicrobial activity of the ethanol extract manila sapodilla fruit can inhibit the growth of Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermis, Streptococcus mutans, and Salmonella thyposa. Inhibition test using the agar diffusion method, shows that more the concentration used, more the diameter of the resulting barriers. The results of the identification of sapodilla fruit ethanol extract showed a class of compounds manila tannins, flavonoids, and terpenoids.
UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA SAYAT EKSTRAK ETANOL DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) DALAM BENTUK SEDIAAN GEL TERHADAP KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Gemy Nastity Handayany; Mukhriani Mukhriani; Rezkiyana Mulya Halim
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i2.2206

Abstract

Has done research on Wound Healing Cut Effects of Ethanol Extract Leaf kecombrang (Etlingera elatior) In Categories Gel Against Rabbit (Oryctolagus cuniculus). The aim was to evaluate the efficacy and the optimum concentration of the extract healing cuts kecombrang (Etlingera elatior) in a gel dosage form. Variants concentration used was 5%, 7%, and 9%.  The method used is the sample extraction by maceration and wound gel is made in 3 concentrations of 5%, 7%, and 9%. In addition it is also used as a negative control base gel and gel Bioplacenton® as a positive control, then back skin of rabbits (Oryctolagus cuniculus) were wounded using a scalpel.Results of statistical analysis using the method Annova completely randomized design showed that the leaf gel preparations kecombrang (Etlingera elatior) may decrease and cuts heal in rabbits with a concentration of 9% which shows the effect of healing the most effective cuts.
FRAKSINASI SENYAWA ANTIMIKROBA DAUN ANAK DARA (Croton oblongus Burm f.) Mukhriani Mukhriani; Andi Armisman Edy Paturusi; Azwar Nashir As
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 4 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i4.2224

Abstract

Telah dilakukan penelitian Fraksinasi Senyawa Antimikroba Daun Anak Dara(Croton oblongus Burm f.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komponen kimia dan aktivitas antimikroba dari ekstrak teraktif daun anak dara terhadap beberapa mikroba uji. Penelitian dilakukan dengan uji skrining menggunakan mikroba uji terhadap ekstrak n-heksandan etanol 96% daridaun anak dara (Croton oblongus Burm f.) dengan konsentrasi 500 ppm, 1000 ppm, dan 1500 ppm. Hasil yang diperoleh menenjukkan bahwa ekstrak etanol 96% memberikan hambatan pertumbuhan bakteri Escherchia coli, Bacillus subtilis,Streptococcus mutans, Pseudomonas, aeroginosa, Vibrio colera, dan Staphylococcus aureus.Ekstrak teraktif selanjutnya difraksinasi dengan uji KLT-Bioautografimenunjukkan bahwa Fraksi A ekstrak etanol 96% memberikan hambatan yang baik pada nilai Rf 0,89. Uji efektivitas fraksi teraktifpada konsentrasi 1500 ppm, 1000 ppm, dan 500 ppmdiperoleh hasil berturut-turutEscherchia coli, 0,81cm dan  0,72,  Bacillus subtilis, 0,90 cm dan 0,85cm, Streptococcus mutans, 0,75 cm dan 0,71 cm, dan Vibrio colera      0,74 cm dan 71 cm, sedangkan pada konsentrasi 500 ppm tidak memberikan hambatan.Hasil diidentifikasi golongan senyawaaktif fraksi A mengandung senyawa flavonoid.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAUN BOTTO-BOTTO (CHROMOLAENA ODORATA L) TERHADAP ARTEMIA SALINA LEACH YANG BERPOTENSI SEBAGAI AGEN ANTIKANKER Mukhriani Mukhriani; Andi Armisman Edy; Muh Fitrah Ilyas; Dwi Wahyuni Leboe
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i1.2243

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis efektivitas daun botto-botto (Chromolaena odorata L) terhadap Artemia salina Leach yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan menentukan LC50 ekstrak,  fraksi, dan isolat daun botto-botto  dengan terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode brine shrimp lethality test (BST). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 1000 ppm, 100 ppm dan 10 ppm memiliki efek yang paling besar terhadap Artemia salina Leach dengan nilai LC50 = 295,7μg/ml, selanjutnya ekstrak etil asetat difraksinasi menggunakan kromatografi Cair Vakum menghasilkan 4 fraksi dan fraksi C memiliki toksisitas 4,697 μg/ml. Selanjutnya fraksi C difraksinasi kembali menggunakan kromatografi Cair Vakum menghasilkan 5 fraksi dan diperoleh fraksi  C3 memiliki toksisitas sebesar 0.044 μg/ml dan fraksi C10 memiliki toksisitas sebesar 2.05 μg/ml.  Selanjutnya fraksi C3 di isolasi mengunakan metode KLTP mendapatkan isolat A dan C8 mendapatkan isolat B. Isolat A dan B diuji kembali aktivitas antikankernya dengan konsentrasi 100 ppm, 10 ppm, dan dan 1 ppm. Diperoleh LC50  isolat A sebesar 0,601 μg/ml dan aktivitas antikanker isolat  B  sebesar 1,060 μg/ml . Hasil uji fitokimia isolat A dengan pereaksi Liebermann-Burchard menunjukkan positif  terpenoid. Identifikasi isolat A dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan satu pita serapan pada panjang gelombang 307 nm. Identifikasi isolat dengan inframerah menunjukkan gugus OH pada daerah bilangan gelombang 3444,87 cm-1, gugus CH alifatik pada bilangan gelombang 2929,87 cm-1 dan 2862,36 cm-1, gugus C=O pada bilangan gelombang 1768,72 cm-1, C=C pada bilangan gelombang 1651,07 cm-1 , CH2 bending dan CH3 bending pada bilangan gelombang 1448,54 cm-1 dan 1369,46 cm-1 dan gugus CO alkohol pada bilangan gelombang 1192,01 cm-1. Berdasarkan hasil uji fitokimia dan analisis spektrofotometri, diduga isolat dari daun botto-botto adalah senyawa golongan terpenoid yang berpotensi sebagai antikanker, dengan gugus fungsi OH, CH alifatik, C=O, C=C, dan C-O alkohol.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT KORTEKS KAYU JATI (Tectona grandis L.F.) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI UJI Mukhriani Mukhriani; A.Armisman Edy Paturusi; M.Reza Harsal
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i1.2373

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antibakteri fraksi korteks kayu jati (Tectona grandis L.F.) terhadap beberapa mikroba uji. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek, konsentrasi dan golongan senyawa dari fraksi korteks kayu jati yang memberikan aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri uji.  Korteks kayu jati diekstraksi dengan metode refluks menggunakan pelarut etil asetat dan  difraksinasi menggunakan Kromatografi Cair Vakum, fraksi yang memiliki noda yang sama digabung dan menghasilkan 3 fraksi gabungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi gabungan I pada uji KLT-Bioautografi memiliki aktifitas antibakteri terbaik dibanding dengan fraksi lain dengan menghambat bakteri Bacillus subtilis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus mutans, dan Vibrio colera dan menunjukkan adanya kandungan senyawa steroid pada nilai Rf 0,14. Hasil uji potensi dengan uji hambat minumum dan bunuh minium antimikroba pada konsentrasi 1000 ppm dan 750 ppm  menunjukkan fraksi I gabungan termasuk bakteriostik.
UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK n- HEKSAN BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus). Mukhriani Mukhriani; Faridha Yenny Nonci; Fathiyah Nuhrang
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v8i1.2569

Abstract

Studies have been conducted testing anti-inflammatory effects of black cuminseed extract to mice with induced by subplantar albumin, wich to determine the effect and the concentration of the seed extract jintan hitam as an anti-inflammatory. This study was done by giving albumin as mediators of inflamatinon in the feet of mice, after which the black cumin seed n-Heksan extract to mice given orally with a dose of 1,2 g/kg BB, 2,4 g/kg BB, and 4,8 g/kg BB and carried out observations began after inducing albumin, up to 120 minutes. Na.diclofenac is used as a comparison at dose of 0,2 mg. Obtained inflammation percentage of black cumin seed n-Heksan extract with dose 1,2 g/kg BB is 17,5%, dose 2,4 g/kg BB is 18,06% and for dose 4,8 g/kg BB is 23,33%. For black cumin seed etanol extract given orally with a same dose of 1,2 g/kg BB, 2,4 g/kg BB, and 4,8 g/kg BB orally and carried out observations began after inducing albumin, up to 120 minutes. Na.diclofenac is used as a comparison at dose of 0,2 mg. Obtained inflammation percentage of black cumin seed etanol extract with dose 1,2 g/kg BB is 20,83%, dose 2,4 g/kg BB is 22,22% and for dose 4,8 g/kg BB is 24,72%.Doses of n-Heksan extract of seed black cumin and etanol extract of seed black cumin given to mice has antiinflammatory effects. This shows that n-Heksan extract of the seed black cumin and etanol extract of seed black cumin capable of inhibiting inflammation to mice induced by albumin. From the three doses, the best doses who give inhibiting inflammation is 4,8 g/kg BB for n-Heksan extract of seed black cumin and etanol extract of seed black cumin.
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA HASIL FRAKSI EKSTRAK RIMPANG JERINGAU (Acorus Calamus L.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN Mukhriani Mukhriani; Andi Armisman Edy Paturusi; Ayu Setiawati Irwan
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3294

Abstract

Telah dilakukan penelitian Uji Aktivitas Antimikroba Hasil Fraksinasi Ekstrak Rimpang Jeringau (Acorus calamus L.) Terhadap Bakteri Patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komponen kimia dan aktivitas antimikroba dari ekstrak teraktif rimpang jeringau terhadap bakteri Escherchia coli, Pseudomonas aeroginosa, Salmonella thypi, Vibrio colera, Bacillus subtilis, Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan jamur Candida albicans. Ekstrak Rimpang Jeringau diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak etil asetat memberikan efek teraktif dan selanjutnya  fraksinasi dan menghasilkan 5 fraksi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Fraksi C ekstrak etil asetat memberikan hambatan yang baik pada konsentrasi 1000 ppm dengan luas zona hambat 0,74 cm untuk Escherchia coli, 0,76 cm untuk Bacillus subtilis, 0,86 cm untuk Streptococcus mutans, 0,79 untuk Salmonella thyposa, 0,77 cm untuk Staphylococcus epidermidis, 0,80 cm untuk Staphylococcus aureus, 0,74 cm untuk  Vibrio colera, 0,70 cm untuk Pseudomonas aeroginosa. Setelah diidentifikasi komponen kimia menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat rimpang jeringau mengandung senyawa flavonoid, fenolik, dan alkaloid .
UJI PENURUNAN KOLESTEROL PADA MENCIT (Mus musculus) SECARA IN-VIVO MENGGUNAKAN EKSTRAK ETANOL AKAR PARANG ROMANG (Boehmeria virgata (Forst.) Guill) M Rusdi; Mukhriani Mukhriani; Andi Tenri Paramitha
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i1.5271

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji penurunan kadar kolesterol pada mencit (Mus musculus) jantan  menggunakan ekstrak etanol akar parang romang (Boehmeria virgata (Forst.) Guill). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol akar parang romang terhadap penurunan kadar kolesterol total mencit. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Induksi hiperkolestrolemik dilakukan dengan memberi kuning telur yang dicampur dengan pakan mencit. Setelah kadar kolesterol mencit diukur, pada kelompok I, II, III diberi ekstrak akar parang romang dengan dosis berturut-turut 175 mg/kg BB, 350 mg/kg BB dan 700 mg/kg BB, kelompok IV diberi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif dan kelompok V diberi Simvastatin sebagai kontrol positif.  Pemberian dilakukan peroral dengan volume pemberian 1 ml/30 g BB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar Boehmeria virgata (Forst.) Guill dapat menurunkan kadar kolesterol dan dosis 700 mg/kg BB menunjukkan pengaruh tertinggi dalam penurunan kolesterol pada mencit.
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA ANTIBAKTERI FRAKSI POLAR DAN NON POLAR KULIT BATANG KEMIRI (Aleurites moluccana L. Willd) DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI KONTAK Mukhriani Mukhriani; Asrul Ismail; Haeria Haeria; Syamsuri Syakri; Nurfitra Fadiyah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i1.5272

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi golongan senyawa antibakteri fraksi polar dan non polar kulit batang kemiri (Aleurites moluccana L. Willd) dengan metode bioautografi kontak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi yang memiliki aktivitas antibakteri dan golongan senyawa dari kulit batang kemiri yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut metanol kemudian dilakukan partisi dengan menggunakan pelarut n-hexan. Ekstrak yang diperoleh kemudian dilakukan skrining aktivitas antibakteri hingga diketahui jika partisi tidak larut n-hexan mempunyai aktivitas antibakteri tertinggi kemudian dilanjutkan ke fraksinasi. Fraksinasi dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Vakum. Hasil fraksinasi yang diperoleh kemudian diuji kembali aktivitas antibakterinya dengan menggunakan berbagai konsentrasi yaitu 1000, 750, 500, dan 250 ppm. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fraksi II merupakan fraksi teraktif yang memiliki aktivitas antibakteri paling baik pada konsentrasi 1000 ppm. Fraksi teraktif diuji kembali menggunakan KLT-Bioautografi dan diidentifikasi golongan senyawanya. Dari pengujian diperoleh fraksi dari partisi tidak larut n-hexan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, Salmonella thypi, dan Vibrio colera dimana senyawa flavonoid dari kulit batang kemiri yang berperan sebagai antibakteri.